Indonesia Vice Presidential Candidate Promises to Create 'Crypto Experts' as Election Looms

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-12-18Terakhir diperbarui pada 2023-12-19

Abstrak

The country's dynamic crypto market has been a focus for politicians looking to use it to fuel economic growth.

Gibran Rakabuming Raka, a vice presidential candidate in Indonesia's upcoming election, said he plans to create blockchain and crypto experts in the country during an event last week.

Gibran, the eldest son of Indonesian President Joko Widodo, was chosen by presidential candidate Prabowo Subianto to be his running mate in the February election. The 36-year-old politician plans to boost tech education in the country to provide more opportunities for young people, including in digital assets.

3.8K

"We are preparing blockchain experts, we are preparing cyber security experts, we are preparing crypto experts," Gibran reportedly said at a political gathering on Dec. 10.

Advertisement
Advertisement

Indonesia is a fast crypto adopter not just in Southeast Asia but the world, placing seventh on Chainalysis’ 2023 global crypto adoption index. The country has an estimated 18 million crypto investors and a powerful industry association that also acts as a self-regulatory body. Widodo’s government has tried to leverage this interest in crypto to generate revenue and interest in the country, even setting up a local “stock market” for crypto assets.

Although Gibran is the first to mention crypto, other candidates could also address the topic in an upcoming political debate on Feb. 4. Prabowo and Gibran are the election frontrunners, according to recent polls, and their interest in the sector could rub off on other candidates.

Gibran’s comment also reflects his wider goal of positioning Indonesia at the forefront of the global digital revolution. The presidential election is expected to start on Feb. 14.

Edited by Sandali Handagama.

Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru1j yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru1j yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru1j yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片