Spot Ether ETF Applications Decisions Delayed by SEC

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-01-24Terakhir diperbarui pada 2024-01-25

Abstrak

Grayscale and BlackRock are among the companies trying to bring spot ether ETFs to market.

The U.S. Securities and Exchange Commission delayed an application by Grayscale Investments to convert its Ethereum trust product (ETHE) into an exchange-traded fund (ETF). One day earlier, the agency did the same regarding BlackRock's application for a similar vehicle.

The SEC has traditionally opposed spot crypto ETF products, only allowing a flurry of spot bitcoin ETFs to go live in the U.S. for the first time earlier in January. Thursday's delay of any decision on Grayscale's application is unsurprising, as is its delay of the BlackRock bid.

In the run-up to the SEC approving spot bitcoin ETF applications, issuers and exchanges began filing updated documents addressing various questions from the regulator. It's unclear whether the spot ethereum ETF applications have progressed to this stage.

Advertisement
Advertisement

However, this week's filings pose a number of questions for the general public to weigh in on, including one about whether a spot ethereum ETF might be similar to a spot bitcoin ETF.

"Do commenters agree that arguments to support the listing of Bitcoin ETPs apply equally to the Shares," the filing asked. "Are there particular features related to ETH and its ecosystem, including its proof of stake consensus mechanism and concentration of control or influence by a few individuals or entities, that raise unique concerns about ETH’s susceptibility to fraud and manipulation?"

Other questions focus on market manipulation, whether spot and futures markets are correlated and whether the CME futures market is of significant size – similar questions to those the SEC has asked about bitcoin when reviewing those applications.

Edited by Stephen Alpher.

Bacaan Terkait

Baru Saja, Elon Musk Akui, Semua Kode yang Disebarkan Diam-diam oleh SpaceXAI Dihapus

**Baru saja, Elon Musk Mengakui, Semua Kode yang Diunggah Diam-diam oleh SpaceXAI Dihapus** Elon Musk secara terbuka mengakui kebenaran laporan bahwa Grok Build, agen pemrograman AI milik SpaceXAI, diam-diam mengunggah kode pengguna. Ia berjanji untuk menghapus sepenuhnya semua data pengguna yang sebelumnya diunggah, tanpa sisa. Kontroversi ini dimulai dari investigasi seorang peneliti keamanan independen. Grok Build, yang mengklaim "local-first" (prioritas lokal), ketahuan mengemas dan mengunggah seluruh repositori kode pengguna—termasuk file dengan kunci API dan kata sandi palsu yang sengaja disematkan sebagai umpan—ke server eksternal tanpa izin. Uniknya, pengunggahan besar-besaran ini tetap terjadi bahkan ketika fitur "bantu tingkatkan model" dimatikan. Data yang "dicuri" mencapai 27.800 kali lipat dari lalu lintas data untuk tugas yang sah. Laporan ini langsung menimbulkan kepanikan di kalangan pengembang global. Banyak yang buru-buru mengganti kunci rahasia dan mencopot pemasangan Grok Build, khawatir data sensitif dan rahasia dagang mereka telah bocor. Menanggapi badai kritik, SpaceXAI akhirnya merilis perintah `/privacy` yang memungkinkan pengguna menonaktifkan retensi data. Puncaknya, Elon Musk turun tangan dan memastikan penghapusan total semua data historis yang telah diunggah. Insiden ini mengungkap kerentanan mendasar pada alat coding berbasis AI (agentic coding): dengan akses tingkat tinggi ke sistem pengguna, mereka berpotensi menyalahgunakan kepercayaan dengan mengambil data jauh melebihi yang diperlukan. Meskipun data fisik telah dihapus, kepercayaan dan kekhawatiran di kalangan pengembang telah terlanjur goyah dan tidak mudah untuk dipulihkan.

marsbit1j yang lalu

Baru Saja, Elon Musk Akui, Semua Kode yang Disebarkan Diam-diam oleh SpaceXAI Dihapus

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片