Bitcoin Taproot Utilization Spikes As Tokens Like PEPE Explode

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2023-05-09Terakhir diperbarui pada 2023-05-09

Abstrak

On-chain data shows that Bitcoin taproot utilization has sharply surged recently as BRC-20 tokens like Pepe Coin have exploded in...

On-chain data shows that Bitcoin taproot utilization has sharply surged recently as BRC-20 tokens like Pepe Coin have exploded in popularity.
Bitcoin Taproot Utilization Has Crossed The 43% Mark Recently
As pointed out by Rafael Schultze-Kraft, the co-founder of the on-chain analytics firm Glassnode, Taproot is currently being used in more BTC transactions than ever before. “Taproot” refers to a Bitcoin upgrade that went live in November 2021 and introduced some changes to make transfers more efficient and faster.
The upgrade initially saw little usage, but in the last few months, it has been coming in use a lot more. There are two different metrics available that aim to track the progress of Taproot being accepted: the “adoption” and the “utilization.”
The adoption measures the total percentage of the BTC transactions that contain at least one Taproot input. This indicator, however, isn’t considered the most reliable as it doesn’t contain the entire information about the actual adoption of the upgrade.
This is because even if five out of five inputs to a transfer use Taproot, this transaction’s weightage in the adoption will still be the same as a transfer that has only one out of five inputs that use Taproot.
Glassnode has made the utilization metric to solve this issue, and this new indicator tells us how in-use the upgrade is by measuring the actual amount of spent outputs that involve Taproot.
Now, here is a chart that shows the trend in both the adoption and utilization of this Bitcoin upgrade over the last year:

Image


Looks like both these metrics have shot up recently | Source: Rafael Schultze-Kraft on Twitter
As shown in the above graph, these Bitcoin indicators had been at relatively low levels until February of this year, when their values suddenly started to blow up. The reason behind this spike in Taproot utility was because of the emergence of Ordinals.
The Ordinals protocol uses Taproot and has found a variety of applications on the blockchain. Thanks to this protocol, a method of inscribing data like images, text, videos, and other forms has been devised on the network in the form of Inscriptions.
The Inscriptions have quickly become popular on the blockchain, thus leading to a surge in the usage of Taproot. Recently, however, the adoption of the upgrade has gone up another level, and it’s all because of another application of the Ordinals: the BRC-20 tokens.
These tokens make use of the protocol to inscribe text on the chain that represents a fungible token. These coins work similarly to the ERC-20 tokens on the Ethereum network, although they have a lot more limitations.
A large amount of BRC-20 tokens have been minted recently, a lot of which are meme coins. One of the most prominent examples of these is Pepe Coin (PEPE), which has been the topic around the market thanks to its explosive price growth.
As a result of such BRC-20 meme coins becoming very popular recently, the Bitcoin Taproot adoption and utilization have both sharply surged to 63% and 43%, respectively.
BTC Price
At the time of writing, Bitcoin is trading around $27,900, down 2% in the last week.

Bitcoin Price Chart


BTC has gone down in the last 24 hours | Source: BTCUSD on TradingView
Featured image from iStock.com, charts from TradingView.com, Glassnode.com

Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru9m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru9m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru10m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru10m yang lalu

Perusahaan Charles Schwab Memperluas Aktivitasnya di Sektor Kripto, Menambahkan Perdagangan Saham SOL, AVAX, dan LINK ke dalam Portofolionya

Perusahaan Charles Schwab (NYSE: SCHW) mengumumkan akan memperluas penawaran perdagangan kripto di platformnya, Schwab Crypto, dengan menambahkan aset Solana ($SOL), Avalanche ($AVAX), dan Chainlink ($LINK) dalam beberapa bulan mendatang. Sebelumnya, platform ini hanya mendukung Bitcoin ($BTC) dan Ethereum ($ETH). Kebijakan ini akan membuka akses perdagangan tiga aset kripto tersebut bagi sekitar 39 juta pemilik akun di aplikasi yang sama yang mereka gunakan untuk perdagangan saham. Perdagangan akan dikenakan biaya 0,75% per transaksi, yang diklaim sebagai salah satu yang terendah di industri. Schwab, dengan aset klien senilai lebih dari $12 triliun, merupakan salah satu perusahaan pialang terbesar di AS. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan jangkauan ketiga aset kripto tersebut, yang terlihat dari kenaikan harga masing-masing token setelah pengumuman. Namun, layanan Schwab Crypto tidak tersedia untuk residen di negara bagian New York dan Louisiana, serta di luar Amerika Serikat. Perusahaan juga tetap bersikap hati-hati, menekankan dalam laporannya bahwa kripto adalah aset spekulatif berisiko tinggi dan tidak dijamin oleh FDIC atau SIPC. Schwab berencana menambah aset kripto lainnya di masa depan, tetapi berhak menunda atau menariknya berdasarkan pertimbangan regulasi dan risiko.

cryptonews.ru21m yang lalu

Perusahaan Charles Schwab Memperluas Aktivitasnya di Sektor Kripto, Menambahkan Perdagangan Saham SOL, AVAX, dan LINK ke dalam Portofolionya

cryptonews.ru21m yang lalu

Trading

Spot
活动图片