四月复盘:请给DeFi老狗们一点时间

0xSorosDipublikasikan tanggal 2024-08-09Terakhir diperbarui pada 2024-08-09

折腾了一个多月,回首发现,主线行情不过两个:APE和GMT。

先复盘一下自己的仓位。LUNA的仓位成本线附近,Astro倒是翻了倍。LUNA生态总体介入太晚,连汤都没有喝到。

DFK出了大乌龙,团队成员在项目冷启动时印假币,地址都是假的。原以为Avalacnhe上Subnet是新的开始,没想到是出货的机会。我已经视DFK仓位归零,不过还好当初买的场外筹码,成本2刀,归零也在承受范围内,浮盈做了一波过山车。愿赌服输。

同时GameFi集体熄火,相关代币一地鸡毛。AXS不知不觉从150刀跌到了50刀,宠物更是跌了几十倍。加之近期6亿美元的黑客盗窃事件,小毛哥等NFT圈的领袖人物对此的看法是AXS已经完成了它的历史使命。这相当于给AXS判了死刑。

你方唱罢我登场。Move To Earn崛起。GMT仅二级一个月40倍收益。热钱还是集中在出圈的项目上。也出现了一些跑鞋的仿盘,Coingecko也开立了Move To Earn的专栏。不知道会不会像当年GameFi一样开启一波仿盘的行情。

GMT让人重新思考的一点是,国产项目的偏见需要被打破。更准确说是华人团队。之所以有这样的偏见,是因为在过去七八年的行业发展中,有太多割韭菜的项目是中国团队。但GMT恰恰就是两名华人创业者发起的项目。其中一位还是我19年就认识的朋友,就这么和财富擦肩而过了。

对于Web3项目,中国创业者恰恰是最有优势的。无论是在产品的开发迭代进度,还是社区活动、市场营销,项目冷启动,创始人的勤奋程度。中国项目为什么不能成功?如果继续保持这种偏见,我想我们会错过更多机会。

Crypto Native的那一套东西,经过币圈十年发展,套路已经完全摸清。而对于NFT/GameFi/Web3,很多人还未看懂。看不明白的地方便有利润可图。同时传统的币,上市估值过高,潜在的抛压,扎堆的私募,这些是代币价格迟迟起不来的原因。

而NFT基本上剔除了私募的一环,和DeFi刚刚兴起时一样,属于Fair To Launch。管你散户还是鲸鱼,大家都得公平竞争,在二级市场买入。或许我们可以说,当一样事物由婴儿期发展到成熟期,必然会从公平发型阶段过渡到传统多轮次私募投资。

再说句不合时宜的话,今后的Move To Earn会是现在GameFi一地鸡毛的结局吗。

NFT原生玩家和DeFi老玩家对NFT的判断还是存在着分歧。拿BAYC来讲,NFT玩家会觉得猴地只是刚刚开始,这是Yuga Labs在NFT领域做到老大地位后在细分领域的又一次尝试。同时BAYC生态估值的提高进一步打开NFT的上涨空间。而DeFi老玩家更多认为猴地是BAYC生态崩盘的起点。

能够感知到DeFi的这一代玩家在很吃力的跟随NFT时代的步伐,并且对很多事物的判断有一定的偏差。对DeFi的路径依赖导致他们会偏向于买币,而对NFT/图片本能的抗拒。心中的声音是:真不舍得把以太坊和美金花在这些图片上啊。而NFT玩家则是把ETH当作欢乐豆来玩。

包括行业里的一些依靠DeFi起家的知名KOL,他们的分析文章中,鲜少提及NFT领域。NFT本身就是他们的薄弱项,在这块他们很少染指。问过一些人,对此他们的回答是:因为知之甚少,所以不知道说什么,也不敢乱说。

只能说时代真的变了。一代新人换旧人。

很多NFT的玩家看不起DeFi玩家,能够理解。看着当年赚的盆满钵满的那波人,如今很难赚到钱,而自己又处于浪潮之巅,难免会有些骄傲。不过我想说,很多DeFi玩家在努力跟上,只是有点慢,认知的转变往往需要1-2年的时间。多给他们一些时间。

大家手里没钱吗。不是的。经过一轮牛市,大家多少都赚到了一定数量的钱。只是市场缺乏合适的标的。大家出手都非常谨慎。

DeFi已经完全没有利润可图。引用陆老师的话,Uniswap会继续侵蚀DEX的市场份额,但这并不代表UNI代币会涨价。散户、鲸鱼、机构、从业者,所有人都看懂了DeFi。DeFi已经完全沦为挖矿和低风险低收益理财的工具了。

尽管对于Web3我没有一个明确定义,不过Twitter是我心目中很Web3的产品。在Twitter上能听到各种声音。百家争鸣,有教无类。马斯克收购推特一事意义重大。

今后会把刚多的仓位和注意力放在NFT和Web3,摆脱买币的路径依赖,只要能赚钱,买币还是买图并没有区别。

很多玩家会觉得最近一两年的几波大行情都没有抓到而感到懊丧,作为过来人,我觉得大可不必。毕竟当时我们也是亏了三四年才有朝一日抓住翻盘的机会。

Bacaan Terkait

Nvidia CPU Berdatangan, RISC-V China Menyambut Tantangan: Pengamatan Mendalam Industri Semikonduktor Bagian Empat

NVIDIA akan meluncurkan CPU Vera berbasis Arm ke pasar Tiongkok pada Agustus, dengan harga per unit melebihi US$20.000. Langkah ini memicu pertanyaan kritis di Tiongkok: apakah ketergantungan pada arsitektur x86 dan Arm dalam infrastruktur AI harus terus berlanjut? RISC-V muncul sebagai jawaban potensial. Artikel ini membahas perjalanan RISC-V Tiongkok dari segmen embedded ke komputasi kinerja tinggi (HPC) dan AI. Dijelaskan "segitiga mustahil" industri CPU—kemakmuran, kendali, dan kemandirian—di mana RISC-V dipandang sebagai satu-satunya jalur yang dapat mencapai ketiganya secara bersamaan berkat sifatnya yang terbuka, modular, dan standar internasional. Dorongan utama di Tiongkok berasal dari kombinasi permintaan AI yang meledak, pembatasan ekspor chip yang memperketat pasokan, potensi pengurangan biaya struktural melalui open-source, serta dukungan kebijakan pemerintah. Beberapa tim Tiongkok telah berhasil mencapai atau melampaui tolok ukur performa kunci, seperti skor SPECint 15 per GHz, dan mengembangkan subsistem komputasi lengkap termasuk jaringan on-chip (NoC) yang koheren. Namun, tantangan besar tetap ada. Fragmentasi ekosistem akibat instruksi kustom, kesenjangan dalam rantai alat EDA dan verifikasi, serta kebutuhan untuk mengejar efisiensi dan kinerja inti tunggal adalah beberapa rintangan nyata. Meski produk server RISC-V yang patuh pada standar RVA23 telah ada, jalan menuju paritas penuh dengan x86 dan Arm di data center masih panjang. Kesimpulannya, RISC-V menawarkan jalur mandiri bagi Tiongkok dalam komputasi kinerja tinggi. Meski belum dapat menggantikan solusi seperti NVIDIA Vera dalam waktu dekat, fokusnya adalah membangun fondasi untuk kemandirian jangka panjang, memastikan Tiongkok tidak lagi sepenuhnya bergantung pada arsitektur pihak asing di masa depan.

marsbit3j yang lalu

Nvidia CPU Berdatangan, RISC-V China Menyambut Tantangan: Pengamatan Mendalam Industri Semikonduktor Bagian Empat

marsbit3j yang lalu

Panel Taruhan Coding Meraup Untung, Tapi Polymarket Bukan Tempat 'Arbitrase' yang Baik

Artikel ini membahas pengalaman penulis menggunakan panel taruhan buatannya sendiri di Polymarket, platform prediksi berbasis blockchain. Meski panel tersebut membantu menghasilkan keuntungan sekitar 30% dari modal $1600 dalam beberapa minggu, penulis menekankan bahwa Polymarket bukanlah tempat yang ideal untuk mencari peluang arbitrase yang mudah dan aman. Penulis menjelaskan panelnya yang terdiri dari dua bagian utama: "Dasbor Portofolio" untuk memantau posisi terbuka dengan fitur manajemen risiko, dan "Pemantauan Peluang" sebagai watchlist. Panel ini dirancang untuk mengubah keputusan taruhan yang subjektif menjadi kerangka kerja yang lebih terstruktur dan terkendali. Poin kunci dari artikel ini adalah analisis tentang jebakan ekspektasi matematis di Polymarket. Di sini, meskipun suatu taruhan tampak memiliki ekspektasi positif, risiko kehilangan seluruh modal (100%) dalam satu perdagangan tetap ada. Oleh karena itu, penulis menerapkan prinsip diversifikasi dan manajemen posisi ketat dengan membagi taruhan menjadi tiga tingkatan (T1, T2, T3) berdasarkan keyakinan dan waktu penyelesaian, serta membatasi eksposur per taruhan dan per tema. Kesimpulan penulis adalah bahwa peluang di Polymarket lebih bergantung pada perbedaan informasi dan diversifikasi portofolio yang cermat, bukan pada arbitrase bebas risiko. Setiap taruhan memiliki risiko tinggi berupa kehilangan seluruh modal. Platform ini lebih cocok digunakan sebagai alat pelatihan untuk menguji ketajaman analisis terhadap peristiwa dunia, dengan disiplin manajemen risiko yang ketat untuk menghindari kerugian besar.

marsbit6j yang lalu

Panel Taruhan Coding Meraup Untung, Tapi Polymarket Bukan Tempat 'Arbitrase' yang Baik

marsbit6j yang lalu

Analisis Pertumbuhan Notion: Dari Alat Catatan hingga 100 Juta Pengguna, Bagaimana Notion Membangun Tiga Roda Gigi Pertumbuhan Produk, Template, dan Komunitas

Notion telah berkembang dari alat catatan sederhana menjadi platform kolaborasi global dengan lebih dari 100 juta pengguna. Kesuksesannya didorong oleh tiga roda pertumbuhan yang saling terkait. **Pertama, Product-Led Growth (PLG):** Produk yang mudah digunakan dan gratis memungkinkan pengguna merasakan nilainya dengan cepat, sementara fitur berbagi dan kolaborasi menciptakan penyebaran alami. **Kedua, Ekonomi Template:** Template yang dibuat oleh pengguna dan kreator mengubah kemampuan abstrak Notion menjadi solusi praktis, mengurangi hambatan bagi pengguna baru dan membuka berbagai skenario penggunaan. **Ketiga, Komunitas:** Komunitas pengguna yang kuat berfungsi sebagai jaringan pertumbuhan terdesentralisasi, memproduksi tutorial, studi kasus, dan konten lokal, memperkuat identitas merek dan mendorong adopsi global. Perjalanan Notion dimulai dari kegagalan awal karena kompleksitas, yang mengarah pada pendekatan modular seperti "blok bangunan". Ini memungkinkan "plastisitas" – kemampuan untuk menyesuaikan alat untuk berbagai kebutuhan seperti manajemen proyek, wiki, atau kalender konten. Strategi ini akhirnya membawa Notion dari pengguna individu ke pasar perusahaan melalui adopsi "bottom-up", di mana tim yang sudah menggunakan alat ini mendorong adopsi formal di tingkat organisasi. Di era AI, Notion mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam alur kerja yang ada, meningkatkan nilai template dan pengelolaan pengetahuan. Yang sulit ditiru oleh pesaing bukanlah fitur teknisnya, melainkan ekosistem yang telah dibangun: aset pengetahuan pengguna, jaringan kreator template, dan komunitas yang setia. Notion telah berubah dari sekadar alat perangkat lunak menjadi sistem ekosistem yang memperkuat dirinya sendiri, di mana pengguna juga adalah kontributor, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

marsbit9j yang lalu

Analisis Pertumbuhan Notion: Dari Alat Catatan hingga 100 Juta Pengguna, Bagaimana Notion Membangun Tiga Roda Gigi Pertumbuhan Produk, Template, dan Komunitas

marsbit9j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片