Bitcoin Supply In Loss Reaches Highest Value Since COVID Crash

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-04-29Terakhir diperbarui pada 2022-04-29

Abstrak

On-chain data shows the amount of Bitcoin supply in loss has now risen to the highest value since the COVID-19...

On-chain data shows the amount of Bitcoin supply in loss has now risen to the highest value since the COVID-19 crash.
Bitcoin Supply In Loss Now Measures Around 7.6M BTC
As pointed out by an analyst in a CryptoQuant post, the BTC supply in loss hasn’t shown such high values since the first half of 2020.
The “BTC supply in loss” is an indicator that measures the total amount of Bitcoin that’s currently being held at a loss.
The metric works by checking the on-chain history of each coin to see what price it was last moved at. If this earlier price was greater than the current value, then the coin is counted as being in loss.
When the value of this metric goes up, it means more investors are coming into the red. High values are usually observed following crashes in the price of the crypto.
On the other hand, a downtrend in the indicator would suggest more of the Bitcoin supply is coming into the green.
Now, here is a chart that shows the trend in the BTC supply in loss over the past few years:

Bitcoin Supply In Loss

Looks like the value of the indicator has risen recently | Source: CryptoQuant
As you can see in the above graph, the Bitcoin supply in loss has observed an uplift in recent weeks. The metric’s value is now around 7.6 million BTC.
Such a high value hasn’t been seen since the first half of 2020, where the COVID-19 crash rapidly sent supply into loss.
Usually, as coins get more into the red, investors become more likely to capitulate in order to cut off their losses and exit the market.
It remains to be seen how holders react to such a large portion of the supply being in loss this time as it has been a while since the market last observed such a trend.
BTC Price
At the time of writing, Bitcoin’s price floats around $39.6k, down 6% in the last seven days. Over the past month, the crypto has lost 15% in value.
The below chart shows the trend in the price of the coin over the last five days.

Bitcoin Price Chart

The price of BTC seems to be slowly rebounding back from the plunge a couple of days back | Source: BTCUSD on TradingView
Bitcoin showed a brief sign of upwards momentum a few days back, but it wasn’t long until the coin dropped back to the below $40k levels.
At the moment, it’s unclear when the crypto may see any real recovery and escape this seemingly endless consolidation.

Bacaan Terkait

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

Judul yang menarik: "Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan 'Great Melt-up' di Era Utang Tinggi". Artikel ini membahas teori populer di Reddit yang menyatakan bahwa dengan utang pemerintah AS yang sangat besar (mencapai $40 triliun) dan defisit yang terus berlanjut, pasar saham secara matematis tidak mungkin turun lagi. Alasannya? Pemerintah diduga akan terus mencetak uang untuk membayar utang, menyebabkan inflasi yang pada gilirannya akan mengerek harga aset seperti saham. Ini disebut sebagai skenario "Great Melt-up" atau kenaikan harga aset yang didorong momentum dan FOMO (takut ketinggalan), bukan fundamental. Penulis, Graham Stephan, menganalisis teori ini dengan hati-hati. Dia mengingatkan bahwa fenomena serupa terjadi pada gelembung dot-com tahun 1990-an dan gelembung aset Jepang, yang akhirnya pecah dengan kerugian besar. Meski dalam dunia dengan utang tinggi, aset cenderung lebih baik daripada uang tunai, klaim bahwa saham "tidak mungkin turun" itu berbahaya dan keliru. Poin-poin kunci sanggahan: 1. Sejarah membuktikan, dalam hiperinflasi (seperti di Jerman, Zimbabwe), pasar saham bisa runtuh sebelum naik, dan banyak investor terpaksa menjual di titik terendah untuk memenuhi kebutuhan hidup. 2. Kenaikan harga nominal saham tidak sama dengan peningkatan kekayaan riil jika inflasi menggerus daya beli. 3. Indikator valuasi seperti CAPE Ratio menunjukkan pasar AS saat ini sangat mahal, sebanding dengan puncak gelembung internet tahun 1999. Kesimpulan penulis adalah skenario yang paling mungkin bukanlah default utang atau hiperinflasi, melainkan periode panjang "penindasan finansial" (financial repression), di mana inflasi sedikit lebih tinggi daripada suku bunga, sehingga utang terkikis perlahan dan daya beli uang tunai menurun. Saham mungkin terus naik dalam jangka panjang secara nominal, tetapi tetap berisiko mengalami koreksi besar (30-40% atau lebih) di tengah jalan, dan return riil (setelah inflasi) bisa jauh lebih rendah. Nasihat untuk investor: Jangan terpancing FOMO dan memasukkan semua modal ke saham yang paling mahal dengan leverage. Lebih baik menjaga portofolio yang terdiversifikasi (saham, properti, sebagian tunai, emas), memiliki rencana investasi rutin, dan menyimpan cukup cadangan likuiditas agar tidak terpaksa menjual di saat terburuk. Jangan jadikan harapan "pemerintah akan selalu menyelamatkan pasar" sebagai satu-satunya strategi keuangan Anda.

marsbit20m yang lalu

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

marsbit20m yang lalu

Nasib Bank Digital: Aplikasi yang Tercanggih Sekalipun Tak Ada Artinya Tanpa Izin Bank

**Nasib Bank Digital: Aplikasi Apapun yang Keren, Tidak Sebanding dengan Satu Lisensi Bank** Ratusan startup "bank baru" (neobank) meluncurkan layanan rekening, menarik miliaran pengguna dengan janji nol biaya. Namun, 76% dari mereka masih merugi. Rata-rata, neobank hanya menghasilkan $45 per pengguna per tahun, jauh di bawah $350 yang dicapai bank tradisional. Akar masalahnya adalah model bisnis inti. Neobank awal mengandalkan pendapatan dari biaya transaksi kartu debit, yang sangat kecil. Bank tradisional sebenarnya menghasilkan uang terutama dari **kredit** (pinjaman, hipotek) dan bunga yang dihasilkan. Tanpa lisensi bank penuh, neobank sangat dibatasi dalam menyalurkan kredit skala besar. Contoh sukses seperti **Nubank** di Brasil dan **Revolut** membuktikan titik ini. Nubank tumbuh besar karena bisnis kartu kredit dan pinjamannya, bukan dari rekening gratisnya. Revolut bertahan berkat pendapatan dari forex dan langganan sebelum akhirnya mengembangkan portofolio kreditnya yang tumbuh pesat. **Chime** butuh 12 tahun untuk pertama kali untung, dan titik baliknya adalah ketika produk pinjaman (gaji di muka, pinjaman kecil) meledak. Risiko sistemik juga mengancam. Runtuhnya perantara **Synapse** pada 2024 membekukan dana pengguna dan mengungkap kerapuhan model neobank yang bergantung pada infrastruktur pihak ketiga untuk penyimpanan dan penyelesaian dana. Satu-satunya perlindungan sejati terhadap risiko seperti ini adalah **memiliki lisensi bank sendiri**. Industri kripto kini menyadari hal ini. Banyak perusahaan seperti Paxos, Circle, dan Crypto.com kini mengajukan permohonan **Lisensi Trust Nasional** dari OCC AS. Lisensi ini memungkinkan mereka mengadakan aset, memproses pembayaran, dan beroperasi di bawah satu regulasi federal, menghilangkan ketergantungan pada bank mitra atau perantara yang berisiko. Kesimpulannya, bank digital yang bertahan akhirnya mengadopsi logika bisnis bank tradisional: profit sejati berasal dari kredit. Inovasi ada pada antarmuka yang lebih baik dan suku bunga yang lebih bersaing, tetapi intinya tetap sama. Untuk membangun bisnis keuangan yang tangguh dan menguntungkan dalam jangka panjang, **memegang lisensi bank ternyata lebih penting daripada sekadar memiliki aplikasi yang paling menarik.**

Foresight News28m yang lalu

Nasib Bank Digital: Aplikasi yang Tercanggih Sekalipun Tak Ada Artinya Tanpa Izin Bank

Foresight News28m yang lalu

Dengan Nama Amal, demi Keuntungan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Penghasilan?

**Judul: Amal untuk Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?** Artikel ini menyoroti pola perilaku Eric Trump, putra kedua mantan Presiden AS Donald Trump, dalam mengelola yayasan amal anak-anaknya (sekarang bernama Curetivity) dan perusahaan cryptocurrency American Bitcoin (ABTC). Inti investigasi menunjukkan penggunaan amal dan bisnis untuk mengalirkan dana kembali ke kepentingan keluarga Trump, disertai pengelolaan yang tidak transparan dan taktik komunikasi publik yang manipulatif. **Yayasan Amal (Curetivity):** * Didirikan dengan tujuan baik untuk mendanai penelitian kanker anak di St. Jude Hospital. * **Konflik Kepentingan:** Mulai 2011, yayasan rutin membayar biaya sewa dan layanan ke klub golf, hotel, dan properti milik Trump, seperti Mar-a-Lago, dengan total lebih dari $500,000. Tagihan ini bahkan ditandatangani oleh Eric sendiri, yang saat itu juga menjabat sebagai direktur yayasan. * **Penyajian yang Menyesatkan:** Eric terus mengklaim yayasan memiliki "biaya operasional terendah" karena menggunakan fasilitas Trump "gratis," padahal faktanya yayasan membayar. * **Setelah Investigasi:** Menanggapi laporan media dan investigasi kantor jaksa agung New York, Eric melakukan perubahan kosmetik (mengganti nama, mundur dari dewan), tetapi kegiatan penggalangan dana tetap berlangsung di properti Trump. Aliran dana menjadi lebih tidak jelas dalam laporan keuangan. **American Bitcoin (ABTC):** * Pola serupa diterapkan di perusahaan cryptocurrency ini, di mana Eric terlibat. * **Klaim yang Dipertanyakan:** Eric mempromosikan ABTC sebagai "mesin pencetak uang" yang dapat menambang Bitcoin dengan biaya 53% lebih murah dari harga pasar. Investigasi *Forbes* menemukan klaim ini menyesatkan. Sebagian besar Bitcoin perusahaan berasal dari pembelian menggunakan dana hasil penerbitan saham baru, bukan dari penambangan yang efisien. Biaya penuh per Bitcoin jauh lebih tinggi dari yang diklaim. * **Akibatnya:** Harga saham ABTC anjlok ~90% dari puncaknya, merugikan investor ritel miliaran dolar. Sementara itu, Eric dan "orang dalam" lainnya mendapatkan keuntungan besar dari saham yang mereka peroleh dengan biaya sangat rendah. * **Respons Eric:** Menghadapi kritik, Eric tidak menjelaskan perhitungan biaya, tetapi menyerang media (Forbes) sebagai "senjata politik" dan memamerkan statistik positif lain. **Pola Umum:** Artikel ini menggambarkan pola berulang: (1) Membangun narasi publik yang menarik ("amal untuk anak-anak", "perusahaan crypto super efisien"). (2) Di balik layar, terjadi aliran dana atau keuntungan ke entitas keluarga Trump dengan pengelolaan yang dipertanyakan. (3) Saat terungkap, responsnya adalah penolakan keras, menyalahkan media atau motif politik, dan melakukan perubahan formal minimal untuk meredakan tekanan. (4) Setelah sorotan mereda, operasi berlanjut, dan keluarga Trump tampil sebagai "korban" yang akhirnya dibenarkan. Pola ini memungkinkan mereka terus mendapatkan keuntungan finansial dan politik.

marsbit37m yang lalu

Dengan Nama Amal, demi Keuntungan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Penghasilan?

marsbit37m yang lalu

Atas Nama Amal, Kepentingan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?

Artikel ini menginvestigasi bagaimana keluarga Trump, khususnya putra kedua Donald Trump, Eric Trump, diduga memanfaatkan yayasan amal dan perusahaan kripto untuk mengalihkan dana kembali ke bisnis keluarga. Diawali dengan pembelaan Eric di X menyangkut perusahaan kripto American Bitcoin (ABTC), yang sahamnya anjlok ~90%. Eric kemudian mengalihkan pembicaraan ke yayasan amal kanker anaknya, yang didirikan dengan niat baik dan telah menyumbang >$25 juta ke rumah sakit St. Jude. Namun, investigasi Forbes mengungkap setidaknya $500,000 dari dana yayasan (2011-2016) dialirkan kembali ke bisnis keluarga Trump melalui sewa tempat di klub golf dan properti Trump lainnya, dengan keterlibatan orang dalam seperti Dan Scavino. Polanya: publikasi pencapaian besar (misal, "biaya terendah"), penyangkalan, lalu penguburan dokumen. Skandal 2016 memaksa restrukturisasi dan perubahan nama menjadi Curetivity, namun aktivitas penggalangan dana tetap berlangsung di properti Trump, berpotensi menyuntikkan ratusan ribu dolar ke bisnis keluarga. Pola serupa terlihat di American Bitcoin, di mana Eric mengklaim biaya penambangan Bitcoin 53% lebih murah, tetapi laporan keuangan menunjukkan biaya sebenarnya mendekati $90,000 per koin. Sementara nilai saham runtuh dan investor rugi, kekayaan pribadi Eric justru melonjak. Respons Eric terhadap kritik konsisten: menyerang media dan memposisikan diri sebagai korban persekongkolan politik.

链捕手45m yang lalu

Atas Nama Amal, Kepentingan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?

链捕手45m yang lalu

Laporan Bernstein: AI yang Mandiri (Agentic AI) Akan Mengubah CPU dari Figuran Menjadi Bintang Utama, Rekomendasi Beli untuk Hygon Information

Laporan riset Bernstein berpendapat bahwa era kecerdasan buatan agen (agentic AI) akan mengubah peran CPU dari pendukung menjadi protagonis di pusat data, meningkatkan permintaan CPU server secara signifikan. Analis memproyeksikan bahwa pada 2030, total pasar yang dapat dialamatkan (TAM) untuk CPU server akan mencapai $223 miliar, tumbuh 6x lipat dari $37 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 43%. Pemicu utamanya adalah pergeseran beban kerja AI dari chatbot statis ke AI agen yang melibatkan siklus penalaran kompleks (retrieval, perencanaan, pemanggilan alat). Siklus ini membutuhkan kemampuan orkestrasi dan penjadwalan yang kuat dari CPU untuk menghindari idle GPU yang mahal. Proporsi GPU:CPU dalam kluster inferensi diperkirakan akan berubah dari 8:1 (2025) menjadi 1:1 (2029). Arm dinilai sebagai penerima manfaat terbesar karena efisiensi dayanya, ditambah strategi baru mereka memproduksi chip sendiri. Di antara produsen, AMD, Intel, dan khususnya Hygon (Hai Guang) dari China mendapat peringkat positif, dengan target harga Hygon dinaikkan menjadi 450 yuan karena prospek pertumbuhan pasar x86 China. Laporan ini juga menyoroti ketidakpastian dari sisi pasokan, terutama terkait ketersediaan kapasitas foundry dan memori untuk mendukung pertumbuhan CPU yang begitu cepat, serta ketergantungan pada proyeksi permintaan AI yang sangat optimis.

marsbit46m yang lalu

Laporan Bernstein: AI yang Mandiri (Agentic AI) Akan Mengubah CPU dari Figuran Menjadi Bintang Utama, Rekomendasi Beli untuk Hygon Information

marsbit46m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片