Bitcoin price consolidation at $27,000 sparks speculation of imminent BTC breakout

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2023-05-23Terakhir diperbarui pada 2023-05-23

Abstrak

This article does not contain investment advice or recommendations. Every investment and trading move involves risk, and readers should conduct their own research when making a decision.

Bitcoin’s price has stabilized near $27,000 since May 13, displaying reduced volatility in the period. This movement is eerily similar to early April, when Bitcoin’s 12-hour chart ranged between $27,800 and $28,700 for 11 days. Traders are now questioning whether a bullish breakout is the next possible outcome for the Bitcoin price.

According to technical analysis, the sideways movement illustrates an ongoing conflict, meaning traders are unsure about the direction of Bitcoin’s next price trend. This is a consequence of balanced demand between buyers and sellers, which typically precedes periods of extreme price volatility and is triggered by big events.

In other words, Bitcoin traders are waiting for a potential market trigger that could decisively push the BTC price in either direction. For instance, on May 25, the United States Bureau of Economic Analysis will announce the annualized gross domestic product (GDP) for the first quarter. This data will be followed by U.S. durable goods orders on May 26, which measures the cost of orders received by manufacturers.

A separate debate concerns the U.S. debt ceiling fight, with talks remaining deadlocked last week. Bipartisan negotiations are underway to lift the debt limit to avoid a U.S. government default ahead of June 1, but no agreement is in sight. In short, Republicans are demanding several cuts in government spending as contingencies.

Analyzing whether the Bitcoin derivatives market structure resembles the early April period is the first step to understanding the odds of breaking above $29,000 if the macroeconomic environment allows.

Bitcoin quarterly futures are popular among whales and arbitrage desks, but these fixed-month contracts typically trade at a slight premium to spot markets, indicating that sellers are asking for more money to delay settlement.

As a result, BTC futures contracts in healthy markets should trade at a 5% to 10% annualized premium — a situation known as contango, which is not unique to crypto markets.

There’s little similarity between the early April bullish breakout and the current status of the Bitcoin futures premium. Even though the 4% level seen on April 10 was below the neutral 5% threshold, it represented an increase from two weeks prior.

In contrast, the indicator presently stands at 2%, in line with the previous two weeks, so traders are currently less optimistic in comparison to early April.

Traders should also analyze options markets to understand whether the recent correction has caused investors to become more optimistic. The 25% delta skew is a telling sign of when arbitrage desks and market makers overcharge for upside or downside protection.

In essence, if traders anticipate a Bitcoin price drop, the skew metric will rise above 7%, and phases of excitement tend to have a negative 7% skew.

As displayed above, according to the BTC options 25% delta skew, traders flirted with excessive optimism on March 30 but reverted to a neutral stance by April 10. That is the perfect positioning for a surprise rally, as traders were gradually losing faith, according to options pricing.

On the other hand, the most recent range trading period initiated on May 13 displayed balanced pricing between the call and put options, perfectly reflecting how unsure traders are due to uncertain macroeconomic conditions.

Bitcoin options and futures markets indicate little to no resemblance to early April, when the BTC price ended its 11-day low-volatility period. That time around, Bitcoin rallied 8% from $28,300 to $30,800 in less than 24 hours.

That doesn’t necessarily mean a similar outcome is impossible if Bitcoin’s present 10-day sideways movement near $27,000 ends up breaking to the upside. Still, a bullish breakout is less likely, considering BTC options traders are pricing similar risks for upside and downside movements.

Moreover, the overall sentiment according to Bitcoin futures is neutral to bearish, which is unchanged when compared to the past couple of weeks.

This article is for general information purposes and is not intended to be and should not be taken as legal or investment advice. The views, thoughts, and opinions expressed here are the author’s alone and do not necessarily reflect or represent the views and opinions of Cointelegraph.

This article does not contain investment advice or recommendations. Every investment and trading move involves risk, and readers should conduct their own research when making a decision.

Bacaan Terkait

Direktur Eksekutif Sementara Yayasan Ethereum Bicara: Apa Misi Kami?

**Misi Ethereum Foundation (EF): Memperkuat Otonomi dan Ketahanan Ethereum** Ethereum Foundation (EF) secara resmi mendefinisikan misinya: memastikan Ethereum tetap sebagai infrastruktur *permissionless* yang menjamin kedaulatan diri—tahan sensor, terbuka, pribadi, dan aman. Ini adalah jawaban final atas pertanyaan tentang tujuan EF. **Apa yang BUKAN Tujuan EF:** EF bukan untuk kepentingan jangka pendek, popularitas, menyenangkan spekulan, atau menciptakan lembaga keuangan besar yang baru. **Inti Tindakan EF: Mengatasi Kelemahan** EF berfokus memperkuat Ethereum di semua lapisan (protokol, akses, pengguna, kelembagaan) untuk mencegah eksploitasi, kontrol kartel, atau pengawasan otoritatif. Tindakan konkret meliputi: 1. **EF Memimpin dengan Contoh:** Beralih ke gaji dan transaksi dalam ETH/stablecoin asli Ethereum untuk merasakan tekanan produk secara langsung. 2. **Melawan MEV Berbahaya:** Melindungi netralitas Ethereum dengan memerangi *Maximum Extractable Value* (MEV) yang merusak di alur transaksi, mencegah monopoli pembangun blok, dan meningkatkan transparansi. 3. **Prioritas Privasi:** Privasi default yang kuat adalah kebutuhan mutlak. Buku besar publik tanpa privasi adalah platform pengawasan. Ethereum harus menawarkan privasi tanpa syarat terlebih dahulu. 4. **Staking sebagai Infrastruktur:** Staking bukan sekadar produk hasil. EF akan mendukung desain agar staking tetap *permissionless*, terdesentralisasi, dan pribadi, mencegah konsentrasi risiko. 5. **Antarmuka Akses yang Otonom:** Fokusnya adalah membuat pengguna (individu & institusi) lebih mandiri dan kurang rentan terhadap paksaan, bukan mengorbankan nilai inti Ethereum untuk adopsi. **Memanfaatkan Peluang:** EF juga akan membangun masa depan dengan mengejar peluang seperti: * Menjadi infrastruktur global pertama yang tahan serangan kuantum. * Menciptakan tumpukan protokol yang sepenuhnya terverifikasi dan otonom tanpa celah. * Menjadikan Ethereum sebagai "uang digital biasa" yang pribadi dan bermartabat. * Mengintegrasikan agen AI dengan dompet pribadi yang dijalankan pengguna, mempertahankan kedaulatan atas aset dan model. * Membuktikan bahwa infrastruktur netral dapat menangani koordinasi skala besar secara kompetitif untuk aplikasi institusional. * Skalabilitas yang mempertahankan jaminan otonomi. **Tata Kelola Internal:** Artikel juga menyentuh perubahan internal EF, termasuk kepergian beberapa staf dan spin-off proyek tertentu, yang dilakukan untuk menyelaraskan kembali organisasi dengan misi intinya. EF akan mendanai pekerjaan eksternal hanya jika sangat penting dan selaras dengan misi memperkuat otonomi Ethereum, bukan untuk sekadar melanjutkan proyek atau menjaga hubungan. Kesimpulannya, EF berkomitmen penuh untuk membangun Ethereum sebagai infrastruktur netral yang tangguh dan berumur panjang, yang mampu mendukung koordinasi otonom dalam skala besar untuk peradaban masa depan.

marsbit9m yang lalu

Direktur Eksekutif Sementara Yayasan Ethereum Bicara: Apa Misi Kami?

marsbit9m yang lalu

David Villa Resmi Ditunjuk Sebagai Duta Merek BitradeX

Demam Piala Dunia 2026 sedang melanda dunia. Pada momen ketika perhatian global terfokus pada ajang sepak bola ini, BitradeX secara resmi mengumumkan bahwa David Villa (David Villa), legenda penyerang Spanyol dan anggota juara Piala Dunia 2010, telah diangkat sebagai duta merek global BitradeX. Di masa depan, kedua belah pihak akan melakukan kolaborasi mendalam di berbagai bidang seperti pembangunan merek, promosi pasar global, perluasan pengaruh komunitas, dan kerja sama strategis globalisasi untuk bersama-sama mendorong peningkatan lebih lanjut pengaruh merek global BitradeX. Sebagai salah satu pemain paling representatif dari era keemasan sepak bola Spanyol, David Villa pernah memenangkan Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 bersama tim nasional Spanyol, dan dengan 59 gol untuk negaranya, ia lama memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk tim nasional Spanyol. Ia bukan hanya salah satu legenda penyerang paling berpengaruh di dunia sepak bola, tetapi juga perwakilan penting dari semangat juang dan nilai-nilai long-termism. Bagi BitradeX, memilih duta merek tidak hanya tentang memilih seorang bintang olahraga dengan ketenaran global. Yang benar-benar penting adalah apakah kedua belah pihak memiliki nilai dan prinsip yang sama. Karier David Villa selalu diwarnai oleh keyakinan yang sama: ketekunan, fokus, terobosan, dan pencarian tanpa henti untuk keunggulan. Semangat juang dan long-termism ini juga sejalan dengan filosofi pengembangan yang dipegang teguh oleh BitradeX. Sebagai platform ekosistem aset digital berbasis AI global, BitradeX terus menyempurnakan tata letak ekosistemnya yang berpusat pada nilai pengguna, secara bertahap membentuk sistem ekosistem yang mencakup inti seperti AiBot, BXC Ecosystem, BTX Card, dan secara mantap memajukan strategi pengembangan globalisasi. Bergabungnya David Villa akan semakin meningkatkan kesadaran dan pengaruh merek BitradeX di pasar internasional. Kerja sama ini bukan hanya sebuah kolaborasi di tingkat merek, tetapi juga bagian penting dari strategi globalisasi BitradeX. Di masa depan, BitradeX akan terus didorong oleh inovasi, berfokus pada nilai pengguna, dan bersama-sama dengan pengguna global menyambut peluang baru di era digital.

链捕手49m yang lalu

David Villa Resmi Ditunjuk Sebagai Duta Merek BitradeX

链捕手49m yang lalu

STRC Jatuh di Bawah Nilai Nominal, Eksperimen Perbendaharaan Bitcoin Masuk ke Babak Kedua

STRC, saham preferen berdividen yang diterbitkan oleh Strategy, jatuh di bawah nilai nominal $100, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai model 'perusahaan perbendaharaan Bitcoin' yang diadopsi perusahaan tersebut. Inti dari model Strategy adalah mengubah saham perusahaan menjadi eksposur Bitcoin, lalu menggunakan kepemilikan BTC sebagai dasar kredit untuk menerbitkan lebih banyak sekuritas (seperti saham biasa, obligasi konversi, dan saham preferen seperti STRC), dan akhirnya mengemas aset yang tidak menghasilkan arus kas (BTC) menjadi sekuritas yang membayar dividen tunai. STRC yang jatuh di bawah nilai nominal menunjukkan tekanan telah merambat dari fluktuasi harga aset ke harga instrumen pendanaan. Ketegangan utamanya terletak pada aset yang sangat fluktuatif tanpa arus kas di satu sisi, dan kewajiban yang memerlukan pengeluaran tunai berkelanjutan di sisi lain. Kerugian belum terealisasi pada portofolio BTC Strategy tidak secara langsung menyebabkan krisis likuiditas. Yang lebih kritis adalah kesenjangan arus kas: kewajiban dividen tahunan untuk saham preferen telah mencapai sekitar $1,7 miliar, jauh melampaui pendapatan dari bisnis perangkat lunak inti perusahaan. Perusahaan bergantung pada akses pasar modal untuk mendanai dividen ini dan pembelian BTC lebih lanjut. Penurunan STRC menyoroti tiga biaya yang semakin meningkat bagi Strategy: 1) **Biaya Dividen**: yield yang lebih tinggi untuk menarik investor meningkatkan beban tunai masa depan. 2) **Biaya Dilusi**: Menerbitkan lebih banyak saham biasa (MSTR) untuk mendanai dapat mengencerkan nilai per saham bagi pemegang saham lama. 3) **Biaya Pelepasan Aset**: Menjual BTC untuk likuiditas akan merusak narasi 'hold' jangka panjang dan kepercayaan investor. Dampak pada pasar crypto bisa signifikan. Strategy telah menjadi pembeli marjinal yang stabil dan dapat diprediksi untuk BTC. Jika kemampuan pendanaannya terhambat, pembelian ini akan melambat, menghilangkan salah satu narasi pendukung kunci pasar. Selain itu, jika pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan model ini, penilaian perusahaan sejenis mungkin ditinjau ulang, bergeser dari premium eksposur BTC menjadi analisis manajemen neraca yang lebih ketat. Kesimpulannya, jatuhnya STRC bukanlah akhir dari model Strategy, melainkan titik balik. Ini mengingatkan pasar bahwa keberhasilan model 'perusahaan perbendaharaan Bitcoin' tidak hanya bergantung pada harga BTC, tetapi juga pada akses jendela pendanaan yang berkelanjutan, biaya struktur modal, dan kepercayaan investor yang berkelanjutan terhadap keseluruhan konstruksi finansial ini.

marsbit1j yang lalu

STRC Jatuh di Bawah Nilai Nominal, Eksperimen Perbendaharaan Bitcoin Masuk ke Babak Kedua

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片