SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-13Terakhir diperbarui pada 2024-05-13

Abstrak

数字货币方面,作为一周的开始,BTC开局强劲,短线一度上破63000关口,前端隐含波动率大幅走平升高。

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

上周五美国宏观数据表现较差, 5 月一年期通胀率预期从 3.2% 上升至 3.5% ,密大消费者信心指数显现疲软,降至 67.4 ,抵消了近期就业数据走软对市场风险情绪的正面影响,美国十年期国债收益率一度重回 4.5% 关口以上,对利率政策更敏感的两年期收益率现走高至 4.853% 。风险资产表现相对稳健,美国三大股指涨跌不一,其中道指和标普分别小幅收涨 0.32% /0.16% ,纳指跌 0.03% 。本周市场的焦点将会集中在周三发布的 CPI 数据,或将成为中期价格走势的关键驱动因素。

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Source:Investing

数字货币方面,作为一周的开始,BTC 开局强劲,短线一度上破 63000 关口,前端隐含波动率大幅走平升高,其中 17 MAY 在 CPI 不确定性的影响下形成了局部 IV 高点,投资者密切关注消费者价格是否会有降温迹象,这将会是推动市场押注数字货币和其他风险资产的一大助力,但另一方面,一份糟糕的通胀报告也会引发交易员对经济超载的担忧,并可能导致数字货币价格的下跌。

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Source: TradingView

另外有两件事值得注意。据 Cryptonews 的报道,日本的投资咨询服务公司 Metaplanet 已在其声明中明确地表示该公司“Bitcoin-first, Bitcoin-only”的战略,并提供长天期日元借贷以及定期股票发行等金融方案,他们补充说道这是为了不断累积更多的比特币,而不是保留日益疲软的日元。

另一件事关乎美国大选,近期拜登政府对加强数字货币监管的一系列举措引发了投资者的不满。作为美国现任总统拜登的支持者,亿万富翁 Mark Cuban 在近期突然转向,他认为在拜登的领导下,美国证监会主席 Gary Gensler 未能保护投资者,同时使得“合法的加密货币公司几乎不可能运营”,并警告若继续反对比特币和加密货币,共和党总统候选人 Donald Trump 很可能赢得 2024 年总统大选。事实上,特朗普最近对比特币的态度也是发生了 180 度的转变, 2019 年他还公开表示自己不喜欢比特币,但近期在海湖庄园活动中他却又大方告诉与会者“如果你支持加密货币,你最好投票给特朗普”,这一度引发社群的轰动。该言论被美国媒体 Politico 描述为“对抗拜登的新武器”,关于数字货币政策的发展也将在接下来的大选中扮演越来越重要的角色。

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Source: Deribit (截至 13 MAY 16: 00 UTC+ 8)

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Source: SignalPlus

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Data Source: Deribit, BTC & ETH 交易总体分布

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Source: Deribit Block Trade

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

Source: Deribit Block Trade

SignalPlus波动率专栏(20240513):强劲开局

您可在 ChatGPT 4.0 的 Plugin Store 搜索 SignalPlus ,获取实时加密资讯。如果想即时收到我们的更新,欢迎关注我们的推特账号@SignalPlus_Web3 ,或者加入我们的微信群(添加小助手微信:SignalPlus 123)、Telegram 群以及 Discord 社群,和更多朋友一起交流互动。SignalPlus Official Website:

Bacaan Terkait

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片