Restaking赛道「内卷」下有何安全风险?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-02-08Terakhir diperbarui pada 2024-02-08

Abstrak

比起单个Eigenlayer合约潜在的安全风险,第三方平台资金的分散反而会降低整体系统性风险。

原文作者:Haotian(X:@tme l0 211)

最近,数十家 Restaking 解决方案同时涌现内卷,市场好生热闹,阵仗可比当初 Lido、RockX、SSV 等 Staking 大战精彩多了。从降低用户 32 ETH 门槛的节点服务「技术实力」大战,变成了如今争抢 Eigenlayer 积分的「运营策略」大战,比较典型的应该算 @KelpDAO 了,愣是凭积分大战,拼到了 TVL Top 3 ,如何做到的呢?

第一阶段,由于@Eigenlayer 暂停了再质押业务,市场用户很长时间内无法直接参与质押,而 Eigenlayer 又推出了明牌积分空投机制,这给了 KelpDAO 等后来者抢夺市场用户的「空窗」机会,KelpDAO 国库将自讨腰包在 Eigenlayer 上分得的积分,再分配给用户。

用户在 @KelpDAO 上质押 ETHx,stETH 以及 sfrxETH 等 LST,除了可以获取 Kelp Miles 积分 Miles 积分外,还能获得 Eigenlayer 提供的 EL Points。在这个阶段,总计有 49 K ETHx 参与了 Eigenlayer 的积分获取。

第二阶段,Eigenlayer 全面开放 Restaking 业务,并取消了质押资金上限。本以为这会让 KelpDAO 等积分大战策略失效,毕竟用户可以直接参与 Eigenlayer 获取积分,对其他竞品平台的需求势必会降低。没想到, @KelpDAO 又推出了 EigenBoost 2.0 策略来紧急应对:

1)用户质押 ETHx 可以获得额外 100 万的 EL 积分,每存入 1 个 ETHx 可获得额外 50 EL 积分;

2)用户可以将 LST 铸造成 rsETH 来向市场提供流动性,当用户每在 Stader 平台上 mint 成功 1 个 rsETH 即可获得 100 K Kelp Miles,rsETH 这部分流动性也不会浪费,用户可以存入 Pendle 享有 30% 的 APY 收益。

有意思的地方就在此,虽然 Eigenlayer 开放了窗口但是, 720 分的标准也不是人人可得,更多的小额资金可能会选择通过 KelpDAO 流入,进而实现一鱼多吃,毕竟 Eigenlayer 的积分若扑空,保底还有 KelpDAO 提供低保。

尤其是 @KelpDAO 也成长到了 Top 3 3 亿美金以上的心理安全关口。这样的运营策略一定会吸引一大部分闲散资金进入。

强中更有强中手,如果说 Eigenlayer 放开质押上限是为了夺回被其他 Restaking 项目吸走的用户,那 KelpDAO 的这一加强版积分运营策略,则是一次有力的回击,确实,当 Eigenlayer 的积分竞争明牌之后,散户一鱼多吃的心理就成为关键了。

若要问,如何看待 Restaking 赛道过于「内卷」存在的安全风险?我抛 3 个浅见:

1)Eigenlayer 的品牌和信誉就是 Restaking 赛道的基本面,由于其 AVS 和节点 Slash 机制并未完善,唯一的安全载体就是 Eigenlayer 自身智能合约。

若大量散户都 fomo 进入 Eigenlayer 存在的风险面会更大,任意小问题爆出后都可以造成挤兑风险。基于此我倒认为让 KelpDAO 这类偏机构化的平台顶在前边,反倒会分摊和降低 Eigenlayer 一家独大潜在的安全风险;

2)看似这类第三方平台,有 Rug 风险,但用户所获取的积分,都不是凭空产生的,Eigenlayer 手里握着这类平台的底牌。一个平台要在内卷市场中获得不错的份额,其 Rug 机会成本也大了,除了要合计被 Eigenlayer 牵制的资金规模之外,市场运维等工作付出的成本也并不小。

乐观点看,比起单个 Eigenlayer 合约潜在的安全风险,第三方平台资金的分散反而会降低整体系统性风险,当然前提是该平台得经受一段时间的市场品牌信誉积累;

3)Eigenlayer 以目前的资金体量,闲散资金参与获取积分捕获空投机会的可能性在降低,越多的资金涌入只会增加低保分的门槛。这个时候第三方平台用大资金抽出来的积分,对散户而言确实是防踏空的一鱼多吃机会;

Note:以上观点仅做参考建议,无论如何要对 Restaking 这种「加杠杆」的流动性玩法行为多一些警惕。毕竟大局未稳,请理性适度参与,切莫盲目冒险。

Bacaan Terkait

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

Pada pertengahan Juni, tiga peristiwa industri — pembatasan akses Fable 5 karena kepatuhan regulasi, pengumuman open-source GLM-5.2, dan kebocoran tanggal rilis GPT-5.6 — menandai titik balik dalam industri AI global. Logika dasarnya telah berubah: Pertama, **"ketersediaan" kini lebih penting daripada "kemajuan teknis"**, dengan rantai pasok model besar memasuki fase "sistem ganda": model tertutup yang dikontrol dan model open-source lokal. Kedua, **penghalang kompetisi raksasa model tertutup bergeser**. Fokus teknis beralih dari "kecerdasan bahasa" ke "kecerdasan spasial (model dunia)" yang sangat bergantung pada komputasi. Ketiga, menghadapi risiko kepatuhan regulasi lintas batas yang常态, **desain arsitektur "model-agnostic" telah menjadi kebutuhan dasar bagi pengembang aplikasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis**. Fable 5 (Anthropic) dibatasi aksesnya bagi non-warga AS hanya 72 jam setelah diluncurkan, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi kini berbanding lurus dengan risiko regulasi. Di sisi lain, model open-source seperti GLM-5.2 menawarkan peningkatan kinerja yang stabil dan keunggulan biaya signifikan (hingga 90% lebih murah), sekaligus menjadi cadangan penting untuk manajemen risiko kepatuhan perusahaan global. Sementara itu, GPT-5.6 dikabarkan akan fokus pada "kecerdasan spasial" atau "model dunia", berusaha membangun keunggulan baru di bidang seperti simulasi industri dan robotika yang membutuhkan daya komputasi masif. Kesimpulannya, logika evaluasi infrastruktur AI telah berubah dari sekadar kinerja teknis menjadi pertimbangan gabungan antara kinerja, kepatuhan regulasi, dan stabilitas akses. Bagi pengembang, ketergantungan pada API tertutup tunggal mengandung risiko tinggi. Menerapkan arsitektur "model-agnostic" untuk memungkinkan peralihan cepat ke alternatif open-source lokal telah menjadi prinsip dasar untuk menjaga kelangsungan bisnis.

marsbit2j yang lalu

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

marsbit2j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

Perang subsidi token antara raksasa AI seperti Google, OpenAI, dan Anthropic mungkin tidak akan segera berakhir, tetapi sifatnya berbeda dari perang subsidi era internet. Analisis dari SemiAnalysis menunjukkan bahwa harga token saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan paket berlangganan AI premium bahkan mungkin disubsidi hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganannya. Namun, tidak seperti layanan seperti taksi online atau pengiriman makanan, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dan pengembang dapat dengan mudah beralih antara model AI karena API yang semakin standar. Ini berarti begitu subsidi dihentikan dan harga dinaikkan, pengguna bisa langsung beralih. Bill Maris dari Google Ventures memprediksi dengan keyakinan 100% bahwa Google, dengan pendapatan iklannya yang besar, bisa memotong harga token hingga 80% sebagai senjata. Bagi OpenAI dan Anthropic yang bergantung pada pendanaan investor, hal ini akan menjadi tekanan bisnis yang berat, terutama setelah mereka masuk bursa dan harus menunjukkan profitabilitas. Dua skenario akhir yang mungkin adalah: 1) skenario monopolistik ala internet di mana satu pemenang muncul dan kemudian menaikkan harga, atau 2) skenario "listrik-air-bahan bakar" di mana token menjadi infrastruktur dasar yang terstandarisasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berargumen bahwa skenario kedua lebih mungkin karena kurangnya efek penguncian pada token AI. Kompetisi ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan permainan tanpa akhir untuk tetap berada di meja permainan. Bagi pengguna, selama perang subsidi ini berlanjut, mereka akan terus menikmati akses ke kemampuan AI canggih dengan biaya yang sangat terjangkau dibandingkan dengan biaya komputasi sebenarnya.

marsbit2j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

marsbit2j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

Di luar lapangan, Piala Dunia bukan hanya festival penggemar sepak bola, tetapi juga jendela langka bagi spekulasi global. Turnamen ini memusatkan perhatian, emosi, identitas, kesenjangan informasi, dan sumber daya langka selama lebih dari sebulan, menciptakan ekosistem spekulasi yang luas. Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi mencatat pertumbuhan pesat, dengan volume perdagangan miliaran dolar, menawarkan narasi kekayaan baru dibandingkan taruhan olahraga tradisional yang tetap menjadi tulang punggung dengan basis pengguna yang matang. Pasar saham juga bereaksi, menciptakan "saham konsep" seperti produsen ayam goreng di Korea Selatan yang harganya melonjak terkait acara nonton bareng. Pasar sekunder tiket menjadi arena arbitrase, di mana harga bisa meroket untuk pertandingan tim populer seperti Portugal, sementara tiket lain justru turun. Barang koleksi seperti stiker Panini dan jersey edisi terbatas juga menjadi komoditas spekulasi, dengan harga melambung di platform seperti eBay. Spekulasi lebih liar muncul di crypto melalui ribuan token meme bertema Piala Dunia yang sangat volatil, meski penuh risiko penipuan. Lapisan terakhir adalah bisnis informasi: alat pelacak tiket seperti SeatSidekick dan layanan berlangganan rekomendasi taruhan memanfaatkan permintaan akan data dan keunggulan informasi. Intinya, Piala Dunia telah menjadi eksperimen spekulasi raksasa di mana aliran perhatian dan emosi menciptakan jaringan perdagangan global yang menyelesaikan transaksinya sendiri jauh dari lapangan hijau.

marsbit3j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片