Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, mendesak platform media sosial seperti X untuk menggunakan bukti tanpa pengetahuan (ZK-proofs) dan teknologi blockchain guna meningkatkan transparansi algoritma peringkat konten. Dalam postingannya, Buterin menyarankan sistem yang dapat diverifikasi yang mencatat semua keputusan algoritma, waktu, suka, dan retweet di blockchain untuk mencegah sensor atau manipulasi. Ia juga merekomendasikan publikasi kode algoritma lengkap dengan penundaan 1-2 tahun. Buterin mengkritik kepemimpinan Elon Musk di X, menyatakan bahwa kebijakan platform justru dapat merugikan kebebasan berbicara. Gagasan ini didukung oleh komunitas crypto yang khawatir dengan kontrol terpusat dan potensi penyensoran. Artikel ini juga menyoroti upaya Uni Eropa melalui Digital Services Act yang mewajibkan transparansi algoritma dan akses data untuk peneliti, serta denda terhadap X karena ketidakpatuhan.
cointelegraph2025.12.15




