SBF的监狱生活:不忘交易员初心,以“大米”进行交易套利

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-10Terakhir diperbarui pada 2024-05-10

Abstrak

“不再是那么胖,也不那么神经质,不那么坐立不安,眼袋也没有了。”

本文来自《SBF maintains his innocence as he trades rice in jail》

原作者:Jesse Coghlan

编译:Odaily星球日报夫如何

SBF的监狱生活:不忘交易员初心,以“大米”进行交易套利

自从 2023 年 8 月被关押在布鲁克林大都会拘留中心(MDC)以来,这是 SBF 首次与媒体进行面对面交谈。在 5 月 9 日发布的一篇采访中,SBF 与《Puck News》的 William Cohan 进行了对话,本次访谈由 SBF 的母亲 Barbara Fried 组织。

根据访谈内容,SBF 的饮食以素食为主。由于 MDC 的素食餐让其他囚犯觉得“像粪便一样臭”,所以他主要靠吃豆子和大米为生,并且大米已经“成为 MDC 内部的一种交易货币”。SBF 甚至开玩笑的表示:“与他以前作为高频交易员的生活相比,在监狱里的套利机会要好得多。”

据《Puck News》报道,SBF 瘦了很多,减掉了 25 磅(11 公斤),“不再是那么胖,也不那么神经质,不那么坐立不安,眼袋也没有了”。并且在采访中,SBF 几乎一直盯着 Cohan 的眼睛看,以前很少看到 SBF 这么做。并且,他心酸的承认已经“学会伪装自己”过的很好。

SBF 的生活区域是 MDC 曾为女性囚犯搭建的大型开放式宿舍,并与其他 35 名男性囚犯生活在一起——根据报道,其中一半是向政府妥协的谋杀犯。不过据 SBF 所述,监狱生活非常无聊,只有四台电视和一个无法连接互联网的平板电脑获得娱乐,他只能在平板上玩游戏。虽然一起居住的狱友有很多谋杀犯,但是 SBF 并不担心自身安全,反而经常因为狱友频繁叫醒自己而睡得不好——他们总是询问 SBF 持有多少大米,想进行物物交换。

SBF 虽然监狱生活因“大米”而丰富多彩,但他始终没有放弃脱罪,并一直坚称自己是“替罪羊”。上个月,SBF 提交了一份通知,称他正在对欺诈和洗钱罪名提出上诉。

此外,SBF 几乎每个工作日都会与他的新律师交谈一个小时左右——在服用被批准的处方药物后,SBF 在沟通中思维非常清晰。

SBF 在采访中坚称,他被陷害成为 FTX 破产的替罪羊,并认为他唯一的疏忽是将 FTX 处于一个容易受到银行挤兑和竞争对手恶意行为影响的位置,并认为合理的惩罚应该是民事,而不是刑事处罚。

记者 Cohan 指出,SBF 仍然不相信自己犯了罪,并将自己描绘为一个无辜的参与者,没有得到足够与检察官协商的机会。并且 SBF 对被判帮助侵占了大约 80 亿美元的客户资金并不感到歉意。

SBF 强调,将公司交接给 FTX 的律师团队是将他定为公司破产的罪魁祸首;如果他留在 FTX 的领导岗位上,公司不会破产,而会是一个价值 800 亿美元的蓬勃发展的公司。他补充说,在他的律师说服他同时经营贸易公司和 FTX 存在利益冲突之后,他应该更加努力地寻找前女友 Caroline Ellison 以外的人来领导 Alameda,或者干脆忽略他们并继续经营这两家公司。

SBF 已经要求在他提起上诉之前留在 MDC,具体上诉应该会在 7 月份。但是根据法律条款,SBF 可以在任何时候被转移,很可能会被安置在离他父母所在的加利福尼亚州中监狱里。如果发生这种情况,SBF 可能会搭乘一辆监狱巴士用四个月的时间穿越美国,到达加利福尼亚的监狱。

Bacaan Terkait

Penerbit DRAM ETF: Samsung, SK Hynix, Micron Semua Tembus Triliunan, Era AI Chip Memori Baru Dimulai

**Ringkasan: Masa Depan Cerah Chip Memori di Era AI** Kritik dari Morningstar mengingatkan investor akan siklus boom-bust historis di industri chip memori, sifat komoditas, dan kemungkinan harga saham telah meninggalkan fundamental. Namun, **Roundhill Investments** (penerbit DRAM ETF) berpendapat bahwa **era AI telah mengubah struktur industri secara fundamental**: 1. **Siklus Baru, Dinamika Baru:** Permintaan kini didorong oleh infrastruktur AI skala besar, bukan siklus upgrade elektronik konsumen. Perjanjian pasokan jangka panjang yang lebih ketat dengan hyperscalers (seperti Google, AWS) muncul karena intensitas modal manufaktur yang sangat tinggi. 2. **Parit Pertahanan (Moat) yang Nyata:** Chip memori kunci untuk AI adalah **High-Bandwidth Memory (HBM)**, yang sangat kompleks untuk diproduksi. **SK Hynix, Samsung, dan Micron menguasai hampir seluruh pasokan global**. Hambatan masuknya sangat tinggi (teknologi, peralatan EUV dari ASML yang langka, waktu pembangunan pabrik 3-5+ tahun), mencegah kelebihan pasokan seperti di masa lalu. 3. **Fundamental yang Sangat Kuat:** Proyeksi konsensus Bloomberg menunjukkan pada 2027, ketiga raksasa memori ini akan menjadi di antara **10 perusahaan paling menguntungkan di dunia**, dengan total laba bersih gabungan diperkirakan mencapai **$704 miliar** dan pendapatan gabungan melampaui $1 triliun. Margin operasi mereka telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. 4. **Penilaian Ulang (Revaluasi):** Meskipun kenaikan harga saham tajam, valuasi relatif (seperti P/E maju) masih menarik dibandingkan saham teknologi lain jika mempertimbangkan tingkat pertumbuhan laba yang eksplosif. Kerangka valuasi historis mungkin tidak lagi relevan mengingat profil profitabilitas baru yang berkelanjutan. **Kesimpulan Roundhill:** Kenaikan saat ini didorong oleh fundamental baru — permintaan AI yang masif dan berkelanjutan, parit pertahanan manufaktur yang dalam, dan siklus profitabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya — menandai transisi industri menuju **"era baru" yang lebih stabil dan menguntungkan**. Kelangkaan pasokan HBM diperkirakan bertahan hingga 2030. *Catatan: Penulis adalah pihak yang mengelola DRAM ETF, sehingga memiliki sudut pandang yang secara alami bullish (optimis).*

marsbit11m yang lalu

Penerbit DRAM ETF: Samsung, SK Hynix, Micron Semua Tembus Triliunan, Era AI Chip Memori Baru Dimulai

marsbit11m yang lalu

Restrukturisasi Epik EF: PHK 20%, Anggaran Dipotong Setengah, Ethereum Bersiap Jadi Lebih Ringan?

Yayasan Ethereum (EF) telah mengumumkan restrukturisasi organisasi besar-besaran, termasuk pemotongan sekitar 20% karyawan (54 orang) dan pengurangan anggaran hingga 40%. Reformasi ini bertujuan untuk menyederhanakan operasi EF dan beralih ke model yang lebih berkelanjutan, dengan target menurunkan tingkat pengeluaran tahunan menjadi sekitar 5% setelah tahun 2030. Restrukturisasi membagi EF ke dalam klaster fungsional yang jelas: lapisan protokol, lapisan akses, lapisan pengguna, lapisan komunitas, dan lapisan kelembagaan. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memperjelas peran EF yang selama ini dianggap ambigu, dengan fokus kembali pada penelitian protokol inti, dukungan barang publik, dan koordinasi ekosistem, sementara lebih banyak tugas pembangunan diserahkan kepada kekuatan pasar dan tim independen di ekosistem yang lebih luas. Latar belakang reformasi ini adalah berbagai kritik yang dihadapi EF selama setahun terakhir, terkait penjualan ETH, eksekusi strategi, dan daya saing ekosistem. Vitalik Buterin mengakui bahwa penyusutan ini akan mengakibatkan penghentian beberapa proyek dan kehilangan kontributor jangka panjang. Namun, hal ini juga mencerminkan perubahan struktur kekuatan di Ethereum, di mana organisasi independen seperti Ethlabs (didirikan oleh mantan peneliti EF) mulai muncul untuk mengisi peran yang ditinggalkan. Bahkan pesaing seperti Anatoly Yakovenko dari Solana memberikan tanggapan positif, menyatakan bahwa EF yang lebih ramping dapat menjadi lebih gesit dan fokus. Meskipun reformasi ini tidak serta-merta menyelesaikan semua tantangan Ethereum, langkah ini menandai penyesuaian yang signifikan dalam positioning EF seiring dengan maturingnya ekosistem Ethereum.

Odaily星球日报53m yang lalu

Restrukturisasi Epik EF: PHK 20%, Anggaran Dipotong Setengah, Ethereum Bersiap Jadi Lebih Ringan?

Odaily星球日报53m yang lalu

Partner Dragonfly Haseeb: Perusahaan dengan Pertumbuhan Tercepat Mungkin Terjebak di Angka 149 Karyawan

Analisis oleh Haseeb dari Dragonfly membahas dampak skema harga AI seperti yang diterapkan Anthropic (Claude) terhadap perusahaan besar vs startup. Artikel ini mengibaratkan harga token AI sebagai "kebijakan pajak" tersembunyi. Perusahaan besar (150+ pengguna) membayar model "Enterprise" dengan biaya per token plus markup ~75%, yang efektif menjadi "pajak tinggi" atas tenaga kerja AI. Hal ini menghambat eksperimen dan otomatisasi marjinal, mendorong retensi tenaga kerja manusia. Sebaliknya, startup (<150 pengguna) mendapat paket langganan "Team" dengan biaya tetap. Dengan harga marjinal nol hingga batas tertentu, mereka mendapat subsidi inovasi. Insentifnya adalah memaksimalkan penggunaan token ("tokenmaxxing") untuk efisiensi ekstrem, mendorong otomatisasi agresif dengan AI dan agen cerdas. Akibatnya, pergantian tenaga kerja mungkin tidak terlihat sebagai PHK massal di perusahaan besar, tetapi sebagai startup yang lebih otomatis mengalahkan perusahaan tradisional. Perusahaan besar mungkin menyembunyikan penurunan bisnis di balik narasi "AI-washing". Artikel ini memperingatkan munculnya "tebing 150 orang", di mana perusahaan yang tumbuh akan terdorong untuk tetap di bawah 149 karyawan untuk mempertahankan harga subsidi. Ini menciptakan distorsi mirip dengan peraturan ketenagakerjaan Prancis di 50 karyawan, yang berpotensi mendefinisikan ulang filosofi manajemen perusahaan rintisan di era AI. Kebijakan harga ini, meski tidak dirancang sebagai pajak, akan sangat memengaruhi struktur tenaga kerja dan kompetisi bisnis di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Partner Dragonfly Haseeb: Perusahaan dengan Pertumbuhan Tercepat Mungkin Terjebak di Angka 149 Karyawan

marsbit1j yang lalu

xBubble Bagaimana Membuka Jalan dalam Ekonomi OPC yang Dibanjiri Dana VC

OPC (One Person Company) telah berkembang dari konsep wirausaha yang menarik perhatian menjadi salah satu pasar baru yang paling layak ditonton di industri AI. AI tidak hanya meningkatkan efisiensi karyawan, tetapi juga mengubah jumlah minimum orang yang diperlukan untuk memulai bisnis, memungkinkan usaha kecil yang sebelumnya tidak layak secara finansial menjadi layak. Bukti nyata datang dari Replit dan Lovable, yang mendapatkan valuasi tinggi dengan fokus membuat pengembangan perangkat lunak dapat diakses oleh non-teknis. Namun, celahnya masih ada: alat AI coding saat ini mengurangi biaya pembuatan demo tetapi seringkali mengharuskan pengguna untuk mengelola proses pengembangan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, yang merupakan hambatan bagi OPC tanpa latar belakang teknis. Di sinilah xBubble (dari DAPPOS) masuk. Alih-alih fokus pada Prompt-to-Code, xBubble mengadopsi pendekatan SOP-to-Business. Sistem SOP (Standard Operating Procedure) miliknya mengemas model AI, alat, dan standar hasil ke dalam alur eksekusi yang terorganisir untuk tugas atau bisnis tertentu. Pengguna hanya perlu mendeskripsikan tujuan bisnis (misalnya, menjual merchandise Piala Dunia), dan xBubble akan menerjemahkannya menjadi perangkat lunak yang berfungsi, termasuk halaman, pembayaran, dan backend pesanan. xBubble juga menyelesaikan tantangan infrastruktur seperti hosting dan deployment melalui jaringan mitra penyedia layanan pihak ketiga. Yang penting, pengguna dapat membayar layanan ini menggunakan kredit xBubble, menyederhanakan proses. Dukungan untuk pembayaran crypto-native juga melayani kebutuhan OPC yang melayani pelanggan global. Kesempatan xBubble terletak pada penyediaan jalur peluncuran bisnis yang lengkap untuk OPC non-teknis yang sudah memiliki produk, layanan, atau pelanggan, tetapi kekurangan sumber daya untuk tim teknis. Dengan mengotomatisasi dan memaketkan lebih banyak langkah teknis, xBubble berpotensi menjadi sistem peluncuran bisnis untuk ekonomi OPC yang sedang tumbuh, menjembatani kesenjangan antara membuat demo dan menjalankan bisnis yang benar-benar berkelanjutan.

链捕手1j yang lalu

xBubble Bagaimana Membuka Jalan dalam Ekonomi OPC yang Dibanjiri Dana VC

链捕手1j yang lalu

Partner Dragonfly Haseeb: Mengapa Perusahaan dengan Pertumbuhan Tercepat di Masa Depan, Mungkin Semua Terjebak di Angka 149 Karyawan

Dalam sebuah analisis, Haseeb dari Dragonfly membahas kebijakan harga token AI seperti Anthropic yang dapat dianggap sebagai kebijakan pajak terselubung. Perusahaan kecil di bawah 150 pengguna mendapat paket berlangganan dengan biaya token marginal nol, mendorong inovasi dan penggunaan maksimal AI. Sebaliknya, perusahaan besar dengan lebih dari 150 pengguna dikenakan model “Enterprise” dengan tarif per token yang jauh lebih tinggi, menciptakan “pajak” tersirat sekitar 75% pada otomatisasi tenaga kerja AI. Struktur ini menciptakan insentif yang berbeda: startup didorong untuk memaksimalkan penggunaan token secara agresif (token-maxxing), sementara perusahaan besar cenderung membatasi eksperimen AI karena biayanya yang mahal. Akibatnya, penggantian tenaga kerja oleh AI mungkin tidak terjadi melalui PHK massal di korporat besar, tetapi melalui startup yang lebih efisien merebut pasar, yang pada akhirnya mengurangi lapangan kerja secara tidak langsung. Ambang 150 pengguna berfungsi seperti “tebing regulasi,” mirip aturan ketenagakerjaan di Perancis yang membatasi pertumbuhan perusahaan. Startup akan termotivasi untuk tetap di bawah batas ini, mungkin memicu filosofi manajemen “AI-first” dengan tim yang sangat ramping. Kebijakan harga ini, meski tidak dirancang sebagai kebijakan fiskal, dapat mendorong munculnya perusahaan-perusahaan berkinerja tinggi yang dengan sengaja membatasi jumlah karyawan di sekitar 149 orang.

链捕手1j yang lalu

Partner Dragonfly Haseeb: Mengapa Perusahaan dengan Pertumbuhan Tercepat di Masa Depan, Mungkin Semua Terjebak di Angka 149 Karyawan

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片