Bankless:What You Need to Know About Uniswap V4

BanklessDipublikasikan tanggal 2023-06-14Terakhir diperbarui pada 2023-06-14

Abstrak

The wait is over. Bankless has the details on what’s next for Uniswap with the announcement of Uniswap V4 – the fourth iteration of the decentralized exchange.

Unpacking Uniswap V4

Bankless Writer: Ben Giove

The wait is over. Bankless has the details on what’s next for Uniswap with the announcement of Uniswap V4 – the fourth iteration of the decentralized exchange.

Uniswap V3, which was released back in May 2021, was a game-changer, as it introduced concentrated liquidity, (where liquidity can be provisioned over a specific price-range) leading to a massive improvement to the DEX's capital efficiency.

This helped Uniswap maintain its spot as DeFi’s largest DEX, with the protocol currently having a 57.4% share of on-chain trading volumes, more than 3x that of its next largest competitor.

Will V4 have a similar impact? We had Uniswap founder Hayden Adams on the podcast to try to answer this question and talk us through all things V4.

👇 Here’s what you need to know about Uniswap V4 👇

A Breakdown Of Uniswap V4

Hooks

The defining feature of Uniswap V4 is hooks. Hooks are pieces of code that run at a certain point in the life cycle of a pool – whether it be upon its creation, after LPs add/remove their liquidity to a pool, or before/after a swap. Hooks are significant because they enable a far greater degree of pool customization than the previous iterations of Uniswap.

For instance, hooks can be used to create pools with dynamic swap fees that change based on market-conditions, rather than one that is pre-set and static.

Hooks also enable traders to place more complex orders such as limit orders, or TWAP (Time-weighted average price) orders which buy/sell a quantity of a token over a given period of time.

Furthermore, hooks can allow Uniswap liquidity to be used in different ways. Similar to Balancer’s boosted pools, a pool’s out-of-range liquidity can be deposited into other protocols, such as lenders, in order to earn additional yield.

These examples are only the ones thought up by the Uniswap team. Anyone can build and deploy their own hooks without permission.

'The Singleton'

The second big change brought about by Uniswap V4 is the introduction of the singleton. As its name suggests, the singleton is a single contract that contains all of the different pools within Uniswap V4. This is different from the previous iterations of Uniswap, where each pool was held within its own, isolated contracts.

This model significantly improves V4’s gas efficiency, as complex swaps will be routed through a single contract, rather than multiple different ones, which is highly gas intensive. The use of the singleton is also estimated to reduce the cost of deploying a new pool (i.e. a new trading pair) by as much as 99%.

The singleton also utilizes what Uniswap Labs calls a “flash accounting system.” This will further reduce gas cost when trading on the DEX by only transferring the net balance of tokens out of a pool upon completion of a swap. This is different from Uniswap V3, where all of the assets involved in a trade are transferred in/out of a pool during the swap process.

Governance, Release, and Distribution

Uniswap V4 will be governed by the Uniswap DAO and UNI holders.

Like V3 and V2 before it, the protocol will include a fee-switch, which Uniswap governance can activate on a pool-by-pool basis to take a cut of the fees generated by liquidity providers.

V4 will be released under a Business Source License 1.1, which will last for four years and will limit the use of the protocol to governance-approved entities.

Finally, it’s also worth noting that the release of Uniswap V4 is not imminent. Per Hayden on the podcast, the V4 code is not yet finalized and audited, so it should be sometime before the protocol is released out into the wild.

What This Means for DeFi

V4 will have widespread implications for Uniswap itself, and DeFi as a whole.

For starters, the upgrade should help Uniswap retain its place as the largest decentralized exchange by trading volumes, as hooks can improve the protocol's capital efficiency relative to V3 while being far more customizable and gas efficient. These latter two qualities should help Uniswap capture more order flow from DEX aggregators and longer-tail exotic trading pairs while maintaining its dominance among higher volume ones such as ETH/USDC, ETH/USDT, ETH/DAI and others.

In addition, the ability to create more order types, such as TWAPs and limit orders, should help Uniswap become more competitive with centralized exchanges by attracting more sophisticated traders to the DEX. This, coupled with the broader structural tailwinds for trading activity moving on-chain following the collapse of FTX and the recent regulatory pressure being applied to CEXs like Binance and Coinbase could help Uniswap more seriously challenge these competitors.

The DEX/CEX volume ratio reached an all-time high in May before coming down. At maturity, Uniswap V4 appears to have a good shot at pushing that ratio to new heights.

Finally, V4 should help make Uniswap a more composable protocol. Uniswap V3 was notoriously difficult to build on top of due to its lack of expressivity and the challenges of managing concentrated liquidity positions. Between hooks and the singleton, it seems that it will be easier to build on and utilize V4 liquidity relative to V3. This could usher in a flood of new, interesting applications and spur a wave of creativity in DeFi at a time when the industry desperately needs it.

All in all, Uniswap V4 should help push the space forward and is an exciting new level-up for DeFi. Yes, it won’t ship for some time. But DeFi is nonetheless about to get fun again.

Bacaan Terkait

Dialog dengan Ray Dalio: Saat Ini Berada dalam Gelembung AI, 1% Portofolio Investasi Adalah Bitcoin

Sumber: The Diary Of A CEO Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates yang meramalkan krisis keuangan 2008, memperingatkan bahwa ledakan AI saat ini menunjukkan tanda-tanda klasik gelembung ekonomi yang dapat pecah dan memicu resesi. Dalam wawancara podcast, dia menjelaskan dinamika "siklus besar" yang didorong oleh ketimpangan kekayaan, defisit pemerintah, dan perubahan geopolitik. Dalio mengidentifikasi pola di mana antusiasme berlebihan terhadap teknologi revolusioner baru, seperti AI, menyebabkan harga aset melambung dan pinjaman berlebihan. Ketika kondisi berubah (seperti kenaikan suku bunga atau kebutuhan tunai), gelembung ini dapat pecah, menyebabkan penurunan harga aset, kerugian luas, dan kontraksi ekonomi. Untuk melindungi kekayaan di masa ketidakpastian, Dalio sangat menekankan pentingnya **diversifikasi portofolio**—termasuk saham, obligasi, emas, dan real estat—daripada mengandalkan uang tunai saja. Dia mengungkapkan bahwa sekitar **1% portofolionya adalah Bitcoin**, yang diakuinya sebagai aset keras, tetapi dia lebih menyukai **emas fisik** karena sejarahnya sebagai penyimpan nilai dan aset bebas liabilitas. Mengenai dampak AI, Dalio percaya bahwa teknologi ini akan menggantikan tidak hanya tenaga fisik tetapi juga kemampuan kognitif manusia, berpotensi memperlebar kesenjangan antara pemilik modal dan pekerja. Masa depan akan menguntungkan mereka yang dapat memadukan kecerdasan manusia (seperti emosi dan intuisi) dengan kemitraan AI. Secara geopolitik, Dalio menggambarkan dunia yang memasuki fase "penurunan" dalam tatanan global, dengan Amerika Serikat menghadapi tantangan internal dan eksternal, termasuk konflik seperti di Iran yang mengungkap kelemahannya. Dia memprediksi dunia mungkin menjadi lebih terregionalisasi di masa depan. Secara keseluruhan, kunci untuk navigasi melalui periode kompleks ini adalah pemahaman akan pola sejarah, adaptasi, dan diversifikasi yang cermat.

marsbit1j yang lalu

Dialog dengan Ray Dalio: Saat Ini Berada dalam Gelembung AI, 1% Portofolio Investasi Adalah Bitcoin

marsbit1j yang lalu

Rekor! Beli Bersih Asing 7,2 Triliun Won dalam Sehari, Wall Street: Tekanan Likuiditas di Pasar Saham Korea Telah Mereda

**Ringkasan: Rekor Pembelian Asing dan Peningkatan Likuiditas di Pasar Saham Korea** Aliran modal asing menunjukkan perubahan signifikan di pasar saham Korea (KOSPI). Pada 31 Juli, investor asing melakukan pembelian bersih rekor sebesar 7,2 triliun Won Korea dalam sehari, menandai pembalikan dari tren penjualan bersih besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir. Secara bulanan, penjualan bersih asing menyusut drastis menjadi 9,8 triliun Won di Juli, turun dari 48,4 triliun dan 44,5 triliun Won pada Juni dan Mei. Tekanan penjualan dari lembaga domestik juga mereda. Dana pensiun dan reksa dana domestik justru menjadi pembeli bersih 1,0 triliun Won di Juli, setelah dua bulan sebelumnya menjadi penjual bersih. Faktor pendukung lainnya adalah peraturan baru dari Komisi Jasa Keuangan (FSC) yang memberlakukan syarat lebih ketat bagi investor ritel untuk masuk ke ETF leverage saham tunggal, yang langsung mengurangi volume perdagangan instrumen tersebut hingga sekitar 50%. Kebijakan ini diperkirakan dapat menekan volatilitas pasar. Citigroup mempertahankan target indeks KOSPI di level 10.000 poin, menyoroti memudarnya angin penentu likuiditas. Analis mereka menilai faktor fundamental seperti industri chip memori yang solid, valuasi historis yang rendah, fundamental ekonomi Korea yang kuat, dan dukungan kebijakan berpotensi menjadi pendorong bagi pasar.

marsbit1j yang lalu

Rekor! Beli Bersih Asing 7,2 Triliun Won dalam Sehari, Wall Street: Tekanan Likuiditas di Pasar Saham Korea Telah Mereda

marsbit1j yang lalu

Pembaruan! AI Generasi Berikut OpenAI Pecahkan 10 Masalah Kelas Medali Fields

**OpenAI Model Astra Pecahkan 10 Masalah Matematika Kelas Fields Medal!** OpenAI mengumumkan terobosan besar dari model internal terbarunya, Astra. Model ini dilaporkan telah membuat kemajuan signifikan dalam **10 masalah matematika yang belum terpecahkan**, dengan biaya komputasi hanya sekitar **$2000**. Hasilnya dipublikasikan dalam makalah setebal 249 halaman. Beberapa pencapaian utama meliputi: 1. **Menyelesaikan masalah "non-sofic group"** yang diajukan Mikhail Gromov tahun 1999, dengan membangun contoh kelompok yang tak hingga dan finitely presented yang bukan sofic. Ini dianggap sebagai kemajuan bersejarah. 2. **Memecahkan batas lama dalam masalah pengepakan bola berdimensi tinggi** (sphere packing), meningkatkan batas yang telah bertahan sejak 1978 untuk dimensi tak hingga. 3. **Menyangkal dugaan "Connes Rigidity"** dengan membangun keluarga tak terhitung dari kelompok berbeda yang menghasilkan aljabar von Neumann yang sama persis. Semua bukti telah diverifikasi menggunakan asisten pembuktian formal Lean 4, memastikan ketepatannya. Para ahli matematika menyebut temuan ini sebagai **momen bersejarah**, setara dengan prestasi penghargaan Fields Medal, dan menandai kemampuan AI untuk melakukan penalaran matematika mendalam di berbagai bidang. OpenAI juga membagikan proses penalaran model, menunjukkan langkah maju yang besar menuju AGI (Artificial General Intelligence).

marsbit3j yang lalu

Pembaruan! AI Generasi Berikut OpenAI Pecahkan 10 Masalah Kelas Medali Fields

marsbit3j yang lalu

Bagaimana Membuat Diri Sendiri Tak Tergantikan oleh Kecerdasan Buatan

**Ringkasan: Bagaimana Membuat Diri Anda Tak Tergantikan oleh AI** Artikel ini membahas ancaman nyata dalam era AI: bukan kehilangan pekerjaan, tetapi "perbudakan gaji"—ketergantungan pada sistem dan orang lain untuk bertahan hidup. Solusinya adalah menjadi "individu super" yang "tak bisa dipekerjakan" dengan membangun bisnis atau karya sendiri. Kunci untuk bertahan dan berkembang di masa depan bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi menguasai lima elemen yang sulit digantikan AI: 1. **Otonomi (Agency):** Kemampuan bertindak tanpa menunggu perintah. 2. **Rasa (Taste):** Pengalaman untuk mengetahui apa yang bernilai untuk ditawarkan. 3. **Kemampuan Persuasi (Persuasion):** Keterampilan menarik perhatian dan pengakuan. 4. **Ketekunan (Persistence):** Memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. 5. **Iterasi (Iteration):** Kemampuan memperbaiki kesalahan berdasarkan umpan balik. Lima elemen ini dapat dikembangkan dengan **membuat konten** (media). Dibandingkan pemrograman (code), konten lebih unggul karena nilainya subjektif, membutuhkan penilaian manusia, dan merupakan alat distribusi yang ampuh untuk membangun koneksi dan otoritas. Untuk memulai transformasi: 1. **Ubah lingkungan** Anda secara drastis untuk memicu perubahan identitas. 2. **Gali "bahan mentah"** Anda: Identifikasi pengetahuan mendalam, masalah yang pernah Anda selesaikan, dan minat unik masa kecil Anda. 3. **Temukan "poros pemikiran balik"**: Tentukan pendapat kontra-intuitif atau keyakinan Anda yang bertentangan dengan arus utama dalam bidang Anda. 4. **Luncurkan ide pertama** Anda besok. Gabungkan jawaban dari langkah 2 dan 3, lalu publikasikan. Umpan balik nyata dari dunia adalah guru terbaik. Intinya, bangunlah *karier seumur hidup* yang autentik berdasarkan pengalaman dan sudut pandang unik Anda. Dengan memanfaatkan AI sebagai alat dan fokus pada pengembangan diri yang tak tergantikan, Anda dapat mengambil kendali atas hidup dan masa depan Anda.

marsbit3j yang lalu

Bagaimana Membuat Diri Sendiri Tak Tergantikan oleh Kecerdasan Buatan

marsbit3j yang lalu

Kunci Bitcoin Disimpan Offline Berkat Lemparan Dadu, Tetapi Tidak Semua Orang Akan Melakukannya

Berdasarkan insiden kerentanan generator angka acak pada perangkat hardware wallet Coldcard, artikel ini membahas metode pembuatan kunci Bitcoin menggunakan dadu untuk menghasilkan entropi mandiri. Claude Shannon mengukur ketidakpastian dengan konsep entropi, di mana satu lemparan dadu enam sisi setara dengan sekitar 2,585 bit. Praktik melempar dadu 50 hingga 99 kali dapat menghasilkan frasa pemulihan 12 kata yang aman (128 bit entropi), melampaui ketergantungan pada generator perangkat. Namun, insiden Coldcard mengungkap bahwa meskipun seed utama dibuat dari dadu aman, fungsi lain seperti dompet kertas, kunci kloning, dan password masih berpotensi menggunakan generator cacat. Peneliti keamanan Kevin Loaec menekankan bahwa perlindungan hanya berlaku untuk seed utama, bukan keseluruhan sistem. Proses manual ini membutuhkan ketelitian tinggi, rentan kesalahan, dan tidak praktis bagi kebanyakan pengguna baru. Oleh karena itu, meski kuat secara matematis, metode ini lebih cocok untuk pengguna berpengalaman. Artikel menyarankan pemilik Coldcard untuk memperbarui firmware, memeriksa fungsi yang pernah digunakan, dan mempertimbangkan skema multisignature dengan perangkat dari produsen berbeda untuk mitigasi risiko. Tujuan jangka panjang adalah perangkat yang dapat menghasilkan keacakan kuat secara mandiri, tanpa memerlukan prosedur rumit dari pengguna.

cryptonews.ru6j yang lalu

Kunci Bitcoin Disimpan Offline Berkat Lemparan Dadu, Tetapi Tidak Semua Orang Akan Melakukannya

cryptonews.ru6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片