Presiden AS Donald Trump telah memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dia memperingatkan bahwa jika Iran tidak mematuhi, AS dapat menargetkan dan menghancurkan fasilitas tenaga listrik utama. Iran dengan cepat merespons, mengatakan bahwa mereka dapat menutup selat sepenuhnya dan menyerang infrastruktur energi dan air di wilayah Teluk.
Reaksi Pasar
Setelah pengumuman tersebut, pasar keuangan bereaksi kuat, dengan futures saham AS bergerak lebih rendah, dan harga minyak naik setelah penurunan harga emas. Investor menjadi hati-hati karena meningkatnya risiko geopolitik. Futures S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones semuanya menurun karena investor menjadi lebih waspada.
Pasar cryptocurrency mengikuti pola yang sama dengan pasar saham, menunjukkan bahwa peristiwa global memengaruhi semua kelas aset. Harga minyak meningkat karena trader khawatir akan gangguan pasokan. Selat Hormuz adalah rute transportasi minyak global yang signifikan. Setelah periode arus masuk, investor institusional juga menarik dana mereka dari ETF Bitcoin.
Jika Iran tidak membuka kembali selat dan AS mengambil tindakan, hal itu dapat mencerminkan bahwa harga minyak dapat naik tajam, pasar global dapat jatuh lebih jauh, dan pasokan energi dapat terganggu. Beberapa analis percaya harga minyak bahkan bisa naik di atas $150 per barel dalam skenario terburuk. Saat ini, tidak ada pembicaraan diplomatik aktif antara AS dan Iran.
Pasar global saat ini berada dalam situasi tegang karena tenggat waktu Trump. Investor dengan cermat memantau langkah selanjutnya karena hal itu dapat memengaruhi saham, minyak, dan cryptocurrency secara bersamaan. Arah pasar keuangan global akan ditentukan dalam beberapa hari mendatang.
Berita Kripto yang Disorot:
Fidelity Mendesak SEC untuk Memajukan Aturan Kripto untuk Platform ATS





