Hong Kong Regulators Propose Mandatory Licenses for Fiat-Backed Stablecoin Issuers

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-12-26Terakhir diperbarui pada 2023-12-27

Abstrak

The Hong Kong Monetary Authority (HKMA) and the Financial Services and the Treasury Bureau (FSTB) are also planning a sandbox to provide guidance on compliance.

Hong Kong financial regulators published proposals for supervising stablecoin issuers through a licensing regime and a regulatory sandbox to communicate "supervisory expectations and guidance on compliance" to prospective issuers.

The jurisdiction's central bank, the Hong Kong Monetary Authority (HKMA), and the Financial Services and the Treasury Bureau (FSTB) are seeking feedback by Feb. 29. Fiat-referenced stablecoins are a type of cryptocurrency designed to maintain its value on par with sovereign currencies like the U.S. or Hong Kong dollar.

Hong Kong is seeking to position itself as a regional crypto hub. It implemented a licensing regime for crypto service providers in June that recognizes retail crypto trading as a regulated activity. The jurisdiction has been planning regulations for fiat-backed stablecoins for some time.

Advertisement
Advertisement

The regime will be introduced through legislation requiring issuers who meet certain conditions to obtain a license from the HKMA. Firms looking to issue a fiat-referenced stablecoin in Hong Kong, to issue a Hong Kong dollar-referenced stablecoin or to market stablecoins to the Hong Kong public will need a license to operate.

"We are supportive of financial innovation and believe that it is essential to put in place the necessary regulatory guardrails and standards to enable the long-term, sustainable and responsible development of the virtual asset ecosystem," HKMA CEO Eddie Yue said in a statement.

Edited by Sheldon Reback.


Bacaan Terkait

Venture Capital China, Mulai Beralih dari “Memilih Orang” ke “Memilih Kota”

Dana ventura China kini bergeser dari fokus "memilih pendiri" ke "memilih kota". Di era internet sebelumnya, investor seperti Shen Nanpeng (Sequoia China) sering bertaruh pada pendiri berbakat seperti Wang Xing (Meituan) atau Li Bin (NIO), mengandalkan visi dan kemampuan mereka. Namun, di era teknologi keras (hard tech) seperti robotika, AI, dan bioteknologi, lokasi menjadi sangat kritis. Kota dengan ekosistem industri yang matang menawarkan peluang sukses yang lebih tinggi. Contohnya, Shenzhen mendominasi industri robotika dengan rantai pasok lengkap, Beijing menjadi pusat AI berkat konsentrasi talenta, dan Suzhou unggul dalam bioteknologi. Perubahan ini juga didorong oleh meningkatnya peran modal pemerintah daerah sebagai "modal sabar" dalam investasi. Data 2025 menunjukkan dana pemerintah menyumbang 90.2% dari komitmen LP di pasar ekuitas swasta. Pada intinya, logika investasi tetap sama: mencari probabilitas sukses tertinggi di tengah ketidakpastian. Jika dulu terletak pada individu pendiri, kini meluas ke seluruh ekosistem kota—infrastruktur industri, ketersediaan talenta, stabilitas kebijakan, dan rekam jejak kota dalam membina perusahaan sukses. Modal kini mengalir terkonsentrasi ke daerah dengan proyek potensial berkelanjutan seperti Jiangsu, Guangdong, Beijing, Shanghai, dan Zhejiang. Untuk menarik modal, kota perlu fokus membangun keunggulan spesifik dalam beberapa bidang industri, menyediakan pijakan proyek yang jelas, serta menciptakan iklim investasi yang stabil dan dapat dipercayai.

marsbit43m yang lalu

Venture Capital China, Mulai Beralih dari “Memilih Orang” ke “Memilih Kota”

marsbit43m yang lalu

Trading

Spot
活动图片