CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-05-15Terakhir diperbarui pada 2024-05-16

Abstrak

Alexey Pertsev, a developer of Tornado Cash, was sentenced to 64 months in prison for money laundering.

  • A developer of the anonymizing tool Tornado Cash, Alexey Pertsev, was sentenced to spend 64 months in prison.
  • Many members of the crypto community say the decision is outlandish.

'S-HERTOGENBOSCH, Netherlands — As 31-year old Russian Alexey Pertsev stood outside the courtroom on Tuesday awaiting a verdict from a judge at the s-Hertogenbosch courthouse in the Netherlands, he looked calm. When the judge ruled the Tornado Cash developer was guilty of money laundering, he did not appear to be outraged.

It wasn't until the Dutch police edged toward him that he seemed surprised he wouldn't get to say goodbye to his loved ones – to anyone – and was instead immediately escorted to a cell under the large courthouse while the police found an appropriate jail for him to live out his 64-month sentence. Spectators in the courtroom were dumbfounded.

Shock also rippled across the crypto community. Once the verdict was reached many took to X (formerly Twitter) to express their woes.

Advertisement
Advertisement

"Wow, 64 months for developing software, that's crazy," one user wrote.

"Sad day for privacy, crypto and open-source," Pablo Sabbatella, head of security research at crypto protection company Blockfence said, a view other users echoed.

"This has gone too far," said Alexandre Stachtchenko, the former director of crypto and blockchain at KPMG France.

"Another awful decision that will ultimately harm all of us," another user wrote.

"This is the battlefield for privacy, speech, individualism, and yes, crypto," Ryan Selkis, founder and CEO of market intelligence products provider Messari Crypto said on X.

A necessary step

The response, however, was not unanimous. Zumo founder and CEO Nick Jones saw the decision as a necessary step in crypto's development.

"This is essential for fostering exemplary practices among all industry participants, ensuring a sector that people can trust," Jones said.

Regulators and legal bodies worldwide have been tightening money laundering requirements for crypto. The European Union recently adopted a set of anti-money laundering rules that affect the industry, while the U.K enforced a crime bill to help seize and freeze crypto used for money laundering and other crimes in April. Money laundering is the process of disguising financial assets to make them look legitimate.

Advertisement
Advertisement

The Dutch judge argued that Pertsev, who co-developed the anonymizing tool Tornado Cash, helped execute money laundering transactions.

"It was Tornado Cash that executed the concealing and disguising [of] activities," an English translation of the verdict said. "When executing these activities with cryptocurrency derived from crime, Tornado Cash carries out money laundering activities."

To Louise Abbott, a partner at Keystone Law, the decision makes sense given nations' anti-money laundering objectives.

Tornado Cash is "a very popular offering for those with something to hide because it causes massive problems from a compliance and regulatory perspective. Tracing these transactions is almost impossible," Abbott said in an interview over email.

The platform has been a key tool for North Korean hacking group Lazarus, which has been tied to a $625 million hack of Axie Infinity’s Ronin Network and other major crypto thefts.

"In my opinion, the Dutch Courts have rightly found Alexey Pertsev, its developer, guilty of money laundering offenses," she said.

Not every lawyer shares her views.

"It’s a harsh punishment," said David Schreuders, a partner at law firm Simmons and Simmons' Amsterdam office.

Crypto lawyer Fatemeh Fannizadeh told CoinDesk's Daniel Kuhn that the decentralized nature of crypto technology called for a "more nuanced legal approach,” than the traditional one.

Advertisement
Advertisement

What's next?

Pertsev's trial is not the only one related to Tornado Cash. Roman Storm and Roman Semenov, who also helped develop the platform, face allegations of money laundering and sanctions violations in the U.S. Storm is expected to go to trial in September. Semenov has yet to be arrested. Pertsev's verdict could have an impact on those trials.

"The guilty verdict in the Dutch Courts will have persuasive power in the U.S. Presumably the Dutch Court held there was sufficient evidence to link Pertsev’s conduct to akin to money laundering," Abbott said. "If those same links can be made with Storm, then that will undoubtedly help prosecutors in the U.S."

It may not be over yet. Pertsev has applied to appeal the judges verdict. If his appeal is successful and a different verdict is reached, that new verdict could overrule the previous decision.

"Any appeal would require Mr. Pertsev to prove that he as an individual was not responsible for the systems that allowed the anonymity of the Tornado cash programme," Abbott said.

Advertisement
Advertisement

Bacaan Terkait

Rincian Kasus Penipuan Parah yang Melanda Unicorn Kripto Blockstream

**Rangkuman: Tuduhan Penipuan dan Pertanyaan Seputar Blockstream** Tahun ini, Blockstream, perusahaan kripto yang didirikan oleh perintis Bitcoin Adam Back, menjadi sorotan. Awalnya, karena investasi Jeffrey Epstein pada 2014 dan spekulasi bahwa Back bisa jadi Satoshi Nakamoto. Namun, kontroversi utama muncul dari laporan investigasi oleh akun NatInfoSec yang menuduh skema obligasi penambangan Bitcoin Blockstream (BMN) berpotensi penipuan mirip Ponzi. **Titik Tuduhan Utama:** 1. **Kapasitas dan Pembayaran yang Dipertanyakan:** NatInfoSec menyatakan untuk memenuhi kewajiban BMN, Blockstream membutuhkan daya komputasi (hashrate) 20-45 EH/s, tetapi dashboard perusahaan hanya menunjukkan 15 EH/s. Tidak ada bukti publik yang memadai (data listrik, impor perangkat keras, atribusi pool penambangan) untuk mendukung skala yang diklaim. Klausul dalam kontrak BMN juga memungkinkan Blockstream membayar dengan Bitcoin dari sumber mana pun, mempertanyakan asal hasil yang dibayarkan kepada investor. 2. **Imbal Hasil Tinggi yang Mencurigakan:** Obligasi BMN menawarkan imbal hasil tetap hingga sekitar 20% per tahun, angka yang sulit dipertahankan di industri penambangan Bitcoin yang sangat fluktuatif. Beberapa penawaran juga diklaim melibatkan perpanjangan pokok ke obligasi baru dengan imbal lebih tinggi. 3. **Masalah Pengungkapan dan Masa Lalu Eksekutif:** Christopher William Cook, figur kunci di divisi penambangan Blockstream dan CEO Exacore (entitas operasional terkait), memiliki catatan kriminal. Ia dihukum pada 2008 karena penipuan surat (mail fraud) dan menjalani hukuman penjara. Informasi ini tidak diungkapkan dalam dokumen penawaran BMN. Materi pemasaran juga diduga membesar-besarkan keterkaitan Cook dengan NASA. 4. **Keterkaitan dengan BSTR dan SPAC:** NatInfoSec mempertanyakan apakah potensi liabilitas BMN dan latar belakang Cook telah diungkapkan dengan benar dalam proses persiapan IPO perusahaan terkait Bitcoin, Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR), yang melibatkan Adam Back. **Tanggapan dan Debat Komunitas:** BitMEX Research menganalisis tuduhan tersebut, mengakui kemungkinan catatan kriminal Cook dan kekhawatiran atas imbal hasil tinggi. Namun, mereka berpendapat bahwa beberapa tuduhan kurang bukti atau menyesatkan, menekankan pemisahan struktur hukum antara BMN, Blockstream, dan BSTR. Perdebatan di komunitas berfokus pada **kemampuan untuk memverifikasi** hashrate dan hasil penambangan yang sebenarnya yang mendasari BMN. Para pendukung seperti Samson Mow membela operasi penambangan Blockstream, sementara para pengkritik meminta bukti verifikasi independen yang jelas. **Pertanyaan yang Belum Terjawab untuk BMN:** Kontroversi ini menyisakan beberapa pertanyaan kunci tentang BMN: skala sebenarnya dan batas tanggung jawab, kecukupan hashrate penambangan untuk mendukung pembayaran, sumber imbal hasil tetap yang tinggi, kemampuan memverifikasi aset Bitcoin yang digunakan untuk pembayaran, serta peran dan kepentingan Cook. Sampai saat ini, Blockstream belum memberikan tanggapan resmi yang menyeluruh terhadap berbagai tuduhan ini.

marsbit2j yang lalu

Rincian Kasus Penipuan Parah yang Melanda Unicorn Kripto Blockstream

marsbit2j yang lalu

Kelompok Reddit yang Pernah Memaksa Tembok Bursa Wall Street, Apakah Telah Menemukan GME Berikutnya?

**Ringkasan Artikel: Komunitas Reddit r/wallstreetbets Menargetkan Wendy's (WEN), Apakah Ini GME Berikutnya?** Pada 24 Juni, saham Wendy's (WEN) melonjak setelah sebuah postingan berjudul "We need to save Wendy's" viral di subreddit r/wallstreetbets (WSB), memicu spekulasi bahwa ini bisa menjadi "meme stock" atau sasaran "short squeeze" berikutnya, mirip dengan fenomena GameStop (GME) pada 2021. Postingan tersebut, yang menggunakan guyonan lama di komunitas WSB tentang bekerja di Wendy's setelah investasi gagal, berhasil menarik perhatian dan mendorong diskusi untuk membeli saham atau opsi beli (call options). Saham WEN naik lebih dari 20% dalam perdagangan pra-pasar, dengan volume perdagangan yang sangat tinggi. Artikel ini menganalisis apakah WEN memiliki potensi untuk menjadi "squeeze" sistematis seperti GME. Beberapa faktor pendukung yang teridentifikasi adalah: * **Rasio Short Interest yang Cukup Tinggi:** Sekitar 31.83% saham beredar dipinjam untuk dijual (short), yang dapat menjadi bahan bakar jika harga naik dan para pedagang short terpaksa membeli kembali saham. * **Perhatian Komunitas yang Kuat:** Wendy's memiliki identitas merek yang mudah dikenali dan cocok dengan budaya meme di WSB. Namun, analisis menunjukkan bahwa situasi WEN **tidak sama ekstremnya dengan GME tahun 2021**: * **Struktur Short yang Tidak Seekstrem GME:** Rasio short interest WEN (31.83%) jauh di bawah level GME yang pernah melebihi 100%, sehingga tekanan untuk menutup posisi short tidak separah saat itu. * **Bukti untuk "Gamma Squeeze" Masih Lemah:** Meski ada diskusi tentang opsi beli, belum ada bukti kuat bahwa pembelian opsi tersebut sudah cukup masif untuk memaksa market maker (penjual opsi) membeli saham dalam jumlah besar sebagai lindung nilai, yang dapat memicu akselerasi harga berkelanjutan. * **Sejarah sebagai Meme Stock:** WEN pernah mengalami lonjakan serupa pada 2021 yang akhirnya mereda, menunjukkan bahwa antusiasme komunitas tidak selalu diterjemahkan menjadi kenaikan harga yang berkelanjutan. * **Narasi Dasar yang Terbatas:** Kampanye "selamatkan Wendy's" lebih merupakan lelucon komunitas daripada didasarkan pada kesulitan finansial perusahaan yang nyata. **Kesimpulan:** Pergerakan harga WEN menunjukkan bahwa perhatian dari komunitas retail seperti WSB masih dapat dengan cepat menggerakkan harga saham. Namun, bukti saat ini lebih mengarah pada **"meme pop" jangka pendek atau "squeeze" ringan**, bukan tekanan short sistematis skala penuh seperti GME. Keberlanjutan rally akan bergantung pada apakah diskusi berkembang di luar satu postingan panas, volume perdagangan tinggi bertahan selama beberapa hari, dan aktivitas opsi beli meningkat secara signifikan untuk menciptakan putaran umpan balik yang memperkuat kenaikan harga.

marsbit2j yang lalu

Kelompok Reddit yang Pernah Memaksa Tembok Bursa Wall Street, Apakah Telah Menemukan GME Berikutnya?

marsbit2j yang lalu

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

Sejak awal tahun, pionir Bitcoin Adam Back dan perusahaan yang didirikannya, Blockstream, berada di pusat perhatian komunitas kripto. Baru-baru ini, akun investigasi NatInfoSec menerbitkan artikel panjang yang menuduh Blockstream melakukan penipuan serius terkait penerbitan obligasi pertambangan Bitcoin (BMN). Tuduhan utama mencakup: 1. **Kapasitas dan Kemampuan Pembayaran yang Dipertanyakan**: Untuk memenuhi kewajiban BMN yang diterbitkan, Blockstream membutuhkan daya komputasi (hashrate) lebih dari 20 EH/s, bahkan hingga 45 EH/s. Namun, dasbor mereka hanya menunjukkan 15 EH/s. Tidak ada bukti publik yang sesuai (seperti data jaringan listrik, impor perangkat keras, atau atribusi kolam penambangan) untuk mendukung skala kewajiban tersebut. Klausul "Substitute Performance BTC" dalam BMN2 juga memungkinkan Blockstream menggunakan BTC dari sumber mana pun untuk pembayaran tanpa perlu mengungkapkan asalnya. 2. **Imbal Hasil Tinggi dengan Risiko Utang**: Beberapa tingkat obligasi BMN menawarkan imbal hasil tetap hingga sekitar 20% per tahun. Di industri pertambangan Bitcoin yang sangat siklis, imbal hasil tetap setinggi itu dianggap berisiko tinggi dan memerlukan penjelasan yang jelas. 3. **Masalah Pengungkapan dan Masa Lalu Chris Cook**: Christopher William Cook, seorang figur kunci di bisnis pertambangan Blockstream dan CEO Exacore (entitas operasional yang dipisahkan), memiliki catatan kriminal. Pada 2008, ia dihukum karena penipuan pos dengan hukuman penjara 41 bulan. Informasi ini tidak diungkapkan dalam dokumen penawaran BMN. Materi pemasaran juga disebutkan secara menyesatkan tentang pengalaman kerjanya di NASA. 4. **Keterkaitan dengan BSTR/SPAC**: NatInfoSec mempertanyakan apakah catatan Cook dan kewajiban potensial BMN seharusnya diungkapkan dalam dokumen SEC untuk Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR), yang terkait dengan Adam Back dan berencana go public melalui SPAC. Namun, analis seperti BitMEX Research berpendapat bahwa karena struktur hukum yang terpisah dan tidak adanya jaminan grup, risiko BMN tidak serta merta menjadi risiko BSTR. BitMEX Research mengakui bahwa latar belakang Cook kemungkinan benar dan menyuarakan kekhawatiran tentang imbal hasil tinggi, tetapi menilai bukti untuk tuduhan lain tidak memadai. Debat komunitas berpusat pada **kemampuan untuk memverifikasi** daya komputasi sebenarnya, sumber pendapatan, dan asal BTC yang digunakan untuk pembayaran kupon BMN. Pertanyaan inti yang belum terjawab meliputi: skala pasti dan batas tanggung jawab BMN, kecukupan daya komputasi tambang untuk mendukung pembayaran, sumber imbal hasil tetap 20%, keterlibatan Cook, dan verifikasi aset cadangan untuk pembayaran. Hingga saat ini, Blockstream belum memberikan tanggapan sistematis terhadap kontroversi ini.

链捕手3j yang lalu

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

链捕手3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片