Belgium to Push European Blockchain Network During EU Council Presidency, Digital Minister Says

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-12-17Terakhir diperbarui pada 2023-12-18

Abstrak

EU-wide blockchain services could support the bloc’s pursuit of digital sovereignty, Mathieu Michel told CoinDesk.

  • Belgium is set to take on the presidency of the EU Council, which gathers government ministers from member states.
  • During its six-month presidency, Belgium's Digital Minister Mathieu Michel plans to gather political support for an EU-wide blockchain initiative.
16.6K

Belgium will give Europe’s ambitious blockchain initiative a political push when it takes the EU Council presidency in January, the country’s digital minister said in an interview with CoinDesk.

Mathieu Michel has already shared his grand vision for an EU-wide digital infrastructure that – at the very least – could store records such as driving licenses and property titles on a common blockchain controlled by the bloc’s governments.

Key to that plan is the European Blockchain Services Infrastructure (EBSI) initiative, which began in 2018 as a technical project. Michel said the goal is to rev up political support for it during Belgium’s six-month Council presidency and that eight member states are already on board.

“In the coming months, what we will do is to propose to other European countries to be involved in the project or to use the project for application,” Michel said.

The Council gathers government ministers from the European Union’s 27 member states and is the bloc’s highest political entity.

Prolific regulation

According to Michel, artificial intelligence and blockchain technology applications could be key to the EU’s pursuit of digital sovereignty, encompassing control over data and authority over cyberspace.

When it comes to guardrails for the digital space, the EU has been prolific in recent years, introducing legislative plans for everything from crypto to artificial intelligence, data sharing, a digital euro and even the metaverse. In fact, with the Markets in Crypto Asset (MiCA) regulation finalized this year, the bloc is set to become the first major jurisdiction in the world to have a comprehensive regime for the digital asset space.

Advertisement
Advertisement

Enough regulation, Michel says. Now, it’s time for Europe to put those digital innovations to good use.

EU countries were told in 2020 how to join the EBSI blockchain network by setting up their own nodes. But to avoid data silos, applications built on it should be interoperable across member states – something Michel said blockchain can help achieve.

“We are really bringing a lot of attention to privacy, but also transparency, control of the data. And with the blockchain, there is a technical aspect that can bring us that. And that's really, for example, the interoperability between the application in France, Italy and Spain,” Michel said.

To be first

Inviting political scrutiny to a technology project isn’t going to be a walk in the park. The EU’s big plans for a digital version of the euro have faced opposition from lawmakers in the bloc who are concerned about privacy implications and the expansion of government control.

Michel assures a unified blockchain infrastructure won’t be designed to collect any new data from citizens.

“Today, a lot of governments have data of the people, of the citizens. What we are talking about is a little bit of a paradigm shift,” he said, adding that the shift is in the way the government offers that data back to citizens.

Advertisement
Advertisement

It’s not mandatory to use blockchain, especially if it’s not going to help, Michel said, noting there is also a chance that blockchain tech could be replaced by something else altogether. Quantum computing, which promises ultra-fast problem-solving but is still some distance from coming to fruition, is already viewed as an existential threat to blockchain.

But that doesn’t mean the EU shouldn’t try, according to Michel.

“If you look at the sovereignty of Europe, we were not the first at connectivity. We were not the first in cloud services. Here, with blockchain technology, we could try to be the first,” Michel said.

“If we are not in advance, it means that we are already too late,” he added.

Edited by Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Baru Saja, DeepSeek V4 Perbarui DSpark, Kecepatan Inference Meningkat 80%

Baru-baru ini, DeepSeek V4 diperbarui dengan framework *Speculative Decoding* baru bernama **DSpark**, yang diklaim meningkatkan kecepatan inferensi hingga 80%. Pembaruan ini, yang juga disertai open-sourcing framework **DeepSpec**, berfokus pada optimasi teknikal dan peningkatan performa, bukan perubahan arsitektur model inti. DSpark mengimplementasikan **Semi-Autoregressive Generation** untuk menjaga throughput tinggi dan meningkatkan akurasi token yang dihasilkan oleh model draf (*draft model*). Inovasi utamanya adalah **Confidence-Scheduled Verification**, yaitu sistem penjadwalan yang cerdas dan adaptif. Sistem ini menggunakan *Confidence Head* untuk memperkirakan probabilitas penerimaan setiap token kandidat dan secara dinamis menyesuaikan panjang verifikasi berdasarkan beban kerja sistem (*hardware-aware*), sehingga mengalokasikan daya komputasi hanya ke token yang paling potensial. Dalam pengujian di berbagai domain (penalaran matematika, generasi kode, percakapan), DSpark menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan model *state-of-the-art* seperti Eagle3 dan DFlash. Pada kondisi *throughput* yang setara, DSpark meningkatkan kecepatan respons pengguna sebesar 57%-85% untuk model DeepSeek-V4 Flash dan Pro. DeepSpec, yang dirilis bersamaan, adalah *codebase* lengkap untuk melatih dan mengevaluasi model draf *speculative decoding*. Framework ini menyediakan pipeline standar (persiapan data, pelatihan, evaluasi) dan mendukung beberapa algoritma (DSpark, DFlash, Eagle3) serta model target (Qwen3, Gemma), memudahkan peneliti dan insinyur untuk mengembangkan dan menerapkan teknik percepatan inferensi pada model bahasa besar mereka sendiri.

marsbit47m yang lalu

Baru Saja, DeepSeek V4 Perbarui DSpark, Kecepatan Inference Meningkat 80%

marsbit47m yang lalu

Ternyata Beginilah Cara Karpathy Menggunakan Claude?

Sejak bergabung dengan Anthropic, aktivitas Andrej Karpathy di komunitas terbuka berkurang drastis. Baru-baru ini, sebuah dokumen bernama CLAUDE.md yang diklaim sebagai panduan penggunaan Claude milik Karpathy beredar di komunitas. Isinya berisi sejumlah prinsip ketat untuk memandu AI dalam menulis kode, yang bertujuan mengurangi kesalahan umum model bahasa besar (LLM). Prinsip-prinsip utama mencakup: 1) **Baca dahulu sebelum menulis** – pahami struktur dan gaya kode proyek yang ada. 2) **Berpikir sebelum menulis kode** – klarifikasi asumsi, pertimbangkan trade-off, dan uraikan rencana. 3) **Tetap sederhana** – hindari desain berlebihan, abstraksi prematur, dan fleksibilitas yang tidak diperlukan. 4) **Modifikasi terarah** – lakukan perubahan minimal yang sesuai dengan gaya kode asli, jangan melakukan reformatting atau pembersihan yang tidak relevan. 5) **Verifikasi dan uji** – pastikan kode berfungsi seperti yang diharapkan dengan pengujian yang tepat. 6) **Debug secara sistematis** – jangan menebak, selidiki akar masalahnya. 7) **Hati-hati dengan dependensi** – hindari menambah dependensi yang tidak perlu. 8) **Komunikasi yang jelas** – jelaskan apa yang dilakukan dan alasannya. Dokumen ini juga menyoroti pola kegagalan umum seperti abstraksi yang salah, "optimistic path", dan "halusinasi pengetahuan". Meskipun keaslian dokumen ini diragukan, isinya sangat selaras dengan pemikiran Karpathy yang telah banyak mengkritik kelemahan LLM dalam pemrograman. Prinsip-prinsip ini, yang juga telah dijadikan template populer di GitHub, dianggap dapat meningkatkan efektivitas dan mengurangi kesalahan saat menggunakan asisten AI seperti Claude untuk pengembangan perangkat lunak.

marsbit2j yang lalu

Ternyata Beginilah Cara Karpathy Menggunakan Claude?

marsbit2j yang lalu

Riset BIT: Halving 2028 Bukanlah Akhir, Perombakan Sejati Industri Pertambangan Bitcoin Baru Dimulai

Industri penambangan Bitcoin sedang mengalami penyesuaian struktural paling kompleks sejak kelahiran protokolnya. Meski harga Bitcoin bertahan di sekitar $61.000 dan hash rate global mendekati 1 ZH/s (hampir rekor tertinggi), profitabilitas penambang terus memburuk. Beberapa indikator—seperti biaya produksi, pendapatan dari biaya transaksi, ekspansi hash rate, dan anggaran keamanan industri—menunjukkan bahwa sektor ini beroperasi di ambang titik impas. Pengurangan hadiah blok (halving) 2028 diprediksi akan mempercepat proses konsolidasi ini. Masalah utamanya bukan hanya berasal dari penurunan subsidi blok pasca-halving, tetapi juga transisi yang belum tuntas ke model pendapatan berbasis biaya transaksi. Banyak perusahaan penambangan kini beralih dari sekadar memproduksi Bitcoin menjadi operator infrastruktur, operator energi, dan penyedia infrastruktur komputasi untuk AI/HPC. Dengan demikian, fokus kompetisi bergeser dari ekspansi hash rate menuju peningkatan model bisnis. Data menunjukkan bahwa dengan harga Bitcoin sekitar $61.000, pendapatan teoritis harian penambang seharusnya sekitar $78 juta, namun kenyataannya hanya sekitar $33 juta—terjadi selisih sekitar 136%. Pendapatan dari biaya transaksi juga rendah, hanya sekitar $220.000 per hari, jauh di bawah perkiraan historis sebesar $9,7 juta. Biaya listrik sendiri menyerap 71,5% dari total pendapatan industri pada tahun 2025. Setelah halving 2028, biaya produksi dasar Bitcoin diproyeksikan naik menjadi sekitar $93.289, yang akan mendorong konsolidasi industri ke perusahaan-perusahaan besar dengan modal kuat dan pendapatan yang terdiversifikasi. Masa depan industri ini terletak pada transformasi dari bisnis "penambangan" murni menjadi bisnis "infrastruktur", yang mengandalkan sumber pendapatan lain seperti manajemen energi dan layanan hosting komputasi AI/HPC. Bagi investor, pertanyaan kuncinya adalah perusahaan mana yang dapat berhasil bertransformasi dan membangun keunggulan kompetitif yang lebih tangguh dalam lanskap baru ini.

marsbit2j yang lalu

Riset BIT: Halving 2028 Bukanlah Akhir, Perombakan Sejati Industri Pertambangan Bitcoin Baru Dimulai

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片