Паоло Ардоино : «Правила MiCA представляют невероятно большой системный риск»

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2019-09-10Terakhir diperbarui pada 2024-08-10

Генеральный директор Tether Паоло Ардоино заявил, что новый закон о регулировании криптовалют Евросоюзе (MiCA) представляет огромный системный риск не только для эмитентов стейблкоинов, но и для традиционной банковской системы в целом.

По словам Паоло Ардоино (Paolo Ardoino), вместо того, чтобы сделать систему более безопасной, Европарламент принял закон, исполнение которого несет невероятно большой риск для устойчивости финансовой системы.

Например, правила предписывают, чтобы не менее 60% резервов, обеспечивающих стейблкоины, хранилось на банковских счетах ЕС. Однако европарламентарии не учли, что кредитно-финансовые учреждения работают в условиях частичного банковского резервирования. Это означает, что в любой момент для снятия в банке доступна лишь часть депозитов клиентов, что делает их финансово неустойчивыми в ситуации ажиотажного спроса на наличность и закрытии вкладов.

Нечто подобное уже произошло с американским Silicon Valley Bank в 2023 году, когда крупный банк, имевший значительные резервы USD Coin, не смог пережить панический набег клиентов, который привел к отвязке стейблкоина USDC.

«Silicon Valley Bank обанкротился, мы все об этом знаем, а наш главный конкурент на рынке стейблкоинов чуть не умер. Поэтому я думаю, у нас есть очень свежий пример того, насколько это плохая идея», — объяснил Ардоино.

Глава Tether отметил, что помимо прочего, денежные депозиты в ЕС страхуются только на суммы до $100 000, что, по его мнению, абсолютно недопустимое ограничение для крупных эмитентов стейблкоинов, таких как Tether.

Накануне генеральный директор Tether Holdings заявил, что его компания намерена усовершенствовать работу по соответствию требованиям регулирующих ведомств, и с этой целью планирует нанять дополнительных сотрудников.

Bacaan Terkait

BitTorrent Meluncurkan BTTInferGrid: Lapisan Infrastruktur Terdesentralisasi untuk Inferensi AI yang Terukur

BitTorrent meluncurkan **BTTInferGrid**, sebuah infrastruktur komputasi GPU terdesentralisasi yang dirancang khusus untuk inference AI. Platform ini menghubungkan pasokan global kapasitas GPU yang menganggur dengan permintaan yang melonjak untuk beban kerja AI. BTTInferGrid menawarkan akses terbuka, keamanan terverifikasi, dan model pembayaran pay-as-you-go bagi pengembang AI di seluruh dunia. Peluncuran ini menanggapi pergeseran kebutuhan komputasi AI dari pelatihan ke inference, yang kini menghabiskan hingga 95% biaya komputasi model bahasa besar (LLM). BTTInferGrid bertujuan memecahkan tiga masalah utama infrastruktur terpusat: alokasi sumber daya yang tidak fleksibel terhadap beban kerja yang fluktuatif, harga sewa GPU yang sangat mahal, serta ketidaksesuaian pasokan dan permintaan dengan banyaknya kapasitas komputasi yang terfragmentasi dan terisolasi. Dengan arsitektur jaringan terdesentralisasi (DePIN), BTTInferGrid memberdayakan dua sisi pasar: * **Sisi Pasokan**: Mengagregasi GPU menganggur dari berbagai sumber, memungkinkan pemiliknya memonetisasi aset mereka. * **Sisi Permintaan**: Memberikan akses mudah dan terverifikasi bagi pengembang ke layanan inference on-demand yang hemat biaya. Platform ini menawarkan tiga terobosan strategis: akses tanpa izin untuk agregasi GPU yang cepat, kualitas layanan terverifikasi dengan eksekusi *trustless*, dan ekonomi berkelanjutan yang digerakkan oleh permintaan nyata. BTTInferGrid akan diluncurkan dalam tiga fase, dimulai dari pengembangan jaringan inti (2026), diversifikasi ekosistem (2027), hingga menjadi lapisan infrastruktur AI Web3 yang matang (2028 dan seterusnya). Dibangun di atas fondasi teknologi BitTorrent dan BitTorrent File System (BTFS) yang telah teruji, BTTInferGrid bertujuan menjadi solusi komputasi AI yang terdesentralisasi, skalabel, dan efisien.

TheNewsCrypto1j yang lalu

BitTorrent Meluncurkan BTTInferGrid: Lapisan Infrastruktur Terdesentralisasi untuk Inferensi AI yang Terukur

TheNewsCrypto1j yang lalu

Hasil Tahunan 15%-25%, Apakah ETF Pendapatan Bitcoin BlackRock Peluang atau Perangkap?

**Rangkuman: Apakah ETF Pendapatan Bitcoin BlackRock (BITA) Peluang atau Jebakan dengan Target Pengembalian 15-25% per Tahun?** BlackRock, manajer aset terbesar dunia, meluncurkan ETF Pendapatan Bitcoin iShares (BITA) di Nasdaq pada pertengahan Juni. Produk ini bertujuan memberikan pengembalian tunai tahunan 15-25% dengan menjual opsi call terhadap Bitcoin, berdasarkan ETF Bitcoin spot BlackRock (IBIT). Strategi ini menghasilkan pendapatan stabil dari premi opsi, tetapi dengan mengorbankan sebagian potensi kenaikan tajam harga Bitcoin. **Pandangan Positif (Bulls):** * **Mendorong Harga Bitcoin:** Beberapa analis percaya produk ini akan menarik dana pencari hasil (yield) menjadi permintaan baru Bitcoin, mendorong harga naik, serupa dengan pola saat peluncuran ETF Bitcoin sebelumnya. * **Sinyal Kepercayaan Institusional:** Aliran dana masuk yang konsisten ke ETF Bitcoin spot seperti IBIT dan Fidelity menunjukkan keyakinan institusi. * **Siklus dan Kelangkaan:** Investor veteran seperti Michael Terpin melihat peluncuran ini selaras dengan siklus empat tahunan Bitcoin. Kelangkaan Bitcoin (hanya tersisa 1 juta untuk ditambang) dan adopsi yang masih rendah (~4%) dinilai sebagai dasar untuk lonjakan harga jangka panjang, bahkan hingga target $1 juta. **Pandangan Negatif (Bears):** * **Jebakan Hasil (Yield Trap):** Kritikus seperti Paolo Ardoino (CTO Bitfinex & Tether) mempertanyakan dampak positif ETF bagi ekosistem kripto asli, khawatir konsentrasi kepemilikan di tangan pihak ketiga. Beberapa analis menilai produk ini tidak menambah permintaan baru, hanya memindahkan dana dari pembelian spot. * **Risiko Asimetris:** Produk ini membatasi keuntungan saat Bitcoin meroket, namun risiko penurunan harga tetap penuh. Pendapatannya dibuat secara artifisial melalui derivatif, bukan dari Bitcoin itu sendiri. * **Ketidaksepakatan Pasar:** Prediksi harga sangat bervariasi, dari target tinggi ($170k-$180k) hingga peringatan dasar siklus mungkin turun hingga $40k-$46k, menunjukkan ketidakpastian. **Dampak pada Pasar Bitcoin:** Perdebatan intinya adalah apakah BITA akan menjadi sumber permintaan bersih baru atau hanya memindahkan likuiditas yang ada. Aliran dana ke BITA dan IBIT serta kemampuan Bitcoin bertahan di level sekitar $65.000 akan menjadi penentu. Jika institusi terus membeli, optimisme akan terbukti. Jika tidak, tuduhan "jebakan hasil" mungkin valid. Seperti dicatat seorang pengguna, konteks harga $60.000-an kini berbeda dengan puncak tahun 2021, dan bisa menjadi dasar siklus baru.

Foresight News1j yang lalu

Hasil Tahunan 15%-25%, Apakah ETF Pendapatan Bitcoin BlackRock Peluang atau Perangkap?

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片