# Artikel Terkait Safe Haven

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Safe Haven", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Saham Jatuh Lebih Parah daripada Kripto, Ke Mana Uangnya Pergi?

Penulis: Cathy,白话区块链 Pada 28 dan 29 Juli di Seoul, indeks Kospi memicu *circuit breaker* dua hari berturut-turut, suatu peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah pasar saham Korea. Saham-saham semikonduktor global, termasuk SK Hynix yang turun sekitar 23% dalam dua hari, mengalami penurunan drastis. Penarikan dana (pullback) Kospi pada Juli mencapai 40% dari titik tertinggi Juni, menjadikannya bulan terburuk yang tercatat. Produk leverage seperti ETF 2x Long SK Hynix bahkan anjlok hingga 83%, menghapus lebih dari 1 triliun HKD dalam nilai pasar. Ironisnya, Bitcoin justru naik hampir 15% dari titik terendah Juli, menunjukkan perilaku yang tidak biasa: **saham yang jatuh seperti aset kripto, sementara Bitcoin relatif stabil.** Penurunan ini bukan kepanikan pasar luas, melainkan "peledakan tertarget" terhadap perdagangan yang paling ramai (*crowded trades*), dipicu oleh laporan keuangan SK Hynix yang meski mencetak rekor laba tetapi di bawah perkiraan, serta IPO besar-besaran ChangXin Memory (CXMT) dari China. Ditambah dengan potensi likuidasi posisi *carry trade* Yen Jepang yang masif, pasar mengalami de-leverage paksa. Lalu, apakah uang yang keluar dari saham mengalir ke Bitcoin? Jawabannya tidak. Bitcoin tampak "tahan jatuh" karena sudah mengalami koreksi lebih dulu—jatuh sekitar 21% selama periode arus keluar ETF berkelanjutan pada Mei-Juni. Uang yang mencari perlindungan justru mengalir ke emas, yang harganya naik lebih dari 20% secara tahunan. Koefisien korelasi Bitcoin dengan emas mencapai -0.88, mengindikasikan bahwa institusi kini memandangnya sebagai aset yang berbeda: **emas untuk perlindungan, Bitcoin untuk potensi pertumbuhan.** Agar aliran dana besar-besaran benar-benar masuk ke Bitcoin, diperlukan tiga kondisi: tekanan likuidasi global mereda, The Fed menurunkan suku bunga tanpa memicu resesi, dan disahkannya RUU CLARITY di AS untuk memberikan kejelasan regulasi. Meski RUU tersebut tertunda di Senat, arahnya sudah jelas. **Harga saham teknologi ditentukan oleh pengeluaran modal AI dan laba perusahaan, sedangkan harga Bitcoin ditentukan oleh likuiditas global.** Ketidakselarasan ini justru menciptakan daya tarik bagi institusi yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka. Kesimpulannya, Bitcoin saat ini bukan tempat perlindungan (*safe haven*), melainkan aset yang sudah terkoreksi lebih dulu dan sudah berada di posisi yang siap. **Dana belum datang, tetapi posisinya sudah dipersiapkan.** Ketika badai berlalu dan modal global mencari tempat baru untuk dialokasikan, Bitcoin berada di urutan terdepan dalam antrian.

marsbit15j yang lalu

Saham Jatuh Lebih Parah daripada Kripto, Ke Mana Uangnya Pergi?

marsbit15j yang lalu

Analis Bank of America Menyarankan Bersiap untuk Penurunan Pasar Saham pada Agustus

Analis Bank of America memperingatkan bahwa pasar saham AS mungkin akan mengalami penurunan pada bulan Agustus, sehingga menyarankan investor untuk beralih ke opsi yang lebih aman seperti dolar AS dan emas. Bagi investor kripto, pertanyaan utamanya adalah apakah Bitcoin akan mengikuti tren saham teknologi atau berperilaku seperti emas digital. Tingkah laku Bitcoin di masa depan akan dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga atau krisis global, di mana biasanya Bitcoin bertindak seperti aset berisiko tinggi. Namun, perbedaan dalam siklus saat ini adalah kepemilikan Bitcoin oleh investor institusional melalui ETF dan dana lindung nilai jauh lebih besar. Jika investor ini mengurangi risiko, mereka mungkin akan menjual aset kripto mereka juga, menyebabkan Bitcoin turun bersamaan dengan saham—seperti yang terjadi pada 2022 dan Agustus 2024—meskipun kemudian pulih kembali. Di sisi lain, jika penurunan saham disebabkan oleh kekhawatiran atas utang pemerintah, penurunan kepercayaan pada mata uang fiat, atau ekspektasi stimulus bank sentral, Bitcoin berpotensi berperan sebagai aset safe-haven. Selama gejolak, modal cenderung mengalir ke aset yang terbatas seperti emas dan Bitcoin. Terlepas dari skenario, ketergantungan Bitcoin pada pedagang ritel telah menurun karena semakin banyak perusahaan yang menambahkan Bitcoin ke cadangan kas perusahaan mereka. Data menunjukkan perusahaan publik menyimpan sekitar 1,25 juta BTC (lebih dari 6% dari total pasokan), sementara ETF seperti yang dikelola BlackRock menyimpan ratusan ribu Bitcoin untuk para investor.

cryptonews.ru07/27 16:45

Analis Bank of America Menyarankan Bersiap untuk Penurunan Pasar Saham pada Agustus

cryptonews.ru07/27 16:45

Emas Kembali ke US$4800, Di Mana Puncaknya Tahun Ini?

Emas kembali ke level US$ 4800, memicu pertanyaan tentang batas atas harga tahun ini. Artikel ini menganalisis prospek emas melalui berbagai perspektif: **Pasar Prediksi:** Platform Polymarket menunjukkan keyakinan kuat, dengan probabilitas 46% emas mencapai di atas $$ 6000 pada akhir tahun, dan bahkan 25% untuk level $$ 7000. **Pembeli Institusional:** Bank sentral global, khususnya China (tambah cadangan 17 bulan berturut-turut), terus menambah pembelian emas, menciptakan permintaan yang stabil. Lembaga seperti Goldman Sachs dan UBS memproyeksikan harga $$ 5400 - $$ 5900. **Pembeli Kripto:** Penerbit stablecoin Tether kini menjadi salah satu pemegang emas top 30 global dengan sekitar 148 ton, mendukung stabilitas asetnya. **Pembeli Ritel:** Meski volatilitas tinggi menyebabkan beberapa investor terperangkap di harga tinggi, hal ini justru mengurangi tekanan jual. Minat kuat dari investor Asia, terutama China, tetap menjadi pendorong. **Pandangan Analis:** UBS, meski menyesuaikan proyeksi jangka pendek menjadi $$ 5200 untuk akhir Juni, tetap optimis emas akan capai rekor baru tahun ini, melihat koreksi sebagai peluang beli. Analisis inti menyoroti emas sebagai penantang utama Dollar AS dalam sistem moneter global yang didorong oleh proses "de-dolarisasi". **Kesimpulan:** Gabungan dari permintaan bank sentral, ketidakpastian geopolitik, dan pelemahan Dollar diperkirakan akan mendorong emas lebih tinggi pada 2024, dengan batas atas tahunan yang wajar di kisaran $$ 5400 - $$ 6000 dan potensi mencapai $$ 6200 - $$ 6400 dalam skenario optimis.

Odaily星球日报04/09 10:46

Emas Kembali ke US$4800, Di Mana Puncaknya Tahun Ini?

Odaily星球日报04/09 10:46

活动图片