Craig Wright Blasts 'Experts' Who Can't Verify Their Work at Trial Over Satoshi Claims

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-02-12Terakhir diperbarui pada 2024-02-13

Abstrak

On Tuesday, he once again faced questions about a public blog post he'd signed cryptographically to prove he was Bitcoin inventor Satoshi Nakamoto that experts have since debu...

  • Craig Wright's cross-examination in the trial that could decide if his claims of having invented Bitcoin hold true continued Tuesday.
  • Wright insisted that the possession of private keys doesn't prove he's Satoshi, but his knowledge and work do, as he was asked why he'd failed to provide valid cryptographic proof.

Craig Wright on Tuesday lashed out at "experts" who "cannot verify their work" as he faced cross-examination in a trial that questions his claim of having invented Bitcoin – a claim the crypto industry has for years accused him of failing to verify.

"I hate that. I loathe it," Wright continued his passionate tirade until presiding Judge James Mellor intervened and asked the "lady in the back row," who was "nodding and shaking her head," to "just keep still" or risk removal.

Things got tense as the Australian computer scientist faced his sixth day on the witness stand while counsel for the Crypto Open Patent Alliance (COPA) probed documents and other material critical to Wright’s defense of being Satoshi Nakamoto, the pseudonymous inventor of Bitcoin.

Advertisement
Advertisement

On Tuesday, he was once again questioned about a public blog post he’d purportedly signed cryptographically to prove he was Satoshi that experts had since declared a hoax. One question was whether the "signing sessions" might be invalid because the keys Wright used could be obtained by someone other than Satoshi. ("Not at all," Wright replied)

He insisted that "identity" – say, that he’s Satoshi – cannot be proven by "possession" of the keys. "You don't prove by having identity through possession of something. You prove by knowledge. Who you are. What you create," Wright said.

When asked by COPA counsel Jonathan Hough to agree that producing "a signed message" as planned to prove he was Satoshi would not have posed a security risk of the private keys in question being figured out by others, Wright said: "The security risk is the security of my work, undermining the whole value of everything I've created. Not that the key will be taken."

The cross-examination continued for another full day, with Mellor intervening several times, including warning Wright that if he doesn’t answer a question, he’s going to "assume" he has no answer for it.

COPA tried to point out irregularities in Wright’s evidence and testimony provided in previous cases. In one instance, Wright changed his story on whether or not Dave Kleimann (someone Wright himself previously said was key to the invention of bitcoin – but disputed that claim Monday) was a trustee at Wright’s company Tulip Trading.

Advertisement
Advertisement

Wright will testify again on Wednesday, after which an expert witness for the defense may take the stand. The trial will continue for a few weeks more.

Edited by Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Lonjakan Skala Penambangan, Mengapa Bitdeer Tidak Bisa Menyimpan Bitcoin?

**Rangkuman: Penambangan Melonjak, Mengapa Bitdeer Tidak Menahan Bitcoin?** Data operasional Mei 2026 Bitdeer mengungkap kontradiksi dalam transisi perusahaan penambangan Bitcoin ke bisnis AI: produksi melonjak drastis, tetapi cadangan Bitcoin menyusut tajam. Pada Mei 2026, Bitdeer menambang 921 Bitcoin (naik 370% dari Mei 2025), namun hanya memegang 171 BTC di akhir bulan. Sebaliknya, pada Mei 2025, produksi 196 BTC diiringi cadangan 1.351 BTC. Perbedaan besar antara produksi dan kepemilikan ini menunjukkan bahwa perusahaan masih sangat bergantung pada penjualan Bitcoin yang baru ditambang untuk mendanai operasi dan ekspansi, meski sedang mengembangkan bisnis AI Cloud. Laporan kuartal I-2026 memperkuat tren ini: produksi 2.033 BTC, tetapi cadangan akhir kuartal hanya 31 BTC, dengan aset digital dijual senilai $206,8 juta. Bisnis AI Cloud Bitdeer mencatat Annual Recurring Revenue (ARR) stabil sebesar $69 juta, dengan utilisasi GPU 90%. Pendapatan AI ini diharapkan dapat mengurangi tekanan untuk menjual Bitcoin di masa sulit. Namun, ARR adalah proyeksi tahunan, sementara pendapatan tunai aktual yang diakui jauh lebih kecil ($3,7 juta pada Q1-2026). Aliran kas dari AI belum cukup kuat untuk sepenuhnya menggantikan kebutuhan menjual Bitcoin. Proyek transformasi utama adalah pusat data Tydal, yang sedang diubah menjadi fasilitas komputasi AI 180 MW. Meski ini dapat menghasilkan pendapatan jangka panjang dari hosting, transisi juga membawa risiko baru seperti ketergantungan klien, pasokan GPU, dan pembiayaan. Kesimpulannya, data Mei Bitdeer menyoroti tantangan transformasi. Meski produksi tambang dan perkembangan bisnis AI terlihat positif, cadangan Bitcoin yang terus menipis menunjukkan bahwa perusahaan masih dalam "uji tekanan" operasional. Kunci keberhasilannya adalah apakah bisnis AI dapat menghasilkan aliran kas yang cukup andal untuk menjadi "bantalan" yang mengurangi penjualan Bitcoin rutin, atau justru hanya mengalihkan bentuk risiko yang dihadapi perusahaan.

Foresight News45m yang lalu

Lonjakan Skala Penambangan, Mengapa Bitdeer Tidak Bisa Menyimpan Bitcoin?

Foresight News45m yang lalu

Di Luar Model adalah Harness: Deepseek Turun Langsung, Mengapa Medan Perang Utama Kompetisi AI Domestik Berubah?

Pada akhir Mei 2026, Deepseek membentuk tim "Harness" baru yang berfokus pada produk agen cerdas kode, dengan target internal menyaingi Claude Code dari Anthropic. Tim ini merekrut insinyur kuantitatif ternama, Cui Tianyi. Strategi ini merefleksikan pergeseran fokus persaingan AI di Tiongkok dari sekadar mengembangkan model dasar besar menuju pembangunan rantai alat dan aplikasi produktivitas. "Harness" didefinisikan sebagai infrastruktur runtime yang mengubah model bahasa besar menjadi agen yang dapat berinteraksi dengan dunia nyata, bertanggung jawab untuk mengatur eksekusi, mengelola alat, konteks, dan pemulihan kesalahan. Deepseek terjun langsung untuk mengontrol desain antarmuka dan mendapatkan data pelatihan berbasis aplikasi nyata, mencegahnya sekadar menjadi penyedia model. Perusahaan teknologi besar lain juga mengejar strategi berbeda. Tencent meluncurkan WorkBuddy, fokus pada konektor untuk kolaborasi organisasi dalam ekosistem perusahaan. Alibaba merilis framework PageAgent sumber terbuka, memungkinkan otomatisasi berbasis GUI di web. Pergeseran ini menunjukkan bahwa solusi vertikal yang dirancang khusus lebih dihargai daripada agen umum. Kesuksesan Viktor, perusahaan otomatisasi kantor dari Polandia, dengan pendapatan tahunan $20 juta ARR, membuktikan kesediaan perusahaan membayar untuk AI yang dapat mengeksekusi tugas kompleks secara mandiri, bukan hanya alat pembantu. Tantangan utama meliputi ledakan token yang meningkatkan biaya dan kegagalan tugas, sehingga kemampuan manajemen konteks "Harness" menjadi krusial. Kerangka kerja yang "tebal" dengan fitur seperti isolasi sandbox dan kontrol izin granular dibutuhkan untuk stabilitas tingkat perusahaan. Pembatasan akses terhadap produk luar negeri seperti Claude Code juga menciptakan peluang pasar bagi solusi domestik. Intinya, fase kompetisi baru menuntut perusahaan dan pengembang untuk mengevaluasi kemampuan rekayasa, kompatibilitas ekosistem, dan kedalaman runtime yang ditawarkan platform AI, bukan sekadar performa model.

marsbit46m yang lalu

Di Luar Model adalah Harness: Deepseek Turun Langsung, Mengapa Medan Perang Utama Kompetisi AI Domestik Berubah?

marsbit46m yang lalu

Harga Saham Anjlok 32% dalam Sebulan! Apakah Model 'Beli Kripto dengan Leverage' MicroStrategy Sudah Berakhir?

**Ringkasan Artikel:** Harga saham MicroStrategy (MSTR) telah jatuh 32% dalam sebulan, mencapai titik terendah dalam empat bulan. Tekanan penjualan terutama terjadi pada saham preferen andalannya, STRC, yang terus diperdagangkan di bawah nilai nominal $100. Analis mengaitkan kelemahan ini dengan kekhawatiran pasar tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban tetapnya, seperti pembayaran dividen dan utang, sambil tetap mempertahankan strategi akumulasi Bitcoin. Meskipun cadangan Bitcoin perusahaan yang besar (senilai sekitar $53 miliar) memberikan dukungan aset, hal itu tidak serta-merta meningkatkan kas yang dapat digunakan. MicroStrategy baru-baru ini menjual 32 Bitcoin (senilai $2,5 juta) untuk memenuhi pembayaran dividen, sebuah langkah yang menandai pergeseran dari narasi utama "akumulasi Bitcoin tanpa henti." Ini memicu pertanyaan apakah perusahaan akan menjual lebih banyak Bitcoin di masa depan. Namun, perusahaan menegaskan bahwa cadangan BTC-nya dapat menutupi kewajiban selama 32 tahun. Meskipun tekanan saat ini signifikan, beberapa analis melihatnya sebagai 'sakit pertumbuhan' dalam model pembiayaan perusahaan, bukan sebagai ancaman eksistensial. Mereka memperkirakan MicroStrategy mungkin menaikkan tingkat kupon pada STRC untuk mendorong harganya kembali mendekati nilai nominal. Intinya, model "beli Bitcoin dengan leverage" perusahaan sedang diuji, dengan investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk menanggung risikonya.

marsbit59m yang lalu

Harga Saham Anjlok 32% dalam Sebulan! Apakah Model 'Beli Kripto dengan Leverage' MicroStrategy Sudah Berakhir?

marsbit59m yang lalu

Data Ekspor Penyimpanan Melonjak, Pasar Sedang Menetapkan Ulang Anjang Penilaian Penyimpanan

**TL;DR: Data ekspor memori dari Korea Selatan menunjukkan peningkatan tajam baik dalam nilai total maupun harga per kilogram untuk berbagai kategori (DRAM, NAND, SSD), menandakan pemulihan sektor ini mungkin tidak hanya didorong volume, tetapi juga peningkatan harga dan pergeseran ke produk bernilai lebih tinggi. Sinyal ini memperkuat diskusi pasar tentang apakah kelangkaan HBM untuk infrastruktur AI mulai berdampak pada rantai memori yang lebih luas, berpotensi menggeser patokan valuasi perusahaan seperti SK Hynix, Samsung, dan Micron dari siklus persediaan menuju premium 'kemacetan infrastruktur AI'.** Data ekspor Korea untuk 20 hari pertama Juni 2026 menunjukkan lonjakan nilai ekspor DRAM (mendekati 4x), NAND/Flash, dan SSD. Yang lebih signifikan, harga per kilogram untuk beberapa kategori naik lebih dari 500% (year-on-year), mengindikasikan peningkatan harga dan/atau pergeseran struktur produk ke varian yang lebih mahal seperti HBM dan DRAM kapasitas tinggi. Ini penting karena menyentuh dua variabel kunci: kekuatan permintaan (nilai ekspor) dan peningkatan kualitas pendapatan (harga per kg). Jika sebelumnya premium AI hanya terbatas pada HBM, data ini mengisyaratkan dampaknya mungkin meluas ke DRAM, NAND, dan SSD yang lebih umum, sehingga meningkatkan potensi margin dan laba bagi produsen. Mekanismenya: kelangkaan HBM dan permintaan tinggi untuk produk memori AI membuat produsen mengalokasikan lebih banyak kapasitas dan sumber daya ke lini produk bernilai tinggi ini, yang dapat mengurangi pasokan untuk produk konvensional dan mendukung harga secara lebih luas. SK Hynix dipandang sebagai penerima manfaat langsung karena kepemimpinan di HBM. Samsung dan Micron juga diuntungkan jika kenaikan harga meluas ke DRAM high-end dan SSD perusahaan. Namun, sektor memori tetap sangat siklis. Risiko termasuk ekspansi pasokan, fluktuasi persediaan, dan ketergantungan pada belanja modal AI. Kesimpulannya, data ekspor Korea adalah sinyal kuat yang mendukung revisi ke atas proyeksi laba dan diskusi ulang valuasi. Namun, pergeseran patokan valuasi dari 'siklus' ke 'premium AI' baru akan terkonfirmasi jika peningkatan harga, struktur produk premium, dan margin laba bertahan dan tercermin dalam laporan keuangan kuartalan mendatang dari perusahaan-perusahaan utama.

marsbit2j yang lalu

Data Ekspor Penyimpanan Melonjak, Pasar Sedang Menetapkan Ulang Anjang Penilaian Penyimpanan

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片