揭秘TON上假虚拟号骗局:钓鱼团队花式坑蒙拐骗大赏

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-15Terakhir diperbarui pada 2024-05-15

Abstrak

“我还转不走这NFT了?”

原创 | Odaily星球日报

作者 | 夫如何

揭秘TON上假虚拟号骗局:钓鱼团队花式坑蒙拐骗大赏

近期,TON 生态发展如火如荼,生态 TVL 在本月涨幅超 70% ,达到 2.6 亿美元。但 TON 的高速发展也引起钓鱼团体的关注,此前社区成员就有披露出自己 TON 钱包中多出一个“靓号”(888 0505 0707) NFT,但不少社区成员将其进行转移时发现,该 NFT 转出的手续费高达 1 Toncoin(正常 0.02 Toncoin),并且转出后 NFT 又会出现在你的钱包中。

目前 TON 生态充斥的较多“令人迷惑”的项目,为此Odaily星球日报将就虚拟号码本身的发展,以及本类骗局风险进行回顾。

钓鱼团队玩法升级,利用小成本和占便宜心理

“+ 888 ”系列虚拟号码由 Telegram 在 2022 年在 Fragment 平台进行发售,其中去中心化拍卖平台 Fragment 是 Telegram 与 TON 破冰的重要见证。

起先,“+ 888 ”系类虚拟号码 NFT 早期通过 Telegram 直接销售,定价为 9 Toncoin,后续在全部售罄后,购买者可以直接使用或进行转卖。Telegram 团队原本是通过拍卖虚拟号码对 Telegram 中有隐私需求的用户提供方式,从而体现 Telegram 抗审查的能力。

此外,同期 Telegram 与 TON 的关系缓和,并基于 TON 推出 Fragment 拍卖平台,使虚拟号码采用 NFT 形似进行拍卖。

目前,Telegram 仅推出“+ 888 ”系列虚拟号码,本应以隐私需求为主的购买群体,转向成为彰显身份的象征,该现象和此前国内手机靓号的需求度一样,引起 TON 和 Telegram 用户对连贯且吉利的号码进行拍卖。

Fragment 平台数据显示,目前最高拍卖价格的虚拟号码为“+ 888 0666 0000 ”,拍卖价为 1365 Toncoin(约 9350 美元),其次拍卖价格较高的号码就是本文“主人公”(+ 888 0505 0707)。

钓鱼团队首先 0 成本创建冒充虚拟号码(+ 888 0505 0707)的假 NFT,并通过 nftTONificatorBot 进行分发,具体分发对象为 TON 链上活跃地址。经常从事链上活动的用户大或许是觉得该 NFT 并无价值,安全性也不确定,于是持有怀疑心理的用户尝试转走该 NFT。

揭秘TON上假虚拟号骗局:钓鱼团队花式坑蒙拐骗大赏但用户发现在进行 NFT 交易时,费用高达 1.02 Toncoin,并且完成链上步骤后,NFT 依旧原封不动的在钱包中(这不就是早年间想卸载 360 吗)。有些用户不死心想要将该 NFT 转走,但每次付出 1 Toncoin 后,NFT 依旧留在钱包。

以上是钓鱼团队利用用户转走 NFT 的怀疑心理将交易 NFT 的手续费抬高到 1 Toncoin,并且该 NFT 依旧留在钱包,至于如何将智能合约设置为 NFT 无法转移或者采用重新定向空投假 NFT,并没有找到理论支撑。

但仅通过该新颖钓鱼手段只能让少部分人蒙骗,于是该钓鱼团队效仿此前在 X 平台(原 Twitter)假空投的方式,开放铸造页面,让用户参与制造,这与以往领取空投,开放钱包权限,使钱包里资金被盗有所差别,钓鱼团队这回纯靠用户自行送钱。

揭秘TON上假虚拟号骗局:钓鱼团队花式坑蒙拐骗大赏

作者在钓鱼团队的接受地址中发现,目前仍有用户在给他们“送钱”,从转账 1 Toncoin 到铸造手续费 0.02 Toncoin,目前钓鱼团队疑似正在进行资金归拢,据 tonscan 数据,UQB1QBhyiY76wtIDTaV3pFtl8jE_aCrlGeDDTRbz2LaNjTvH该地址近几天已转入 6483 枚 Toncoin,约为 4.5 万美元。该地址仅是资金汇集地址中的其中一个。具体诈骗金额恐超 10 万美元。

为此,Odaily星球日报在此提醒大家,虽然目前 TON 生态发展较快,财富收益较高,但也是钓鱼团队作案的新阵地,社区成员已反应多个假空投和假 NFT 的链接,望大家加强风险意识。

Bacaan Terkait

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit55m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit55m yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片