Bagaimana 5G akan Diluncurkan di Rusia: Usulan Kementerian Digital dan Peta Jalan hingga 2035
Kementerian Digital Rusia mengusulkan agar operator "empat besar" - Beeline, MegaFon, MTS, dan T2 - diizinkan untuk menggelar jaringan 5G di menara BTS dan frekuensi yang sudah ada (sebelumnya untuk LTE), serta dialokasikan pita frekuensi baru 4.630–4.990 MHz. Usulan ini akan dibahas oleh Komisi Negara untuk Frekuensi Radio (GKChR).
Inti usulan adalah **prinsip netralitas teknologi**, yang memungkinkan operator menggunakan frekuensi LTE untuk 5G dan peralatan asing yang terpasang hingga 1 September 2026. Pita frekuensi baru 4,63–4,99 GHz akan memungkinkan jaringan yang lebih kuat untuk layanan industri. Sejak 2027, akan dimulai transisi bertahap ke peralatan domestik, yang harus mencapai minimal 50% pada 2030.
**Jadwal Peluncuran 5G:**
* Akhir 2026: 4 pusat regional pertama.
* 2027: 16 kota (semua kota berpenduduk >1 juta jiwa).
* 2030: 40 kota.
* 2035: 84 kota.
Awalnya, 5G akan berjalan dalam mode **"5G Ready"** di atas infrastruktur existing, sehingga peningkatan kecepatan belum signifikan. Kecepatan sebenarnya (4-10x LTE) baru akan terasa setelah pita frekuensi baru dengan peralatan khusus dioperasikan. Frekuensi 4,63–4,99 GHz memiliki tantangan: sinyal mudah terhalang, membutuhkan BTS yang lebih padat, dan tidak semua ponsel mendukungnya.
Penundaan panjang 5G di Rusia disebabkan oleh blokade Kementerian Pertahanan terhadap pita "emas" 3,4–3,8 GHz sejak 2018. Pita yang dipilih sekarang memiliki kesamaan dengan rentang 4,8–5,0 GHz di Cina, sehingga peralatan dari Huawei dan ZTE bisa menjadi solusi transisi.
**Risiko dan Tantangan:**
Keberhasilan tergantung pada kecepatan pasokan peralatan dan produksi dalam negeri. Tantangan lain adalah dukungan ponsel terhadap pita frekuensi 4,63–4,99 GHz yang tidak umum digunakan di pasar global, yang dapat membatasi pilihan perangkat pengguna.
cryptonews.ru55m yang lalu