True Decentralization Can be Achieved With Oracles

newsbtcDipublikasikan tanggal 2022-04-03Terakhir diperbarui pada 2022-04-03

Abstrak

The term ‘oracle’ has become quite commonly used within crypto circles across the globe in recent years, and rightly so....

The term ‘oracle’ has become quite commonly used within crypto circles across the globe in recent years, and rightly so. This is because these novel offerings are designed to connect various blockchain projects with a wide array of off-chain data, thus allowing for the advent of many novel use cases.
That said, most traditional oracles are faced with two core issues. Firstly, they require a centralized entity/intermediary to facilitate their access to external, real-time data — as a result of which third parties can potentially alter the data being supplied to it. Secondly, centralized oracles often have to forego many of the privacy advantages put forth by smart contracts, thereby posing major risks to the system’s overall security.
A smart contract can be thought of as a program/transaction protocol designed to automatically execute, administer and note relevant events and actions as per the terms of a predefined digital agreement.
Decentralized oracles explained
As highlighted earlier, centralized oracles serve as single, stand-alone entities that provide data from an external source to a smart contract operating within a set governance framework. As a result, they, more often than not, feature a single point of failure that can result in them being corrupted or being attacked.
On the other hand, decentralized oracles can be visualized as a group of independent oracles where each node operating within the network is capable of acting on its own accord — i.e., having the ability to work solo and retrieve data from an off-chain source.
Since they don’t have any sort of dependence on a “single source of truth”, the overall authenticity, and veracity of the data being supplied to the associated smart contract can be verified with an extremely high degree of efficacy.
To elaborate, most high-quality Decentralized Oracle Networks (DONs) provide their clients with highly specific security features such as data integrity proofs (that use cryptographic signatures); data validation modules using multi-layer aggregation (so as to eliminate downtime-related issues); crypto-economic guarantees as well as other optional features such as zero-knowledge proofs.
From an operational standpoint, decentralized oracles are ideal for use within a complex business environment but need a high level of financial investment — especially when it comes to setting up the project’s native infrastructure as well as paying for its general upkeep/maintenance.
The issues with oracles in their present form
While the transparency and decentralization aspect of most oracle-based platforms is quite intriguing, at least on paper, it should be noted that such propositions are only valid insofar that the information being supplied to a particular blockchain is “tamper-proof”. Now that being said, it is worth looking into the question of who really has the power to authenticate this data?
In fact, this question has been looked at in-depth by many blockchain experts and arises whenever a digital asset has to be linked to its physical counterpart.
As an example, whenever the transfer of ownership relating to a physical commodity (for example a necklace) has to take place between two people, the smart contract associated with the deal has to be supplied with data ensuring the validity of the supplied information.
To achieve this, a third party is usually required for the verification of events taking place in the real world. And while many projects have sought to alleviate this pain point in recent years, the issue is still quite prevalent today.
Decentralized Oracle solutions
Chainlink
One of the most popular oracle networks in the market today, Chainlink is best described as a decentralized network of nodes capable of delivering its users a wide range of real-time info from external data sources. The platform’s native smart contract architecture is automated and is able to perform actions as and when certain predefined conditions are satisfied.
Chainlink’s network is designed to help process real-world data associated with a number of feeds ranging from asset prices to sports data to shipping data to weather data. As a result of its multifaceted utilitarian structure, the platform is currently being used by a number of prominent DeFi projects such as Aave, Kyber Network, Synthetix, amongst others.
QED
QED can be thought of as a future-ready decentralized oracle designed to connect a wide number of blockchain networks and their associated smart contracts with external data sources seamlessly. Operationally speaking, QED Oracles utilize ‘external collateral’ as a bond to their smart contract theory mitigating many systemic risks that may have otherwise entered the fray.
Furthermore, the platform uses a ‘reliability scoring’ mechanism that determines the oracle’s capital efficiency while weeding out any poor performers from within the ecosystem. Lastly, QED has been built atop a blockchain that features no single point of failure and does not make use of a centralized verification system — allowing for a higher level of operational efficacy and overall security.
Witnet
Simply put, Witnet is a decentralized oracle network (DON) that not only connects smart contracts to real-world data sources but also allows third-party software to gather certain, specific info published by a given web address at any given point in time in its lifecycle, that too with verifiable proof.
It is worth mentioning that Witnet comes with a highly developed, holistic blockchain as well as a native digital asset that miners have the option of securing in lieu of retrieving, attesting and delivering web content.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Perkataan Warsh Jumat Depan, Fokus Utama Pasar Apa?

Prakiraan Pidato Warsh pada Jumat Ini: Fokus Pasar pada Apa? Pada 28 Agustus (Jumat), Ketua Fed Kevin Warsh akan menyampaikan pidato pertamanya di Jackson Hole. Pasar tidak hanya memperhatikan apakah dia akan mengisyaratkan arahan suku bunga berikutnya, tetapi juga apakah dia akan melanjutkan pendekatan mengurangi panduan ke depan (*forward guidance*) dan membiarkan pasar membentuk ekspektasi suku bunga secara mandiri. Artikel ini, ditulis oleh Michael J. Kramer, mengajukan interpretasi yang lebih kontroversial: Warsh mungkin tidak berniat secara aktif menekan suku bunga jangka panjang seperti Fed di masa lalu, melainkan membiarkan kurva imbal hasil (*yield curve*) semakin curam. Tujuannya adalah agar premi jangka waktu (*term premium*) dan volatilitas obligasi yang lebih tinggi dapat mengencangkan kondisi keuangan (*financial conditions*). Dalam kerangka ini, bahkan tanpa menaikkan suku bunga kebijakan (*policy rate*), tekanan pada biaya hipotek, pembiayaan perusahaan, dan valuasi saham dapat menekan permintaan. Investor akan mengamati apakah Warsh mengubah sikapnya tentang mengurangi panduan ke depan. Pengurangan ini berpotensi meningkatkan premi jangka waktu dan volatilitas tersirat (*implied volatility*) di pasar obligasi (diukur oleh indeks MOVE), yang dengan sendirinya berfungsi sebagai alat pengencangan keuangan. Penulis berspekulasi bahwa Fed mungkin membiarkan suku bunga jangka panjang yang lebih tinggi melakukan sebagian pekerjaan pengencangan, yang pada akhirnya dapat menciptakan ruang untuk pemotongan suku bunga jangka pendek di masa depan. Faktor eksternal seperti normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan, yang didorong oleh ekspektasi inflasi yang meningkat, juga dapat memberikan tekanan tambahan pada suku bunga global jangka panjang. Pidato Jumat ini akan menjadi uji penting pertama untuk melihat apakah kerangka "biarkan suku bunga jangka panjang yang melakukan pengencangan" ini merupakan niat kebijakan Warsh atau sekadar narasi yang dibangun pasar. Pasar akan mencari kejelasan tentang bagaimana Warsh memandang kenaikan imbal hasil jangka panjang dan sejauh mana dia akan mengurangi komunikasi panduan ke depan.

marsbit5m yang lalu

Perkataan Warsh Jumat Depan, Fokus Utama Pasar Apa?

marsbit5m yang lalu

Pemimpin Darknet Memberi Tahu Kesediaan untuk Bekerja Sama Seiring Perkembangan Kasus Pencurian Bitcoin Senilai 44 Juta Dolar

Tomas Jirikovsky, tersangka utama dalam salah satu kasus pencucian uang kripto terbesar di Republik Ceko, menunjukkan tanda-tanda pertama untuk bersedia bekerja sama dengan pihak berwenang. Perubahan sikap ini terungkap setelah sidang penahanan di Pengadilan Kota Brno, di mana hakim Ivana Otrubova memutuskan dia tetap ditahan selama penyelidikan berlangsung. Jirikovsky, seorang programmer yang terkait dengan aktivitas darknet dan pencucian uang, sebelumnya terus menolak berbicara dengan penyelidik. Namun, jaksa Lucy Slamova melaporkan perubahan posisi tersangka setelah persidangan terakhir. Jaksa menyatakan bahwa tersangka telah mengambil langkah-langkah tertentu dan mengubah sikapnya terkait aktivitas platform darknet dan pencucian hasil kejahatan, meskipun belum memberikan kesaksian rinci. Pengadilan memerintahkan penahanan berlanjut karena risiko kabur dan kemungkinan dia masih mengendalikan sebagian dana kripto ilegal. Jaksa menuntut hukuman penjara hingga 20 tahun serta penyitaan asetnya. Inti dari skandal ini adalah donasi kontroversial sebesar 44 juta dolar AS dalam Bitcoin yang diberikan Jirikovsky kepada Kementerian Kehakiman Ceko. Dia menawarkan 30% dari dompet kripto yang disita kepada negara sebagai imbalan bantuan membukanya. Mantan Menteri Kehakiman Pavel Blazek menerima donasi tersebut, awalnya menyatakan dana itu sah. Namun, transaksi ini memicu skandal politik besar ketika penyelidik menyatakan donasi tersebut adalah skema untuk melegalkan pendapatan ilegal dari operasi darknet. Insiden ini berujung pada pengunduran diri Blazek dan dakwaan kriminal terhadap beberapa pejabat tinggi karena diduga membantu pencucian uang dan melanggar tugas resmi. Proses pengadilan diprediksi akan berlangsung lama karena luasnya penyelidikan.

cryptonews.ru9m yang lalu

Pemimpin Darknet Memberi Tahu Kesediaan untuk Bekerja Sama Seiring Perkembangan Kasus Pencurian Bitcoin Senilai 44 Juta Dolar

cryptonews.ru9m yang lalu

"Siklus Bear Sudah Berakhir". Berita Utama Apa Saja di Pasar Kripto

«Siklus beruang telah berakhir». Berita utama di pasar cryptocurrency pagi ini, 26 Agustus: Harga Bitcoin ($BTC) sedikit turun, diperdagangkan di bawah $79 ribu, sementara Ethereum ($ETH) berada di sekitar $2,45 ribu. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar crypto tetap di atas $2,65 triliun, dan indeks 'takut dan serakah' menunjukkan 65 poin, menandakan sentimen 'keserakahan' di kalangan investor. Berita penting Bitcoin: Pada 25 Agustus, harga Bitcoin sempat mencapai $81,3 ribu tetapi mengalami koreksi. Pakar mencatat level ini dekat dengan indikator teknis kunci, rata-rata bergerak 50-minggu (SMA). CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, menyatakan bahwa "siklus beruang telah berakhir," mengutip sinyal awal kenaikan yang mirip dengan Januari 2023. Tren Altcoin: Analis memperbincangkan dimulainya 'musim altcoin', di mana altcoin berpotensi mengungguli pertumbuhan Bitcoin. Data menunjukkan aliran likuiditas dari Bitcoin ke Ethereum dan aset crypto berisiko lebih tinggi. Meskipun rally saat ini bagi banyak aset (seperti LayerZero/$ZRO yang naik >60% sejak 17 Agustus) dilihat sebagai pemulihan dari level harga terendah tahun ini. Data lain: ETF Bitcoin mencatat aliran masuk dana lebih dari $314 juta pada 24 Agustus, sementara ETF Ethereum hampir $179 juta. Di pasar spot Rusia, harga USDT (TRC20) ditawarkan mulai dari 87,5 RUB. *Peringatan: Crypto adalah aset volatil yang dapat menyebabkan kerugian finansial. Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi.*

cryptonews.ru9m yang lalu

"Siklus Bear Sudah Berakhir". Berita Utama Apa Saja di Pasar Kripto

cryptonews.ru9m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli LINK

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian ChainLink (LINK) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli ChainLink (LINK) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan ChainLink (LINK) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan ChainLink (LINK) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading ChainLink (LINK)Lakukan trading ChainLink (LINK) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.3k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli LINK

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga LINK (LINK) disajikan di bawah ini.

活动图片