NFT Project Aku Dreams Loses $34 Million To Smart Contract Flaw

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-04-26Terakhir diperbarui pada 2022-04-26

Abstrak

Akutars, a highly anticipated Ethereum-based NFT project developed by Aku Dreams, which featured the character of a young astronaut, hit...

Akutars, a highly anticipated Ethereum-based NFT project developed by Aku Dreams, which featured the character of a young astronaut, hit a snag after its launch on 22nds April and locked up $34 million due to the faulty code of the smart contract. The pro retired baseball player Micah Johnson founded Aku Dreams and has been selling NFTs since 2020. 
The launch is held in the form of a Dutch auction and contained 15,000 3D avatars NFTs. Akutars defined that the project stipulates the lowest bid would determine the price, and it opened at 3.5 Ethereum (ETH) per NFT. Anyone who paid the higher amount would get a refund, while pass holders were promised to get a 0.5 ETH discount for each NFT they minted.
Unfortunately, the launch changed into a bad dream as the errors in the codes made the project open to exploits. And a user blocked the withdrawals and refunds while attempting to highlight the vulnerabilities within the project, and he said that the developers of Aku Dreams were aware of the bug before they lifted the block.
While the team behind the project acknowledged the issue, saying;
The exploit in the contract was not done out of malice; the person intended to bring attention to best practices for highly visible projects & novel mechanics. They unblocked the exploit quickly after we dug in and took ownership.
Furthermore, the company announced via tweets that it would fulfill its promise to refund 0.5 ETH to pass holders in a day or two.
Yet the experts had detected the issues of refunds, and the project faced another exploit making the team unable to withdraw ETHs from the smart contract. Aku Dreams lost $34 million in total, locked in a smart contract that creators can’t access forever.

BTCUSD

Bitcoin price currently fluctuates in reds at over $38,000. | Source: BTC/USD price chart from TradingView.com Was Aku Dreams Able To Stop This?
Notably, a security researcher Hasan notified the Aku Dreams about the vulnerabilities of the newly launched project, and the company could have prevented the attack. Similarly, another developer going as  @0xInuarashi figured out that Akutars first need to invest in security and audits by saying that a good software developer knows his value and worth.
Despite all these happenings, the community of Aku developers still expects the project’s growth, and they have voiced support for the project in this tough time.
The former MLB player, Micah Johnson, apologized to the community of Aku Dreams, saying; 
Im so sorry. Im so sorry to the Aku family. I care so deeply about the Aku family, I let you all down & I’m so sorry. I will continue to build brick by brick, continue to work tirelessly, because without the Aku community, Aku’s nothing We’ve come too far, I cannot stop now.

Bacaan Terkait

Anthropic Meluncurkan IPO: Keajaiban Bisnis atau Gelembung Valuasi?

Anthropic, perusahaan AI terkemuka, secara diam-diam telah mengajukan aplikasi IPO dengan target listing pada Oktober mendatang. Perusahaan ini baru saja menyelesaikan putaran pendanaan H dengan valuasi $965 miliar, dan diperkirakan akan mencapai $1-2 triliun saat IPO, menjadikannya perusahaan dengan valuasi pra-IPO tertinggi di dunia. Banyak yang mempertanyakan apakah hal ini merupakan gelembung, mirip dengan gelembung dot-com tahun 2000. Namun, terdapat perbedaan mendasar. Tidak seperti perusahaan internet masa lalu yang hanya bergantung pada visi, Anthropic memiliki landasan bisnis yang kuat: pendapatan tahunannya melonjak dari $1 miliar (awal 2025) menjadi $47 miliar (Mei 2026), dengan target $100 miliar di akhir tahun. Perusahaan ini bahkan telah mencetak laba operasional positif. Dengan sekitar 3000 karyawan, produktivitas per karyawannya melebihi $1 juta. Kliennya termasuk 8 dari 10 perusahaan teratas Fortune, dan lebih dari 1000 perusahaan besar menghabiskan lebih dari $1 juta per tahun untuk layanan Claude. Valuasinya didukung oleh model bisnis SaaS dengan pendapatan berlangganan yang stabil dan tingkat retensi tinggi, sehingga dinilai dengan kelipatan Price-to-Sales yang wajar. Fenomena ini mencerminkan pergeseran ekonomi dari ekonomi berbasis karbon (manusia) menuju ekonomi hibrida berbasis karbon dan silikon (kecerdasan buatan dan komputasi), di mana investasi dalam kemampuan AI dan daya komputasi menjadi pengungkit utama daya saing perusahaan.

链捕手49m yang lalu

Anthropic Meluncurkan IPO: Keajaiban Bisnis atau Gelembung Valuasi?

链捕手49m yang lalu

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

**Near Kembali ke Dunia AI: Dari Masalah Gaji Jadi Blockchain Publik, Fokus pada Agent dan Privasi** Near, yang didirikan oleh Illia Polosukhin (salah satu penulis makalah Transformer AI), awalnya adalah startup AI yang beralih membangun blockchain publik pada 2018. Penyebabnya adalah kesulitan membayar gaji developer global secara lintas batas menggunakan sistem pembayaran tradisional atau blockchain awal yang mahal dan lambat. Setelah melalui masa sebagai blockchain berkinerja tinggi dengan teknologi sharding dan meraih momentum di era *cross-chain*, Near kini kembali ke akar AI-nya. Momen kunci adalah ketika Polosukhin diundang oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, pada Maret 2024, mengingatkan dunia tentang "darah AI" asli Near. Dengan fokus baru pada **Near Intents (Niat)** dan **Transaksi Privasi**, Near membidik pertumbuhan berikutnya: 1. **Near Intents**: Menyederhanakan pengalaman *cross-chain* dan DeFi. Pengguna atau AI Agent cukup menyatakan keinginan (misal, "tukar BTC jadi ETH"), dan jaringan *solver* akan menemukan rute terbaik. Mekanisme ini telah menangani **lebih dari $200 miliar** volume transaksi *cross-chain* dan menghasilkan **$34 juta** pendapatan biaya, dengan mayoritas (70%) datang dalam dua kuartal terakhir. 2. **Transaksi Privasi (*Confidential Swaps*)**: Menanggapi kebutuhan pasar akan privasi untuk menghindari MEV dan kebocoran strategi. Dalam 30 hari terakhir, transaksi privat menyumbang **41.63%** dari total volume transaksi di Near ($87 juta dari $209 juta). Fitur ini berpotensi menarik institusi tetapi juga membawa risiko perhatian regulator. Dengan kombinasi latar belakang pendiri di AI, infrastruktur *intent* yang ramah pengguna dan Agent, serta penawaran transaksi privat, Near berupaya membangun cerita pertumbuhan baru di persimpangan blockchain dan AI.

marsbit3j yang lalu

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

marsbit3j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

Dalam beberapa kali kesempatan, Vitalik Buterin menekankan konsep "CROPS," singkatan dari Censorship Resistance (Tahan Sensor), Capture Resistance (Tahan Penangkapan), Open Source (Sumber Terbuka), Privacy (Privasi), dan Security (Keamanan). Konsep ini merupakan panduan inti bagi Ethereum Foundation, memfokuskan sumber dayanya untuk membangun kemampuan dasar yang memungkinkan pengguna mengelola aset, identitas, dan transaksi tanpa bergantung pada platform tunggal atau menyerahkan kendali akhir. Signifikansi CROPS semakin kritis dengan kemunculan AI, khususnya AI Agent yang menangani tugas seperti manajemen aset dan eksekusi transaksi otomatis. Tantangan utama adalah memastikan bahwa ketika AI bertindak sebagai perwakilan digital, ia tidak menjadi "kotak hitam" yang mengorbankan privasi, keamanan, dan kedaulatan pengguna. Oleh karena itu, diperlukan "CROPS AI" – AI yang dapat berjalan secara lokal, mengurangi ketergantungan pada layanan cloud terpusat, serta transparan dan terverifikasi. Terdapat titik temu antara "CROPS Ethereum Access Layer" dan "CROPS AI." Keduanya berusaha menjawab pertanyaan serupa: bagaimana pengguna dapat mengakses kemampuan jarak jauh (seperti RPC blockchain atau model bahasa besar/LLM) tanpa mengekspos informasi pribadi, identitas, atau niat mereka secara penuh? Solusi yang diusulkan termasuk penggunaan bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs) untuk panggilan LLM berbayar yang privat dan pembacaan RPC Ethereum yang aman. Pada akhirnya, CROPS bukan sekadar konsep abstrak. Dalam era di mana AI semakin menguasai dunia digital, prinsip-prinsip ini akan membentuk arah pengembangan produk Web3, terutama di lapisan dompet digital, untuk memastikan pengguna tetap memegang kendali atas kehidupan digital mereka. Ini adalah variabel jangka panjang yang menentukan nilai Ethereum di masa depan.

marsbit3j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片