NFT交易平台被盗事件背后的攻与守

WebX实验室Dipublikasikan tanggal 2022-02-25Terakhir diperbarui pada 2022-03-03

Abstrak

黑客攻击不止是区块链产业的特例,它将伴随全产业长期存在,任何赛道都将处于高度戒备状态。

加密圈的盗窃案已经不是新鲜事,甚至是平常事。最近,关于OpenSea交易平台被盗事件闹的沸沸扬扬,虽然自查的结果定论为外部攻击,而非平台系统性问题,但近300万美金资产损失已成定局,据 DappRadar 的数据显示,在黑客事件后,OpenSea上的用户活动迅速下降,平台上的用户活动至少下降了20%。那么,在一次次被盗事件发生的背后,是否有防范未然的措施可以采取?
安全认知深刻  防范却后知后觉
被黑客攻击的重灾区非常具有指向性,即充斥着大量资产交易体量的“当红赛道”,这已经成了黑客们的默契选择。就在本月初,一位NFT收藏家发推称自己的所有NFT头像被盗,价值高达1800万,希望寻求交易平台的帮助,针对此安全事件,OpenSea平台仅能对该藏主的地址和相关NFT进行了加红标记。而类似这样的被盗事件还有很多,很多用户表示,在自己毫无安全预警的情况下黑客就轻松实现了资产转移,黑客得手仿佛轻而易举。

黑客


借鉴行业内因盗窃案导致破产的事件教训,平台深知安全的重要性。但综合来看,整体行业的安全系数偏低。合约漏洞、交易漏洞等问题屡见不鲜,尽管平台搭配尽可能多的安全防范手段,持续进行例行的安全漏洞补丁,但被盗惨案似乎防不胜防,平台和用户承受着巨大的资金和信任损失,也只能在调取事件因果后进行攻击技术分析,意图通过总结相应的安全防范手段,提高行业的安全防线。不幸的是,有些漏洞错误仍旧低级,成功于钻空子或见招拆招,黑客的攻击手段也变得更多样。
黑客攻击手段有哪些?
黑客攻击不止是区块链产业的特例,它将伴随全产业长期存在,任何赛道都将处于高度戒备状态。而作为其中的参与者,我们可以对黑客攻击手段做一个简单了解,做到知己知彼。以下简单介绍几个经常出现的类型:漏洞攻击、钓鱼攻击、量子攻击。
漏洞攻击是黑客们常用的手段,也是系统自身安全性不足引发的安全事件。漏洞又可以分为不同的形式。一种是逻辑漏洞,在去年的闪电贷攻击获利就是利用了资产流转的逻辑漏洞,空手套白狼式套利,令不法分子屡试不爽。一种是安全漏洞,即黑客扫描到区块链协议、智能合约机制、节点设备漏洞等安全缺陷,发起攻击。
钓鱼攻击,即外部来源的恶意攻击,本次OpenSea安全事件就是典型钓鱼攻击。通俗解释来说,就是用户外部点击了带有病毒或授权的信息,使得自己的信息暴露,又或者未分辨内容真假、受利益诱惑影响,导致事故的发生。就OpenSea解释说,本次事件是黑客趁着 OpenSea 合约升级之时,给所有用户的邮箱发送了一封钓鱼邮件,而不少用户错把其当作官方邮件而将自己的钱包授权,进而导致钱包被盗。
量子攻击,伴随量子计算机的出现,威胁性巨大,包括摩根大通等都在研究相关的抗量子攻击方案。值得关注的是,区块链是最容易受量子攻击的地带,黑客通过破解区块链关键构件加密算法和数字签名,不危言耸听地说,量子攻击对任何涉及公钥的安全都构成风险。伴随量子硬件的发展,行业应该高度关注量子计算和密码学的发展,意识到量子攻击可能带来的危险,在今天就采取行动。
平台的外援和用户的心智
尽管黑客攻击屡屡发生,给行业带来了巨大的打击,但在恶的反面是网络安全公司的越发壮大。来源于网络消息,全球信息安全和风险管理最终用户支出将以9.2%的五年复合年增长率增长,预计在2022年将达到1745亿美元,无疑,此类公司已经成为NFT平台升维网络安全的重要抓手。
客观情况来看,目前针对区块链的专业网络安全公司还在少数,主要还是来源于互联网赛道的安全服务。最近,网络安全服务商ERMProtect宣布将提供加密货币合规服务,IBM的X-Force Red推出区块链网络安全服务,区块链网络安全公司Sollensys推出了数据安全产品SollensiumTM 。与此同时,平台相关的链上安全产品合作也陆续开展,OpenSea平台曾表示正和第三方钱包服务一起“帮助用户更好地识别恶意签名请求,并采取其它措施帮助用户更有效地阻击诈骗和钓鱼攻击”。不久前,受某安全公司提醒,OpenSea及时修复安全漏洞,规避了潜在的危险发生。
总之,威胁行业健康的黑客只能是人人喊打的角色,在种种经历中,不止是平台,作为用户更要有一种危机意识。及时设置双重身份认证,进行产品的升级,使用安全系数更高的钱包设备,都可以尽可能降低盗窃案的发生。

Bacaan Terkait

Peringatan Terbaru CEO Microsoft Nadella: Mengandalkan Hanya Satu Model Besar adalah Menyerahkan Kunci Perusahaan kepada Pihak Lain

CEO Microsoft Satya Nadella memperingatkan bahwa perusahaan yang mengandalkan satu model AI besar untuk segala kebutuhan berisiko kehilangan kendali atas nasib mereka. Dalam wawancara dengan CNN, Nadella menekankan bahwa data, memori, dan catatan penggunaan AI adalah aset kritis. Jika semua elemen ini terikat pada satu penyedia, perusahaan pada dasarnya telah "mengalihdayakan pemikiran" mereka. Risiko utama meliputi: 1. **Kebocoran rahasia bisnis:** Penyedia AI dapat mempelajari operasi dan metode kerja inti perusahaan dari data yang terkumpul. 2. **Keterikatan (lock-in):** Migrasi ke model AI lain menjadi sangat sulit dan mahal karena ketergantungan pada konteks, memori, dan alur kerja yang terikat pada satu platform. 3. **Kehilangan kedaulatan:** Perusahaan menjadi rentan terhadap perubahan harga, penurunan kualitas, atau penghentian layanan dari penyedia tunggal. Solusi yang ditawarkan adalah **memisahkan (mendekopel)** komponen-komponen kunci: * **Model AI** dapat disewa dari berbagai penyedia (OpenAI, Anthropic, Microsoft, dll.) dan dipilih berdasarkan tugas spesifik. * **Data, memori, konteks, metadata (catatan prompt, panggilan alat, koreksi), dan harness/agent** harus tetap dikuasai dan dikelola oleh perusahaan sendiri. Dengan arsitektur ini, perusahaan mempertahankan "otak" atau "sirkuit pemikiran" mereka sendiri—yang merupakan akumulasi pengetahuan dan pengalaman organisasi—sambil fleksibel memanfaatkan model AI terbaik dari luar. Intinya, model paling cerdas bisa disewa, tetapi kapabilitas dan memori inti perusahaan harus tetap menjadi aset yang dipertahankan secara internal.

marsbit18m yang lalu

Peringatan Terbaru CEO Microsoft Nadella: Mengandalkan Hanya Satu Model Besar adalah Menyerahkan Kunci Perusahaan kepada Pihak Lain

marsbit18m yang lalu

Indeks KOSPI Menangguhkan Perdagangan Terkait Pembatasan Sementara Kenaikan Harga Saham yang Kedelapan pada 2026

Indeks KOSPI Korea Selatan kembali menghentikan perdagangan untuk kedelapan kalinya pada tahun 2026 setelah turun lebih dari 8%, memicu mekanisme pembatasan volatilitas. Indeks telah kehilangan lebih dari 28% nilainya dalam sebulan terakhir, dengan kerugian kapitalisasi pasar mencapai sekitar 360 miliar dolar AS. Penurunan ini didorong terutama oleh kelemahan di sektor saham semikonduktor dan memori, termasuk jatuhnya saham SK Hynix hingga 50% dari posisi tertinggi Juni. Runtuhnya pasar saham AS untuk produsen chip, seperti penurunan saham Nvidia sebesar 4.4%, juga berdampak pada pasar Asia, termasuk Nikkei Jepang yang turun 4%. Berita pendanaan besar-besaran Nvidia ke OpenAI justru memicu kekhawatiran tentang biaya utang dan kelangsungan skala ekonomi AI. Dominasi Samsung, yang menyumbang 50% dari indeks KOSPI, mempercepat kejatuhan dan memicu likuidasi serta penghentian perdagangan otomatis. Sementara itu, Bitcoin ($BTC) telah kehilangan korelasi dengan saham AI-chip dan turun menjadi sekitar $63,000. Volatilitas KOSPI yang tinggi membuka peluang untuk produk keuangan terdesentralisasi seperti pasar futures tanpa batas berbasis KOSPI di blockchain. Pasar kini menunggu proses deleveraging selesai dan sinyal apakah yang terjadi adalah pelarian likuiditas atau sekadar penyesuaian penilaian risiko di saham AI dan memori.

cryptonews.ru19m yang lalu

Indeks KOSPI Menangguhkan Perdagangan Terkait Pembatasan Sementara Kenaikan Harga Saham yang Kedelapan pada 2026

cryptonews.ru19m yang lalu

"Antrean Berbayar" Milidetik: Bagaimana Hyperliquid Mengubah Biaya Prioritas Menjadi Bisnis Bernilai Puluhan Juta Dolar per Tahun?

Penulis: Jae, PANews Di pasar tradisional, institusi perdagangan frekuensi tinggi mengeluarkan jutaan dolar untuk keunggulan latensi milidetik. Kini, Hyperliquid memindahkan kompetisi ini ke blockchain dengan aturan baru: membayar token HYPE untuk "menyela" dalam antrian eksekusi order. Mekanisme "Priority Fee" (Biaya Prioritas) ini telah menghasilkan pendapatan protokol lebih dari $5 juta. Dengan tingkat saat ini, pendapatan tahunan dari fitur ini dapat mendukung pembelian kembali (buyback) token HYPE senilai lebih dari $30 juta, atau sekitar 7% dari total pendapatan protokol. Sistem ini memiliki dua jalur utama: 1. **Gossip Priority**: Lelang slot untuk menerima data pasar lebih cepat (~25 milidetik lebih awal), diadakan setiap 3 menit. 2. **Order Priority**: Trader dapat menentukan biaya (0-8 basis points) untuk mempercepat eksekusi order mereka (~45 milidetik lebih cepat per basis point). Mekanisme ini mengubah perlombaan perangkat keras menjadi permainan ekonomi yang transparan. Bagi pedagang besar dan market maker, membayar biaya prioritas adalah "uang perlindungan" yang penting untuk kepastian eksekusi, terutama dalam arbitrase atau menghindari likuidasi. Ini meningkatkan likuiditas tetapi juga berpotensi merugikan pengguna retail dengan eksekusi yang lebih lambat dan slippage yang lebih besar saat volatilitas tinggi. Keuntungan krusial bagi protokol Hyperliquid adalah kemampuan menangkap nilai MEV (Maximum Extractable Value) yang biasanya mengalir ke pihak eksternal, dan menjadikannya pendapatan internal. Pertumbuhan ekoship platform juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan akan fitur ini, menciptakan siklus pertumbuhan yang positif. Biaya prioritas juga memperkuat model ekonomi token HYPE melalui: * **Efek deflasi baru**: HYPE yang dibayarkan sebagai biaya prioritas langsung dibakar. * **Efek pengendapan dana**: Untuk membayar Order Priority, pedagang harus menyimpan HYPE yang tidak didelegasikan di akun mereka, mengunci pasokan yang beredar. Dengan demikian, Hyperliquid menunjukkan bagaimana jaringan terdesentralisasi dapat menciptakan nilai ekonomi riil dari sumber daya digital (latensi) untuk membiayai diri sendiri, menawarkan alternatif untuk model subsidi melalui inflasi token yang umum. Tantangan ke depan adalah menyeimbangkan kebutuhan efisiensi pedagang besar dengan keadilan bagi pengguna retail.

marsbit32m yang lalu

"Antrean Berbayar" Milidetik: Bagaimana Hyperliquid Mengubah Biaya Prioritas Menjadi Bisnis Bernilai Puluhan Juta Dolar per Tahun?

marsbit32m yang lalu

Trading

Spot
活动图片