Economist Peter Schiff Warns US Will Default on Its Debt — Raising Debt Ceiling Will Make Problem Worse

newsbtcDipublikasikan tanggal 2023-04-26Terakhir diperbarui pada 2023-04-26

Abstrak

Economist Peter Schiff has warned that the U.S. will default on its debt obligations. He further stressed: “All the bad stuff that they’re saying is going to happen if we don’t raise the debt ceiling is guaranteed to happen because we do raise the debt ceiling.”

Economist Peter Schiff Says US Will Default on Its Debt — Warns Raising Debt Ceiling Will Make Problem Worse

Economist Peter Schiff has warned that the U.S. will default on its debt obligations. He further stressed: “All the bad stuff that they’re saying is going to happen if we don’t raise the debt ceiling is guaranteed to happen because we do raise the debt ceiling.”

Peter Schiff on U.S. Debt Default

Economist and gold bug Peter Schiff warned Monday on the Peter Schiff Show podcast that the United States will default on its debt obligations and that raising the debt ceiling will have devastating consequences.

Commenting on politicians claiming that the U.S. debt ceiling must be raised “because we pay our bills,” the economist argued: “We never pay our bills … We have $31.7 trillion in debt. That’s $31.7 trillion of bills that we have not paid. We didn’t pay them. We borrowed the money. And we want to keep on borrowing the money. Nobody wants to pay any of these bills.” Schiff cautioned:

It’s only a question of time. It’s not a question of if. It’s just a question of when. We will default on our debt. All the bad stuff that they’re saying is going to happen if we don’t raise the debt ceiling is guaranteed to happen because we do raise the debt ceiling.

He explained that eventually, the borrowing and money printing by the Federal Reserve will precipitate a financial and currency crisis. “It’s not about America not wanting to borrow. It’s about the rest of the world not wanting to lend because they know we’re not going to pay them back. And one of the reasons they know that is because we’ve already told them. We are telling them that repeatedly in the debt ceiling battle,” he opined.

The economist detailed that the U.S. could default on its debt obligations in two forms. The first is “an honest default where the government just doesn’t pay back bondholders” and the second is “a dishonest default where we pay with inflation.” In the latter case, he stressed that the Federal Reserve will just “print money and pay people back with worthless or near-worthless paper.”

Regarding commentary in the media framing the debt ceiling as the problem, Schiff argued that the problem is actually the debt. He cautioned:

The problem is that Congress and the president keep running up more and more debt and every time we get to the ceiling, we either raise it or suspend it … The problem is that we keep raising the ceiling, not that we won’t raise it. In fact, the threat is that we raise it again.

Tags in this story
Peter Schiff, Peter Schiff debt default, Peter Schiff Fed, Peter Schiff inflation, Peter Schiff raising debt ceiling, Peter Schiff US defaulting on debts, raising debt limit


Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru57m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru57m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru58m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru58m yang lalu

Trading

Spot
活动图片