# Artikel Terkait Tokenisasi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Tokenisasi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Narasi RWA Sedang Bergeser: Mengapa Tokenisasi Emas Mulai Sering Disebut-sebut?

Narasi RWA (Real World Assets) sedang bergeser dari sekadar membahas aset apa yang dapat ditokenisasi, fokus kini beralih ke aset mana yang benar-benar dapat berjalan berkelanjutan di blockchain. Tokenisasi emas (Tokenized Gold) muncul sebagai salah satu arah aset yang paling pasti, seperti yang disoroti dalam laporan "My Crypto Predictions for 2026" oleh pengamat tren kripto Jay Yu. Alasan utamanya adalah emas telah memiliki infrastruktur keuangan tradisional yang matang, termasuk sistem penyimpanan, audit, dan penyelesaian yang mapan. Tokenisasi emas tidak lagi menyelesaikan masalah keaslian aset, tetapi lebih pada meningkatkan efisiensi, likuiditas, dan aksesibilitas. Dalam bentuk token, emas dapat berpindah seperti aset digital, mengatasi keterbatasan biaya dan regulasi transfer fisik lintas batas. Lingkungan makro yang penuh ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi juga memperkuat daya tarik emas sebagai penyimpan nilai, yang kini dapat diakses langsung di ekosistem kripto. Perdebatan kini bergeser ke aspek praktis: bagaimana emas fisik disimpan, bagaimana cadangan diverifikasi, dan bagaimana keselarasan data on-chain dan off-chain dijaga. Platform seperti Matrixdock (dari Matrixport) dengan token emas XAUm-nya menjadi contoh yang menekankan infrastruktur inti seperti penyimpanan fisik sesuai standar LBMA, verifikasi on-chain, dan kepatuhan regulasi. Tahap selanjutnya RWA bukan hanya tentang skala, tetapi uji ketahanan sistem dan keberlanjutan—dan tokenisasi emas menawarkan titik temu yang jelas antara kematangan aset, kebutuhan nyata, dan kegunaan di blockchain.

marsbit12/26 09:19

Narasi RWA Sedang Bergeser: Mengapa Tokenisasi Emas Mulai Sering Disebut-sebut?

marsbit12/26 09:19

Kewirausahaan Web3 di Tiongkok Daratan: Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilakukan?

Penulis Liu Honglin membahas peluang dan batasan bagi pengusaha Web3 di Tiongkok daratan dalam kerangka hukum dan regulasi saat ini. Intinya, bisnis Web3 masih mungkin dilakukan asalkan tidak berfokus pada penerbitan token, perdagangan, penggalangan dana, atau spekulasi. Peluang yang layak dipertimbangkan meliputi: 1. **Infrastruktur dan Teknologi Murni:** Membangun solusi seperti database terdistribusi, sistem ledger, atau alat kolaborasi untuk perusahaan atau pemerintah (B2B), berfokus pada bidang seperti verifikasi data, jejak audit, dan otentikasi. 2. **Aplikasi Aset Digital Non-Finansial:** Mengembangkan NFT yang didefinisikan sebagai konten digital, keanggotaan merek, atau sertifikat kepemilikan tanpa pasar sekunder atau janji imbal hasil investasi. 3. **Layanan Pendukung:** Menyediakan layanan seperti konsultasi hukum, kepatuhan, analisis data, dan manajemen risiko untuk perusahaan yang bergerak di sektor ini. 4. **Bisnis Berorientasi Ekspor (Outbound):** Tim di Tiongkok dapat menangani pengembangan R&D, desain produk, dan dukungan teknis untuk proyek yang berbasis di luar negeri, asalkan aktivitas keuangan inti (seperti penerbitan token dan perdagangan) sepenuhnya dilakukan oleh entitas yang mematuhi hukum di yurisdiksi luar. Aktivitas berisiko tinggi yang harus dihindari termasuk segala bentuk penerbitan token, penggalangan dana dari publik, janji imbal hasil, atau promosi investasi aset kripto. Kesimpulannya, pendekatan yang paling berkelanjutan adalah memperlakukan Web3 sebagai alat teknologi daripada instrumen keuangan.

marsbit12/26 07:19

Kewirausahaan Web3 di Tiongkok Daratan: Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilakukan?

marsbit12/26 07:19

活动图片