'Lord, You Told Me to Do This': Pastor Defends Taking $1.3M From Failed Crypto

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-01-22Terakhir diperbarui pada 2024-01-24

Abstrak

Eli Regalado said God told him to start the INDXcoin project and he's waiting on further guidance after Colorado securities officials accused him of running a crypto scam.

  • Pastor Eli Regalado said he was under God's orders to set up his failed crypto project and he's now counting on a miracle.
  • He said it's true that he and his wife took $1.3 million from the investors, and that God told them to spend hundreds of thousands to remodel their home.
  • He'll have a chance to start explaining that beginning with a court hearing scheduled for January 29.
13.4K

To err is human. But Colorado securities officials said that what Pastor Eli Regalado has been doing is more like fraud.

Regalado and wife Kaitlyn launched a crypto token last year called INDXcoin. Colorado Securities Commissioner Tung Chan filed charges last week against the couple and the entities they ran, accusing them of pocketing $1.3 million in crypto proceeds while more than 300 investors had no way to recover any of their money.

The pastor – who had worked in digital marketing – responded in a video message posted on the project's website, sharing a sentiment that's unusual from a crypto founder cornered by government authorities: "Those charges are true."

"We sold a cryptocurrency with no clear exit," he said, explaining that God told him to build it and give investors ten times the money they put in. "We did. We took God at his word."

Advertisement
Advertisement

"The Lord told us to walk away from our parking company. ... He took us into this cryptocurrency ... well, that cryptocurrency turned out to be a scam.... And I said Lord ... you told me to do this," he said in the video.

The couple also took about $1.3 million from more than $3 million raised for the project. Regalado said about $500,000 went to the Internal Revenue Services, and a "few hundred thousand" was devoted to a home remodeling project that "the Lord told us to do."

The pastor, described in the token's white paper as an "ordained Marketplace Minister of the Gospel of Jesus Christ," said he insisted to God before the project began, "I don't have any experience in this industry. I don't know what I'm doing."

He and his wife launched the Kingdom Wealth Exchange, and investors began pouring money in.

"The exchange technology failed; things went downhill," he said. "We've just been waiting on the Lord, literally, for a miracle."

At this point, according to Colorado officials pursuing the charges in Denver District Court, the crypto is "Illiquid and practically worthless."

"We allege that Mr. Regalado took advantage of the trust and faith of his own Christian community and that he peddled outlandish promises of wealth to them when he sold them essentially worthless cryptocurrencies," Chan said in a statement.

A hearing is scheduled in the case on January 29, according to a search of the Colorado state court docket.

Most of the comments posted on the INDXcoin site are supportive of the pastor, quoting biblical passages and praising the way he's handling the accusations.

Advertisement
Advertisement

"We were just always under the impression that God was going to provide, that the source was never ending," Regalado said, granting that he knows this situation "looks terrible" and that he doesn't know what's coming next. "I don't know how God is going to turn this around."

But he asserted, "God is not done with INDXcoin."

Edited by Marc Hochstein.

Bacaan Terkait

Rincian Kasus Penipuan Parah yang Melanda Unicorn Kripto Blockstream

**Rangkuman: Tuduhan Penipuan dan Pertanyaan Seputar Blockstream** Tahun ini, Blockstream, perusahaan kripto yang didirikan oleh perintis Bitcoin Adam Back, menjadi sorotan. Awalnya, karena investasi Jeffrey Epstein pada 2014 dan spekulasi bahwa Back bisa jadi Satoshi Nakamoto. Namun, kontroversi utama muncul dari laporan investigasi oleh akun NatInfoSec yang menuduh skema obligasi penambangan Bitcoin Blockstream (BMN) berpotensi penipuan mirip Ponzi. **Titik Tuduhan Utama:** 1. **Kapasitas dan Pembayaran yang Dipertanyakan:** NatInfoSec menyatakan untuk memenuhi kewajiban BMN, Blockstream membutuhkan daya komputasi (hashrate) 20-45 EH/s, tetapi dashboard perusahaan hanya menunjukkan 15 EH/s. Tidak ada bukti publik yang memadai (data listrik, impor perangkat keras, atribusi pool penambangan) untuk mendukung skala yang diklaim. Klausul dalam kontrak BMN juga memungkinkan Blockstream membayar dengan Bitcoin dari sumber mana pun, mempertanyakan asal hasil yang dibayarkan kepada investor. 2. **Imbal Hasil Tinggi yang Mencurigakan:** Obligasi BMN menawarkan imbal hasil tetap hingga sekitar 20% per tahun, angka yang sulit dipertahankan di industri penambangan Bitcoin yang sangat fluktuatif. Beberapa penawaran juga diklaim melibatkan perpanjangan pokok ke obligasi baru dengan imbal lebih tinggi. 3. **Masalah Pengungkapan dan Masa Lalu Eksekutif:** Christopher William Cook, figur kunci di divisi penambangan Blockstream dan CEO Exacore (entitas operasional terkait), memiliki catatan kriminal. Ia dihukum pada 2008 karena penipuan surat (mail fraud) dan menjalani hukuman penjara. Informasi ini tidak diungkapkan dalam dokumen penawaran BMN. Materi pemasaran juga diduga membesar-besarkan keterkaitan Cook dengan NASA. 4. **Keterkaitan dengan BSTR dan SPAC:** NatInfoSec mempertanyakan apakah potensi liabilitas BMN dan latar belakang Cook telah diungkapkan dengan benar dalam proses persiapan IPO perusahaan terkait Bitcoin, Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR), yang melibatkan Adam Back. **Tanggapan dan Debat Komunitas:** BitMEX Research menganalisis tuduhan tersebut, mengakui kemungkinan catatan kriminal Cook dan kekhawatiran atas imbal hasil tinggi. Namun, mereka berpendapat bahwa beberapa tuduhan kurang bukti atau menyesatkan, menekankan pemisahan struktur hukum antara BMN, Blockstream, dan BSTR. Perdebatan di komunitas berfokus pada **kemampuan untuk memverifikasi** hashrate dan hasil penambangan yang sebenarnya yang mendasari BMN. Para pendukung seperti Samson Mow membela operasi penambangan Blockstream, sementara para pengkritik meminta bukti verifikasi independen yang jelas. **Pertanyaan yang Belum Terjawab untuk BMN:** Kontroversi ini menyisakan beberapa pertanyaan kunci tentang BMN: skala sebenarnya dan batas tanggung jawab, kecukupan hashrate penambangan untuk mendukung pembayaran, sumber imbal hasil tetap yang tinggi, kemampuan memverifikasi aset Bitcoin yang digunakan untuk pembayaran, serta peran dan kepentingan Cook. Sampai saat ini, Blockstream belum memberikan tanggapan resmi yang menyeluruh terhadap berbagai tuduhan ini.

marsbit10m yang lalu

Rincian Kasus Penipuan Parah yang Melanda Unicorn Kripto Blockstream

marsbit10m yang lalu

Kelompok Reddit yang Pernah Memaksa Tembok Bursa Wall Street, Apakah Telah Menemukan GME Berikutnya?

**Ringkasan Artikel: Komunitas Reddit r/wallstreetbets Menargetkan Wendy's (WEN), Apakah Ini GME Berikutnya?** Pada 24 Juni, saham Wendy's (WEN) melonjak setelah sebuah postingan berjudul "We need to save Wendy's" viral di subreddit r/wallstreetbets (WSB), memicu spekulasi bahwa ini bisa menjadi "meme stock" atau sasaran "short squeeze" berikutnya, mirip dengan fenomena GameStop (GME) pada 2021. Postingan tersebut, yang menggunakan guyonan lama di komunitas WSB tentang bekerja di Wendy's setelah investasi gagal, berhasil menarik perhatian dan mendorong diskusi untuk membeli saham atau opsi beli (call options). Saham WEN naik lebih dari 20% dalam perdagangan pra-pasar, dengan volume perdagangan yang sangat tinggi. Artikel ini menganalisis apakah WEN memiliki potensi untuk menjadi "squeeze" sistematis seperti GME. Beberapa faktor pendukung yang teridentifikasi adalah: * **Rasio Short Interest yang Cukup Tinggi:** Sekitar 31.83% saham beredar dipinjam untuk dijual (short), yang dapat menjadi bahan bakar jika harga naik dan para pedagang short terpaksa membeli kembali saham. * **Perhatian Komunitas yang Kuat:** Wendy's memiliki identitas merek yang mudah dikenali dan cocok dengan budaya meme di WSB. Namun, analisis menunjukkan bahwa situasi WEN **tidak sama ekstremnya dengan GME tahun 2021**: * **Struktur Short yang Tidak Seekstrem GME:** Rasio short interest WEN (31.83%) jauh di bawah level GME yang pernah melebihi 100%, sehingga tekanan untuk menutup posisi short tidak separah saat itu. * **Bukti untuk "Gamma Squeeze" Masih Lemah:** Meski ada diskusi tentang opsi beli, belum ada bukti kuat bahwa pembelian opsi tersebut sudah cukup masif untuk memaksa market maker (penjual opsi) membeli saham dalam jumlah besar sebagai lindung nilai, yang dapat memicu akselerasi harga berkelanjutan. * **Sejarah sebagai Meme Stock:** WEN pernah mengalami lonjakan serupa pada 2021 yang akhirnya mereda, menunjukkan bahwa antusiasme komunitas tidak selalu diterjemahkan menjadi kenaikan harga yang berkelanjutan. * **Narasi Dasar yang Terbatas:** Kampanye "selamatkan Wendy's" lebih merupakan lelucon komunitas daripada didasarkan pada kesulitan finansial perusahaan yang nyata. **Kesimpulan:** Pergerakan harga WEN menunjukkan bahwa perhatian dari komunitas retail seperti WSB masih dapat dengan cepat menggerakkan harga saham. Namun, bukti saat ini lebih mengarah pada **"meme pop" jangka pendek atau "squeeze" ringan**, bukan tekanan short sistematis skala penuh seperti GME. Keberlanjutan rally akan bergantung pada apakah diskusi berkembang di luar satu postingan panas, volume perdagangan tinggi bertahan selama beberapa hari, dan aktivitas opsi beli meningkat secara signifikan untuk menciptakan putaran umpan balik yang memperkuat kenaikan harga.

marsbit15m yang lalu

Kelompok Reddit yang Pernah Memaksa Tembok Bursa Wall Street, Apakah Telah Menemukan GME Berikutnya?

marsbit15m yang lalu

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

Sejak awal tahun, pionir Bitcoin Adam Back dan perusahaan yang didirikannya, Blockstream, berada di pusat perhatian komunitas kripto. Baru-baru ini, akun investigasi NatInfoSec menerbitkan artikel panjang yang menuduh Blockstream melakukan penipuan serius terkait penerbitan obligasi pertambangan Bitcoin (BMN). Tuduhan utama mencakup: 1. **Kapasitas dan Kemampuan Pembayaran yang Dipertanyakan**: Untuk memenuhi kewajiban BMN yang diterbitkan, Blockstream membutuhkan daya komputasi (hashrate) lebih dari 20 EH/s, bahkan hingga 45 EH/s. Namun, dasbor mereka hanya menunjukkan 15 EH/s. Tidak ada bukti publik yang sesuai (seperti data jaringan listrik, impor perangkat keras, atau atribusi kolam penambangan) untuk mendukung skala kewajiban tersebut. Klausul "Substitute Performance BTC" dalam BMN2 juga memungkinkan Blockstream menggunakan BTC dari sumber mana pun untuk pembayaran tanpa perlu mengungkapkan asalnya. 2. **Imbal Hasil Tinggi dengan Risiko Utang**: Beberapa tingkat obligasi BMN menawarkan imbal hasil tetap hingga sekitar 20% per tahun. Di industri pertambangan Bitcoin yang sangat siklis, imbal hasil tetap setinggi itu dianggap berisiko tinggi dan memerlukan penjelasan yang jelas. 3. **Masalah Pengungkapan dan Masa Lalu Chris Cook**: Christopher William Cook, seorang figur kunci di bisnis pertambangan Blockstream dan CEO Exacore (entitas operasional yang dipisahkan), memiliki catatan kriminal. Pada 2008, ia dihukum karena penipuan pos dengan hukuman penjara 41 bulan. Informasi ini tidak diungkapkan dalam dokumen penawaran BMN. Materi pemasaran juga disebutkan secara menyesatkan tentang pengalaman kerjanya di NASA. 4. **Keterkaitan dengan BSTR/SPAC**: NatInfoSec mempertanyakan apakah catatan Cook dan kewajiban potensial BMN seharusnya diungkapkan dalam dokumen SEC untuk Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR), yang terkait dengan Adam Back dan berencana go public melalui SPAC. Namun, analis seperti BitMEX Research berpendapat bahwa karena struktur hukum yang terpisah dan tidak adanya jaminan grup, risiko BMN tidak serta merta menjadi risiko BSTR. BitMEX Research mengakui bahwa latar belakang Cook kemungkinan benar dan menyuarakan kekhawatiran tentang imbal hasil tinggi, tetapi menilai bukti untuk tuduhan lain tidak memadai. Debat komunitas berpusat pada **kemampuan untuk memverifikasi** daya komputasi sebenarnya, sumber pendapatan, dan asal BTC yang digunakan untuk pembayaran kupon BMN. Pertanyaan inti yang belum terjawab meliputi: skala pasti dan batas tanggung jawab BMN, kecukupan daya komputasi tambang untuk mendukung pembayaran, sumber imbal hasil tetap 20%, keterlibatan Cook, dan verifikasi aset cadangan untuk pembayaran. Hingga saat ini, Blockstream belum memberikan tanggapan sistematis terhadap kontroversi ini.

链捕手1j yang lalu

Blockstream, Unicorn Kripto, Terjerat dalam Skandal Penipuan Berat: Kisah Lengkap

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片