彭博社:亚洲散户投资者如何押注加密货币

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-06Terakhir diperbarui pada 2024-05-06

Abstrak

从韩国、菲律宾到香港和澳大利亚,散户交易者都在以独特的方式押注加密资产。

原文作者:Claire Ballentine

原文编译:Luffy,Foresight News

即使经历了最近的回调,加密货币仍然是今年表现最好的资产之一,而亚太散户投资者的需求一直是推动加密货币上涨的主要动力。

亚太地区正在发生很多事情。香港刚刚上市了一批加密货币交易所交易基金(ETF),澳大利亚计划将这些产品引入该国最大的股票市场。与此同时,新加坡正在竞相成为加密货币中心,其他地方的 Web3 区块链技术也在迅速流行起来。

今年 1 月,美国监管机构批准了比特币 ETF,加密货币在全球范围内的可信度得到提升。这个决定帮助加密资产类别在 2022 年「寒冬」之后恢复了活力,当时出现了一系列丑闻、破产事件使得比特币价格下跌了 64% 。不过,今年加密市场并非没有波动。3 月份,美国比特币 ETF 引发的狂热将比特币推高至近 74, 000 美元的历史高位,之后的 4 月份比特币则下跌了近 16% 。

亚洲的一些投资者是加密货币的长期爱好者,已经经历了起起落落,而其他人则是最近才加入进来。从韩国到菲律宾和澳大利亚等地,小型交易者已经建立了独特的生态系统。

菲律宾 Web3 咨询公司 Emfarsis 的主管 Leah Callon-Butler 表示:「该地区一直是 Web3 技术的早期采用者,并且对 Web3 技术有着强烈的认同感。局外人往往将『亚洲』归为一个同质地区,如果你想真正了解加密货币在这里如何以及为何兴起,这是一个非常大的错误。」

彭博社:亚洲散户投资者如何押注加密货币

以下是亚洲各地的加密货币趋势:

韩国

韩国的交易者是世界上最狂热的加密货币交易群体之一。事实上,该国的韩元刚刚取代美元成为加密货币交易中最常用的货币。根据 CryptoQuant 的数据,市值较小的代币(称为山寨币)尤其受欢迎,占韩国交易所交易量的 80% ,相比之下,山寨币在全球平台的交易量约为 50% 。

散户投资者也因对基于加密货币的电子竞技的热爱而闻名,这种游戏会奖励玩家加密货币或非同质化代币(NFT)。AI 3 创始人兼首席执行官 Charles Pyo 表示,今年,Nexon Games Co. 和 NCSoft Corp. 等韩国游戏公司计划推出新的边玩边赚(play-to-earn)游戏。AI 3 是一家总部位于首尔的公司,致力于推动 Web3 和人工智能的企业采用。

在 Terraform Labs 联合创始人 Do Kwon 创建的加密货币 Luna 和 UST 崩盘后,韩国监管机构加强了对该行业的审查。去年,该国议会通过了一项加强投资者保护的法案,该法案允许官员监督加密货币运营商和资产托管人。

菲律宾

近年来,Axie Infinity 和 Pixels 等 Web3 游戏在菲律宾大受欢迎。例如,「公会」或一起玩游戏的团体可以赚取 NFT 和其他奖励。网吧也应运而生,让这些团体在现实生活中相聚。

一个名为 Yield Guild Games 的游戏公会已经发展壮大,现在已转型构建 Web3 协议并帮助世界各地的其他公会。

Emfarsis 的 Callon-Butler 表示:「菲律宾是全球区块链游戏应用的中心。公会成为了所有其他游戏之上的独特团体,并且他们会在游戏之间转移。」

菲律宾允许进行加密货币交易,但认为加密货币不是法定货币。菲律宾央行建立了沙盒机制,鼓励创新,但要进行监管。菲律宾央行还在试行央行数字货币。

香港

数字资产平台 OSL 的首席执行官 Patrick Pan 解释说,金融中心的散户交易员热衷于在交易中使用杠杆。他说,他们有很高的风险偏好,对另类投资产品有更大的兴趣。他们还深受社交媒体和加密货币领域 KOL 的影响。

23 岁的散户投资者 Chun Ho Chow 也在一家 Web3 初创公司工作,他表示,他对其他人认为风险过大的交易很放心。

「许多年轻人希望通过对波动性资产进行杠杆交易来‘快速致富’。许多人通过这样的交易成为百万富翁并在社交媒体上发布消息,」他说,尽管他知道其中存在幸存者偏差,但他相信自己也能做到同样的事情。

香港去年才开始允许散户合法投资加密货币,此后一直推行加密货币交易所和相关实体的监管制度。监管机构宣称,他们的做法高度重视消费者保护,但有人担心,这可能会降低香港对那些可以从质押和衍生品等活动中获得更大利润的公司的吸引力。

4 月 30 日,香港允许三只直接投资加密货币的 ETF 上市。这些基金的需求水平将有助于判断香港成为严格监管的数字资产中心的努力是否取得进展。

在中国大陆,所有加密货币活动都被禁止,包括以加密货币为主的融资、交易所交易和比特币挖矿。话虽如此,但执行情况一直是个问号。

澳大利亚

澳大利亚的散户投资者对以太坊的兴趣闻名遐迩,有些人甚至完全抛弃比特币而选择其同类货币。根据加密货币交易所 Kraken 的一项调查,澳大利亚人的钱包中以太坊占 59.4% ,比特币占 17.7% ,相较而言,全球范围内投资者钱包中以太坊占 34.5% ,比特币占 29.9% 。

33 岁的悉尼交易员 Kurtis Dawe 更看好以太坊,而非比特币,因为以太坊的价格上涨幅度没有比特币大,而且很多替代货币都使用以太坊区块链。

「我认为它比比特币有更大的增长空间,」Dawe 说道,他最近卖出了所有比特币头寸。他还乐观地认为,以太坊交易所交易基金将很快上市,从而进一步推高其价格。

日本

作为增强经济的广泛计划的一部分,日本政府正试图发展 Web3 公司。它已开始放宽有关上市、税收的加密货币规则,并允许风险投资公司和其他投资基金直接持有加密货币。野村控股公司和其他金融公司也在推动日本证券代币市场的发展(一种现实世界的资产代币),将公司债券、证券化房地产和其他金融产品转化为代币。

但总体而言,监管仍然严格。例如,共同基金不能持有加密货币,包括比特币 ETF。

Monex Group Inc. 的加密资产分析师 Masamichi Matsushima 表示,日本金融公司在参与托管服务等加密活动方面仍然进展缓慢,因为它们倾向于在没有得到监管官员明确批准的情况下避开任何活动。

印度

印度的加密货币投资者对美国比特币 ETF 很感兴趣。通过印度储备银行的一项名为「自由汇款计划」的项目,投资者每年最多可以向国外汇款 25 万美元,并用这笔钱购买外国证券。与此同时,初创公司看到投资者对加密货币衍生品的需求不断增加,正在扩大其产品供应。

与去年相比,情况发生了变化。2022 年实施了繁重的税制后,印度的加密货币交易陷入枯竭。政府提出这是使加密资产正规化的一种方式,但其副作用是使交易成本过高。

官员们最近还严厉打击了未在当地注册的离岸交易所,同时也在推广自己的央行数字货币。目前正在进行各种试点。

新加坡

由于人口相对较少,新加坡在很大程度上是加密货币投资者的机构市场,部分原因是新加坡央行一再警告居民不要进行加密货币交易。新加坡禁止加密货币公司进行公开广告宣传,这是此类实体推广其产品的重要工具。

但对于机构而言,新加坡鼓励使用区块链进行代币化、跨境汇款、数字债券和类似举措,这些举措通常可以加快支付速度并降低成本。新加坡金融管理局实施的「守护者计划」就是其中一项举措。

台湾地区

在台湾地区,新的美国比特币 ETF 是一个主要讨论话题。加密货币投资者最初可以通过经纪商提供的次级经纪服务购买比特币 ETF,但随后在 1 月份,台湾地区金融监督管理委员会指示境内经纪商停止接受客户订单,以「保护投资者」。

台湾地区金融服务委员会随后补充说,它将与经纪商协商,可能在 4 月份重新开放比特币 ETF 服务,但目前尚未发生。

泰国

2022 年加密货币价格暴跌给泰国的散户投资者带来了沉重打击,尤其是当地交易所 Zipmex 倒闭。这促使监管机构加强监管。但去年年底上任的总理 Srettha Thavisin 政府大力推动泰国成为东南亚数字资产交易中心。他免除了加密货币和数字资产交易的一些税收,现在交易者被允许投资海外加密货币 ETF。

此外,随着币安和当地主要商业银行之一开泰银行的加入,泰国加密货币交易业务的竞争也日趋激烈。币安与泰国第二大富豪控制的该国最大的私营电力公司海湾能源开发公司 (Gulf Energy Development Pcl) 合作,推出了一家新的加密货币交易所。最近,监管机构首次允许共同基金直接投资加密货币。

越南

许多 Web3 游戏都是在越南开发的,包括开发 Axie Infinity 的 Sky Mavis。另一款名为 Sipher 的游戏也来自越南的开发者。

提供加密货币交易平台的 Nami Foundation 创始人兼首席执行官 Giap Van Dai 表示,当地投资者正在寻求加密货币来获得更高的收益。

他说:「越南与加密货币和区块链相关的法规尚未建立,为开发者、投资者和市场增长提供了所谓的沙盒。」

越南法律并未禁止加密货币相关业务,但加密货币并不属于合法支付工具。发行加密货币并将其用作支付工具在技术上违反了法律。央行警告称,进行加密货币交易存在风险,诈骗受害者不会受到法律保护。今年早些时候,政府要求财政部在明年 5 月之前完成加密货币法律框架,以打击洗钱活动。

原文链接

Bacaan Terkait

Saham Chip Memimpin Penurunan Saham AS, Apakah Perdagangan AI Sedang Dikalahkan Ganda oleh Suku Bunga dan Imbal Hasil?

Saham chip memimpin penurunan di pasar saham AS, dengan indeks Nasdaq jatuh 2,2% dan S&P 500 turun 1,4%. Tekanan terjadi di seluruh rantai perangkat keras AI, termasuk Nvidia (turun ~4%), Micron (anjlok 13,2%), Qualcomm, serta saham memori dan penyimpanan. Pasar Asia juga terdampak, dengan KOSPI Korea turun hampir 10% dan raksasa chip seperti SK Hynix serta Samsung Electronics mencatat penurunan dua digit. Penjualan difokuskan pada aset dengan valuasi tinggi dan kepemilikan padat, dipicu oleh dua tekanan utama: Pertama, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih agresif, meningkatkan tekanan diskonto pada arus kas masa depan perusahaan teknologi. Kedua, investor mulai mempertanyakan kapan pengeluaran modal besar-besaran untuk AI oleh vendor cloud akan diterjemahkan menjadi keuntungan yang jelas, menggeser fokus dari "hanya membeli pertumbuhan" ke "harus melihat imbal hasil". Meski demikian, ini lebih dilihat sebagai koreksi setelah kenaikan tajam daripada tanda pecahnya gelembung. Permintaan dasar untuk perangkat keras AI masih ada. Titik kunci selanjutnya adalah laporan keuangan Micron yang akan datang untuk konfirmasi permintaan, serta data inflasi AS yang akan mempengaruhi jalur kebijakan Fed. Pasar kini mempertimbangkan narasi AI dengan lebih realistis, menyeimbangkannya dengan tekanan suku bunga dan garis waktu imbal hasil.

marsbit1j yang lalu

Saham Chip Memimpin Penurunan Saham AS, Apakah Perdagangan AI Sedang Dikalahkan Ganda oleh Suku Bunga dan Imbal Hasil?

marsbit1j yang lalu

OpenAI Publikasi Makalah Baru: Bagaimana Melatih AI yang 'Tetap Baik di Bawah Tekanan'?

OpenAI menerbitkan makalah tentang cara melatih AI agar tetap bermanfaat dan aman di bawah tekanan atau skenario baru. Penelitian ini berfokus pada penggunaan _reinforcement learning_ untuk membentuk sifat-sifat bermanfaat yang luas dan persisten dalam model, bukan sekadar daftar larangan. Sifat-sifat ini mencakup kejujuran, transparansi, kesadaran risiko, dan kemampuan untuk dikoreksi. Makalah ini memperkenalkan konsep "penyimpangan muncul" (_emergent misalignment_), di mana perilaku buruk di satu bidang dapat menyebar ke bidang lain. OpenAI bertanya apakah perilaku baik juga dapat digeneralisasi secara lintas domain. Mereka membuat dataset dialog sintetis multi-domain untuk mengevaluasi dan melatih 15 sifat bermanfaat. Eksperimen menunjukkan bahwa dengan hanya mengganti 5% data pelatihan standar dengan data sifat bermanfaat, model menunjukkan peningkatan signifikan dalam 83% evaluasi. Yang penting, pelatihan di satu bidang (misalnya, kesehatan) meningkatkan kinerja di bidang lain yang tidak terkait, menunjukkan adanya transfer perilaku yang bermanfaat. Model ini juga menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap petunjuk yang bermusuhan (_adversarial prompting_) dan penyetelan halus yang berbahaya (_harmful finetuning_), dengan penurunan performa yang lebih kecil dan lebih sedikit penyebaran kerusakan ke domain lain. Penelitian ini menekankan bahwa AI yang baik bukan tentang selalu menolak atau selalu mematuhi pengguna, tetapi tentang membuat penilaian yang lebih kuat antara menjadi berguna, jujur, dan aman. Ini mewakili pergeseran dari memperbaiki masalah keamanan setelah fakta menuju membentuk perilaku yang diinginkan sejak awal, yang merupakan langkah penting sebelum AI digunakan dalam tugas berisiko tinggi.

marsbit1j yang lalu

OpenAI Publikasi Makalah Baru: Bagaimana Melatih AI yang 'Tetap Baik di Bawah Tekanan'?

marsbit1j yang lalu

Goldman Sachs Bicara Lagi tentang Kondisi Demam AI: Sebelum Siklus Investasi Capai Puncak, 'Laba Kuat Akan Mengalahkan Kekhawatiran Valuasi', Volatilitas Akan Naik Lebih Lanjut

Penelitian Goldman Sachs menggarisbawahi bahwa gelombang investasi AI saat ini tidak sama dengan gelembung teknologi 1999-2000. Perbedaan kuncinya terletak pada fundamental: laba dan pengeluaran modal (capex) perusahaan terkait AI masih kuat dan terus dinaikkan, mendorong pasar, sementara valuasi forward P/E tidak melonjak ekstrem karena kenaikan harga saham didorong oleh kenaikan ekspektasi laba. Namun, risikonya tetap ada. Pasar telah mengantisipasi banyak hal optimis, dengan peningkatan nilai pasar AI (sekitar $27 triliun) melebihi perkiraan manfaat makroekonomi dasar. Harga saat ini bergantung pada asumsi bahwa perusahaan pemenang AI dapat mempertahankan pangkat laba tinggi dalam jangka panjang dari lonjakan produktivitas. Sinyal utama yang mirip era 1990-an adalah intensitas investasi. Capex AI, terutama dari penyedia cloud hyperscale, meningkat sangat cepat dan bisa mendekati puncak era dot-com. Namun, sinyal gelembung lain seperti penurunan margin makro, peningkatan leverage korporat, atau defisit neraca berjalan yang membesar belum terlihat. Risiko utama telah bergeser dari "gelembung valuasi" ke kemungkinan "gelembung laba". Selama siklus capex belum mencapai puncaknya, laba kuat kemungkinan masih mendominasi kekhawatiran valuasi. Namun, begitu siklus investasi memuncak, kelangsungan laba tinggi akan diuji. Selain itu, ekonomi non-AI AS relatif lemah, sehingga AI mungkin menutupi kelemahan di sektor lain. Mengingat ketergantungan pada narasi optimis ini, volatilitas saham diperkirakan meningkat. Investor disarankan untuk tetap berada dalam tren, tetapi meningkatkan perlindungan downside, misalnya melalui opsi put atau menggunakan opsi call sebagai pengganti sebagian eksposur spot. Risiko terbalik juga ada di sisi suku bunga, yang bisa turun signifikan jika kerapuhan ekonomi non-AI terungkap setelah puncak investasi AI berlalu.

marsbit1j yang lalu

Goldman Sachs Bicara Lagi tentang Kondisi Demam AI: Sebelum Siklus Investasi Capai Puncak, 'Laba Kuat Akan Mengalahkan Kekhawatiran Valuasi', Volatilitas Akan Naik Lebih Lanjut

marsbit1j yang lalu

Mark Zuckerberg Masuk ke Pasar Prediksi

Meta, perusahaan teknologi sosial terbesar di dunia, secara resmi memasuki arena pasar prediksi. CEO Mark Zuckerberg telah menginstruksikan pembentukan tim kecil untuk mengembangkan aplikasi smartphone bernama "Arena", yang akan bersaing dengan platform seperti Polymarket dan Kalshi. Aplikasi ini, yang masih dalam tahap eksperimen awal, akan beroperasi secara independen dari aplikasi inti Meta seperti Facebook dan Instagram. Pada versi awal, pengguna dapat memprediksi hasil berbagai peristiwa seperti pemilihan politik, pertandingan olahraga, dan urusan dunia. Namun, alih-alih menggunakan uang sungguhan, Arena akan menerapkan sistem poin seperti dalam permainan video, di mana pengguna mengumpulkan poin, peringkat, dan prestasi berdasarkan prediksi akurat mereka. Meskipun demikian, Meta tidak menutup kemungkinan untuk memperkenalkan taruhan dengan uang nyata di masa depan. Langkah Meta ini terjadi di tengah pertumbuhan pesat industri pasar prediksi, dengan volume perdagangan online di platform utama melonjak menjadi lebih dari $130 miliar pada tahun 2026. Arena berpotensi memanfaatkan basis pengguna aktif harian Meta yang lebih dari 3,56 miliar untuk pertumbuhan cepat. Selain potensi pendapatan dari biaya transaksi (jika menggunakan uang sungguhan) atau barang virtual, data yang dihasilkan dari aktivitas prediksi pengguna dapat memperkaya sistem iklan inti Meta. Strategi ini selaras dengan pendekatan Meta untuk mengikuti tren pengguna dan mengembangkan aplikasi independen untuk menguji perilaku sosial baru. Namun, tantangan seperti risiko regulasi yang ketat dari badan seperti CFTC di AS, tekanan hukum di berbagai yurisdiksi, dan kesulitan dalam menarik serta mempertahankan pengguna untuk aplikasi independen tetap menjadi hambatan yang signifikan. Ini bukan upaya pertama Meta di bidang ini, setelah aplikasi serupa bernama Forecast ditutup pada tahun 2022.

Foresight News1j yang lalu

Mark Zuckerberg Masuk ke Pasar Prediksi

Foresight News1j yang lalu

Rebound Saham Semikonduktor: Akhir Koreksi Teknis atau Pembalikan Tren?

**Ringkasan (sekitar 1500 karakter):** Pasar saham semikonduktor, terutama di Korea Selatan (seperti Samsung dan SK Hynix), mengalami penjualan besar dan pemulihan cepat pada akhir Juni. Inti gejolak ini bukan pada fluktuasi harian, melainkan pergeseran fase penentuan harga saham semikonduktor setelah perdagangan tema AI menjadi sangat ramai. Pemulihan setelah anjlok lebih mencerminkan perbaikan posisi (teknis) dan ekspektasi pembagian hasil pemegang saham (seperti pada Samsung), bukan konfirmasi bahwa tren naik telah berlanjut. Validasi sesungguhnya berasal dari musim laporan keuangan, khususnya dari Micron Technology. HBM (High Bandwidth Memory) adalah variabel kunci. Komponen penting untuk server AI ini telah memberi produsen memori seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix kekuatan penetapan harga yang kuat. Pertanyaan pasar sekarang adalah apakah kekuatan ini dan siklus pengeluaran modal AI dapat terus mendukung valuasi tinggi sektor ini. Laporan keuangan Micron (24 Juni) menjadi titik uji utama. Investor tidak hanya mencari hasil kuartal yang kuat, tetapi lebih pada panduan ke depan (guidance) dan konfirmasi bahwa visibilitas pesanan, harga memori, dan margin keuntungan masih kokoh. Jika Micron dapat memberikan sinyal kuat bahwa permintaan HBM dan kekuatan penetapan harganya masih berlanjut, rebound dapat diartikan sebagai akhir koreksi teknis dan tren naik berlanjut. Namun, jika panduannya mulai hati-hati atau ekspektasi kenaikan laba tertinggal dari valuasi, pemulihan saat ini mungkin hanya bersifat sementara sebelum tren melemah. Singkatnya, rebound saham semikonduktor Asia masih berupa perbaikan teknis yang menunggu konfirmasi fundamental lebih lanjut. Nasib perdagangan tema AI dalam waktu dekat sangat bergantung pada kemampuan rantai pasokan, terutama di segmen memori, untuk terus melampaui ekspektasi tinggi yang telah dibangun pasar.

marsbit1j yang lalu

Rebound Saham Semikonduktor: Akhir Koreksi Teknis atau Pembalikan Tren?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片