Failure of Multi-Function Crypto Firms a Limited Threat to 'Real Economy': FSB

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-27Terakhir diperbarui pada 2023-11-28

Abstrak

A new report by the Financial Stability Board said further assessments of possible implications are required because "significant information gaps remain."

The collapse of crypto firms that engage in multiple activities isn't a big threat to "the real economy," according to a report by the Financial Stability Board (FSB) published Tuesday.

The report by the international standard-setter also said that further assessments are required because "significant information gaps remain."

The FSB, which monitors financial systems and proposes rules to help prevent financial crises, said it was assessing the financial stability implications of multifunction crypto-asset intermediaries (MCIs) in July. MCIs are individual firms or groups of affiliated firms that combine a broad range of services, products and functions typically centered around the operation of a trading platform, according to the FSB. This could apply to numerous crypto heavyweights, like Coinbase or Binance.

Advertisement
Advertisement

The FSB warns that crypto firms combining different activities are more vulnerable to failure and that mitigating the impact of such a failure depends on how well global crypto regulation is implemented. The report also identified "information gaps" that require enhanced cross-border cooperation and information sharing.

The report found that the vulnerabilities of MCIs and firms in traditional finance are not very different. However, vulnerabilities increase when MCIs engage in proprietary trading, market-making on their own trading venues, and lending and borrowing.

The FSB said there is a need to assess whether disclosures and reporting requirements of MCIs are adequately covered or would warrant additional measures.

"Combining functions in MCIs that are typically restricted or separated for traditional finance appears prima facie inconsistent with the principle of ‘same activity, same risk, same regulation’," the report said.

Edited by Sandali Handagama.

Bacaan Terkait

SHRINCS BIP Dipublikasikan: Bitcoin Tahan-Kuantum Datang dengan Kompromi

SHRINCS BIP diterbitkan: Bitcoin tahan kuantum hadir dengan kompromi Blockstream, perusahaan yang didirikan oleh skeptikus komputer kuantum Adam Back, justru memimpin penelitian solusi praktis untuk ancaman ini. Mereka telah menerbitkan Bitcoin Improvement Proposal (BIP) untuk skema tanda tangan pascakuantum mereka, SHRINCS, yang telah diuji di sidechain Liquid. SHRINCS dirancang khusus untuk Bitcoin, menggunakan asumsi keamanan SHA-256 yang sama dengan penambangan Bitcoin. Ukurannya jauh lebih kecil (mulai 548 byte) dibandingkan skema pascakuantum standar NIST, memungkinkan Bitcoin tetap berjalan sekitar 3 TPS, mirip dengan saat ini. Ini dicapai dengan pendekatan *stateful*, di mana perangkat menyimpan kunci yang telah digunakan. Namun, ada kompromi. Skema ini menambah kompleksitas: tanda tangan membesar 16 byte setiap penggunaan, dan pemulihan jika perangkat hilang memerlukan transaksi "fallback" yang sangat besar (~5.777 byte). Keamanan kriptografinya juga masih perlu pembuktian formal lebih lanjut. Blockstream terus menyempurnakan SHRINCS dan mengeksplorasi opsi lain seperti skema berbasis *lattice* atau agregasi tanda tangan dengan *zero-knowledge proofs* (ZK) untuk meningkatkan throughput. Tantangan terbesar bukanlah teknis, melainkan tata kelola Bitcoin dalam memilih dan mengadopsi solusi sebelum ancaman komputer kuantum yang cukup canggih benar-benar terwujud.

cointelegraph40m yang lalu

SHRINCS BIP Dipublikasikan: Bitcoin Tahan-Kuantum Datang dengan Kompromi

cointelegraph40m yang lalu

Arah Pasar Saham AS (27 Agustus): PCE Melebihi Ekspektasi Tekan Indeks, Nvidia Naik 4% Pascapasar, Futures Nasdaq Naik 1%

**Ringkasan Pasar Saham AS (27 Agustus): PCE Tekan Pasar, Saham Nvidia Naik 4% Pasca-Perdagangan** Pasar saham AS bergerak sempit pada Rabu, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq turun tipis. Tekanan utama berasal dari data inflasi PCE Juli yang lebih tinggi dari perkiraan, yakni 3,7%, yang meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dan mendorong naik imbal hasil obligasi AS serta dolar. Konsumsi riil stagnan di Juli, menandakan daya beli yang terkikis. Emas turun di bawah US$4.600/ons akibat dolar yang kuat. Minyak mentah terus melemah meski ada ketegangan geopolitik, didorong oleh perundingan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sektor chip menjadi pengecualian dengan kenaikan, dipimpin Western Digital dan Arm. "Tujuh Besar" tech (Nvidia, Apple, dll.) beragam dengan pergerakan kecil. Fokus utama ada pada **laporan keuangan Nvidia** pasca-penutupan pasar: pendapatan Q2 melonjak 100% menjadi US$96,2 miliar, melampaui ekspektasi. Perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal ini akan tembus US$100 miliar untuk pertama kalinya. Saham Nvidia meroket sekitar 4% pasca-perdagangan, mendorong futures Nasdaq naik 1%. Katalis lain termasuk kenaikan saham Salesforce karena panduan positif dan perluasan kerja sama AI dengan Anthropic, serta penyelesaian kasus Meta dengan 29 negara bagian AS terkait adiksi remaja yang dianggap oleh pasar lebih ringan dari yang dikhawatirkan. Aset kripto Bitcoin mengalami koreksi dari level tertingginya. Logam industri seperti tembaga terus menguat, didukung permintaan infrastruktur AI dan jaringan listrik. **Fokus Malam Ini:** Apakah kenaikan Nvidia pasca-perdagangan dapat bertahan saat pasar dibuka? Arah pasar awal September akan ditentukan oleh tarik-menarik antara kekhawatiran inflasi dan momentum pendapatan kuat dari sektor AI.

marsbit55m yang lalu

Arah Pasar Saham AS (27 Agustus): PCE Melebihi Ekspektasi Tekan Indeks, Nvidia Naik 4% Pascapasar, Futures Nasdaq Naik 1%

marsbit55m yang lalu

Yangtze Memory, Apakah Ini Changxin Kedua?

IPO terbesar dalam sejarah STAR Market akan datang. Perusahaan penyimpanan memori nasional utama Yangtze Memory telah menerima aplikasi IPO STAR Market, berencana mengumpulkan dana 33 miliar yuan. Sebagai pemimpin baru dalam industri penyimpanan memori, akankah Yangtze Memory menjadi "CXMT kedua"? Meski keduanya sama-sama perusahaan penyimpin penyimpanan memori nasional, perbedaan di antara mereka cukup mencolok. CXMT fokus pada DRAM (memori untuk menjalankan perangkat), sementara Yangtze Memory fokus pada NAND Flash (memori untuk menyimpan data). Dari ukuran jalur, pasar global DRAM diperkirakan akan mencapai 618,7 miliar dolar AS pada 2026, sementara NAND Flash sekitar 270,6 miliar dolar AS. Dari persaingan, pangsa pasar NAND Flash relatif lebih terbagi. Mitos CXMT yang meroket lebih dari 5 kali pada hari pertama perdagangan mungkin tidak mudah disalin oleh Yangtze Memory. Menurut analis, harga saham Yangtze Memory cenderung menghadapi tekanan koreksi pada paruh kedua tahun 2027 karena permintaan konsumen akhir yang terus melemah, dan kecenderungan pasokan mengendur. Dari perspektif fundamental, kelangkaan dan nilai strategis Yangtze Memory dalam rantai industri AI tidak setinggi DRAM dan HBM. Namun, para ahli juga percaya bahwa pengaruh sentimen pasar terhadap nilai perusahaan bersifat jangka pendek. Pada akhirnya, apakah nilai pasar Yangtze Memory dapat melampaui CXMT tergantung pada kinerjanya di masa depan dan terobosan di bidang HBM.

marsbit1j yang lalu

Yangtze Memory, Apakah Ini Changxin Kedua?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片