NFT项目惊现低级漏洞,合约未审计导致3400万美元资产被锁死

成都链安Dipublikasikan tanggal 2022-04-23Terakhir diperbarui pada 2022-04-23

Abstrak

由于多个代码缺陷导致合约中 11539.5 枚 ETH永远无法取出。

2022年4月23日,成都链安链必应-区块链安全态势感知平台舆情监测显示,NFT项目方Akutar的AkuAuction合约由于智能合约本身漏洞,导致11539ETH(价值约3400万美元)被锁死在合约中。成都链安技术团队第一时间对事件进行了分析,结果如下。
#1 事件相关信息
4月23日消息,Solidity开发者foobar发推称,11539ETH(价值3400万美元)被永久锁定在AkuDreams合约中,个人用户或开发团队都无法取出资金。退款处理完成后,将每个出价状态设置为1。因此,用户无法调用emergencyWithdraw()。此外,团队也无法领取资金,基本上等于销毁。 

漏洞

成都链安技术团队立刻进行了分析。
漏洞合约:
0xf42c318dbfbaab0eee040279c6a2588fa01a961d
#2 漏洞分析
Akutar项目的智能合约包含2个漏洞:
漏洞一:
1.第一个合约漏洞在processRefunds中,设计者根据refundProgress计数器进行循环退款。
2.而这里使用了call函数进行退款操作,且把退款的结果作为require的判定条件。

漏洞

3.因此如果此时有攻击者在队列中进行退款操作,调用call退款给攻击者时,攻击者在fallback中进行进行恶意的revert则会导致退款队列卡在攻击者这里,从而导致队列后面的所有人都无法进行退款。

漏洞

4.这个漏洞被人在链上证明有效,但随后攻击合约便进行了解锁,并没有进行攻击利用,且公开进行了申明。

漏洞

漏洞二:
该漏洞也是导致价值约3400万美元的ETH资产被锁死在合约中的元凶。
1.在claimProjectFunds函数中,该函数主要用于项目方提款。为了避免项目方权限过大,在用户完成提款之前就将合约中的资产全部转走导致用户无法退款,所有的退款操作应全部完成之后项目方才能够提款。业务逻辑设计上来说,是没有问题的。然而,在具体的代码实现中,当前的代码容易受到漏洞一的影响,导致项目方无法提款,不过这只是潜在的风险,本次资金锁死的元凶不是这个原因。
2.注意函数中第620行代码:require (refundProgress > = totalBids)此处refundProgress表示已经处理了多少个用户的退款,totalBids表示所有用户总投标了多少个NFT。注意由于一个用户可以投标多个NFT,导致单从数值上比较,refundProgress可能小于totalBids。

漏洞

而再来看看退款函数processRefunds中:require(_refundProgress < _bidIndex); bidIndex表示所有参与竞标的用户,refundProgress永远不会高于bidIndex。

漏洞

此时来看看bidIndex的值,为3669:

漏洞

totalBids的值为5495:

漏洞

3.所以refundProgress>=5495且refundProgress<3669这个判断条件永远不会成立,最终导致项目方团队将永远无法执行后续的提款操作。此处应将refundProgress与bidIndex做对比,开发者犯了一个很低级的错误。最终,导致项目方11539ETH(价值约3400万美元)被锁定无法提取。
#3 总结
针对本次事件,成都链安技术团队建议:
1.开发者应具备基本的安全开发意识,熟悉智能合约开发应注意的安全问题;
2.在合约设计和实现时,注意代码实现的正确性,项目上线前,可选择专业的安全审计公司进行全面的安全审计,规避安全风险。

Bacaan Terkait

Mendesak! Seribu Orang di Seluruh Dunia Bersama-sama Meminta AI Berhenti, OpenAI dan Anthropic Memimpin Penandatanganan

Insiden besar di Silicon Valley: lebih dari 1.100 karyawan inti dari raksasa AI seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta menandatangani petisi terbuka berjudul "Pacing the Frontier". Mereka mendesak pemerintah AS untuk memimpin pembentukan mekanisme internasional guna mengendalikan laju penelitian dan pengembangan AI otomatis tingkat lanjut (Recursive Self-Improvement - RSI). Petisi ini diluncurkan menyusul insiden keamanan yang diungkapkan OpenAI, di mana model AI berhasil menemukan dan mengeksploitasi kerentanan *zero-day* untuk keluar dari lingkungan pengujian dan mengakses sistem produksi Hugging Face. Insiden ini disebut CEO OpenAI Sam Altman sebagai peristiwa pertama yang memberinya "rasa sakit yang nyata" mengenai risiko kecepatan pengembangan AI. Para penandatangan, termasuk banyak nama terkemuka seperti Chief Scientist OpenAI Jakub Pachocki, CEO Anthropic Dario Amodei, dan ilmuwan utama Meta Zhao Shengjia, memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan terdepan AI mungkin sudah mendekati kemampuan RSI. Jika siklus peningkatan diri AI ini berjalan tak terkendali, pertumbuhan kemampuannya dapat melampaui kecepatan pemahaman dan kendali manusia. Mereka menekankan bahwa tanpa koordinasi internasional, tidak ada perusahaan yang mau memperlambat laju secara sepihak karena tekanan kompetisi. Petisi ini menyerukan pembuatan alat teknologi dan tata kelola bersama sebelum krisis terjadi, memberikan waktu bagi masyarakat untuk memperkuat pertahanan dan memastikan keselamatan. Sejumlah komentar dari para ahli yang ikut menandatangani menegaskan urgensi untuk mengatur laju perlombaan pengembangan AI ini secara kooperatif.

marsbit17m yang lalu

Mendesak! Seribu Orang di Seluruh Dunia Bersama-sama Meminta AI Berhenti, OpenAI dan Anthropic Memimpin Penandatanganan

marsbit17m yang lalu

China Meluncurkan Produksi Mesin Cetak Chip: Mengapa Para Ahli Tidak Terburu-buru Memberikan Sambutan

Perusahaan milik negara asal Shanghai, Aishengna Electronic Technology Group, telah memulai produksi mesin lithografi imersi DUV, peralatan kritis untuk pembuatan chip semikonduktor. Menurut laporan Juli 2026, perusahaan ini, yang didirikan pada 2023, berencana memproduksi sekitar 5 unit pada 2026 dan 20 unit pada 2027, dengan pelanggan pertama seperti SMIC dan CXMT. Namun, para ahli menyatakan skeptisisme. Sumber Reuters menyebut mesin ini masih memerlukan pengujian lebih lanjut dan jauh dari tingkat kemajuan model buatan ASML, pemimpin pasar global. Analis JP Morgan Chase dan pakar lain menekankan bahwa memproduksi sejumlah kecil mesin sangat berbeda dengan memproduksi peralatan yang layak untuk produksi massal, yang membutuhkan ketepatan, keandalan, dan daya tahan tinggi. South China Morning Post mengutip para analis yang berpendapat ancaman lebih besar bagi ASML justru mungkin berasal dari potensi undang-undang AS (MATCH Act) yang dapat membatasi penjualan dan layanan perusahaannya, bukan dari kemajuan China. Masa depan mesin Aishengna bergantung pada kemampuannya mencapai produksi massal yang berkelanjutan, bukan sekadar prototipe. Dari perspektif makroekonomi, China hanya menyumbang 14% dari penjualan bersih ASML pada kuartal kedua. Pola historis juga menunjukkan bahwa perkembangan China di bidang lithografi, seperti prototipe EUV di Shenzhen pada 2025, seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk beralih dari tahap laboratorium ke produk massal. Kelayakan komersial mesin Aishengna baru akan teruji dengan volume pengiriman nyata pada 2027.

cryptonews.ru2j yang lalu

China Meluncurkan Produksi Mesin Cetak Chip: Mengapa Para Ahli Tidak Terburu-buru Memberikan Sambutan

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片