Presiden AS Donald Trump kembali muncul di depan publik setelah menghilang lebih dari seminggu, dalam konferensi pers selama 43 menit yang dimaksudkan untuk menunjukkan kendali. Namun, pidatonya justru menyimpang ke topik-topik seperti kolam refleksi, perbandingan jumlah massa dengan Martin Luther King, serta serangan terhadap jurnalis, lawan politik, dan sejumlah kota AS. Ia menandatangani perintah eksekutif yang menghapus perlindungan jabatan bagi ribuan pegawai federal senior, berpotensi memperkuat loyalitas pribadi di atas profesionalisme. Trump secara pribadi menyerang jurnalis CNN, Kaitlan Collins, menyebutnya "penuh kebencian". Artikel ini menyoroti tekanan pada media independen, mengutip pemecatan veteran CBS Scott Pelley yang menolak campur tangan editorial untuk menyenangkan pemerintahan. Penulis menekankan pentingnya mendukung jurnalis dan media independen sebagai penjaga fakta publik ketika media arus utama menghadapi tekanan politik dan komersial. Aktivitas tiba-tiba diakhiri secara mendadak oleh stafnya, meninggalkan kesan kepanikan. Sementara itu, di tengah kekhawatiran tentang kesehatannya dan perang di Iran, empat anggota Partai Republik di DPR mendukung resolusi yang menuntut penghentian perang, menunjukkan retakan dalam dukungan partainya. Artikel ini menggambarkan penampilan Trump sebagai pertunjukan politik yang penuh kecemasan, yang mencerminkan ketegangan institusional AS: perluasan kekuasaan pribadi, pelemahan birokrasi, erosi kepercayaan media, dan penyusutan ruang fakta publik.
marsbit9天前




