Crypto executives hint the 'tide is turning’ on digital asset market regulation

FinboldDipublikasikan tanggal 2022-04-15Terakhir diperbarui pada 2022-04-15

Abstrak

Despite the tough regulatory stance toward the fast-growing decentralized finance (DeFi), executives of major cryptocurrency platforms are not losing hope and are even optimistic about the future.

Despite the tough regulatory stance toward the fast-growing decentralized finance (DeFi), executives of major cryptocurrency platforms are not losing hope and are even optimistic about the future.
One of them is Changpeng “CZ” Zhao, the CEO of Binance, the world’s largest crypto exchange. He has expressed his views while speaking to CNBC during the Paris Blockchain Week Summit, as the news network reported on April 15. 
In 2021, the regulators in the United Kingdom banned Zhao’s company from carrying out any regulated activity there. At the same time, the central bank of Singapore stated that Binance’s services could be in violation of the local laws, forcing the platform to limit its operations.
However, as he told CNBC:
“The tide is definitely turning.”
These words echo the sentiment he expressed in his speech opening the summit on April 13, saying that regulatory discussions concerning crypto have moved from “negative” to “positive.”
Zhao’s views are shared by other important figures in the industry, including Nicolas Cary, the co-founder of crypto wallet maker Blockchain.com. Talking to CNBC, Cary said that:
“The regulatory landscape around the world is coming up to speed quickly.” 
Entering the regulatory framework
Indeed, although the Chinese authorities have made it clear they didn’t want anything to do with crypto, Great Britain and the United States are planning to bring the budding market under regulatory control, as they seek to become leaders in crypto innovation and investment.
In line with this stance, the U.K. government has recently announced plans to recognize stablecoins as a valid form of payment. At the same time, the country’s Finance Minister Rishi Sunak has asked the Royal Mint to create a non-fungible token (NFT), which will be issued by the summer.
As Cary sees it:
“The U.K. could be a dark horse in this whole situation. Post-Brexit, they sort of have a policy decision to make and a strategy decision to make. Do they rebuild Brussels in London, or do they become the Singapore of the West, invite all this innovation, all this technology and all this wealth generation and really own the future of the Web?”
France, the host of the Paris Blockchain Week Summit, is another country mentioned in a positive context. Namely, Zhao considers it “very progressive and very welcoming towards cryptocurrencies,” as well as “far more advanced in their understanding.”
Commenting on the authorities’ cautiousness regarding the ‘dark side’ of the industry, including money laundering and other illegal transactions, the co-founder of Tezos (XTZ), Arthur Breitman, has said that:
“I think they’re starting to take it seriously [but] I don’t think they’re getting a warm and fuzzy feeling about it. Naturally, they are going to have a conservative bias.”
Some experiences differ
That said, some crypto executives have had a bitter experience with financial regulators recently, including the CEO of Ripple, Brad Garlinghouse, whose company is in the middle of a legal battle with the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).
He said:
“When I give advice to entrepreneurs that are thinking about building a crypto or blockchain company, I tell them do not incorporate in the United States. The lack of clarity and a lack of certainty means that you are at risk for the exact kind of lawsuit the SEC brought against us.”
Notably, the SEC is accusing the firm of illegally selling over $1 billion worth of the XRP token between 2013 and 2020.

Bacaan Terkait

Anthropic Berteriak Serigala (AGI) Datang, Untuk Manusia atau IPO?

Anthropic menerbitkan artikel berjudul "When AI builds itself" yang membahas konsep peningkatan diri secara rekursif (recursive self-improvement) pada AI, di mana AI mulai berpartisipasi dalam desain, pelatihan, dan pengoptimalan versi penerusnya sendiri. Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 80% kode yang digabungkan ke basis kode Anthropic hingga Mei 2026 ditulis oleh Claude, dan produktivitas insinyur meningkat sekitar 8 kali lipat dibandingkan tahun 2024. Claude juga semakin mampu menangani tugas-tugas rekayasa yang kompleks dan terbuka, dengan tingkat keberhasilan mencapai 76% pada Mei 2026. Claude tidak hanya menulis kode, tetapi juga digunakan dalam tinjauan kode, penelitian keamanan AI, dan proses penelitian lainnya. Anthropic menyoroti bahwa Claude semakin mampu memberikan saran yang lebih baik daripada manusia dalam beberapa tahap penelitian. Perusahaan memetakan evolusi dari pekerjaan manusia murni hingga agen AI yang dapat menjalankan dan mendelegasikan tugas. Anthropic memperingatkan tentang potensi "loop tertutup" di mana AI dapat terus meningkatkan diri sendiri secara mandiri, dan menyerukan perlunya mekanisme koordinasi global untuk memperlambat atau menghentikan sementara pengembangan AI depan jika risikonya meningkat. Artikel ini muncul di tengah persiapan IPO Anthropic. Sementara menyampaikan peringatan keamanan, ia juga menekankan posisi teknologi unggulan Anthropic, menyarankan bahwa Claude bukan hanya produk, tetapi juga alat produksi kunci yang tertanam dalam proses pengembangan model. Ini menciptakan narasi "roda gila" untuk menarik investor. Perbandingan dibuat dengan OpenAI, yang baru-baru ini juga menyebutkan tanda-tanda awal peningkatan diri rekursif tetapi lebih fokus pada tata kelola, sedangkan Anthropic lebih menonjolkan kemampuan internal dan kemajuan Claude.

marsbit3m yang lalu

Anthropic Berteriak Serigala (AGI) Datang, Untuk Manusia atau IPO?

marsbit3m yang lalu

Dengan Data Roadshow, Bagaimana Wall Street Melihat SpaceX Sekarang

Berdasarkan materi roadshow IPO yang diajukan ke SEC, SpaceX menargetkan valuasi sekitar $1,77 triliun dengan harga saham $135. Perusahaan ini tidak lagi hanya dilihat sebagai perusahaan roket, tetapi sebagai kompleks infrastruktur yang mengintegrasikan tiga lapisan: transportasi luar angkasa (Space), konektivitas satelit Starlink (Connectivity), dan infrastruktur komputasi AI. Data keuangan menunjukkan ketidakseimbangan: divisi Connectivity (Starlink) menghasilkan profit dengan EBITDA $72 miliar pada 2025, divisi Space menghasilkan $7 miliar, sedangkan divisi AI masih rugi $12 miliar. Secara keseluruhan, perusahaan mencatat kerugian GAAP $49 miliar pada 2025 dengan belanja modal yang sangat tinggi. Tanggapan Wall Street terpecah. Sejumlah analis dan investor melihat premium untuk platform infrastruktur masa depan yang sulit ditiru. Namun, pihak lain menyoroti valuasi yang sangat tinggi, dengan perbandingan price-to-sales antara 90-103x. Beberapa estimasi valuasi yang lebih konservatif muncul, seperti $780 miliar dari Morningstar dan sekitar $1,25 triliun dari investor lama Scottish Mortgage. Tiga titik kunci yang akan diawasi pasar adalah: pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan Starlink, kelayakan rencana ambisius divisi AI, serta diskon tata kelola karena struktur kepemilikan saham supervoting Elon Musk yang mengendalikan 82,4% hak suara. Inti perdebatan adalah seberapa banyak investor mau membayar untuk kombinasi arus kas nyata, roadmap teknologi futuristik, dan "premium Musk" dalam satu paket.

marsbit12m yang lalu

Dengan Data Roadshow, Bagaimana Wall Street Melihat SpaceX Sekarang

marsbit12m yang lalu

ZEC Jatuh Lebih dari 30%: Balik Layar 'Kerentanan Pencetakan Tak Terbatas' yang Tak Bisa Dibuktikan Pernah Dieksploitasi atau Tidak

Pada 5 Juni, pendiri Zcash Zooko Wilcox mengungkapkan sebuah kerentanan serius dalam kumpulan privasi Orchard Zcash, yang ditemukan oleh peneliti keamanan Taylor Hornby pada 29 Mei. Kerentanan ini memungkinkan penyerang membuat ZEC palsu yang tidak terbatas dan tidak terdeteksi di dalam Orchard dengan membangun transaksi yang seharusnya gagal verifikasi. Taylor telah berhasil membuat program eksploitasi lengkap di lingkungan uji lokal. Jika digunakan di mainnet, hal ini berpotensi menciptakan aset palsu dalam jumlah tak terbatas. Setelah berita ini tersebar, harga ZEC anjlok lebih dari 30%. Kerentanan, yang ada sejak Orchard diluncurkan pada 2022, telah diperbaiki melalui soft fork darurat pada 2 Juni dan hard fork pada 3 Juni. Meskipun demikian, komunitas tidak dapat secara kriptografis membuktikan apakah kerentanan ini pernah dieksploitasi dalam empat tahun terakhir, menimbulkan ketidakpastian mengenai integritas pasokan ZEC di Orchard. Mekanisme Turnstile Accounting Zcash dapat membatasi aliran keluar aset dari Orchard untuk melindungi batas pasokan total, tetapi tidak dapat secara langsung membuktikan tidak adanya ZEC palsu di dalam kumpulan tersebut. Untuk memulihkan kepercayaan, Shielded Labs mengusulkan peningkatan jaringan baru, termasuk kumpulan privasi baru dan aturan migrasi ketat dari Orchard, yang akan memungkinkan verifikasi publik atas integritas pasokan. Kerentanan ini ditemukan oleh Taylor dengan bantuan model AI umum Claude Opus 4.8, yang menunjukkan penyebaran kemampuan menemukan kerentanan kompleks ke model AI umum. Meskipun jendela serangan telah ditutup, pasar masih menunggu jawaban pasti mengenai apakah ZEC palsu pernah ada di Orchard sebelum perbaikan.

marsbit18m yang lalu

ZEC Jatuh Lebih dari 30%: Balik Layar 'Kerentanan Pencetakan Tak Terbatas' yang Tak Bisa Dibuktikan Pernah Dieksploitasi atau Tidak

marsbit18m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片