What Ethereum Needs to Rise Above $2000: Bloomberg Analyst

CryptoPotatoDipublikasikan tanggal 2023-06-09Terakhir diperbarui pada 2023-06-09

Abstrak

Ethereum (ETH) appears trapped under $2000 after a stock rally has failed to push it past the price point, according to Mike McGlone, Senior Macro Strategist for Bloomberg Intelligence.

Ethereum (ETH) appears trapped under $2000 after a stock rally has failed to push it past the price point, according to Mike McGlone, Senior Macro Strategist for Bloomberg Intelligence.

Here’s what the analyst believes Ethereum needs to break the 12-month-long resistance level.

Ethereum’s Major Resistance

In a tweet on Thursday, McGlone said that $2000 looks like a “resistance ceiling” given that ETH has failed to sustain itself above that, despite the NASDAQ 100 stock index tapping a 52-week high in Q2.

Historically, the correlation between cryptocurrencies and high-beta tech stocks has been strong. This was especially true in June 2022 when both asset classes cratered under macroeconomic pressure, and ETH lost its $2000 level.

“The token may depend on the stock index to lift all boats,” added McGlone.

Besides their concrete correlation, investors have often compared Ethereum and altcoins to tech securities from an investor’s point of view.

Bill Miller, for instance – a famous investor known for outperforming the stock market for over a decade – said last year that investors should view altcoins as “venture assets.” Alternatively, he and others including Paul Tudor Jones have likened Bitcoin to “digital gold” as a safe haven asset, inflation-hedge, and form of resistance to bank failures.

Bitcoin’s correlation to gold has risen in recent months after both assets surged in the aftermath of numerous bank collapses in March, while its correlation to stocks has declined. Given Bitcoin’s influence over the price of ETH and other assets, this could help explain why a tech stock rally has not led ETH to surge alongside it.

Regulatory Pressure

Crypto has also suffered price pressure this week after two of the world’s largest crypto exchanges – Binance and Coinbase – were targeted with lawsuits by the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

Both Bitcoin and Ethereum have fallen 1.5% on the week, while other coins like Solana (SOL) and Cardano (ADA) have fallen 10% and 12% respectively. The latter two coins were explicitly named as securities in the SEC’s Coinbase lawsuit, suffering a price fall similar to XRP in 2020 as a result.

While Ethereum wasn’t among the crypto assets to be classified as securities, the SEC has implied numerous times that it could fit the bill.

Bacaan Terkait

Analis Mendukung Pemisahan Strategy dari Cadangan Bitcoin Murni

Analis investasi TD Cowen dan Benchmark menegaskan rekomendasi 'beli' untuk saham Strategy dan mendukung keputusan perusahaan untuk memegang lebih banyak dolar dalam cadangannya. Para pakar menyebut bantalan dolar sebagai prasyarat untuk pembelian bitcoin di masa depan, bukan penyimpangan dari kebijakan sebelumnya. Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, menyatakan cadangan perusahaan tidak lagi akan terdiri dari 100% cryptocurrency. Meski rekomendasinya sama, target harga analis berbeda: Benchmark menurunkan target dari $570 menjadi $435, memasukkan asumsi harga bitcoin $100.000 pada akhir 2026. TD Cowen memproyeksikan $260 per saham, sementara Mizuho mencatat perusahaan dapat "menahan badai" jika harga emas digital jatuh. Prioritas utama Strategy adalah mengembalikan harga saham istimewa STRC ke kisaran $99-100. Permintaan untuk instrumen utang jangka pendek bervolatilitas rendah ini dilaporkan 50-100 kali lebih tinggi daripada aset perusahaan lainnya. Investasi institusional dalam STRC meningkat dari $1,1 miliar menjadi $3,1 miliar dari Maret hingga Juli. Strategy menekankan bahwa kenaikan harga STRC diperlukan agar saham tersebut kembali menjadi alat utama untuk mengumpulkan dana guna membeli bitcoin. Pada sesi perdagangan terakhir, saham Strategy turun lebih dari 4% menjadi $93,28, dan turun 38,6% sejak awal tahun. Laporan kuartal kedua perusahaan menunjukkan kerugian bersih melebihi $8 miliar untuk periode April-Juni. CEO Phong Le menyatakan perusahaan akan terus menjual bitcoin sesuai dengan kelayakan komersialnya.

cryptonews.ru2m yang lalu

Analis Mendukung Pemisahan Strategy dari Cadangan Bitcoin Murni

cryptonews.ru2m yang lalu

Trump Pertimbangkan Penawaran Balasan Soal Etika Jelang Tenggat Agustus untuk UU CLARITY

Jurnalis kebijakan kripto Eleanor Terrett melaporkan pada 1 Agustus bahwa mantan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan tawaran balik dua partai mengenai masalah etika. Hal ini menyusul ketidakpastian nasib RUU Pasar Aset Digital (Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act) yang mendekati tenggat waktu akhir pekan. RUU ini bertujuan menyediakan kerangka peraturan federal bagi perusahaan kripto, membagi pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC. Inti perselisihan terletak pada mekanisme penegakan hukum. Versi RUU sebelumnya memberi Departemen Kehakiman AS wewenang eksklusif, yang dikhawatirkan Demokrat dapat menimbulkan konflik kepentingan mengingat bisnis kripto Trump yang luas. Demokrat menekankan perlunya pengawasan independen, termasuk oleh Jaksa Agung negara bagian. Sebagai tawaran kompromi, Senator Tom Tillis (Republik) dan Ruben Gallego (Demokrat) mengusulkan formulasi baru yang memungkinkan otoritas negara bagian menegakkan larangan bagi pejabat federal menerbitkan atau mensponsori token digital. Namun, tujuh Senator Demokrat masih menolak draft terbaru, menjadikan wewenang Jaksa Agung negara bagian sebagai titik kunci menuju kesepakatan. RUU CLARITY Act telah disetujui DPR AS pada Juli 2025 dengan dukungan dua partai. Namun, untuk lolos di Senat, diperlukan 60 suara, berarti setidaknya tujuh Demokrat harus mendukung RUU tersebut. Pemimpin industri seperti CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan optimisme bahwa aturan yang jelas sudah dekat. Dengan jeda Senat yang tinggal seminggu lagi, negosiasi masih berlangsung untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu.

cryptonews.ru4m yang lalu

Trump Pertimbangkan Penawaran Balasan Soal Etika Jelang Tenggat Agustus untuk UU CLARITY

cryptonews.ru4m yang lalu

Kepala Coinbase "Sangat Optimis" Terhadap Peluang Disahkannya Undang-Undang CLARITY

Kepala Strategi Institusional Coinbase, D'Agostino, mengungkapkan keyakinannya bahwa RUU CLARITY Act (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) akhirnya akan disahkan oleh Senat AS. Optimisme ini didasarkan pada preseden, seperti proses pengesahan undang-undang stablecoin $GENIUS pada Juli 2025 yang juga tampak kacau hingga menit terakhir. RUU CLARITY bertujuan menjadi kerangka federal pertama yang mengatur pasar aset digital, dengan membagi pengawasan antara SEC dan CFTC berdasarkan klasifikasi aset. Direktur Kebijakan Coinbase, Faryar Shirzad, juga menyatakan bahwa pekerjaan yang tersisa lebih bersifat prosedural daripada substansial. Namun, tidak semua pihak sepandangan ini. Analis JPMorgan hanya memberi 37% kemungkinan disahkannya RUU ini, sedangkan pasar prediksi Polymarket memberi angka 31%. Waktu yang tersisa sangat sempit, dengan jeda parlemen dimulai 8 Agustus. Jika tidak disahkan sebelum itu, proses bisa tertunda hingga September atau lebih lama lagi. CEO Coinbase, Brian Armstrong, bersikap lebih hati-hati. Ia menyatakan Coinbase akan baik-baik saja meski RUU CLARITY tertunda, karena platformnya sudah menerapkan banyak praktik yang diatur dalam RUU tersebut. Armstrong juga mengindikasikan adanya rencana cadangan: regulator seperti SEC dan CFTC dapat menerbitkan aturan sendiri menggunakan kewenangan yang ada jika Kongres gagal bertindak. Meski aturan badan regulator lebih mudah diubah di masa depan, pendekatan ini mengurangi tekanan bagi Coinbase. Armstrong melihat tenggat waktu 8 Agustus justru sebagai alat yang berguna untuk mendorong negosiasi akhir.

cryptonews.ru5m yang lalu

Kepala Coinbase "Sangat Optimis" Terhadap Peluang Disahkannya Undang-Undang CLARITY

cryptonews.ru5m yang lalu

Trading

Spot
活动图片