市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-16Terakhir diperbarui pada 2024-05-16

Abstrak

有正确的时间视角、正确的投资组合管理和足够的耐心,搞砸的可能性就会很小。

原文作者:Raoul Pal

原文编译:深潮 TechFlow

关于“香蕉区”(指价格经过拐点后开始上升,像一根正放的底部弯曲上部垂直的香蕉),有人在说三道四,让我来澄清一下。

宏观经济的夏季和秋季是由全球流动性周期驱动的。自 2008 年以来,全球流动性周期展现出明显的周期性。为何选择自 2008 年开始分析呢?这一年,全球多个国家将其利息支付重置为零,并将债务到期时间调整为 3 至 4 年,从而创造了一个完美的宏观周期。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

在工业供应管理协会指数(ISM)中,我们可以观察到业务周期的完美周期性,这是研究宏观经济循环的最佳指标之一。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

这一切都是“万物法则”(The Everything Code)的一部分,其中业务周期在流动性上升以贬值货币以应对债务轮换的过程中近乎完美地重复。如果没有这种机制,收益率将完全失去锚定,导致债务螺旋(这是不惜一切代价避免的)。

注:作者说的万物法则,是一个描述全球经济运作机制的宏观理论,特别是关注如何通过货币政策(尤其是货币贬值)来影响业务周期和债务管理。

货币贬值的效果是降低分母(法定货币),这使得资产价格在视觉上看起来增值。以下是纳斯达克指数(NDX)和比特币(BTC)的表现:

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

成长型资产(科技和加密货币)表现最佳,因为它们处于以采用为基础的世俗趋势中(Metcalfes Law)。

成长性资产(科技和加密货币)表现最好,因为它们处于基于采纳的长期趋势中(梅特卡夫定律)。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

这是互联网应用速度的两倍(将活跃钱包与 IP 地址进行比较,虽然不尽完美,但也不失为一种可比较的衡量标准)

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

从长远来看,它看起来是这样的。我认为,这就是加密货币市值从 250 亿美元逐步增长到 1 000 亿美元的采用曲线。

回到香蕉区,在宏观的夏季和秋季,科技股表现非常好,拥有自己的小型香蕉区,其中秋季最为显著。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

但因为加密货币的表现超过了科技股,香蕉区在加密货币中表现得更为显著。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

由于重复的周期,过渡到宏观夏季相对可预测,再次强调“万物法则”。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

这引导了流动性的增长。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

同时,流动性的增长,也倾向于让加密市场创造新的香蕉区。

市场解读:宏观经济的流动性夏天或将到来

由于当前的债务滚动、大选以及中国这样的全球问题,这种情况发生重大变化的几率很低。然而,没有什么事情是完美的,我们无法判断秋季最后一段的结构或性质,是爆炸性上涨还是滞涨周期。

啊,市场的奥秘......你不可能总是如愿以偿。但《万物密码》是理解这一切的最佳框架,而且我认为它具有相当高的概率。但一路上也会有意外(急剧修正、长期横盘市场,等等)。

市场的奥秘就是你不能总是得到你想要的。但是“一切法则”是理解这一切的最佳框架,我认为它具有相当高的概率,但一路上也会有意外(剧烈调整、长时间的横盘市场,等等)。

但是,如果你有正确的时间视角、正确的投资组合管理和足够的耐心,你搞砸的可能性就会很小。

Bacaan Terkait

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片