当 AI Coding 开始接管一切,以太坊为什么还在强调安全与去中心化?

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-04-29Terakhir diperbarui pada 2026-04-29

香港 Web3 嘉年华上,Vitalik Buterin 不出意外又提到了那个老生常谈的问题:以太坊到底要成为什么?

其实过去几年,加密行业早就习惯于用性能指标来讨论公链竞争,譬如谁的 TPS 更高,谁的确认速度更快,谁的 Gas 更低,谁就更容易被理解为「下一代基础设施」等等....

但到了 2026 年,无论是以太坊还是新公链,当下大家面对的已经不只是 DeFi、NFT、L2 扩容和链上金融这些内部议题——AI Coding 快速虹吸一切、形式化验证和零知识证明进步也很明显。

这些都意味着公链面对的世界,正在发生新的变化,那我们还需不需要一个所有人都可以验证、可以退出、可以自我托管、可以不被单点控制的公共基础设施?

而以太坊,究竟又是怎么思考并为之准备的?

一、以太坊到底是用来做什么的:公告板与计算

「以太坊不是为了与高频交易平台竞争,以太坊不是为了成为最快的链,以太坊旨在成为安全的链、去中心化的链,这条链将持续在线,是你永远可以依赖的链」,在这次演讲中,Vitalik 用两个非常基础的概念重新解释了以太坊的价值:第一,以太坊像一块「公共公告板」;第二,以太坊提供「计算」能力。

这两个朴素的概念,不仅是近期我们一直在阐述的以太坊新定位方向,也几乎概括了以太坊区别于普通互联网服务的根本原因。

其中所谓公共公告板,并不是一个抽象比喻,它意味着应用可以在以太坊上发布消息,所有人都能看到消息发布的内容与顺序——这些消息可以是交易,可以是哈希值,可以是加密数据,也可以是其他需要被公开承诺、排序和验证的信息(延伸阅读《从「全球计算机 / 结算层」到「公告板」:以太坊和 Vitalik 想做什么?》)。

这也是以太坊和普通服务器最根本的不同。服务器可以更快、更便宜、更高效,但它通常要求用户相信运营方不会篡改记录、不会拒绝服务、不会在关键时刻关停系统,以太坊要提供的就是这种能力。

计算则是指以太坊允许人们创建由代码控制的共享数字对象,这些对象可以是 ERC-20 代币、NFT、ENS 名称,也可以是 DAO、链上组织、金融协议或其他更复杂的应用。

所以,到了 2026 年,如果仍然只用「性能」来理解以太坊,或者仅仅用 TPS、Gas 成本、确认速度去对比新公链,很容易错过以太坊接下来真正要解决的问题。

未来几年的公链扩容,重点已经不只是「把链做得更快」,而是如何在更复杂的应用场景中,继续保留可验证性、去中心化和用户自我主权,换句话说,扩容不是为了把以太坊改造成另一个中心化高性能系统,而是为了让更多应用在不牺牲底层信任假设的前提下运行。

这也是今年年初以来 Vitalik 重新看待 L2 的关键原因。

说白了,他觉得过去市场更习惯把 L2 理解为以太坊的扩容工具,像主网贵了、堵了,就把更多交易迁移到 L2 上,但如今 L2 的阶段性历史使命已经完成,不能只停留在「分流交易」这一层,而应该成为以太坊向更多应用场景延展的前沿阵地。

这个判断对今天的以太坊生态尤其重要。

过去几年,市场经常把 L2 简化为「更便宜的以太坊」。但在 Vitalik 的框架里,L2 不是简单的平替层,而是围绕以太坊公共基础层构建出的功能扩展,L1 承担最关键的承诺、结算、数据发布与验证角色,L2 和链下系统则围绕具体应用场景,提供更高频、更灵活、更隐私友好的执行能力。

这也是为什么 Vitalik 不愿意把「最快」作为以太坊的首要目标。

快当然重要,但如果快的代价是普通用户无法运行节点、无法验证状态、无法在系统出问题时保护自己,那么这条链就会逐渐变成一个效率更低的中心化服务。

对以太坊来说,速度只是体验问题,安全和去中心化才是存在理由。

二、AI 时代,以太坊的价值反而会被重新放大

这次演讲最值得关注的一点,是 Vitalik 并没有把 AI 只当作外部热点,而是把它放进了以太坊未来路线图的技术语境中。

像以太坊社区已经开始尝试应用 AI 来生成代码证明,用来证明运行以太坊的软件版本具备它应该具备的特性。放在两年前,这件事还很难做到,但 AI 的快速发展正在让软件安全验证变得更容易。

这背后对应的是一个很现实的问题,就是当区块链承载的资产、身份、组织和规则越来越多时,代码漏洞的代价也会越来越高,如果 AI 能帮助开发者发现漏洞、生成证明、辅助形式化验证,那么它就不只是应用层的效率工具,也会成为协议安全工程的一部分(延伸阅读《当黑客「更高效」用上 AI,Web3 的「矛与盾」军备竞赛如何升级?》)。

但 AI 对以太坊更深的影响,并不只在开发端,也在用户端,尤其是改变普通用户与数字系统交互的方式。

众所周知,过去几十年人机交互大致经历了几次变化。最早用户通过命令行和计算机对话,只有少数懂技术的人能真正使用复杂系统,后来图形界面和移动 App 普及,普通用户可以通过按钮、页面和菜单完成操作。

而现在,AI 正在把交互方式推向自然语言,用户不再需要理解每一步操作,只需要说出目标,系统就可能自动拆解路径、调用工具并完成执行。

这个变化放到 Web3 中,影响会更大。

今天一个用户要完成一笔跨链 DeFi 操作,往往需要自己选择网络、确认 Gas、授权合约、执行 Swap、桥接资产、再存入协议,每一步都需要签名,每一步都可能出错。那未来如果 AI Agent 成为钱包和链上应用的重要入口,用户可能只需要说一句:「把我的一部分 ETH 换成稳定币,并按照低风险策略存入收益协议」,剩下的路径规划、协议选择、交易模拟和执行,都可能由智能代理完成。

听起来,这会极大降低使用门槛,当然问题也随之出现,毕竟当用户不再亲自点击每一步,当 AI Agent 代表用户理解意图、调用合约、发起交易时,用户如何确认它没有越权?如何知道它选择的路径不是恶意的?如何在不牺牲体验的前提下,保留撤销、验证和自我保护的能力?

这正是以太坊价值被重新放大的地方。

AI 可以让操作更自然,但自然语言本身并不能带来信任,一个更聪明的界面,如果背后仍然是不可验证的黑箱系统,那么用户只是从「相信平台」变成了「相信模型」,而以太坊提供的更像是 AI 时代的信任基础设施。

延伸一点讲,这其实也让钱包的角色变得更重要。所以未来的钱包可能不再只是一个「签名工具」或「资产列表」,而会逐渐成为用户与 AI Agent、链上应用、身份系统和支付网络之间的权限管理层,因为用户需要通过钱包设定边界,譬如哪些操作可以自动执行,哪些操作必须二次确认,哪些资产不能被调用,哪些授权需要定期检查和清理。

三、CROPS:从基金会章程,到社区契约

有意思的是,就在 Vitalik 从协议路线图角度重新解释以太坊之前,以太坊基金会也发布了 EF Mandate,算是在价值层面对这条路线做了一次正式确认。

这份 Mandate 文件提出以太坊存在的最终理由,是保护用户的自我主权——用户能够独立掌握自己的资产、身份、行为与选择,不依赖任何中心化中介。

围绕这一点,EF Mandate 提出了一个缩写「CROPS」,就是 Censorship Resistance(抗审查)、Open Source(开源)、Privacy(隐私)、Security(安全)的首字母缩写,在基金会的表述中,以太坊必须首先保持这四个属性,没有这些,以太坊就失去了值得使用、值得建设、也值得守护的理由。

客观而言,抗审查、开源、隐私、安全这几个词在 Web3 语境中并不新鲜,它们几乎从加密行业诞生之初就被反复讨论,但今天重新强调它们,意义已经发生了很明显的变化。

毕竟早期加密行业讨论这些价值,更多是为了反对中心化平台和金融中介,而现在这些价值还要面对 AI 时代的新问题,EF Mandate 就提到,未来的中心化不一定表现为某个平台强行控制你,也可能表现为你根本不知道系统(尤其是 AI)如何替你做决定。

譬如当推荐算法决定你看到什么内容,当 AI 助手替你筛选信息,当智能代理替你执行交易,当身份、资产和数据都被接口封装起来,用户的主权可能是在一次次「更方便」的体验里被隐性地稀释掉了。

所以,以太坊的去中心化不能只被理解为节点数量、客户端多样性或共识机制,它更应该被理解为一种没有任何单一主体可以轻易改变规则的去中心化系统,其中用户可以验证系统状态,开发者可以自由构建,应用可以被公开审计,资产和身份不必完全托付给平台。

Vitalik 也强调去中心化不是以太坊的一个功能,而是以太坊存在的理由,因为如果失去去中心化,以太坊不过是一个效率更低的中心化服务,这句话也解释了为什么以太坊社区一直强调「每个人都是 Builder」。

  • 在 Web2 时代,大多数用户只是产品的使用者。平台定义规则,用户接受规则;平台改变接口,用户适应接口;平台关闭服务,用户只能迁移或放弃;
  • 但在以太坊生态里,建设者不只是一小群核心开发者,也包括钱包开发者、DApp 开发者、节点运营者、研究者、教育者、审计员、社区贡献者,甚至包括每一个认真管理自己私钥、学习链上安全、参与治理讨论的普通用户;

这意味着,CROPS 不应该停留在口号层面,它需要被具体产品和具体行为实现,以 imToken 这样的钱包为例,安全不是一句提示语,而是助记词管理、风险提醒、DApp 授权管理、交易解析、钓鱼识别等一整套体验。

写在最后

回到 Vitalik 在香港 Web3 嘉年华的演讲,它表面上讲的是未来五年的技术路线:扩容、zkEVM、后量子安全、形式化验证、隐私、区块构建、账户抽象、zkVM 等等。

但更深一层,它其实是在回答一个价值问题,就是当整个行业都在追求更快、更便宜的时候,以太坊究竟应该为了什么而优化?

答案并不是不要性能,也不是拒绝体验,而是让普通用户更容易使用链上应用,且必须服务于自我主权、安全、可验证和公平参与,而不是用这些东西去交换短期效率。

AI 时代会让这个问题更加尖锐。

从这个角度看,以太坊下一阶段真正重要的,或许不是它能不能成为最快的链,而是它能不能继续成为最值得信任、最容易验证、最不依赖单点权威的公共基础设施。

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

Pada pertengahan Juni, tiga peristiwa industri — pembatasan akses Fable 5 karena kepatuhan regulasi, pengumuman open-source GLM-5.2, dan kebocoran tanggal rilis GPT-5.6 — menandai titik balik dalam industri AI global. Logika dasarnya telah berubah: Pertama, **"ketersediaan" kini lebih penting daripada "kemajuan teknis"**, dengan rantai pasok model besar memasuki fase "sistem ganda": model tertutup yang dikontrol dan model open-source lokal. Kedua, **penghalang kompetisi raksasa model tertutup bergeser**. Fokus teknis beralih dari "kecerdasan bahasa" ke "kecerdasan spasial (model dunia)" yang sangat bergantung pada komputasi. Ketiga, menghadapi risiko kepatuhan regulasi lintas batas yang常态, **desain arsitektur "model-agnostic" telah menjadi kebutuhan dasar bagi pengembang aplikasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis**. Fable 5 (Anthropic) dibatasi aksesnya bagi non-warga AS hanya 72 jam setelah diluncurkan, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi kini berbanding lurus dengan risiko regulasi. Di sisi lain, model open-source seperti GLM-5.2 menawarkan peningkatan kinerja yang stabil dan keunggulan biaya signifikan (hingga 90% lebih murah), sekaligus menjadi cadangan penting untuk manajemen risiko kepatuhan perusahaan global. Sementara itu, GPT-5.6 dikabarkan akan fokus pada "kecerdasan spasial" atau "model dunia", berusaha membangun keunggulan baru di bidang seperti simulasi industri dan robotika yang membutuhkan daya komputasi masif. Kesimpulannya, logika evaluasi infrastruktur AI telah berubah dari sekadar kinerja teknis menjadi pertimbangan gabungan antara kinerja, kepatuhan regulasi, dan stabilitas akses. Bagi pengembang, ketergantungan pada API tertutup tunggal mengandung risiko tinggi. Menerapkan arsitektur "model-agnostic" untuk memungkinkan peralihan cepat ke alternatif open-source lokal telah menjadi prinsip dasar untuk menjaga kelangsungan bisnis.

marsbit1j yang lalu

Mundur Terhitung: GPT-5.6 – Tinggalkan Khayalan API Tunggal, Iterasi Daya Komputasi Secepat Apa Pun Takkan Lawan Satu Aturan Kepatuhan

marsbit1j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

Perang subsidi token antara raksasa AI seperti Google, OpenAI, dan Anthropic mungkin tidak akan segera berakhir, tetapi sifatnya berbeda dari perang subsidi era internet. Analisis dari SemiAnalysis menunjukkan bahwa harga token saat ini sebenarnya sudah sangat disubsidi, dengan paket berlangganan AI premium bahkan mungkin disubsidi hingga 70 kali lipat dari biaya berlangganannya. Namun, tidak seperti layanan seperti taksi online atau pengiriman makanan, token AI hampir tidak memiliki efek "penguncian" (*lock-in effect*). Pengguna dan pengembang dapat dengan mudah beralih antara model AI karena API yang semakin standar. Ini berarti begitu subsidi dihentikan dan harga dinaikkan, pengguna bisa langsung beralih. Bill Maris dari Google Ventures memprediksi dengan keyakinan 100% bahwa Google, dengan pendapatan iklannya yang besar, bisa memotong harga token hingga 80% sebagai senjata. Bagi OpenAI dan Anthropic yang bergantung pada pendanaan investor, hal ini akan menjadi tekanan bisnis yang berat, terutama setelah mereka masuk bursa dan harus menunjukkan profitabilitas. Dua skenario akhir yang mungkin adalah: 1) skenario monopolistik ala internet di mana satu pemenang muncul dan kemudian menaikkan harga, atau 2) skenario "listrik-air-bahan bakar" di mana token menjadi infrastruktur dasar yang terstandarisasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis. Artikel berargumen bahwa skenario kedua lebih mungkin karena kurangnya efek penguncian pada token AI. Kompetisi ini mungkin bukan perang untuk dimenangkan, melainkan permainan tanpa akhir untuk tetap berada di meja permainan. Bagi pengguna, selama perang subsidi ini berlanjut, mereka akan terus menikmati akses ke kemampuan AI canggih dengan biaya yang sangat terjangkau dibandingkan dengan biaya komputasi sebenarnya.

marsbit1j yang lalu

Perang Subsidi Token "Raksasa AI", Sudah Hampir Selesai?

marsbit1j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

Di luar lapangan, Piala Dunia bukan hanya festival penggemar sepak bola, tetapi juga jendela langka bagi spekulasi global. Turnamen ini memusatkan perhatian, emosi, identitas, kesenjangan informasi, dan sumber daya langka selama lebih dari sebulan, menciptakan ekosistem spekulasi yang luas. Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi mencatat pertumbuhan pesat, dengan volume perdagangan miliaran dolar, menawarkan narasi kekayaan baru dibandingkan taruhan olahraga tradisional yang tetap menjadi tulang punggung dengan basis pengguna yang matang. Pasar saham juga bereaksi, menciptakan "saham konsep" seperti produsen ayam goreng di Korea Selatan yang harganya melonjak terkait acara nonton bareng. Pasar sekunder tiket menjadi arena arbitrase, di mana harga bisa meroket untuk pertandingan tim populer seperti Portugal, sementara tiket lain justru turun. Barang koleksi seperti stiker Panini dan jersey edisi terbatas juga menjadi komoditas spekulasi, dengan harga melambung di platform seperti eBay. Spekulasi lebih liar muncul di crypto melalui ribuan token meme bertema Piala Dunia yang sangat volatil, meski penuh risiko penipuan. Lapisan terakhir adalah bisnis informasi: alat pelacak tiket seperti SeatSidekick dan layanan berlangganan rekomendasi taruhan memanfaatkan permintaan akan data dan keunggulan informasi. Intinya, Piala Dunia telah menjadi eksperimen spekulasi raksasa di mana aliran perhatian dan emosi menciptakan jaringan perdagangan global yang menyelesaikan transaksinya sendiri jauh dari lapangan hijau.

marsbit2j yang lalu

Di Luar Lapangan: Permainan Mengejar Keuntungan di Sekitar Piala Dunia

marsbit2j yang lalu

Bagaimana Codex Menggunakan Komputer? Tiga Pintu Masuk dan Batasan Izin

Cara Codex Menggunakan Komputer: Tiga Pintu Masuk dan Batas Izin Artikel ini menjelaskan tiga cara Codex berinteraksi dengan lingkungan eksternal: Computer Use, Ekstensi Chrome, dan Browser dalam aplikasi. Ketiganya melayani skenario tugas, batas izin, dan tingkat kepercayaan yang berbeda. 1. **Computer Use (@Computer)**: Cakupan terluas, mengontrol aplikasi desktop asli (macOS/Windows), pengaturan sistem, simulator iOS, dan alur kerja lintas aplikasi melalui antarmuka grafis. Cocok untuk proses yang tidak memiliki dukungan API, plugin, atau alat terstruktur. Namun, lebih lambat dan memiliki batas izin terlebar. Harus digunakan dengan pengawasan untuk tindakan sensitif. 2. **Ekstensi Chrome (@Chrome)**: Mengakses status Chrome yang sudah login, termasuk cookies, tab, dan profil. Ideal untuk tugas di Gmail, LinkedIn, Salesforce, dasbor internal, atau penelitian yang memerlukan status login di beberapa situs. Mendukung kontrol multi-tab dan konteks identitas browser. Batas kepercayaan penting: pisahkan tindakan berisiko tinggi seperti mengirim atau membeli. 3. **Browser dalam Aplikasi (@Browser)**: Browser terisolasi di dalam thread Codex, tidak membawa status login atau ekstensi. Sangat cocok untuk pengembangan web, debugging bug visual, memeriksa tata letak responsif, dan memberikan anotasi desain pada halaman lokal atau pratinjau berbasis file. Menciptakan siklus umpan balik yang ketat antara pengeditan kode dan pratinjau. **Prinsip Inti**: Pilih antarmuka operasi yang paling sempit, aman, dan terstruktur untuk tugas tersebut. Prioritaskan plugin atau MCP jika tersedia. Gunakan Computer Use hanya sebagai "mil terakhir" ketika alat terstruktur tidak mencukupi. **Appshots** berfungsi sebagai alat untuk memberikan konteks visual (dengan menangkap jendela depan), bukan sebagai metode kontrol keempat. Dengan mendorong pemilihan alat yang tepat, pendekatan berlapis ini menunjukkan kunci produk AI Agent: membatasi izin secara proporsional berdasarkan tugas spesifik dan mempertahankan hak pengguna untuk meninjau tindakan kritis.

marsbit3j yang lalu

Bagaimana Codex Menggunakan Komputer? Tiga Pintu Masuk dan Batasan Izin

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Apa Itu ETH 2.0

ETH 2.0: Era Baru untuk Ethereum Pendahuluan ETH 2.0, yang dikenal luas sebagai Ethereum 2.0, menandai peningkatan monumental pada blockchain Ethereum. Transisi ini bukan sekadar tampilan baru; tujuannya adalah untuk secara fundamental meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan keberlanjutan jaringan. Dengan peralihan dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) yang mengkonsumsi energi tinggi ke Proof of Stake (PoS) yang lebih efisien, ETH 2.0 menjanjikan pendekatan transformasional terhadap ekosistem blockchain. Apa itu ETH 2.0? ETH 2.0 adalah kumpulan pembaruan yang berbeda dan saling terhubung yang fokus pada pengoptimalan kemampuan dan kinerja Ethereum. Perombakan ini dirancang untuk mengatasi tantangan kritis yang dihadapi mekanisme Ethereum yang ada, khususnya terkait dengan kecepatan transaksi dan kemacetan jaringan. Tujuan ETH 2.0 Tujuan utama dari ETH 2.0 berputar di sekitar perbaikan tiga aspek inti: Skalabilitas: Bertujuan untuk secara signifikan meningkatkan jumlah transaksi yang dapat ditangani jaringan per detik, ETH 2.0 berusaha untuk melampaui batasan saat ini yang kira-kira 15 transaksi per detik, berpotensi mencapai ribuan. Keamanan: Langkah-langkah keamanan yang diperkuat merupakan bagian integral dari ETH 2.0, terutama melalui peningkatan ketahanan terhadap serangan siber dan pelestarian etos terdesentralisasi Ethereum. Keberlanjutan: Mekanisme PoS yang baru dirancang tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi tetapi juga untuk secara drastis mengurangi konsumsi energi, menyelaraskan kerangka operasional Ethereum dengan pertimbangan lingkungan. Siapa Pencipta ETH 2.0? Penciptaan ETH 2.0 dapat diperkirakan dari Ethereum Foundation. Organisasi nirlaba ini, yang memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan Ethereum, dipimpin oleh co-founder terkenal Vitalik Buterin. Visi beliau untuk Ethereum yang lebih skalabel dan berkelanjutan telah menjadi kekuatan pendorong di balik peningkatan ini, melibatkan kontribusi dari komunitas pengembang dan penggemar di seluruh dunia yang berdedikasi untuk meningkatkan protokol. Siapa Investor ETH 2.0? Sementara rincian seputar investor untuk ETH 2.0 belum dipublikasikan, Ethereum Foundation dikenal menerima dukungan dari berbagai organisasi dan individu di ruang blockchain dan teknologi. Mitra-mitra ini mencakup perusahaan modal ventura, perusahaan teknologi, dan organisasi filantropi yang memiliki minat bersama untuk mendukung pengembangan teknologi terdesentralisasi dan infrastruktur blockchain. Bagaimana ETH 2.0 Bekerja? ETH 2.0 dikenal karena memperkenalkan serangkaian fitur kunci yang membedakannya dari pendahulunya. Proof of Stake (PoS) Peralihan ke mekanisme konsensus PoS adalah salah satu perubahan utama dari ETH 2.0. Berbeda dengan PoW, yang bergantung pada penambangan yang mengkonsumsi energi untuk verifikasi transaksi, PoS memungkinkan pengguna untuk memvalidasi transaksi dan membuat blok baru sesuai dengan jumlah ETH yang mereka pertaruhkan dalam jaringan. Ini menghasilkan efisiensi energi yang lebih baik, mengurangi konsumsi hingga sekitar 99,95%, menjadikan Ethereum 2.0 sebagai alternatif yang jauh lebih ramah lingkungan. Shard Chains Shard chains adalah inovasi kritis lainnya dari ETH 2.0. Rantai yang lebih kecil ini beroperasi secara paralel dengan rantai utama Ethereum, memungkinkan beberapa transaksi untuk diproses secara bersamaan. Pendekatan ini meningkatkan kapasitas keseluruhan jaringan, mengatasi kekhawatiran skalabilitas yang telah mengganggu Ethereum. Beacon Chain Di inti ETH 2.0 adalah Beacon Chain, yang mengoordinasikan jaringan dan mengelola protokol PoS. Ini berfungsi sebagai semacam organisasi: ia mengawasi para validator, memastikan bahwa shard tetap terhubung ke jaringan, dan memantau kesehatan keseluruhan ekosistem blockchain. Jadwal ETH 2.0 Perjalanan ETH 2.0 telah ditandai oleh beberapa tonggak kunci yang menggambarkan evolusi peningkatan signifikan ini: Desember 2020: Peluncuran Beacon Chain menandai pengenalan PoS, mempersiapkan jalan untuk migrasi ke ETH 2.0. September 2022: Penyelesaian dari “The Merge” merupakan momen penting di mana jaringan Ethereum berhasil beralih dari kerangka PoW ke PoS, menyambut era baru untuk Ethereum. 2023: Peluncuran yang diharapkan dari shard chains bertujuan untuk lebih meningkatkan skalabilitas jaringan Ethereum, mengukuhkan ETH 2.0 sebagai platform yang kuat untuk aplikasi dan layanan terdesentralisasi. Fitur Kunci dan Manfaat Skalabilitas yang Ditingkatkan Salah satu keuntungan paling signifikan dari ETH 2.0 adalah skalabilitasnya yang ditingkatkan. Kombinasi PoS dan shard chains memungkinkan jaringan untuk memperluas kapasitasnya, memungkinkan untuk menampung volume transaksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sistem lama. Efisiensi Energi Implementasi PoS merupakan langkah besar menuju efisiensi energi dalam teknologi blockchain. Dengan secara drastis mengurangi konsumsi energi, ETH 2.0 tidak hanya mengurangi biaya operasional tetapi juga lebih selaras dengan tujuan keberlanjutan global. Keamanan yang Ditingkatkan Mekanisme yang diperbarui ETH 2.0 berkontribusi pada peningkatan keamanan di seluruh jaringan. Penerapan PoS, bersamaan dengan langkah pengendalian inovatif yang ditetapkan melalui shard chains dan Beacon Chain, memastikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi terhadap potensi ancaman. Biaya yang Lebih Rendah bagi Pengguna Seiring dengan perbaikan skalabilitas, efek pada biaya transaksi juga akan terlihat. Peningkatan kapasitas dan pengurangan kemacetan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi biaya yang lebih rendah bagi pengguna, membuat Ethereum lebih mudah diakses untuk transaksi sehari-hari. Kesimpulan ETH 2.0 menandai evolusi signifikan dalam ekosistem blockchain Ethereum. Saat ini menangani isu-isu penting seperti skalabilitas, konsumsi energi, efisiensi transaksi, dan keamanan secara keseluruhan, pentingnya peningkatan ini tidak dapat diabaikan. Peralihan ke Proof of Stake, pengkenalan shard chains, dan kerja dasar dari Beacon Chain menunjukkan masa depan di mana Ethereum dapat memenuhi permintaan yang meningkat dari pasar terdesentralisasi. Dalam industri yang didorong oleh inovasi dan kemajuan, ETH 2.0 berdiri sebagai bukti kemampuan teknologi blockchain dalam membuka jalan menuju ekonomi digital yang lebih berkelanjutan dan efisien.

238 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.04Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu ETH 2.0

Apa Itu ETH 3.0

ETH3.0 dan $eth 3.0: Sebuah Pemeriksaan Mendalam tentang Masa Depan Ethereum Pendahuluan Dalam lanskap cryptocurrency dan teknologi blockchain yang berkembang pesat, ETH3.0, yang sering disingkat sebagai $eth 3.0, telah muncul sebagai topik yang menarik perhatian dan spekulasi. Istilah ini mencakup dua konsep utama yang perlu dijelaskan: Ethereum 3.0: Ini mewakili upgrade potensial di masa depan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan blockchain Ethereum yang ada, khususnya fokus pada peningkatan skalabilitas dan kinerja. ETH3.0 Meme Token: Proyek cryptocurrency yang berbeda ini berusaha memanfaatkan blockchain Ethereum untuk menciptakan ekosistem yang berfokus pada meme, mempromosikan keterlibatan dalam komunitas cryptocurrency. Memahami aspek-aspek ini dari ETH3.0 sangat penting tidak hanya untuk para penggemar crypto tetapi juga bagi mereka yang mengamati tren teknologi yang lebih luas di ruang digital. Apa itu ETH3.0? Ethereum 3.0 Ethereum 3.0 dianggap sebagai upgrade yang diusulkan untuk jaringan Ethereum yang sudah ada, yang telah menjadi tulang punggung banyak aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar sejak berdirinya. Peningkatan yang dibayangkan terutama berkonsentrasi pada skalabilitas—mengintegrasikan teknologi canggih seperti sharding dan zero-knowledge proofs (zk-proofs). Inovasi teknologi ini bertujuan untuk memfasilitasi jumlah transaksi per detik (TPS) yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berpotensi mencapai jutaan, sehingga mengatasi salah satu batasan paling signifikan yang dihadapi oleh teknologi blockchain saat ini. Peningkatan ini tidak hanya bersifat teknis tetapi juga strategis; ini bertujuan untuk mempersiapkan jaringan Ethereum untuk adopsi dan utilitas yang luas dalam masa depan yang ditandai dengan meningkatnya permintaan akan solusi terdesentralisasi. ETH3.0 Meme Token Berbeda dengan Ethereum 3.0, ETH3.0 Meme Token menjelajahi domain yang lebih ringan dan lebih bermain dengan menggabungkan budaya meme internet dengan dinamika cryptocurrency. Proyek ini memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan meme di blockchain Ethereum, menyediakan platform yang mendorong keterlibatan komunitas melalui kreativitas dan minat bersama. ETH3.0 Meme Token bertujuan untuk menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dapat berinteraksi dengan budaya digital, menciptakan kasus penggunaan yang menghibur dan finansial yang layak. Siapa Pencipta ETH3.0? Ethereum 3.0 Inisiatif menuju Ethereum 3.0 sebagian besar didorong oleh konsorsium pengembang dan peneliti dalam komunitas Ethereum, yang mencakup Justin Drake. Dikenal karena pandangannya dan kontribusinya terhadap evolusi Ethereum, Drake telah menjadi tokoh terkemuka dalam diskusi tentang transisi Ethereum ke lapisan konsensus baru, yang disebut sebagai “Beam Chain.” Pendekatan kolaboratif dalam pengembangan ini menunjukkan bahwa Ethereum 3.0 bukanlah produk dari satu pencipta tetapi merupakan manifestasi dari kecerdasan kolektif yang terfokus pada kemajuan teknologi blockchain. ETH3.0 Meme Token Detail mengenai pencipta ETH3.0 Meme Token saat ini tidak dapat dilacak. Sifat token meme sering kali mengarah pada struktur yang lebih terdesentralisasi dan didorong oleh komunitas, yang dapat menjelaskan kurangnya atribusi spesifik. Ini sejalan dengan ethos komunitas crypto yang lebih luas, di mana inovasi sering kali muncul dari upaya kolaboratif daripada individu. Siapa Investor ETH3.0? Ethereum 3.0 Dukungan untuk Ethereum 3.0 sebagian besar berasal dari Yayasan Ethereum bersama dengan komunitas pengembang dan investor yang antusias. Asosiasi dasar ini memberikan derajat legitimasi yang signifikan dan meningkatkan prospek implementasi yang sukses karena memanfaatkan kepercayaan dan kredibilitas yang dibangun selama bertahun-tahun operasi jaringan. Dalam iklim cryptocurrency yang berubah cepat, dukungan komunitas memainkan peran penting dalam mendorong pengembangan dan adopsi, memposisikan Ethereum 3.0 sebagai pesaing serius untuk kemajuan blockchain di masa depan. ETH3.0 Meme Token Sementara sumber yang tersedia saat ini tidak memberikan informasi eksplisit mengenai dasar investasi atau organisasi yang mendukung ETH3.0 Meme Token, ini mencerminkan model pendanaan tipikal untuk token meme, yang sering kali bergantung pada dukungan akar rumput dan keterlibatan komunitas. Investor dalam proyek semacam itu biasanya terdiri dari individu yang termotivasi oleh potensi inovasi yang didorong oleh komunitas dan semangat kerjasama yang terdapat dalam komunitas crypto. Bagaimana ETH3.0 Bekerja? Ethereum 3.0 Fitur pembeda dari Ethereum 3.0 terletak pada implementasi yang diusulkan dari sharding dan teknologi zk-proof. Sharding adalah metode untuk membagi blockchain menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dapat dikelola atau “shards,” yang dapat memproses transaksi secara bersamaan daripada secara berurutan. Desentralisasi pemrosesan ini membantu mencegah kemacetan dan memastikan jaringan tetap responsif bahkan di bawah beban berat. Teknologi zero-knowledge proof (zk-proof) memberikan lapisan kecanggihan lain dengan memungkinkan validasi transaksi tanpa mengungkapkan data mendasar yang terlibat. Aspek ini tidak hanya meningkatkan privasi tetapi juga meningkatkan efisiensi keseluruhan jaringan. Ada juga pembicaraan tentang memasukkan Ethereum Virtual Machine zero-knowledge (zkEVM) dalam upgrade ini, yang lebih memperkuat kemampuan dan utilitas jaringan. ETH3.0 Meme Token ETH3.0 Meme Token membedakan dirinya dengan memanfaatkan popularitas budaya meme. Ini mendirikan pasar bagi pengguna untuk terlibat dalam perdagangan meme, tidak hanya untuk hiburan tetapi juga untuk potensi keuntungan ekonomi. Dengan mengintegrasikan fitur seperti staking, penyediaan likuiditas, dan mekanisme tata kelola, proyek ini menciptakan lingkungan yang mendorong interaksi dan partisipasi komunitas. Dengan menawarkan perpaduan unik antara hiburan dan kesempatan ekonomi, ETH3.0 Meme Token bertujuan untuk menarik audiens yang beragam, mulai dari penggemar crypto hingga penggemar meme kasual. Garis Waktu ETH3.0 Ethereum 3.0 11 November 2024: Justin Drake memberi sinyal tentang upgrade ETH 3.0 yang akan datang, yang berpusat pada peningkatan skalabilitas. Pengumuman ini menandai awal diskusi formal mengenai arsitektur masa depan Ethereum. 12 November 2024: Proposal yang diantisipasi untuk Ethereum 3.0 diharapkan akan diungkapkan di Devcon di Bangkok, menetapkan panggung untuk umpan balik komunitas yang lebih luas dan langkah-langkah selanjutnya dalam pengembangan. ETH3.0 Meme Token 21 Maret 2024: ETH3.0 Meme Token resmi terdaftar di CoinMarketCap, menandai langkahnya ke domain crypto publik dan meningkatkan visibilitas bagi ekosistem yang berbasis meme. Poin Kunci Sebagai kesimpulan, Ethereum 3.0 mewakili evolusi signifikan dalam jaringan Ethereum, yang fokus pada mengatasi batasan terkait skalabilitas dan kinerja melalui teknologi canggih. Upgrade yang diusulkan mencerminkan pendekatan proaktif terhadap permintaan dan kegunaan di masa depan. Di sisi lain, ETH3.0 Meme Token mencerminkan esensi budaya yang dipimpin komunitas di ruang cryptocurrency, memanfaatkan budaya meme untuk menciptakan platform yang menarik yang mendorong kreativitas dan partisipasi pengguna. Memahami tujuan dan fungsi berbeda dari ETH3.0 dan $eth 3.0 sangat penting bagi siapa saja yang tertarik dengan perkembangan yang sedang berlangsung dalam ruang crypto. Dengan kedua inisiatif yang membuka jalan yang unik, mereka secara kolektif menggarisbawahi sifat dinamis dan multi-faceted dari inovasi blockchain.

212 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.04Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu ETH 3.0

Cara Membeli ETH

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Ethereum (ETH) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Ethereum (ETH) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Ethereum (ETH) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Ethereum (ETH) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Ethereum (ETH)Lakukan trading Ethereum (ETH) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

5.6k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ETH

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ETH (ETH) disajikan di bawah ini.

活动图片