Here’s When We Can Get Optimistic About Crypto Markets Again, According to Analyst Benjamin Cowen

dailyhodlDipublikasikan tanggal 2023-04-24Terakhir diperbarui pada 2023-04-24

Abstrak

Widely followed crypto analyst Benjamin Cowen says now likely isn't the time to be expecting...

Widely followed crypto analyst Benjamin Cowen says now likely isn’t the time to be expecting a full-blown bull market for Bitcoin (BTC) and crypto.
In a new strategy session, Cowen tells his 785,000 YouTube subscribers that Bitcoin could be at risk of another “summer lull.”

Cowen points out that April of 2021 and 2022 both marked local tops and the beginning of multi-month downtrends for BTC.
According to the analyst, if the pattern continues, it would fit his thesis that BTC won’t fully exit its bear market until late this year or early next year.
“I would generally argue that there is a good chance that this will be a summer lull 2.0, where we come back in and come back down to these lower levels before ultimately putting on our rally caps going into the halving year. That is my general expectation. I’ve made that fairly clear for a long time, that the recovery years are brutal for both sides. Congratulations to those that play both sides, but that is my general expectation going into the rest of this year, is that we will likely see prices fall back in.” 
Cowen says that with the US economy currently at risk of witnessing a recession, the time to be optimistic about crypto is probably in late 2023 to early 2024 when fears of an economic downturn are either avoided or drowned out.
“The altcoin market should still bleed against Bitcoin, and by the end of this year, once the recession risk is either avoided or it’s happened and we’re coming out of it, late this year or early next year, that, I think will be the time to really get a little bit more optimistic on these markets.”

Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru56m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru56m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru57m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片