美众议员提案禁止美国使用中国区块链:“比封锁Tiktok还严重千倍的灾难”

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2023-11-09Terakhir diperbarui pada 2023-11-09

Abstrak

点名阻止美政府使用Spartan、Conflux、USDT最大发行者和数字人民币。

原创 | Odaily星球日报

作者 | jk

美众议员提案禁止美国使用中国区块链:“比封锁Tiktok还严重千倍的灾难”

美国当地时间 11 月 8 日周三,由美国爱荷华州众议员 Zach Nunn 和弗吉尼亚州 Abigail Spanberger 共同提出的《创造对流氓创新者和技术合法问责(CLARITY)法案》(The Creating Legal Accountability for Rogue Innovators and Technology (CLARITY) Act,简写意为“清晰”)中,将禁止美联邦政府官员与基于中国的加密公司进行交易或是使用他们的技术,且切断政府员工使用中国区块链的权限,或者是支撑加密交易平台的网络;该法案还明确禁止美国政府官员与 iFinex 进行交易,而 iFinex 正是世界上最大稳定币 USDT 的发行者。

该法案还禁止官员与 Spartan Network、Conflux 以及 Red Date Technology Co.进行交易,后者是中国国家区块链项目及央行数字货币(CBDC,数字人民币)的架构师。

该法案明确针对了基于区块链的服务网络(Blockchain-based Service Network),提出中国或者其他外国敌对势力有可能根据相关的区块链科技“后门”访问关键的国家安全情报和美国人的私人信息。

法案还将指示美国财政部长、国务卿和国家情报总监制定一个计划,以防止中国和其他外国敌对势力开发这些技术所带来的风险。

美众议员提案禁止美国使用中国区块链:“比封锁Tiktok还严重千倍的灾难”

众议员 Nunn 的官方网站,上面用醒目的黑字写着“这可能比中国拥有 Tiktok 还要糟糕 1000 倍”

在 Nunn 众议员的官方网站上写道:“虽然区块链目前最为人所知的是与比特币等加密货币的关联,但这项技术预计将在未来十年内在云存储平台上得到广泛应用,作为一种增加安全性和降低成本的方式,从而彻底改变数据隐私。然而,美国对 BSN 的使用将把存储在云平台上的信息暴露给中国的监控,包括社会安全号码、信用卡号码、密码、照片和其他敏感信息。在政府层面,漏洞更加令人担忧,关键的国家安全信息和美国人最敏感的数据可能面临风险。”

网站还特别提到,中国计划“抓住区块链科技所提供的机会”,而这对美国信息安全可能有影响。

“在未来十年内,每个美国人都将使用区块链技术存储敏感的私人数据。中国在这种基础设施上的重大投资构成了巨大的国家安全和数据隐私问题。如果我们现在不采取行动,这将是一个比中国拥有 TikTok 严重 1000 倍的灾难,”Nunn 众议员说。“我们的两党法案确保联邦政府不会给中国一个后门来访问关键的国家安全情报和美国人的私人信息。我们必须在为时已晚之前立即通过这项法案。”

作为一名前中央情报局案件官员,我了解中国对国家控制的区块链网络的投资对美国数据安全构成的重大风险。中国已经将区块链作为国家优先事项,”Spanberger 众议员说。“美国必须制定一个计划,不将美国数据置于我们对手的手中。我很自豪能与 Nunn 代表一起领导两党 CLARITY 法案,保持中国拥有的区块链和联邦政府之间的防火墙,对抗中国在全球经济中的影响力,并保持我们国家的竞争力。”

美众议员提案禁止美国使用中国区块链:“比封锁Tiktok还严重千倍的灾难”

以上是 Nunn 众议员在推特上发布的 Clarity Act 总结,包括:

  • 阻止中国开发网络安全后门从而偷窃美国数据和知识产权;

  • 阻止美国联邦政府使用可能损害美国国家安全的中国科技;

  • 起草一个综合的“阻止中国情报活动“的计划。

据 Coindesk 评论说,“法案的两位领导者都不是美国众议院领导人,也没有在委员会中担任突出的职位。其他更资深的立法者已经在推进许多加密货币法案,其中一些也涉及安全问题。一些努力已经得到了整个众议院委员会的批准,并且在流程中走得更远,因此一个新的提案不太可能插队在它们之前。”也就是说,短时间内这项提案不会成为现实,但是仍然反应了美国国会中相当一部分政治人物对于中国的地缘政治和创新科技发展的态度。

Bacaan Terkait

Liquidasi Bitcoin yang Mengguncang Pasar, Trader Memperhatikan Resistance $66K dan Support $61K

**Ringkasan:** Bitcoin (BTC) mengalami volatilitas tinggi, bergerak dari kisaran $64.100 turun ke sekitar $60.700 sebelum naik kembali di atas $63.000 dalam waktu kurang dari 24 jam. Pergerakan dua arah yang tajam ini memicu *liquidasi* leverage besar-besaran di pasar crypto, dengan total sekitar $980 juta untuk posisi long dan short. Peta likuiditas dari Coinglass (melalui CryptoReviewing) menunjukkan dua area konsentrasi utama: **zona atas di $63.500-$66.000** dan **zona bawah di $58.500-$61.000**. Level-level ini bisa menjadi magnet pergerakan harga karena liquidasi paksa cenderung memperkuat tren yang sedang berlangsung. Analisis teknikal dari Trade Nation menetapkan **$66.247 sebagai titik pivot resistensi kunci**. Level support diidentifikasi di **$59.150, $56.900, dan $54.920**. Sementara itu, analis virDeStatera berfokus pada kerangka waktu lebih pendek, menyoroti level **$64.234 sebagai "swept high"** yang perlu diklaim kembali untuk membuka jalan menuju resistensi berikut di **$65.890**. Support intraday terdekat ada di kisaran **$63.127 - $63.354**. **Kesimpulan untuk Trader:** Pasar saat ini terjebak dalam koridor volatilitas antara dua kantong likuiditas setelah reset leverage besar. Sinyal satu arah belum jelas. **Bulls** perlu mendorong harga untuk mengklaim kembali $64.234 dan menuju $65.890-$66.247. **Bears** akan mengincar penurunan di bawah support $63.000-an untuk menuju zona support lebih luas di $59.150-$61.000. Manajemen risiko menjadi sangat krusial mengingat likuiditas yang tinggi dan potensi pergerakan harga yang cepat.

bitcoinist5m yang lalu

Liquidasi Bitcoin yang Mengguncang Pasar, Trader Memperhatikan Resistance $66K dan Support $61K

bitcoinist5m yang lalu

Pasangan Robot” Hadir, 3.800 Unit Terpesan dalam 10 Hari, Model Pria Berjas Slim Fit, Model Wanita Bisa Dirias, Dilengkapi Model Emosi 'Sistem Pengasuhan', Hanya untuk Pembeli Dewasa, Kalangan Industri: Perlu Waspadai Risiko Etika

Robot pendamping humanoid U1 dari perusahaan teknologi China, Ubtech, telah meraih lebih dari 3.800 pesanan pre-order hanya dalam 10 hari sejak peluncurannya, dengan total uang muka melebihi 10 juta yuan. Model robot jantan dan betina ini menawarkan penyesuaian penampilan, dilengkapi dengan model AI emosional "pengasuhan" yang dapat belajar dari interaksi pengguna, dan hanya tersedia untuk pembeli dewasa. Target pasar utamanya adalah kelompok berpenghasilan tinggi yang mencari teman emosional dan konsumen muda dalam budaya "fandom" dan "二次元" (budaya pop Jepang) yang tertarik pada karakter "pengasuhan". Namun, pesanan ini masih merupakan uang muka yang dapat dikembalikan, sehingga tingkat konversi sebenarnya masih menjadi tanda tanya. Para ahli mencatat sejumlah tantangan, termasuk manajemen rantai pasokan yang kompleks untuk 88 sendi robot, pengembangan algoritma emosional yang alami, dan isu etika yang signifikan. Kekhawatiran utama meliputi risiko ketergantungan emosional yang tidak sehat pada robot, pelemahan interaksi sosial nyata, potensi pelanggaran hak cipta dalam penyesuaian penampilan yang terlalu mirip manusia, serta perlunya standar peraturan industri. Untuk saat ini, U1 dipandang lebih sebagai produk konsumen emosional kelas tinggi daripada solusi universal.

marsbit1j yang lalu

Pasangan Robot” Hadir, 3.800 Unit Terpesan dalam 10 Hari, Model Pria Berjas Slim Fit, Model Wanita Bisa Dirias, Dilengkapi Model Emosi 'Sistem Pengasuhan', Hanya untuk Pembeli Dewasa, Kalangan Industri: Perlu Waspadai Risiko Etika

marsbit1j yang lalu

Pelajaran dari Insiden Peretasan Raydium: Risiko Baru DeFi Tersembunyi dalam Kontrak Lama yang Terlupakan

**Raydium Peretasan Ungkap Risiko Baru DeFi: Kontrak Lama yang Terlupakan** Peretasan terhadap Raydium baru-baru ini, yang mengakibatkan kerugian sekitar $1,34 juta, menyoroti kategori risiko DeFi yang sering diabaikan: **"kontrak zombie"**. Penyerang mengeksploitasi pool liquidity Automated Market Maker (AMM) V3 lama Raydium yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. **Masalah Umum: Kontrak yang Ditinggalkan Tetap Rentan** Insiden ini bukan kasus isolasi. Sejak Maret 2025, setidaknya terjadi **8 serangan serupa** yang menargetkan kontrak usang, dengan total kerugian sekitar $10,8 juta. Kontrak-kontrak ini, meskipun telah "dihentikan" secara fungsional oleh pengembang, tidak pernah dinonaktifkan atau diamankan secara teknis di rantai, meninggalkan aset yang terdampar di dalamnya menjadi sasaran empuk. **Mengapa Risiko Ini Terabaikan?** Laporan keamanan biasanya mengklasifikasikan insiden berdasarkan celah teknis (bug kode, kegagalan oracle, dll.). Risiko kontrak usang ini adalah masalah **manajemen siklus hidup**, bukan bug pengkodean, sehingga sering tersembunyi dalam statistik. Kontrak V3 Raydium yang lama, misalnya, kehilangan dua pemeriksaan keamanan penting yang ada di versi baru, memungkinkan penyerang membuat token liquidity palsu. **Solusi: Standarisasi Penonaktifan Kontrak** Hanya mencantumkan "kontrak dihentikan" dalam dokumen tidak cukup. Industri perlu mengakui "kontrak zombie" sebagai kategori risiko mandiri dan membangun **proses standar untuk menonaktifkan kontrak**, termasuk: 1. **Transfer aset** dari kontrak lama. 2. **Nonaktifkan fungsi** kritis (mint, tukar, dll.). 3. **Hapus izin** (allowance) pengguna. 4. **Pemantauan berkelanjutan** atas kontrak yang diarsipkan. 5. **Komunikasi transparan** kepada komunitas. Tanpa proses penutupan yang tepat, **"pemakaman kontrak"** ini akan terus menjadi titik serangan yang menguntungkan bagi peretas, mengancam kesehatan dan kepercayaan ekosistem DeFi jangka panjang.

Foresight News1j yang lalu

Pelajaran dari Insiden Peretasan Raydium: Risiko Baru DeFi Tersembunyi dalam Kontrak Lama yang Terlupakan

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片