South Korea To Ease Institutional Crypto Investment Restrictions This Year

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-01-09Terakhir diperbarui pada 2025-01-09

Abstrak

Recent reports revealed that South Korea is set to ease its restrictions on institutional crypto investment. Secretary-General of South Korea’s...

Recent reports revealed that South Korea is set to ease its restrictions on institutional crypto investment. Secretary-General of South Korea’s Financial Services Commission (FSC) announced the watchdog’s plan to review its restrictions amid the ongoing changes in South Korea’s regulatory approach.

FSC Planning To Ease Restrictions

On Wednesday, Yonhap News Agency reported that FSC’s Secretary-General Kwon Dae-young announced legal entities will be allowed to invest in cryptocurrencies starting this year. Kwon stated that the regulatory agency plans to relax its restrictions on institutional crypto trading and investment to “strengthen collaboration between financial institutions and fintechs.”

According to the report, the FSC is set to consider a proposal to allow the issuance of real-name accounts to corporations, which is currently restricted. Real-name accounts are required for virtual asset investments, as only the accounts that have completed this verification under the Specified Financial Transaction Information Act are allowed to invest in digital assets.

Nonetheless, financial authorities have limited institutional crypto trading by guiding banks not to issue these accounts to corporations, despite the absence of any legal barrier or official ban.

In the “Major Work Plan for 2025,” the FSC revealed this change would be gradually implemented, with the financial regulator working on a “detailed plan” to allow non-profit corporations first through its Virtual Asset Committee, and slowly expand.

Moreover, the South Korean watchdog plans to promote the second phase of the Virtual Asset User Protection Act, which includes regulations on the distribution of digital assets.

The FSC’s Secretary-General explained that the regulator needs “to discuss how to create listing standards, how to deal with stablecoins, and how to create rules for the behavior of virtual asset exchanges,” adding that the government will align with global crypto regulations.

Additionally, the report notes that the FSC plans to introduce a “screening system for the eligibility of major shareholders of virtual asset operators through amendments to the Special Financial Transactions Act.”

The regulator will also work on improving self-regulation by implementing criteria for reviewing memecoins and other cryptocurrencies to protect investors, and it will introduce forensic equipment to investigate unlawful trading behavior.

South Korea’s Changing Crypto Landscape

Over the last few years, South Korea has attempted to shift to a more regulated and stable environment for investors. Kora Exchange’s Chairman, Jeong Eun-bo, has called for a change in lawmakers’ and financial institutions’ view of crypto assets.

Jeong suggested that the country’s regulator consider incorporating virtual assets into institutional finance to revitalize the market, “create added value,” and compete with other countries.

It is worth noting that the FSC’s stance on virtual assets has been criticized for seemingly challenging the market’s development and international competitiveness.

Nonetheless, the ongoing shift has seen the creation of the Virtual Asset Committee to advise and discuss industry-related policies. Moreover, the FSC announced that this group would soon review the long-standing ban on crypto-based investment products.

As reported by Bitcoinist, Jeong announced the Korea Exchange’s plan to explore crypto exchange-traded funds (ETFs) in 2025 after the country’s capital markets faced substantial challenges in 2024.

Additionally, the country has postponed the crypto taxation policy by two years. The policy, previously set to be introduced in January 2025, will collect 20% capital gains tax from investors trading digital assets. Following the delay, the tax policy is expected to be implemented in 2027.

crypto

Total crypto market capitalization is at $3.27 trillion in the one-week chart. Source: TOTAL on TradingView
Featured Image from Unsplash.com, Chart from TradingView.com
Rubmar Garcia

Rubmar Garcia

Rubmar is a crypto enthusiast who likes learning and improving constantly. She enjoys reporting on the latest news and developments in the crypto industry. Rubmar also enjoys scrapbooking, crafting, simulation games, and watching football.

Bacaan Terkait

Mengapa Zhipu AI Bisa Meroket Hampir 30% dalam Satu Hari?

Hari ini, saham "Glodon" (02513.HK), yang dijuluki "saham model besar global pertama", melonjak hampir 30%. Pemicu utamanya adalah peluncuran API "GLM-5.1-highspeed" yang menawarkan kecepatan generasi hingga 400 token per detik, mencatat rekor baru untuk API model besar. Kecepatan ini sangat penting karena pergeseran paradigma dari AI chatbot ke era Agen (Agent), di mana tugas kompleks memerlukan puluhan hingga ratusan panggilan model. Setiap penghematan latensi akan terakumulasi dan secara signifikan memengaruhi efisiensi keseluruhan. Pencapaian 400 token/detik ini kira-kira 3-5 kali lebih cepat dari rata-rata industri (OpenAI GPT-4o: 100-150, Claude Sonnet: 80-120) dan dicapai tanpa mengorbankan kemampuan model inti. Lonjakan performa ini didukung oleh tiga inovasi teknis: 1. **TileRT**: Mesin inferensi yang mengkompilasi seluruh model menjadi pipeline kontinu, menghilangkan overhead start/stop antar operator dan menerapkan "Warp Specialization" untuk paralelisasi optimal dalam GPU. 2. **Strategi Paralel Heterogen untuk MLA (Multi-head Latent Attention)**: Mengatasi tantangan komputasi sparse dalam mekanisme perhatian MLA dengan menugaskan GPU berbeda untuk tugas "pengindeksan" dan "komputasi padat", meminimalkan sinkronisasi. 3. **Arsitektur Jaringan ZCube**: Mengganti topologi jaringan standar ROFT (Fat-Tree) dengan desain datar tanpa lapisan Spine. Desain ini menciptakan "jalur tunggal optimal" antara GPU mana pun, secara fundamental menghilangkan kemacetan jaringan. Hasilnya, pada perangkat keras yang sama, ZCube meningkatkan throughput cluster sebesar 15% (setara dengan peningkatan kapasitas gratis), mengurangi latensi ekor sebesar 40,6% (meningkatkan stabilitas), dan memotong biaya perangkat jaringan hingga sepertiga. Secara jangka panjang, inovasi perangkat lunak ini berpotensi mengikis dominasi NVIDIA di ekosistem jaringan (seperti InfiniBand) dan membuka jalan bagi integrasi yang lebih mudah dengan chip AI domestik seperti Huawei Ascend.

marsbit1j yang lalu

Mengapa Zhipu AI Bisa Meroket Hampir 30% dalam Satu Hari?

marsbit1j yang lalu

Era Powell Berakhir: Warsh Meneruskan Jabatan di The Fed, Apa Artinya Bagi Keuangan Global dan Pasar Kripto?

Era Powell berakhir, digantikan oleh Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve AS. Podcast ini membahas implikasi pergantian kepemimpinan ini terhadap pasar keuangan global dan aset kripto. Analis Noelle Acheson menyoroti beberapa poin kunci: **Kondisi Makro & Pasar:** - Terjadi divergensi besar antara pasar saham (didorong euforia AI) dan pasar obligasi (yang mencerminkan kekhawatiran inflasi dan pengetatan global). - Inflasi inti AS tetap tinggi (2.6%-3%) dan tidak turun dengan cepat, didorong oleh tren deglobalisasi, tarif, dan krisis geopolitik. - "Bliss Trade" menggantikan "Taco Trade", yaitu ekspektasi struktural bahwa pemerintah akan selalu menyelamatkan ekonomi/pasar dalam krisis, menciptakan risiko moral dan mendorong apetite risiko. **Masa Jabatan Powell:** - Diakui mempertahankan independensi Fed, namun juga dikritik sebagai dalang di balik 'debanking' perusahaan kripto dan salah menilai inflasi sebagai 'sementara'. **Prospek di Bawah Warsh:** - Warsh ingin Fed fokus pada kebijakan moneter dan mengurangi intervensi fiskal, serta mungkin mengurangi panduan ke depan (forward guidance). - Namun, pasar obligasi akan menjadi penentu utama, membatasi ruang geraknya. Kemungkinan besar suku bunga akan bertahan tinggi (*higher for longer*), tanpa pemotongan atau kenaikan signifikan dalam waktu dekat. **Dampak pada Aset Kripto:** - Bitcoin telah menjadi aset makro, berfungsi sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang akibat stimulus. - Namun, status ini juga membuat Bitcoin sekadar satu dari banyak pilihan aset makro. Investor yang mencari volatilitas tinggi kini beralih ke tema lain seperti AI. - RUU Clarity Act, jika disahkan, akan lebih menguntungkan Ethereum daripada Bitcoin (yang sudah memiliki kejelasan regulatif), dan dapat mendorong eksperimen tokenisasi. **Perhatian & Peringatan:** - Inflasi tetap menjadi indikator kritis yang harus dipantau. - Kesenjangan yang melebar antara indeks S&P 500 berbasis kapitalisasi pasar dan berbasis bobot sama menjadi sinyal peringatan, mengingatkan pada gelembung dot-com tahun 1999.

marsbit1j yang lalu

Era Powell Berakhir: Warsh Meneruskan Jabatan di The Fed, Apa Artinya Bagi Keuangan Global dan Pasar Kripto?

marsbit1j yang lalu

Meninggalkan “Perjudian Abu-abu”!Polymarket Berlari ke Jalur Kepatuhan, Bagaimana Mempengaruhi Seluruh Industri Kripto?

Polymarket, platform pasar prediksi crypto terdesentralisasi, telah menyelesaikan perjalanan transformatif dari zona abu-abu ke jalur kepatuhan. Didirikan pada 2020 oleh Shayne Coplan, platform ini dengan cepat populer, terutama selama Pemilu AS 2024, dengan volume perdagangan melonjak dan akurasi prediksi yang mengungguli jajak pendapat tradisional. Namun, keberhasilannya diwarnai tantangan regulasi. Pada 2022, CFTC menjatuhkan denda $1,4 juta kepada Polymarket dan mengusirnya dari pasar AS karena menawarkan kontrak derivatif tanpa izin. Puncaknya, pada November 2024, penyelidikan oleh FBI dan CFTC diluncurkan terkait dugaan pelanggaran perjanjian sebelumnya. Perubahan politik membuka jalan bagi resolusi. Pada 2025, Polymarket mengakuisisi bursa berlisensi CFTC, QCX, senilai $112 juta, sekaligus mendapatkan status kepatuhan dan izin untuk beroperasi kembali di AS. Pergeseran sikap regulator, termasuk penarikan proposal larangan kontrak terkait pemilu oleh CFTC pada 2026, semakin memudahkan integrasi industri. Kisah Polymarket mencerminkan pola yang lebih luas dalam inovasi crypto: nilai nyata pada akhirnya akan dicari untuk dimasukkan ke dalam kerangka regulasi. Langkahnya, baik melalui perolehan lisensi (seperti Polymarket) atau aplikasi langsung (seperti Kalshi), menunjukkan berbagai jalur menuju kepatuhan. Investasi $2 miliar dari ICE (induk perusahaan NYSE) menandakan pengakuan institusional atas potensi data pasar prediksi. Transformasi Polymarket dari "permainan crypto" menjadi infrastruktur finansial yang diatur menandai babak baru untuk industri pasar prediksi dan inovasi crypto pada umumnya.

marsbit1j yang lalu

Meninggalkan “Perjudian Abu-abu”!Polymarket Berlari ke Jalur Kepatuhan, Bagaimana Mempengaruhi Seluruh Industri Kripto?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片