Perseteruan hukum antara Elon Musk dan Sam Altman, pendiri OpenAI, terus memanas. Musk menggugat OpenAI dengan tuduhan telah menyimpang dari misi awalnya sebagai lembaga nirlaba dan menuntut ganti rugi hingga $150 miliar serta pembubaran struktur perusahaan yang berorientasi keuntungan. OpenAI membalas dengan menyatakan bahwa Musk sendiri pernah mengusulkan transformasi menjadi perusahaan laba pada 2017, tetapi dengan syarat memiliki kendali penuh. Sementara perseteruan hukum berlangsung, kompetisi di lapangan produk AI juga sengit. AI milik Musk, Grok, mengalami penurunan pangsa pasar dan pengguna aktif, sementara OpenAI terus tumbuh dengan valuasi mencapai $852 miliar dan pendapatan tahunan $25 miliar. Namun, tantangan terbesar OpenAI saat ini justru datang dari pesaing lain, Anthropic, yang pendapatannya telah menyalip OpenAI dan berencana mengumpulkan dana besar untuk meningkatkan kapasitas komputasi. Analisis menunjukkan bahwa di tengah pertarungan antara Musk dan Altman, pihak ketiga seperti Anthropic dan perusahaan AI dari China seperti DeepSeek justru mungkin menjadi "pemenang" yang diam-diam mengumpulkan kekuatan. Infrastruktur pendukung seperti penyedia chip (NVIDIA) dan platform komputasi awan juga diuntungkan dari persaingan sengit ini. Pada akhirnya, persidangan ini telah memicu pemeriksaan menyeluruh terhadap tata kelola, etika, dan logika bisnis perusahaan-perusahaan AI, menetapkan preseden penting untuk aturan tata kelola AI global.
marsbit2026.05.09




