South Africa to Start Work on Stablecoin Regime, Will Start by Considering Use Cases

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-02-21Terakhir diperbarui pada 2024-02-22

Abstrak

The Intergovernmental Fintech Working Group is also considering the effect of tokenization on domestic markets.

  • South Africa's Intergovernmental Fintech Working Group will look into the use cases of stablecoins as well as their regulatory implications.
  • The group is also exploring the effect of tokenization on markets and will publish a discussion paper by December on tokenization policy.

South Africa's Intergovernmental Fintech Working Group will conduct analytical work on use cases for stablecoins and consider an appropriate policy and regulatory response during the course of this year.

The group is also considering the impact of tokenization on domestic markets. Tokenization is the representation of real-world assets (RWA) like securities on a blockchain. The group plans to publish a discussion paper outlining the regulatory implications of tokenization and blockchain-based financial market infrastructure by December.

Alongside many countries, South Africa has been ironing out its approach to crypto. Last year, the Financial Sector Conduct Authority (FSCA) and the Financial Intelligence Centre (FIC) declared crypto to be a financial product and started registering crypto asset service providers. This year, the country will add stablecoins as a particular type of crypto, the Treasury department's budget paper said on Wednesday. Stablecoins are digital assets whose value is tied to assets like the U.S. dollar.

Advertisement
Advertisement

A presidential election has been set for May 29 and the ruling party's majority may be at risk, though a change in government seems unlikely to alter the policy approach to crypto.

Sandali Handagama contributed to reporting.

Edited by Sheldon Reback.


Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit12j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit12j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片