Ivan Zhao, CEO Notion, membagikan refleksinya tentang dua kali menyelamatkan perusahaan dari ambang kegagalan dan mengubahnya dengan AI. Dia menyebut dirinya "Refounder" dan percaya AI mengubah permainan dengan membuat kemampuan teknis (Capability) menjadi komoditas. Yang kini berharga adalah Taste (selera/penilaian) dan Agency (inisiatif), sehingga proses rekrutmen harus berfokus pada kedua hal ini. Notion memberlakukan perubahan radikal: tim engineering berbentuk "barbell" (campuran junior berbakat dan senior ahli), menghapus struktur CMO, serta merekrut banyak mantan pendiri startup. Zhao menekankan organisasi harus seperti "band jazz" yang lincah dan improvisasi, bukan "band marching" yang kaku. Perencanaan produk jangka panjang ditinggalkan, diganti dengan pendekatan mingguan yang adaptif terhadap perubahan teknologi yang cepat. Intinya: Di era AI, perusahaan perlu menulis ulang cara merekrut, berorganisasi, dan berencana. Nilai manusia bergeser dari sekadar keahlian teknis ke arah penilaian, inisiatif, dan kemampuan beradaptasi. Notion telah memulai transformasi ini.
marsbit21天前
