Indonesian Authorities Crack Down on Bitcoin Miners Stealing Electricity From National Grid

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-12-28Terakhir diperbarui pada 2023-12-29

Abstrak

The thieves allegedly tapped into utility poles of a state-owned energy firm to power mining operations.

Indonesian authorities raided ten sites suspected of mining bitcoin with stolen electricity from the national grid over the Christmas weekend.

Although Indonesia is a fast-growing crypto adopter, it’s not exactly known as a hub for mining.

7.9K
A $10M Options Bet on Ether Shows Positioning for a Bullish Second Half

However, under Indonesian law, electricity theft is considered a criminal offense with a penalty of up to five years in prison or a fine of up to twice the value of the unpaid electricity.

Advertisement
Advertisement

Indonesia’s neighbor Malaysia has made several arrests in relation to electricity theft by crypto miners, but this may be one of the first reported cases in Indonesia.

At the raided sites in Medan, North Sumatra, authorities found 1,314 bitcoin rigs, and 26 individuals were detained.

The suspects allegedly stole electricity by tapping into utility poles of state-owned electricity company PLN poles over the past six months, worth around 14.4 billion Indonesian rupees ($100,000) in losses to the state.

That may seem small, but it amounts to around 10 million kilowatt hours at recent local energy prices and is equivalent to the yearly energy consumption of around 7,500 individuals in the country.

An official from PLN told a local news outlet Thursday that the company will be working with authorities on similar cases.

Sandali Handagama contributed reporting.

Edited by Sandali Handagama.

Bacaan Terkait

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

Eksodus talenta dari Google tampaknya berlanjut dengan hengkangnya Denny Zhou, yang dijuluki "Raja Penalaran" DeepMind, ke Meta. Ia telah bekerja diam-diam di MSL Meta selama empat bulan sebelum berita kepergian sejumlah ilmuwan top Google lainnya ramai diperbincangkan. Zhou, yang direkrut ke Google pada 2017 berkat program Google AI China yang diinisiasi Fei-Fei Li, adalah pionir tim penalaran dan berkontribusi besar pada karya dasar LLM seperti Chain-of-Thought. Kepergiannya disusul masuknya profesor UC Berkeley, Dawn Song ("Bunda Keamanan AI"), ke Meta beserta tim startup AI security-nya. Sementara itu, Google terus kehilangan banyak pemain kunci. Noam Shazeer (salah satu penulis Transformer) bergabung dengan OpenAI, sementara peraih Nobel John Jumper serta kontributor inti Gemini lainnya, Jonas Adler dan Alexander Pritzel, pindah ke Anthropic. Laporan dari The Information mengungkapkan kemungkinan penyebab di balik eksodus ini: Google dikabarkan mengutamakan "Tim Serang Pengkodean" (Coding Strike Team) yang baru dibentuk, bahkan didukung langsung oleh pendiri Sergey Brin. Tim ini berfokus mempercepat pengembangan kemampuan coding Gemini, menggeser prioritas dari jalur "model dunia" AGI yang lebih teoritis yang selama ini digagas DeepMind. Alokasi sumber daya komputasi yang diprioritaskan untuk tim pengkodean ini diduga menjadi salah satu alasan kepergian para peneliti, seperti yang disinggung Shazeer. Pergeseran fokus ke pengkodean, yang memiliki nilai komersial jelas, tampaknya mengorbankan jalur penelitian jangka panjang lainnya, menciptakan ketegangan internal dan mendorong talenta untuk mencari peluang di perusahaan pesaing seperti Meta, OpenAI, dan Anthropic.

marsbit3j yang lalu

"Raja Penalaran" Google Juga Kabur ke Meta, Dulunya Direkrut oleh Fei-Fei Li

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片