2023 Berkshire Hathaway Annual Shareholders’ Meeting

BarronsDipublikasikan tanggal 2023-05-08Terakhir diperbarui pada 2023-05-08

Abstrak

1. Buffett Says Opportunities Are Still Hard to Find 2. Buffett Weighs In on Bank Collapses 3. Abel Will Carry on the Buffett Legacy

OMAHA, Neb.—The 2023 Berkshire Hathaway BRK.B +1.21% annual shareholders’ meeting wrapped up on Saturday evening, with more than 30,000 Warren Buffett fans in attendance. The so-called “Oracle of Omaha” was joined by the company’s three vice chairmen—Charlie Munger, Greg Abel, and Ajit Jain—for hours of questioning on Saturday. Value investors from across the globe made the trip to hear from Buffett and participate in a weekend of activities and shopping put on by Berkshire’s dozens of subsidiaries.

Berkshire stock (ticker: BRK.A, BRK.B) is behind the market this year, up about 5%, versus an 8% return for the S&P 500 SPX +1.85% .

Here are three takeaways from the meeting and the release of the company’s first-quarter results Saturday morning.

1. Buffett Says Opportunities Are Still Hard to Find

Berkshire Hathaway has nearly $130 billion in cash and Treasury bills on its balance sheet, leading to ongoing speculation about what the company might do with all that dry powder.

On Saturday, Buffett said he would rather do a deal for a large company than sit on the cash, earning interest, but that it depends on prices, noting that things are generally expensive these days.

Crowds entering the CHI Health Center exhibit hall and arena in Omaha.

Photograph by Dan Brouillette for Barron’s

He’d prefer to do a deal with a private company than a more complex transaction with a publicly traded firm, but there just aren’t that many private businesses of that scale available.

Buffett said that he wouldn’t seek to acquire Occidental Petroleum OXY +3.39% (OXY) in full, after accumulating roughly 24% of the oil and natural gas producer since early last year.

In the meantime, Berkshire is earning close to 5% on its Treasury bills.

2. Buffett Weighs In on Bank Collapses

Buffett, who is Berkshire’s CEO, had sharp criticism for the management teams of the several U.S. banks that have failed in 2023. He came prepared to discuss the turmoil in the sector, placing large printed signs reading “Available for Sale” and “Held-to-Maturity” on the table in front of him and Munger, to laughs from the audience. Those terms refer to the accounting treatment of securities on a bank’s balance sheet.

Buffett faulted management at First Republic Bank —which was shut down by the Federal Deposit Insurance Corp. last month before its takeover by JPMorgan Chase JPM +1.95% (JPM)—for concentrating its balance sheet in low-yielding assets that lost value as interest rates rose over the past year.

He argued that regulation in the banking industry is important, but that officials need to do a better job of communicating with the American public to ensure confidence in the financial system and prevent further potential bank runs. That’s especially relevant in the 21st century, when digital banking makes it much easier for customers to move deposits from one bank to another.

“The situation in banking is what it always was,” Buffett said Saturday. “Fear is contagious. Sometimes the fear is justified, sometimes it isn’t.”

Buffett-mania was ever-present around the meeting.

Photographs by Dan Brouillette for Barron’s

3. Abel Will Carry on the Buffett Legacy

Abel, who oversees Berkshire’s non-insurance businesses, spoke several times during the Q&A session on Saturday, expounding on the performance of businesses including the BNSF railroad and Berkshire Hathaway Energy. Buffett, 92, and Munger, 99, praised him for his long-term outlook and value-oriented approach.

Abel is Buffett’s appointed successor as CEO. He was seen walking around the convention center floor at the Shareholder Shopping Day on Friday, shaking hands, taking photos, and interacting with shareholders.

Abel said he would carry on Buffett’s approach to capital allocation, seeking to buy back Berkshire stock when its price falls below their estimate of intrinsic value.

“When the opportunity presents itself, we’ll want to be an active purchaser of Berkshire shares,” Abel said Saturday. “It’s great for our shareholders to be able to own a larger share in all of Berkshire’s businesses.”

Berkshire bought back $4.4 billion of stock in the first three months of 2023, up from $2.6 billion in the fourth quarter of 2022.

Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru9m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru9m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru10m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru10m yang lalu

Perusahaan Charles Schwab Memperluas Aktivitasnya di Sektor Kripto, Menambahkan Perdagangan Saham SOL, AVAX, dan LINK ke dalam Portofolionya

Perusahaan Charles Schwab (NYSE: SCHW) mengumumkan akan memperluas penawaran perdagangan kripto di platformnya, Schwab Crypto, dengan menambahkan aset Solana ($SOL), Avalanche ($AVAX), dan Chainlink ($LINK) dalam beberapa bulan mendatang. Sebelumnya, platform ini hanya mendukung Bitcoin ($BTC) dan Ethereum ($ETH). Kebijakan ini akan membuka akses perdagangan tiga aset kripto tersebut bagi sekitar 39 juta pemilik akun di aplikasi yang sama yang mereka gunakan untuk perdagangan saham. Perdagangan akan dikenakan biaya 0,75% per transaksi, yang diklaim sebagai salah satu yang terendah di industri. Schwab, dengan aset klien senilai lebih dari $12 triliun, merupakan salah satu perusahaan pialang terbesar di AS. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan jangkauan ketiga aset kripto tersebut, yang terlihat dari kenaikan harga masing-masing token setelah pengumuman. Namun, layanan Schwab Crypto tidak tersedia untuk residen di negara bagian New York dan Louisiana, serta di luar Amerika Serikat. Perusahaan juga tetap bersikap hati-hati, menekankan dalam laporannya bahwa kripto adalah aset spekulatif berisiko tinggi dan tidak dijamin oleh FDIC atau SIPC. Schwab berencana menambah aset kripto lainnya di masa depan, tetapi berhak menunda atau menariknya berdasarkan pertimbangan regulasi dan risiko.

cryptonews.ru21m yang lalu

Perusahaan Charles Schwab Memperluas Aktivitasnya di Sektor Kripto, Menambahkan Perdagangan Saham SOL, AVAX, dan LINK ke dalam Portofolionya

cryptonews.ru21m yang lalu

Trading

Spot
活动图片