Central Bank Digital Currencies Can Replace Cash, Offer Resilience: IMF Chief

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-14Terakhir diperbarui pada 2023-11-15

Abstrak

The public sector should continue to prepare for CBDC deployment, IMF Managing Director Kristalina Georgieva said.

  • Central bank digital currencies can replace cash in island economies and offer resilience in more advanced economies, according to IMF Managing Director Kristalina Georgieva.
  • The public sector should, therefore, continue to prepare for CBDC deployment, she said.
10

Central bank digital currencies (CBDC) can replace physical money, especially in economies where cash deployment is costly, Managing Director of the International Monetary Fund Kristalina Georgieva said during a Wednesday speech.

CBDCs are digital iterations of sovereign currencies like the U.S. dollar or the euro issued by central banks, potentially utilizing technologies that underlie cryptocurrencies. Governments worldwide see these currencies as something that could support the digitization of payments, improve the efficiency of cross-border payments and help financial inclusion – by bringing financial services to unbanked or underbanked populations.

While some institutions like the European Union’s apex bank ECB have insisted that a CBDC will not replace cash, Georgieva’s comments indicate it could be a possibility – and even beneficial – for some economies.

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

“CBDCs can replace cash which is costly to distribute in island economies. They can offer resilience in more advanced economies. And they can improve financial inclusion where few hold bank accounts,” she said at the Singapore FinTech Festival on Wednesday.

While there is “so much uncertainty” over applications for CBDCs and adoption is very low, there is also space for innovation, and “this is not the time to turn back,” Georgieva said.

“The public sector should keep preparing to deploy CBDCs and related payment platforms in the future,” she said, adding that these platforms should be designed from the start to facilitate cross-border payments, which are currently “expensive, slow and available to few.”

While financial institutions like the Bank for International Settlements (BIS) have called on countries to set up relevant legislation to support CBDCs, major jurisdictions still haven’t made any decisions on whether to issue them.

Georgieva also echoed BIS Chief Agustin Carstens’ recent comments that CBDCs will be central to financial innovation and that the private sector will have to play a major role in bringing the currencies to market.

“Country authorities wishing to introduce CBDCs may need to think a little more like entrepreneurs. Communication strategies, and incentives for distribution, integration, and adoption, are as important as design considerations,” Georgieva said.

Edited by Parikshit Mishra.

Bacaan Terkait

US$120 Juta Hilang dalam Semalam! Raksasa Paling Stabil di Dunia Crypto "Terjungkal" di Amerika Selatan

Tether, penerbit stablecoin terbesar global, menginvestasikan sekitar $120 juta untuk membangun dua fasilitas penambangan Bitcoin di Florida, Uruguay, pada tahun 2023. Proyek ini awalnya dianggap sebagai langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak, memanfaatkan 98% struktur energi terbarukan Uruguay yang stabil dan regulasi yang ramah. Namun, konflik muncul karena perbedaan interpretasi terhadap kontrak pasokan listrik. Tether memahami angka dalam kontrak sebagai "jumlah pasokan minimum" yang dapat ditingkatkan, sementara perusahaan listrik negara (UTE) menetapkannya sebagai "batas maksimum" yang tidak boleh dilampaui. Ketika fasilitas penambangan berkembang dan membutuhkan lebih banyak daya, mereka sering mengalami pemadaman listrik yang menyebabkan hilangnya pendapatan. Ketegangan meningkat setelah perubahan pemerintahan dan manajemen UTE pada tahun 2025. Mitra lokal Tether, Microfin, berhenti membayar tagihan listrik pada Mei 2025 dan mengirim pemberitahuan penghentian kontrak pada Juni. Meskipun UTE menyiapkan kontrak revisi, perwakilan Tether tidak hadir untuk menandatanganinya. Pada 25 Juli 2025, UTE memutuskan pasokan listrik, dengan utang Microfin mencapai hampir $5 juta. Proyek ini sepenuhnya dihentikan pada November 2025, mengakibatkan pemutusan hubungan kerja bagi 30 dari 38 karyawan lokal. Semua utang dilunasi pada Desember 2025. Kasus ini menyoroti tantangan investasi aset berat di luar negeri: biaya listrik "hijau" tidak selalu murah, terutama setelah Bitcoin halving tahun 2024 yang menyempitkan margin keuntungan. Selain itu, perubahan kebijakan dan manajemen yang terkait dengan peralihan pemerintahan dapat mengancam stabilitas dan prediktabilitas yang penting untuk operasi jangka panjang. Meski kerugian $120 juta dapat diserap oleh Tether, insiden ini menekankan bahwa operasi skala besar harus dibangun di atas konsensus kontrak yang jelas dan keunggulan biaya yang nyata.

marsbit1j yang lalu

US$120 Juta Hilang dalam Semalam! Raksasa Paling Stabil di Dunia Crypto "Terjungkal" di Amerika Selatan

marsbit1j yang lalu

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

Penulis Blockchain Capital, Aleks Larsen, berpendapat bahwa tokenisasi akan merevolusi struktur inti pasar modal, mirip dengan bagaimana kontainerisasi mengubah logistik global. Sistem keuangan saat ini tersegmentasi, dengan aset dicatat dalam berbagai format yang berbeda, menimbulkan biaya tinggi dan inefisiensi dalam perpindahan modal. Tokenisasi berfungsi sebagai "kontainer standar" untuk hak keuangan. Dengan menyediakan antarmuka yang seragam dan dapat dibaca mesin, token memungkinkan aset (seperti obligasi, saham, atau pinjaman) dikenali dan digunakan secara langsung di seluruh jaringan aplikasi dan layanan keuangan (perdagangan, pinjaman, penitipan), tanpa perlu integrasi khusus setiap kali. Stablecoin adalah bukti nyata potensi ini, menciptakan jaringan global untuk transfer dolar yang cepat dan murah. Jaringan ini sekarang menarik aset tokenisasi lainnya (surat berharga, dana pasar uang, kredit swasta), yang nilainya telah meningkat 10x menjadi hampir $40 miliar dalam dua tahun. Perubahan mendasar adalah pergeseran dari akses keuangan berdasarkan hubungan dengan lembaga, menjadi berdasarkan aset itu sendiri. Layanan seperti perdagangan dan pinjaman dapat diakses secara langsung melalui aturan yang diprogram ke dalam token. Ini memungkinkan spesialisasi layanan keuangan dan menurunkan biaya masuk, sehingga pasar modal dapat bereorganisasi menjadi jaringan terbuka yang berputar di sekitar aset token. Pada akhirnya, tokenisasi dapat membuka akses ke pasar modal global untuk aset-aset bernilai yang saat ini terlalu kecil, tersebar, atau kurang dikenal untuk layanan keuangan tradisional. Dengan AI yang menangani analisis dan operasi, biaya untuk menemukan, membiayai, dan mengelola aset ini akan turun drastis. Hal ini dapat mengarahkan aliran modal berdasarkan kualitas aset, bukan hanya akses ke lembaga, dan secara signifikan memperluas ukuran serta jangkauan pasar modal dunia.

marsbit1j yang lalu

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片