1confirmation创始人:给加密消费者应用建设者的4个建议

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-07-12Terakhir diperbarui pada 2024-07-12

Abstrak

过去 10 年的加密消费者应用程序很有趣,但接下来的 10 年将会比之前有趣 100 倍 。

原文作者:Nick Tomaino,1co nfirmation 创始人

原文编译:Luffy,Foresight News

未来 10 年,我最坚定的信念就是加密应用程序将渗透到文化的各个方面。过去 10 年,加密应用主要在深度技术和金融领域发展,但在接下来的 10 年中,我们将看到加密消费者应用程序与新闻、政治、体育、健康 / 健身、音乐、直播视频、播客等领域的碰撞。这些应用程序将成为有史以来最有用和最有价值的应用程序之一。

这种观点似乎与当前主流投资者相悖,他们一直在向非原创的零和产品投入大笔资金。虽然市场大肆宣传第 N 个可扩展的 L1 和有收益的稳定币,但开发者们正在悄悄构建能够带来新消费者行为的产品,这将帮助行业尽快吸引 10 亿用户并造福全世界。

我早期就参与了许多消费者应用程序(包括:Coinbase、OpenSea、Polymarket、dYdX),也从中学到了很多东西。过去 10 年里,这些应用程序在连接加密货币和文化,并吸引新用户方面取得了最大的成功。 

如果你正在考虑下一代顶级加密消费者应用程序,以下 4 个经验可能对你有用:

加密消费者应用程序的普及之路不会一蹴而就,所以要专注于你相信的事情(除了赚钱之外),并坚持下去。Polymarket 此前多次被注销,但创始人 Shayne Coplan 和团队坚信预测市场可以为世界带来更多真相。他们一路上遇到了可能导致大多数人放弃的障碍,但坚定的信念帮助他们活了下来。 Polymarket 2024 年的交易额已超过 4.23 亿美元,目前在 2024 年美国总统选举中发挥着重要作用。请记住:信念和坚持终会得到回报。

兼顾纯粹主义者和游客是关键。十多年来,Coinbase 巧妙地存在于纯粹主义者和游客的交汇地带。如果一个产品过于纯粹,它就会停留在小众市场,永远不会突破。可能有一小部分人精通历史知识并欣赏其中的细微差别,但只为纯粹主义者构建会限制你的市场规模。如果一个产品太过重视游客,人们就会喜欢它一时,然后离开它,来得快去得也快。 2012 年,Brian Armstrong 做出了一个早期的设计决定,向用户提供托管钱包服务,因为他们相信非托管钱包不会促进大众市场的增长。得益于这一决定,Coinbase 现在成为了一家价值超 500 亿美元的上市公司。(延伸阅读:《1co nfirmation:纯粹主义者与游客,谁是加密世界的主要推动者?》)

深入了解用户和你所在市场的文化。当 OpenSea 于 2018 年推出时,有不少其他 NFT 市场筹集了更多资金,并吸引了更多知名投资者参与。 OpenSea 获胜是因为 Dfinzer 和 Xanderatallah 并不关心虚假的声望或为公司营造一些虚假的叙事,他们只专注于构建有用的产品。他们与每一位 NFT 创作者交谈,他们参加每一次 NFT 活动,他们比竞争对手更了解文化。不要只关心表面的叙事,深入研究,你就会比浮于表面的玩家更长久。

创建自己的生态。真正有用的应用程序不需要迎合任何现有的生态,而是创建自己的生态。 dYdX 已经在这方面指明了道路。 Antonio MJuliano 和团队从以太坊生态系统开始,然后推出了 StarkEx 支持的 L2,进而推出了由 Cosmos SDK 支持的 dYdX 链。这种趋势在未来可能会更加普遍。一旦证明了应用程序的实用性,你就可以推出自己的链并拥有完全的主权。

过去 10 年的加密消费者应用程序很有趣,但接下来的 10 年将会比之前有趣 100 倍 。

Bacaan Terkait

Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuk Tahap Non-Konsensus, Titik Balik Akan Tiba

Artikel ini, ditulis oleh pendiri Glue Finance, menganalisis tantangan mendalam Ethereum (ETH) di tahun 2026, di mana nilai yang diselesaikan mencapai rekor tertinggi, namun harga ETH tetap stagnan di sekitar $1.750. Penulis berargumen bahwa akar masalahnya bukan pada penggunaan, tetapi pada fakta bahwa Ethereum masih merupakan "mesin yang belum selesai." Inti permasalahannya adalah ketergantungan. Rantai ini masih bergantung pada Ethereum Foundation (EF) dan pemimpin seperti Vitalik Buterin untuk pembangunan dan tata kelola yang berkelanjutan, karena banyak komponen intinya seperti desain konsensus, skalabilitas L2, dan perlindungan kuantum masih dalam pengerjaan. Ketergantungan ini membuat Ethereum gagal dalam "ujian lepas tangan" — kemampuannya untuk tetap netral dan berjalan selamanya tanpa pengelola. Pasar, menurut penulis, mendiskon harga ETH karena risiko ketergantungan ini, bukannya memberi premi untuk netralitas yang abadi. Artikel ini mengkritik dua jalur keluar yang keliru: "mode perang" (menjadi lebih terpusat seperti Solana) yang akan mengorbankan netralitas, dan sekadar mengganti pengelola (misalnya, dengan Ethlabs). Solusi satu-satunya adalah menyelesaikan dan "membekukan" inti netral Ethereum melalui "Proyek Manhattan" — sebuah upaya terpusat yang ambisius. Proyek ini bertujuan untuk menangani empat masalah sekaligus: membekukan protokol (rigiditas), mencapai skalabilitas ekstrem, menerapkan keamanan pasca-kuantum, dan mengintegrasikan ZK-proof. Tujuannya adalah menciptakan lapisan penyelesaian ekonomi global yang netral, dapat diprogram, dan abadi. Jika berhasil, Ethereum akan mendapatkan "premi keabadian" seperti Bitcoin, tetapi dengan fungsionalitas penuh. Jika gagal, Ethereum berisiko menjadi rantai yang lebih lambat dan kurang dapat dipercaya, kehilangan nilai uniknya. Penulis tetap optimis tetapi menekankan bahwa perlombaan melawan waktu untuk menyelesaikan dan membekukan protokol ini adalah tantangan terbesar Ethereum saat ini.

链捕手12m yang lalu

Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuk Tahap Non-Konsensus, Titik Balik Akan Tiba

链捕手12m yang lalu

Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuki Fase Non-Konsensus, Titik Balik Akan Segera Tiba

Glue Finance pendiri menyatakan Ethereum (ETH) telah memasuki tahap "non-konsensus" dan titik balik mendekat. Meski nilai yang diselesaikan di Ethereum mencapai rekor tertinggi pada pertengahan 2026, harga ETH tetap rendah sekitar $1.750, jauh dari puncak sebelumnya. Penulis berargumen ini karena Ethereum masih berupa "mesin yang belum selesai", bergantung pada Ethereum Foundation untuk pengembangan dan bimbingan berkelanjutan. Ketergantungan ini membuat pasar ragu, menghalangi ETH mendapatkan premi "keabadian" layaknya Bitcoin. Masalah utama mencakup: L2 dengan sequencer terpusat, kebocoran nilai di mempool publik, inflasi state, dan ancaman komputer kuantum. Kondisi ini menyebabkan kelelahan di seluruh lapisan ekosistem. Dua jalur keliru yang diusulkan adalah "mode perang" (menjadi lebih terpusat seperti Solana) atau mengganti pengelola (seperti Ethereum Foundation). Solusi sebenarnya adalah "Manhattan Project" atau "Ethereum Ramping", sebuah rencana menyeluruh untuk membekukan inti protokol yang netral dan tak tergoyahkan. Rencana ini menggabungkan: pengerasan (rigging), penskalaan besar-besaran, ketahanan kuantum, dan integrasi ZK, serta fitur seperti statelessness dan rollup native. Dengan menyelesaikan dan membekukan inti netralnya, Ethereum akan lulus "tes lepas tangan"—tetap berjalan tanpa bergantung pada pengelola mana pun—dan beralih dari diskon ketergantungan menjadi premi keabadian. Jika berhasil, Ethereum akan menjadi lapisan penyelesaian ekonomi global yang netral, dapat diprogram, dan abadi, melampaui Bitcoin. Jika gagal, risikonya adalah menjadi blockchain yang lebih lambat, kurang terpercaya, dan termanipulasi.

marsbit13m yang lalu

Pendiri Glue Finance: ETH Telah Masuki Fase Non-Konsensus, Titik Balik Akan Segera Tiba

marsbit13m yang lalu

Membongkar HyperEVM: Aplikasi Apa yang Benar-benar Dapat Mengambil Inti Manfaat dari Hyperliquid?

**Ringkasan: Membongkar HyperEVM: Aplikasi Mana yang Dapat Menikmati Manfaat Inti Hyperliquid?** HyperEVM adalah lapisan kontrak pintar yang nilai utamanya terletak pada kemampuannya memberikan akses aplikasi ke data perdagangan, kolateral, posisi, dan risiko dari HyperCore. Aplikasi berharga di HyperEVM harus memenuhi tiga kriteria: membutuhkan logika EVM yang fleksibel, bergantung pada status unik HyperCore, dan meningkatkan utilitas Hyperliquid sebagai pusat keuangan. Pendekatan Hyperliquid yang unik adalah "pertukaran pertama" (exchange-first), bukan "rantai dulu" (chain-first). Ini membuat HyperEVM menjadi sarana untuk memprogram pertukaran itu sendiri, bukan sekadar tempat menyalin DeFi. Evaluasi aplikasi dapat dilihat dalam matriks 2x2: 1. **Keuangan EVM Lokal:** Aplikasi seperti AMM dan pasar uang (contoh: Felix, HyperLend) yang membutuhkan kontrak pintar namun dapat diadaptasi. Mereka membentuk lapisan dasar yang penting. 2. **Ekstensi Asli Inti:** Aplikasi yang membuat aset internal Hyperliquid lebih berguna, seperti pembungkus HLP atau aset terkait Unit. Mereka menyediakan bahan baku (kolateral) untuk aktivitas keuangan. 3. **HyperCore yang Dapat Diprogram:** Kuadran paling inovatif di mana aplikasi (contoh: Rysk, Liminal, Valantis Prime) menggunakan logika EVM dan secara mendalam mengintegrasikan status serta eksekusi HyperCore, menjadikan aktivitas pertukaran sebagai produk. Bentuk akhir yang paling berharga mungkin adalah **akun keuangan terpadu**. Pengguna dapat menyetor aset sekali dan menggunakan saldo yang sama untuk berdagang di HyperCore, meminjam di HyperEVM, menghasilkan yield, melakukan lindung nilai, dan membayar. Hyperliquid menggabungkan infrastruktur likuiditas dan risiko tingkat pertukaran dari HyperCore dengan permukaan aplikasi terbuka HyperEVM, menciptakan "rumah keuangan" yang dikendalikan pengguna namun didukung oleh neraca yang kuat. Gelombang pertama HyperEVM membuat ekosistem dapat digunakan, gelombang berikutnya akan membuat HyperCore benar-benar dapat diprogram.

Foresight News35m yang lalu

Membongkar HyperEVM: Aplikasi Apa yang Benar-benar Dapat Mengambil Inti Manfaat dari Hyperliquid?

Foresight News35m yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

Analisis oleh ZeroDrift pada 22 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dalam 40 hari terakhir, penyerang telah mencuri sekitar $16,9 juta dari lima kontrak pintar yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. Kontrak yang sudah ditinggalkan oleh pengembang ternyata tidak serta-merta aman atau mati. Kontrak-kontrak ini masih dapat menyimpan dana, izin akses (allowance), atau fungsi yang dapat dipanggil, sehingga tetap menjadi target serangan yang menarik. Lima proyek yang terdampak adalah: - DxSale V1 Locker: rugi ~$7,3 juta. - TrustedVolumes: rugi ~$5,87 juta. - Aztec Connect: rugi ~$2,28 juta (dalam dua serangan). - Raydium Legacy AMM: rugi ~$1,34 juta. - Huma Finance V1 Pool: rugi ~$101 ribu. Kasus DxSale merupakan contoh nyata. Kontrak locker lamanya dirancang untuk mengunci likuiditas dalam jangka panjang, namun seiring waktu, perhatian tim beralih ke produk baru dan jalur kontrol lama terlupakan, akhirnya dieksploitasi. Serangan-serangan ini terjadi di berbagai sistem dan blockchain, menunjukkan masalah mendasar yang sama: kontrak lama yang sudah tidak menjadi fokus pengembangan masih menyimpan nilai ekonomi dan asumsi keamanan yang kedaluwarsa di dalamnya. Risiko ini diperburuk oleh analisis otomatis. Alat-alat yang dapat memindai kode publik, riwayat transaksi, dan mensimulasikan serangan membuat penemuan target rentan semacam ini menjadi lebih murah dan sistematis bagi penyerang. Industri keamanan DeFi telah memiliki proses audit yang matang untuk peluncuran kontrak baru, namun masih sangat kurang dalam hal disiplin untuk proses pensiun, migrasi, atau penonaktifan kontrak secara menyeluruh. Sebuah kontrak hanya benar-benar aman setelah semua dana, izin, akses, dan asumsi kepercayaan di dalamnya dicabut sepenuhnya.

marsbit1j yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

marsbit1j yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

**Ringkasan: Runtuhnya Kerangka Valuasi Aset Generasi Internet** Selama dua belas tahun terakhir, dari IPO Alibaba pada 2014 hingga 2026, aset-aset internet China seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan Pinduoduo mengalami reset valuasi masif. Kerangka valuasi lama ("diskon terhadap rekanan AS") telah runtuh, didorong oleh faktor geopolitik, regulasi, dan kekhawatiran struktur. Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Di AS, raksasa teknologi seperti Microsoft juga menghadapi tekanan valuasi meski kinerja fundamental kuat. Penyebabnya adalah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI yang menghancurkan arus kas bebas dan ketidakpastian apakah model bisnis baru dapat mempertahankan profitabilitas tinggi model lama. Baik raksasa internet China maupun AS kini dijuluki "saham tua" (*laodeng gu*), berjuang membuktikan relevansinya di era AI yang mengancam fondasi model bisnis berbasis perhatian (*attention economy*). Sejarah pasar modal Jepang pasca-gelembung 1989 memberikan contoh paralel: kerangka valuasi lama runtuh dan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun serta narasi baru dari investor seperti Warren Buffett untuk pulih. Posisi internet China saat ini mirip dengan Jepang di pertengahan 1990-an: kerangka lama mati, kerangka baru belum lahir. AI menawarkan bahasa valuasi baru, tetapi penuh kontradiksi: mengejarnya membutuhkan investasi besar dan mengikis bisnis inti yang menguntungkan, sementara mengabaikannya berarti ditinggalkan zaman. Alternatif lain adalah membangun dasar valuasi melalui pengembalian pemegang saham (buyback, dividen). Intinya, pasar menunggu suatu peristiwa atau narator baru yang dapat mendefinisikan ulang alasan membeli aset-aset ini. Proses revaluasi yang panjang ini mungkin baru berada di tahap tengah.

marsbit1j yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片