Bank of China Tokenises Securities on EthereumBank of China Tokenises Securities on Ethereum

cryptodailyDipublikasikan tanggal 2023-06-13Terakhir diperbarui pada 2023-06-13

Abstrak

The Bank of China (BOCI) has made history by issuing tokenised securities on the Ethereum blockchain in Hong Kong. 

The Bank of China (BOCI) has made history by issuing tokenised securities on the Ethereum blockchain in Hong Kong. 
This revolutionary development signifies a significant stride forward in the adoption of decentralised finance and highlights Hong Kong's efforts to attract major players in the cryptocurrency industry, including Coinbase. 
Tokenised Securities: Pioneering a New Era in Finance
The Bank of China's decision to issue tokenized securities on the Ethereum blockchain is a bold testament to the institution's acknowledgment of the tremendous potential of blockchain technology. 
By harnessing the smart contract capabilities of Ethereum, BOCI aims to amplify the efficiency, transparency, and accessibility of traditional securities. Tokenisation paves the way for fractional ownership, heightened liquidity, and streamlined settlement processes, ushering in a revolutionary approach to trading, selling, and purchasing assets.
Hong Kong's Crypto-Friendly Stance
Hong Kong's ambitions to establish itself as a global hub for digital assets and cryptocurrencies have taken a significant leap forward with the Bank of China's introduction of tokenised securities. This milestone aligns seamlessly with the city's concerted efforts to allure leading cryptocurrency exchanges, with Coinbase expressing its interest in expanding its footprint in the region. 
Hong Kong's proactive approach to embracing digital innovation and its regulatory framework, striking a balance between investor protection and industry growth, positions it as a potential destination for companies operating in the crypto space.
Unprecedented Accessibility and Enhanced Liquidity
By tokenising securities on the Ethereum blockchain, the Bank of China paves the way for investors, both institutional and retail, to access traditional financial assets with newfound ease and flexibility. 
Tokenisation empowers fractional ownership, allowing investors to buy and trade smaller portions of high-value assets, thereby rendering previously illiquid investments more accessible. This democratisation of investment opportunities has the potential to revolutionise financial markets, expanding participation and fostering financial inclusion.
Advancing Blockchain Adoption
The Bank of China's pioneering initiative to issue tokenized securities represents a substantial stride in the adoption of blockchain technology within the conventional financial system. As a prominent financial institution, BOCI's embrace of blockchain validates its transformative potential to reshape the global financial landscape. 
This progressive move is poised to inspire other institutions to explore the utility of blockchain and cryptocurrencies, propelling further innovation and nurturing a more inclusive and efficient financial ecosystem.

Bacaan Terkait

Bank Rusia Menduga Pemilik 2600 Dompet Kripto Terlibat Kegiatan Ilegal

Bank Sentral Rusia (Bank Russia) mencurigai pemilik 2.600 dompet kripto karena terlibat dalam aktivitas ilegal. Dompet-dompet ini diduga telah menerima kripto senilai sekitar 1 miliar rubel. Alamat-alamat ini telah dimasukkan ke dalam sistem informasi khusus yang dapat diakses oleh lembaga pemerintah dan penegak hukum. Sistem ini digunakan untuk menilai profil risiko klien dan investigasi keuangan. Pada intinya, ini adalah semacam "daftar hitam", dan transaksi bank yang terhubung ke alamat dalam sistem ini kemungkinan besar akan diblokir. Bank Sentral menyatakan bahwa 74% dari kasus ini terkait dengan aset digital yang digunakan oleh piramida keuangan dan penipu. Metode penipuan termasuk menawarkan investasi dalam kripto dan penambangan (mining), investasi di pusat data palsu, serta memaksa korban membeli token yang diterbitkan oleh penjahat. Bank Sentral juga menyoroti layanan pinjaman kripto, di mana warga Rusia meminjam stablecoin dolar AS (USDT) untuk menghindari sistem keuangan resmi. Perkembangan baru termasuk penipuan yang menawarkan pembayaran tiket konser rapper Amerika Kanye West di Rusia menggunakan kripto melalui situs web palsu. Pakar keamanan telah menemukan setidaknya 10 situs dalam berbagai domain yang menyamar sebagai sumber resmi tur Rusia Kanye West. Selain itu, sebelumnya telah dilaporkan penipu yang menawarkan akses ke perdagangan kripto melalui Bursa Moskow.

cryptonews.ru3m yang lalu

Bank Rusia Menduga Pemilik 2600 Dompet Kripto Terlibat Kegiatan Ilegal

cryptonews.ru3m yang lalu

Tiga Tambang Kripto Akan Dibangun di Uzbekistan dalam Proyek Senilai $5 Miliar

Di Uzbekistan, sedang dibangun enam pusat data untuk penambangan kripto (mining) sebagai bagian dari proyek senilai lebih dari $5,11 miliar. Tiga dari pusat data tersebut khusus untuk penambangan cryptocurrency. Proyek ini merupakan bagian dari pembentukan zona penambangan khusus di Republik Karakalpakstan, barat laut Uzbekistan, yang disebut Bes Qala Mining Valley. Pembentukan zona ini, diumumkan pada April lalu, bertujuan untuk meningkatkan daya tarik investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengembangkan energi hijau. Insentif utama bagi penambang termasuk pembebasan pajak atas penghasilan hingga 1 Januari 2035. Mereka juga dapat mengakses listrik dari jaringan nasional atau menggunakan berbagai sumber energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga hidrogen, dan memiliki opsi untuk memanfaatkan panas dari penambangan untuk menghangatkan rumah kaca. Untuk mendukung operasi ramah lingkungan, sebuah pembangkit listrik tenaga angin besar senilai $3,3 miliar sedang dibangun di wilayah tersebut bekerja sama dengan perusahaan Saudi ACWA Power. Dua pembangkit angin lainnya, Nukus I dan Nukus II, dengan total nilai lebih dari $370 juta, telah beroperasi. Menurut Amanbay Orynbayev, Ketua Dewan Tertinggi Karakalpakstan, jumlah pengusaha di wilayah tersebut telah meningkat 2,5 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir, dengan volume investasi asing melonjak 500 kali lipat.

cryptonews.ru13m yang lalu

Tiga Tambang Kripto Akan Dibangun di Uzbekistan dalam Proyek Senilai $5 Miliar

cryptonews.ru13m yang lalu

Perjalanan Panjang DeFi Robinhood Chain: Mengulangi Ethereum Klasik, Membentuk Kembali Peta Keuangan RWA

Robinhood Chain, awalnya dikenal dengan aktivitas meme coin, kini berkembang menjadi ekosistem DeFi yang lebih kompleks dan matang. Berbagai protokol DeFi klasik seperti AMM, CLOB, lending, perpetual contracts, ve(3,3), dan model OHM telah diadopsi dan diadaptasi untuk aset-aset baru, terutama aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA) seperti saham. Uniswap mendominasi sebagai AMM inti, dengan V4-nya yang dapat diprogram menjadi lapisan likuiditas untuk berbagai aset. Deepstate memperkenalkan model order book on-chain (CLOB) yang cocok untuk perdagangan aset seperti saham. Di sektor lending, Morpho dan Arrow Finance memungkinkan pengguna mendapatkan likuiditas dengan menjadikan aset kripto atau saham sebagai jaminan, sambil mempertahankan eksposur aset dasar. Platform perpetual seperti Lighter dan Arcus tidak hanya menawarkan perdagangan beragam aset tetapi juga mengizinkan saham yang ditokenisasi sebagai margin, bahkan mentokenisasi posisi perdagangan itu sendiri. Protokol seperti UponRH dan Fables menyempurnakan model ve(3,3) dengan mengaitkan insentif dengan volume perdagangan riil dan menyesuaikan biaya secara dinamis untuk RWA. Sementara itu, NetNet mereformasi model mata uang cadangan OHM dengan dukungan aset riil dan eksekusi berbasis kode. Intinya, Robinhood Chain sedang bertransisi dari sekadar arena meme coin menjadi laboratorium keuangan terdesentralisasi yang memfokuskan pada peningkatan interoperabilitas dan komposabilitas aset TradFi di ekosistem blockchain.

marsbit56m yang lalu

Perjalanan Panjang DeFi Robinhood Chain: Mengulangi Ethereum Klasik, Membentuk Kembali Peta Keuangan RWA

marsbit56m yang lalu

Trading

Spot
活动图片