Dragonfly: Crypto Bukan Dirancang untuk Manusia
Dragonfly Capital, firma modal ventura terkemuka, baru saja mengumumkan pengumpulan dana sebesar $650 juta. Mitra mereka, Haseeb Qureshi, menyatakan bahwa crypto tidak dirancang untuk manusia, melainkan untuk agen AI.
Meskipun crypto menggunakan kontrak pintar, manusia masih lebih mempercayai kontrak hukum karena sistem perbankan dirancang untuk kelemahan manusia. Crypto, dengan alamat yang rumit, biaya gas, dan risiko keamanan, terasa canggung dan berbahaya bagi pengguna manusia.
Namun, kekakuan dan kepastian kode crypto justru sempurna untuk agen. AI tidak akan lelah, malas, atau ceroboh. Mereka dapat memverifikasi transaksi, menganalisis kontrak, dan bernegosiasi dalam hitungan menit. Sistem hukum tradisional tidak siap untuk peserta non-manusia, sedangkan crypto memungkinkan agen untuk memiliki dan mentransfer aset secara mandiri.
Masa depan akan didominasi oleh dompet 'autopilot' yang sepenuhnya dioperasikan oleh AI. Agen akan berinteraksi dengan protokol seperti Aave atau Ethena untuk memecahkan masalah keuangan pengguna, dan bahkan akan berdagang secara mandiri dengan agen lainnya. Fenomena ini sudah mulai terlihat dengan munculnya proyek seperti Moltbook dan Conway Research.
Kesimpulannya, kekurangan crypto bagi manusia bukanlah bug, melainkan bukti bahwa teknologi ini dirancang untuk pengguna yang berbeda. Dalam dekade mendatang, interaksi langsung manusia dengan crypto akan tampak aneh, karena AI akan menjadi antarmuka utamanya.
marsbit02/19 05:16