U.S. Drilling Down on Crypto Miners' Energy Use Draws Ire From Community

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-01-31Terakhir diperbarui pada 2024-02-01

Abstrak

The Energy Information Administration (EIA) is starting a survey to track the electricity consumption of crypto miners in the U.S.

The U.S. Energy Information Administration (EIA) is starting a provisional survey of electricity consumption data from cryptocurrency mining companies, drawing criticism from the community.

Starting next week, the survey will require "identified" commercial miners to respond with details related to their energy use. The Office of Management and Budget (OMB) authorized the survey on Jan. 26 as an emergency collection of data request, the EIA said in a press release on Thursday.

“We intend to continue to analyze and write about the energy implications of cryptocurrency mining activities in the United States,” EIA Administrator Joe DeCarolis said in the statement. “We will specifically focus on how the energy demand for cryptocurrency mining is evolving, identify geographic areas of high growth, and quantify the sources of electricity used to meet cryptocurrency mining demand.”

Advertisement
Advertisement

The move garnered concern and criticism from the mining community, with some participants calling on the miners to shun the survey. Marty Bent, a bitcoin advocate and director of mining firm Catherdra Bitcoin, said in a blog post that the EIA seems to be starting to "create a hyper-detailed registry of mining operations" in the U.S.

"When I read the press release and the filing my initial thought was, Interesting. Maybe this will turn out to be a net positive for the industry," Bent wrote. However, after digging deeper, he called the survey "one of the more Orwellian things I've seen come out of this Administration," as it requires very granular data, such as specific information about mining fleets and hash rate data.

Crypto mining energy use has been a point of contention between the industry and regulators and lawmakers ever since the process jumped from just needing a laptop to requiring industrial-scale installations, with both sides voicing strong opinions.

Last year, a group of Democratic lawmakers in Washington, D.C., led by Sen. Elizabeth Warren (D-Mass.) sent a letter to the Environmental Protection Agency (EPA) and Department of Energy, urging the government to compel crypto miners to disclose their energy consumption data.

Advertisement
Advertisement

The new EIA survey efforts seem to have hit a nerve with the mining community because it appears to be mandatory by Federal law for commercial miners to respond to the survey.

"They have pre-formatted delinquency notices for those companies that do not respond, which include threats of criminal and civil penalties for non-compliance including a $10,633 fine PER DAY for failure to report," said Alex Brammer, Director at Bitcoin Today Coalition, in a social media post on X. "This is egregious and needs to be met with immediate legal action."

Edited by Sheldon Reback.



Bacaan Terkait

6 Pertanyaan untuk Memahami Tren Bisnis AI

**Ringkasan: Tren Komersial AI dalam 6 Pertanyaan** Lingkaran AI saat ini sedang panas dengan perkembangan pesat perusahaan seperti Anthropic (pertumbuhan tercepat dalam sejarah), DeepSeek, Kimi, dan StepFun, ditambah investasi infrastruktur besar dari ByteDance. Tanda komersialisasi seperti langganan berbayar Doubao dan platform iklan OpenAI menandai pergeseran. Untuk memahami fase siklus industri AI, sebuah kerangka penilaian enam dimensi digunakan: 1. **Narasi vs. Pengiriman**: Beralih dari sekadar cerita ke penagihan untuk kemampuan konkret. **(Skor: 1)** 2. **Konektivitas Sistem**: Dari "pulau" terisolasi menuju integrasi protokol parsial dengan platform perusahaan. **(Skor: 1)** 3. **Kemampuan Pengiriman**: Dari alat coba-coba ke penggunaan skala besar untuk tugas produktif (misalnya, pemrosesan 120 triliun token harian oleh Doubao). **(Skor: 1)** 4. **Rasio ROI**: Biaya komputasi yang melonjak memaksa perhitungan ROI, meski standarnya masih samar. **(Skor: 1)** 5. **Fenomena Industri**: Pergeseran dari ekspansi tanpa batas ke awal model berbayar dan pertanyaan tentang profitabilitas. **(Skor: 1)** 6. **Lingkungan Modal**: Logika valuasi mulai bergeser dari potensi imajinasi ke kemampuan pendapatan. **(Skor: 1)** **Total Skor: 6**, menandakan fase **"Musim Panas"** AI. Ciri-cirinya: narasi dan pengiriman hidup berdampingan, modal masih mengalir tetapi mulai menuntut pertanggungjawaban, pertumbuhan pengguna berlanjut dengan stratifikasi (gratis vs. berbayar). Sinyal seperti komersialisasi menunjukkan jalan menuju "Musim Gugur". Dua pendorong utama di balik sinyal komersialisasi ini adalah: 1. **Tekanan Biaya**: Penggunaan skala besar (misalnya, miliaran pengguna) membuat model gratis tidak berkelanjutan. 2. **Peluang Komersial**: Basis pengguna yang masif membuka jalan untuk monetisasi melalui langganan, iklan, dan layanan bertingkat. **Bagaimana Bergerak di "Musim Panas" AI?** 1. **Mulai dari Titik Masuk Kecil**: Pilih 1-2 skenario nyata (misalnya, dukungan pelanggan otomatis, pembuatan konten), tetapkan tolok ukur yang terukur, dan buktikan nilai (penghematan biaya/peningkatan pendapatan) dalam 3 bulan. 2. **Replikasi & Pembangunan Kapasitas Organisasi**: Standarkan proses yang berhasil, bangun platform berbagi kemampuan AI, dan sesuaikan tim, insentif, dan struktur organisasi untuk mendukung adopsi. 3. **Restrukturisasi Sistematis**: Gunakan AI untuk mendesain ulang alur kerja secara fundamental—dari urutan linier ke operasi paralel, dengan papan pemantauan real-time dan rantai pemicu otomatis. Kesimpulannya, AI telah bergerak dari "dapat digunakan" menjadi "infrastruktur produktif yang menghasilkan nilai". Kunci suksesnya adalah memulai dari titik nyata yang kecil, kemudian memperluas, dan akhirnya mentransformasi seluruh operasi dengan AI.

marsbit1j yang lalu

6 Pertanyaan untuk Memahami Tren Bisnis AI

marsbit1j yang lalu

Pemerintah AS untuk Pertama Kali Melonggarkan Larangan Kontrak Berjangka Kripto (Perpetual), Apa Artinya bagi Pasar?

**Ringkasan: AS Buka Pasar untuk Kontrak Berjangka Kripto Tanpa Jatuh Tempo (Perpetual Futures)** Pada 29 Mei, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengeluarkan pedoman yang secara efektif membuka pasar untuk kontrak berjangka kripto tanpa jatuh tempo (perpetual futures) yang dapat diperdagangkan 24/7 untuk warga dan platform terdaftar di AS. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan, karena sebelumnya produk derivatif kripto ini hampir tidak dapat diakses di bawah regulasi AS. Pedoman CFTC menekankan bahwa aset kripto, karena infrastruktur digital dan perdagangan globalnya yang terus-menerus, sangat cocok untuk perdagangan dan penyelesaian 24 jam. Langkah ini dipuji oleh banyak pelaku industri sebagai langkah maju untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto, dengan potensi menarik likuiditas kembali ke pasar domestik. **Penerima Manfaat Langsung:** * **Kalshi:** Mendapat persetujuan untuk meluncurkan kontrak perpetual pertamanya (BTCPERP). * **Coinbase:** Menjadi Futures Commission Merchant (FCM) pertama yang diatur CFTC, memungkinkan klien AS mengakses pasar derivatif global. * **CME:** Platform Globex-nya kini menawarkan perdagangan 24/7 untuk futures dan opsi Bitcoin, menutup "celah CME" di akhir pekan. CFTC menyatakan pendekatan ini khusus untuk kripto, mencatat bahwa komoditas tradisional seperti produk pertanian mungkin tidak cocok untuk model 24/7. Semua platform yang ingin menawarkan perdagangan 24/7 harus berkoordinasi dengan CFTC. **Tanggapan Industri:** Pimpinan perusahaan seperti Michael Saylor (MicroStrategy), Brian Armstrong (Coinbase), dan Tarek Mansour (Kalshi) menyambut baik keputusan ini sebagai pengembangan positif untuk pasar modal Bitcoin dan akses bagi investor AS. **Kritik:** Organisasi konsumen Better Markets mengkritik keputusan CFTC, menyatakan bahwa regulator mengabaikan perlindungan investor dengan tidak meminta pengungkapan risiko yang lebih jelas untuk produk kompleks ini, dan menuduh adanya hubungan yang terlalu dekat dengan industri. **Dampak ke Depan:** Pasar derivatif kripto bernilai puluhan triliun dolar kini terbuka untuk pengguna AS. Pertukaran seperti Kraken juga telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan produk perpetual futures yang diatur di AS dalam waktu dekat, menandakan potensi periode pertumbuhan yang signifikan untuk perdagangan derivatif kripto di Amerika Serikat.

Odaily星球日报12j yang lalu

Pemerintah AS untuk Pertama Kali Melonggarkan Larangan Kontrak Berjangka Kripto (Perpetual), Apa Artinya bagi Pasar?

Odaily星球日报12j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片