Setelah IPO, SpaceX Lakukan Penjualan Obligasi Masif yang 'Memancing Amarah' Pasar, Dihadapi Aksi Jual Gencar
Setelah IPO rekor, penerbitan obligasi besar SpaceX senilai $250 miliar menghadapi penjualan berat di pasar sekunder. Obligasi perusahaan dengan rating investasi BBB ini mengalami pelemparan intensif hanya dalam 48 jam, membuat spread-nya melebar mendekati level obligasi junk. Yield obligasi 10 tahun naik ke hampir 6%, dengan spread melebihi 160 bps.
Pasar terkejut dengan kecepatan koreksi ini. Pesanan awal hampir $90 miliar didorong oleh "uang cepat" spekulatif, bukan investor jangka panjang. Kombinasi penurunan valuasi pasca-IPO, ukuran penerbitan besar, dan ketidakpastian dalam menilai risiko unik perusahaan menciptakan "badai sempurna".
Investor obligasi mengkhawatirkan fundamental: SpaceX rugi $4,9 miliar pada 2025 meski revenue $18,7 miliar. Mereka berfokus pada kemampuan membayar utang berdasarkan arus kas, bukan ekspektasi pertumbuhan AI seperti investor saham. Ketergantungan ekstrem pada kepemimpinan Elon Musk dan tata kelola yang lemah juga menjadi perhatian utama.
Insiden ini menyoroti risiko sistemik dari gelombang utang teknologi. Penerbitan utang terkait AI tahun ini melonjak 357% menjadi $236 miliar. Leverage sektor teknologi besar telah berlipat ganda menjadi 1,8x, melebihi sektor energi. Pasokan obligasi investment grade yang berlebihan mulai membebani spread kredit secara luas, mengisyaratkan potensi kendala pada siklus belanja modal jika ekspansi utang berlanjut.
marsbit1j yang lalu