Fewer Than 30% of Jurisdictions Globally Have Started Regulating Crypto: FATF Chief

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-03-27Terakhir diperbarui pada 2024-03-28

Abstrak

The finding, termed a "call to action" by T. Raja Kumar, emerged from a report that explored which jurisdictions have adhered to the FATF's recommendations.

  • A lack of regulation "creates significant loopholes for both criminals and terrorists to exploit" and is "a call to action that we need countries to take this problem seriously," Financial Action Task Force President T. Raja Kumar said in an interview with CoinDesk.
  • FATF published a new report evaluating jurisdictions on their crypto regulation after a 12-month process involving FATF's 39 members and 20 jurisdictions that aren't members.

Fewer than 30% of jurisdictions around the globe had started regulating the crypto sector as of June 2023, Financial Action Task Force (FATF) President T. Raja Kumar told CoinDesk in an interview from Singapore.

That low level of attention warrants "call to action," said Raja Kumar. The statistic was detailed in a progress report made public on Thursday and shared with CoinDesk, which explored how dozens of jurisdictions have adhered to the FATF's recommendations.

The report is titled "Status of Implementation of Recommendation 15 by FATF Members and Jurisdictions with Materially Important VASP Activity." The recommendation had suggested that jurisdictions should move to get a better handle on money-laundering and terrorist-financing risks posed by crypto, and they should license or register virtual asset service providers (VASPs) and conduct reviews of their business practices, products and technology.

Advertisement
Advertisement

The FATF recommendations are not mandatory, but non-abiding jurisdictions could face global isolation through drops in their credibility ratings and other actions, such as the repercussions of being put on the FATF's watchlist.

The crypto sector has faced a credibility and safety crisis as it's been beset by hacks, many of which are linked to North Korea, sanctions from the U.S. and the U.N., and allegations of being a conduit for terrorist financing, including for those aiding Hamas and ISIS.

Advertisement
Advertisement

FATF's 'call to action'

The boss of the global money laundering and terrorist financing watchdog said it was "the first such report" addressing the concern that a lack of regulation "creates significant loopholes for both criminals and terrorists to exploit" and is "a call to action that we need countries to take this problem seriously."

"I would describe virtual assets as being akin to water, and essentially they will flow to jurisdictions that are less regulated," Raja Kumar said. "Criminals and terrorists are very quick to spot the opportunity leading to regulatory arbitrage. We just can't allow this. Every part of the global chain needs to be strong. This is not a trivial matter."

Purpose of report

The FATF chief said the report is meant to bring global attention to the issue as a "constructive" effort to inform regulators and the private sector about what's going on with the group's standards.

"Virtual assets are inherently international and borderless, meaning a failure to regulate VASPs in one jurisdiction can have serious global implications," the report said.

In one example, the report referred to "the Democratic People’s Republic of Korea’s (DPRK) theft and laundering of hundreds of millions of dollars’ worth of virtual assets," which have been said to be used for "weapons of mass destruction."

It also noted the increasing use of cryptocurrencies to raise and move funds for terrorist groups. The report contended that bad actors were 'almost exclusively' demanding ransomware payments in cryptocurrencies.

Compliance levels of jurisdictions

The FATF has been urging jurisdictions to fully implement its recommendations for some time now. The table in the report rates each jurisdiction as compliant, largely compliant, partially compliant, or non-compliant.

Advertisement
Advertisement

The criteria include enacting legislation or regulation requiring the licensing or registration of VASPs, having registered or licensed such businesses, conducting supervisory inspections, taking enforcement actions against VASPs or enacting the travel rule for them.

FATF's controversial "travel rule" requires crypto service providers to collect and share information on transactions above a certain threshold.

In several cases such as India, Singapore, Spain, Portugal, Italy and Malaysia, their assessments around compliance with Recommendation 15 are ongoing so the table rated them as N/A (not applicable). Other nations, such as Argentina, had conducted a risk assessment covering VASPs but had not completed any of the other seven relevant criteria.

North Korea is blacklisted by the FATF, while Russia's membership was suspended in Feb. 2023.

Raja Kumar said the FATF isn't demanding jurisdictions implement their recommendations by passing laws but that notifications from the government could be enough.

Methodology

At a FATF plenary held in February 2024, the group agreed to publish an overview of the steps jurisdictions have taken to regulate VASPs, resulting in this analysis. The 12-month examination took a look at the FATF's 39 members and 20 other jurisdictions who host materially important crypto-related activities.

Advertisement
Advertisement

The selection of "materially important" jurisdictions was based on jurisdictions that hosted VASPs with more than 0.25% of global virtual asset trading volume or that had at least one million virtual asset users.

Collectively, those jurisdictions accounted for 97% of global crypto activity.

Edited by Jesse Hamilton and Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Prospek Era Pasca-Enkripsi: Penilaian Aset Kembali ke Fundamental, Apa yang Menjadi Fokus Dekade Berikutnya?

**Era Pasca-Spekulasi: Perkiraan Nilai Aset Kembali, Apa yang Harus Diperhatikan dalam Dekade Berikutnya?** Ekonomi kripto sedang mengalami transformasi besar. Setelah ekspektasi berlebihan pada 2021, valuasi aset telah kembali ke tingkat yang lebih rasional. Meskipun banyak token masih berjuang, aset berkualitas kini memiliki valuasi yang masuk akal. Permasalahan struktural seperti ketidakjelasan regulasi, struktur kepemilikan ganda, dan kerangka valuasi yang lemah kini diakui dan mulai diperbaiki. Fokus bergeser dari spekulasi ke aplikasi bernilai nyata yang menunjukkan pertumbuhan berbunga, terlepas dari harga aset. Ini termasuk platform peer-to-peer, dolar digital global, bursa tanpa izin, pasar agunan global, dan platform pendanaan terbuka. Blockchain pemenang seperti Ethereum, Solana, dan Hyperliquid menjadi lapisan dasar moneter dan keuangan internet dengan efek jaringan yang kuat. Raksasa tradisional dari Wall Street dan Silicon Valley sekarang meluncurkan produk berbasis blockchain tingkat produksi, didorong oleh kejelasan regulasi yang meningkat. Meskipun pertumbuhan eksponensial mungkin diremehkan oleh banyak analis, potensinya tetap besar. Teknologi kripto selaras dengan zaman: penurunan kepercayaan pada lembaga, pengeluaran pemerintah yang tidak berkelanjutan, dan keinginan akan sistem yang lebih adil. Ini bukan lagi pasar yang matang secara seragam, melainkan kumpulan produk dan perusahaan pada tahap adopsi yang berbeda. Masa spekulasi mungkin mereda, tetapi tidak hilang. Tantangannya adalah mengidentifikasi pemenang jangka panjang di antara kompetisi yang semakin ketat. Peluang besar ada bagi mereka yang berani bertaruh pada fajar era baru ini, daripada berduka atas masa lalu.

Odaily星球日报6m yang lalu

Prospek Era Pasca-Enkripsi: Penilaian Aset Kembali ke Fundamental, Apa yang Menjadi Fokus Dekade Berikutnya?

Odaily星球日报6m yang lalu

Cache Hit Rate 99.93%, Harness yang Paling Cocok untuk DeepSeek Hadir, GitHub Raup 8.6 Juta Star

Proyek Pi, sebuah harness agen pemrograman open-source yang telah meraih sekitar 86,000 bintang di GitHub, diklaim sebagai harness "terbaik" untuk model AI DeepSeek. Kunci utamanya adalah efisiensi biaya yang sangat tinggi berkat mekanisme caching yang optimal. Ketika diintegrasikan dengan DeepSeek, Pi mencapai **tingkat hit cache sekitar 99.97%** (atau tingkat *cache miss* hanya 0.03%). Ini berarti sebagian besar token konteks yang berulang tidak perlu dihitung ulang oleh model, sehingga **secara drastis mengurangi biaya pemrosesan**. Sebagai contoh, biaya untuk memproses 1 miliar token bisa turun dari sekitar 900 yuan menjadi hanya 19 yuan. Sebuah tes perbandingan oleh tim Composio terhadap 8 harness agen utama yang menjalankan DeepSeek V4 Flash pada tugas nyata mengonfirmasi keunggulan Pi. **Pi mencatat biaya rata-rata terendah per tugas berhasil, yaitu sekitar $0.028**. Sebagai perbandingan, Claude Code, harness yang dibangun khusus untuk model Claude, mencatat biaya sekitar **$0.195 per tugas**, hampir 7 kali lebih mahal. Alasan Pi sangat cocok dengan DeepSeek adalah karena kesederhanaannya. Pi hanya menyediakan empat alat dasar (baca file, tulis file, ubah file, eksekusi perintah) secara default, memungkinkan sesi berkembang secara linier. Desain ini cocok dengan aturan antarmuka DeepSeek, meminimalkan perubahan pada prompt sistem dan sejarah percakapan sehingga caching awalan otomatis dapat bekerja dengan sangat efektif. Sementara itu, DeepSeek sendiri dikabarkan sedang mengembangkan harness resmi mereka yang ditargetkan untuk menyaingi Claude Code. Harness resmi ini diharapkan memberikan pengalaman "siap pakai" dan integrasi yang lebih dalam dengan model DeepSeek. Di sisi lain, Pi tetap akan relevan bagi pengembang yang lebih menyukai fleksibilitas untuk menyesuaikan alur kerja dan dengan mudah berganti model AI (mendukung Claude, OpenAI, Gemini, dll.). Pada akhirnya, meskipun Pi saat ini menjadi solusi pihak ketiga yang sangat efisien untuk DeepSeek, persaingan dengan harness resmi yang akan datang dinantikan oleh komunitas pengembang.

marsbit38m yang lalu

Cache Hit Rate 99.93%, Harness yang Paling Cocok untuk DeepSeek Hadir, GitHub Raup 8.6 Juta Star

marsbit38m yang lalu

Ketika Aliran Meme Bertemu RWA: Ambisi Finansial Hyperliquid dan Robinhood

**Ringkasan: Ketika Aliran Meme Bertemu RWA: Ambisi Finansial Hyperliquid dan Robinhood** Industri crypto sering dikritik sebagai dunia spekulasi murni, mirip kasino tanpa dasar fundamental. Namun, spekulasi sebenarnya bisa menjadi sinyal awal dan fondasi bagi evolusi pasar menuju bisnis yang matang dan sesuai regulasi. Artikel ini menelusuri jalan evolusi tersebut melalui contoh terkini: * **Hyperliquid**, sebuah platform perdagangan berjangka crypto, kini memperluas model perdagangan leveraged-nya ke aset dunia nyata (RWA) seperti emas, minyak, saham (Nvidia, Tesla), dan indeks. Volume perdagangan kontrak berjangka RWA-nya bahkan telah melampaui volume crypto, menciptakan lapisan penetapan harga baru yang dapat diakses 24/7. * **Robinhood Chain**, blockchain yang awalnya dibangun untuk perdagangan saham ter-tokenisasi, justru mendapatkan daya tarik masif setelah peluncuran platform penerbitan Meme coin **Pools** oleh Uniswap. Transaksi awal mencapai $150 juta untuk token seperti FRONG (berbasis video katak), mendorong aktivitas dan likuiditas di chain tersebut. CEO Vlad Tenev menyambut aliran ini, melihatnya sebagai modal awal untuk membangun basis pengguna bagi sistem perdagangan saham on-chain di masa depan. Sejarah pasar keuangan, seperti lahirnya pasar berjangka komoditas di Chicago abad ke-19, menunjukkan pola serupa: spekulasi menyediakan likuiditas dan pihak lawan (counterparty) yang diperlukan untuk pasar yang lebih fungsional (seperti lindung nilai bagi petani) bisa berkembang. Kunci transformasi ini terletak pada **aset dasar yang mendasari spekulasi**. Spekulasi yang terlepas dari aset bernilai cenderung cepat pecah (seperti banyak Meme coin). Namun, ketika spekulasi terikat pada aset dunia nyata atau kasus penggunaan yang berkelanjutan (seperti saham atau komoditas), ia dapat berkembang menjadi infrastruktur yang bertahan lama. Kesimpulannya, sifat spekulasi sendiri netral. Ia adalah ekspresi alami manusia untuk mempertaruhkan pandangan. Arah dan nilai akhir yang dibangun oleh spekulasi—apakah menjadi infrastruktur penetapan harga global seperti Hyperliquid atau gateway untuk perdagangan sekuritas on-chain seperti Robinhood—ditentukan oleh nilai yang dapat dibawa oleh aset dasar yang mendasarinya.

marsbit1j yang lalu

Ketika Aliran Meme Bertemu RWA: Ambisi Finansial Hyperliquid dan Robinhood

marsbit1j yang lalu

HBM Nvidia dalam Kekurangan, GPU Generasi Selanjutnya Terbatas, Tapi Hardisk Ini Malah Mencuri Perhatian

Era AI membawa evolusi bagi penyimpanan data. AI Agent, yang beroperasi secara kontinu, menghasilkan rantai data kompleks seperti memori, log eksekusi, dan konteks model. Hal ini menggeser peran penyimpanan dari sekadar tujuan akhir menjadi bagian integral dari siklus persepsi, memori, dan pengambilan keputusan Agent. Muncul konsep "Functional SSD" atau SSD Fungsional, yang mengintegrasikan kemampuan seperti enkripsi otomatis (dengan kebijakan granular), kompresi, pengindeksan, dan pemeliharaan memori di dekat media penyimpanan. Pendekatan ini bertujuan mengurangi pergerakan data, menghemat bandwidth memori (DRAM/HBM), dan menurunkan biaya Token. Di sisi perangkat (edge), SSD Fungsional dapat menjadi lapisan status jangka panjang untuk Agent pribadi, meningkatkan privasi dan kemampuan kerja offline. Di sisi cloud, SSD berkembang menjadi "Agent Storage Node" yang menyediakan layanan konteks bersama, memori, dan tata kelola untuk kluster GPU multi-tenant. Artikel ini menganalisis bahwa nilai batas antara berbagai hierarki memori—HBM, HBF (High Bandwidth Flash), DRAM/CXL, SSD Fungsional, dan penyimpanan bersama—akan ditata ulang. Masing-masing akan memiliki peran spesifik berdasarkan kecepatan, kapasitas, biaya, dan sifat data (panas/dingin, hanya-baca/sering diperbarui). Inovasi tidak terletak pada penggantian satu medium dengan lainnya, tetapi pada kolaborasi cerdas antar lapisan untuk mencapai biaya Token yang lebih rendah, kelangsungan Agent yang lebih baik, dan siklus hidup data yang terpercaya. Beberapa produk AI SSD awal, seperti dari Phison, Longsys, dan kolaborasi Yinpu-Maxio, telah menunjukkan arah ini dengan fokus pada perluasan kapasitas model, manajemen cache KV, dan pra-pengambilan data yang cerdas.

marsbit1j yang lalu

HBM Nvidia dalam Kekurangan, GPU Generasi Selanjutnya Terbatas, Tapi Hardisk Ini Malah Mencuri Perhatian

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片