Ripple to Buy New York Crypto Trust Company to Expand U.S. Options

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-02-12Terakhir diperbarui pada 2024-02-13

Abstrak

Standard Custody & Trust Co., which has a New York charter, will be the latest acquisition to grow Ripple's regulatory qualifications.

  • Ripple's acquisition plan to grab a company with a New York trust charter will expand the business it's allowed to conduct in the U.S., potentially letting it move beyond its well-known role as a payments network.
  • The deal Ripple's second recent purchase of a custody business must still be approved by the New York regulator.

Ripple struck a deal to acquire Standard Custody & Trust Co., the company said Tuesday, in order to secure a New York trust charter in an ongoing expansion of its U.S. regulatory licensing.

Despite Ripple's overseas focus and its high-profile legal clash with the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), which has so far mostly gone against the regulator, the global payments company is still trying to stretch its capabilities in the U.S. The limited purpose trust charter held in New York by the company Ripple is buying will let it offer more in-house services, including to financial firms seeking to tokenize assets. The company is trying to push beyond the payments network it's known for and into other financial products in which their institutional customers can benefit from blockchain technology.

"We want to offer more and more of these infrastructure pieces to these financial institutions," said Ripple President Monica Long in an interview with CoinDesk. "We see this as giving us a lot of flexibility."

Advertisement
Advertisement

She called it a long-term project, and she said Ripple is also still seeking to complete the rest of its U.S. money transmission licensing.

The deal with Standard Custody & Trust, for which Ripple has declined to disclose terms and which is still awaiting approval from the New York Department of Financial Services, adds a crypto custody and settlement business to Ripple's stable. That would let customers maintain custody with Ripple instead of having to go to an outside partner.

Ripple is known in the U.S. for going toe-to-toe with the SEC in federal court over the regulator's accusations that XRP was a security. Though one judge has largely ruled on Ripples' side, the case will continue to be fought in higher courts. Long said the company's hesitation about the U.S. isn't as much about that specific clash as it's about the regulatory uncertainty over digital assets.

"But the U.S. is a major market, and we believe it's possible for the U.S. to emerge as a leader in driving innovation," she said.

This latest Ripple acquisition follows a deal last year in which Ripple bought another cryptocurrency custody firm, Metaco.

Edited by Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Lonjakan Skala Penambangan, Mengapa Bitdeer Tidak Bisa Menyimpan Bitcoin?

**Rangkuman: Penambangan Melonjak, Mengapa Bitdeer Tidak Menahan Bitcoin?** Data operasional Mei 2026 Bitdeer mengungkap kontradiksi dalam transisi perusahaan penambangan Bitcoin ke bisnis AI: produksi melonjak drastis, tetapi cadangan Bitcoin menyusut tajam. Pada Mei 2026, Bitdeer menambang 921 Bitcoin (naik 370% dari Mei 2025), namun hanya memegang 171 BTC di akhir bulan. Sebaliknya, pada Mei 2025, produksi 196 BTC diiringi cadangan 1.351 BTC. Perbedaan besar antara produksi dan kepemilikan ini menunjukkan bahwa perusahaan masih sangat bergantung pada penjualan Bitcoin yang baru ditambang untuk mendanai operasi dan ekspansi, meski sedang mengembangkan bisnis AI Cloud. Laporan kuartal I-2026 memperkuat tren ini: produksi 2.033 BTC, tetapi cadangan akhir kuartal hanya 31 BTC, dengan aset digital dijual senilai $206,8 juta. Bisnis AI Cloud Bitdeer mencatat Annual Recurring Revenue (ARR) stabil sebesar $69 juta, dengan utilisasi GPU 90%. Pendapatan AI ini diharapkan dapat mengurangi tekanan untuk menjual Bitcoin di masa sulit. Namun, ARR adalah proyeksi tahunan, sementara pendapatan tunai aktual yang diakui jauh lebih kecil ($3,7 juta pada Q1-2026). Aliran kas dari AI belum cukup kuat untuk sepenuhnya menggantikan kebutuhan menjual Bitcoin. Proyek transformasi utama adalah pusat data Tydal, yang sedang diubah menjadi fasilitas komputasi AI 180 MW. Meski ini dapat menghasilkan pendapatan jangka panjang dari hosting, transisi juga membawa risiko baru seperti ketergantungan klien, pasokan GPU, dan pembiayaan. Kesimpulannya, data Mei Bitdeer menyoroti tantangan transformasi. Meski produksi tambang dan perkembangan bisnis AI terlihat positif, cadangan Bitcoin yang terus menipis menunjukkan bahwa perusahaan masih dalam "uji tekanan" operasional. Kunci keberhasilannya adalah apakah bisnis AI dapat menghasilkan aliran kas yang cukup andal untuk menjadi "bantalan" yang mengurangi penjualan Bitcoin rutin, atau justru hanya mengalihkan bentuk risiko yang dihadapi perusahaan.

Foresight News1j yang lalu

Lonjakan Skala Penambangan, Mengapa Bitdeer Tidak Bisa Menyimpan Bitcoin?

Foresight News1j yang lalu

Di Luar Model adalah Harness: Deepseek Turun Langsung, Mengapa Medan Perang Utama Kompetisi AI Domestik Berubah?

Pada akhir Mei 2026, Deepseek membentuk tim "Harness" baru yang berfokus pada produk agen cerdas kode, dengan target internal menyaingi Claude Code dari Anthropic. Tim ini merekrut insinyur kuantitatif ternama, Cui Tianyi. Strategi ini merefleksikan pergeseran fokus persaingan AI di Tiongkok dari sekadar mengembangkan model dasar besar menuju pembangunan rantai alat dan aplikasi produktivitas. "Harness" didefinisikan sebagai infrastruktur runtime yang mengubah model bahasa besar menjadi agen yang dapat berinteraksi dengan dunia nyata, bertanggung jawab untuk mengatur eksekusi, mengelola alat, konteks, dan pemulihan kesalahan. Deepseek terjun langsung untuk mengontrol desain antarmuka dan mendapatkan data pelatihan berbasis aplikasi nyata, mencegahnya sekadar menjadi penyedia model. Perusahaan teknologi besar lain juga mengejar strategi berbeda. Tencent meluncurkan WorkBuddy, fokus pada konektor untuk kolaborasi organisasi dalam ekosistem perusahaan. Alibaba merilis framework PageAgent sumber terbuka, memungkinkan otomatisasi berbasis GUI di web. Pergeseran ini menunjukkan bahwa solusi vertikal yang dirancang khusus lebih dihargai daripada agen umum. Kesuksesan Viktor, perusahaan otomatisasi kantor dari Polandia, dengan pendapatan tahunan $20 juta ARR, membuktikan kesediaan perusahaan membayar untuk AI yang dapat mengeksekusi tugas kompleks secara mandiri, bukan hanya alat pembantu. Tantangan utama meliputi ledakan token yang meningkatkan biaya dan kegagalan tugas, sehingga kemampuan manajemen konteks "Harness" menjadi krusial. Kerangka kerja yang "tebal" dengan fitur seperti isolasi sandbox dan kontrol izin granular dibutuhkan untuk stabilitas tingkat perusahaan. Pembatasan akses terhadap produk luar negeri seperti Claude Code juga menciptakan peluang pasar bagi solusi domestik. Intinya, fase kompetisi baru menuntut perusahaan dan pengembang untuk mengevaluasi kemampuan rekayasa, kompatibilitas ekosistem, dan kedalaman runtime yang ditawarkan platform AI, bukan sekadar performa model.

marsbit1j yang lalu

Di Luar Model adalah Harness: Deepseek Turun Langsung, Mengapa Medan Perang Utama Kompetisi AI Domestik Berubah?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片